Cintaku Putih Abu-Abu

Cintaku Putih Abu-Abu
6. kartu ujian


__ADS_3

Malam disaat seisi rumah sudah terlelap,Yana bangun dari tidur dan mengeluarkan kaleng kecil dibawah kasurnya.esok adalah hari terakhir iya harus melunasi hutang piutang di sekolahnya,jika tidak maka dia tidak akan mendapat kartu ujian akhir nya.


lembar demi lembar Yana menghitung tabungan yang ia sisihkan.


"hufffffff,semoga ini cukup untuk melunasi hutangku disekolah" Yana menghela nafas sangat dalam,ia menitikkan air mata tanpa suara.


Yana menangis tanpa bersuara,hati dan pikirannya beradu tanpa henti,apakah aku bisa bertahan seperti ini?rasanya ingin sekali aku mengakhiri semua beban di hatiku!namun semua itu tidak ada yang bisa menjawab,karena Yana tidak pernah menunjukkan kesedihannya dihadapan orang lain.yana selalu berusaha tersenyum meskipun hatinya hancur.


"kakak"Dio mengusap air mata yang mengalir di pipi Yana.


"kakak,jgn menangis! memang tidak tau apa yang kakak tangis,tapi Dio mohon kak,jangan menangis lagi"! Dio memohon.


"kamu kenapa blom tidur Dio?apa kakak mengganggu tidurmu?Yana mengalihkan


pembicaraan.


"kak,besok kakak ada ujian kan, kenapa kakak blom tidur?


"iya ini kakak mau tidur" Yana beranjak dan berbaring di kasur.


"kamu juga tidur,besok kamu juga sekolah kan?Dio pun pergi meninggalkan kamar kakaknya.


...****************...


pagi-pagi sekali Yana berpamitan agar berangkat lebih dulu ke sekolah.karena hari ini adalah kesempatan terakhir untuk membayar tunggakan sekolah nya.namun karena Yana tiba terlalu pagi disekolah kantor guru yang bertugas menangani bagian administrasi belum datang.


sambil berjalan memasuki kelasnya ia melihat ruangan yang sudah diatur untuk pelaksanaan Ujian Nasional hari ini.pas foto dan kartu peserta ujian juga sudah melekat di setiap meja.aku melihat satu persatu meja dan mengeja nama peserta.


sepertinya murid kelas sebelah yang akan memakai ruang kelas yang biasa kami tempati.


Yana duduk melihat ke arah jendela, beberapa siswa sudah berdatangan membawa peralatan ujian.


"sepertinya mereka sudah benar-benar mempersiapkan diri untuk ujian hari ini"Yana bergumam lirih sambil duduk di bangku yang duduki hampir setahun ini.


"ssssssstt"

__ADS_1


Yana Mecari asal suara itu, melihat kearah pintu dan jendela tapi tidak ada orang disana.


"wooiii, disebelah sini" Rico melambaikan tangan nya.


"ada apa"Yana keluar menghampiri Rico.


"ini bukan ruangan ujian untukmu,ayo ikut aku!" Rico mengajakku keruang kelas yang lain.


"memang nya kamu tau ruang ujianku dimana?"aku berjalan mengikutinya dari belakang.


"iya Taulah, ayo masuk di ruangan ini pasti ada !"Rica masuk ke dalam dengan sangat yakin.


"nah,betul kan yang aku bilang"Rico duduk di bangku yang sudah ditempeli kartu peserta ujian milikku.


aku melihat dengan seksama foto dan kartu peserta ku.


"dan lihat di bangku belakang ada siapa?Rico menunjuk ke belakang.


"hah, kamu?kita satu ruangan?aku tidak percaya dengan apa yang ku lihat.


"jangan kegeeran,ini cuma kebetulan"aku memalingkan wajah ku keeja lain.


"lihat,Dea juga ada diruang ini,tepat di sebelah ku lagi!"aku mengalihkan pembicaraan.


"iya, mungkin kebetulan,lihat Jhonny juga ada didepan mejamu"seperti nya kita berempat tak terpisahkan kan ya!"


"mungkin karena ini ujian untuk terakhir kalinya,kita disatukan dalam ruangan ini"aku mengusap kartu ujian ku yang sudah melekat di meja.


"sepertinya blom banyak yang datang"Rico mengalihkan pembicaraan karena di melihat Yana seperti memikirkan sesuatu.


"iya, mungkin karena kita datang terlalu pagi! kamu kenapa tumben datang sepagi ini? aku duduk di bangku yang nantinya aku duduki saat ujian.


"aku ingin menemui seseorang pagi ini, karena aku yakin dia akan datang lebih awal hari ini"Rico menatap dari belakang karena ia duduk persis di belakang bangku yana.


"degh"apakah maksud nya itu aku!"Yana berbisik dalam hati.

__ADS_1


"ooooh, apakah kamu sudah menemui nya?"tanyaku tanpa menoleh atau pun melihatnya


"hmmm,kami sudah bersama saat ini"Rico menjawab dengan menarik jepitan rambut ku.


"ish, Rico"aku memutar tubuhku melihat kearah nya.


"kembalikan jepitanku"aku mengulurkan tangan ku.


"ini" memberikan jepitan rambut ku dan sebuah kertas kecil.


aku melihat kartu peserta ujian yang bertuliskan nama ku dan pas foto.


"ini kan?? aku melihatnya bingung,kenapa tiba-tiba kartu peserta ujian ku bisa ditangan Rico.


aku kaget dan menatap wajah Rico tak percaya.


"jangan banyak bertanya, yang penting kamu fokus mengikuti ujian hari ini"Rico menepuk pundak ku lalu pergi ke luar.


Rico meninggalkan kan aku yang masih bingung dan tidak percaya dengan semuanya.


"dari mana Rico tau aku belum menerima kartu ujian,dan siapa yang memberitahukan nya?"Yana duduk di bangkunya diam dalam kebingungannya.


...****************...


selamat malam reader, maaf kan author yang


amatir ini,🙏🙏


author akan selalu berusaha untuk memberikan yang lebih baik lg untuk reader.


mohon jempol nya ditempeli nya,dan jangan luka


dikomen meskipun hanya "up" dan "next" itu


sangat berarti untuk author yang payah ini.

__ADS_1


__ADS_2