
Kwadanan I'm in Love
Setelah menemui KH. Zidni, KH. Hamdi dan
KH. UUF sebagai pimpinan Ponpes MA`HAD AL-MUAWANAH atau yang akrab disebut
MALNU singkatan dari (Mathlaul Anwar Linah Dotil Ulama) untuk meminta izin akhirnya zaki diajak kekamar om Bilal, kamar khusus guru-guru karena sudah malam tapi mulai besok sampai dua minggu kedepan dia akan membaur dengansantri-santri lainnya.
“ Om, laper neh..” ujar zaki mengelus-elus
perutnya.
“ Nanti kita kedepan ada tukang nasi
goreng yang yahut pisan euy..!!“
“ Masa sih yahut ?, perasaan nggak ada
yang lebih enak dari nasi gorengnya pak selamet, didepan masjid Al-Mujahidun
deket rumah zaki dah..” zaki sedikit meragukan omnya itu.
Malam pertama zaki dihantui rasa kesepian
maklum dia baru saja beberapa jam jadi santri dadakan. Biasanya jam segini dia
lagi asyik ngobrol sama dhani atau kelayaban nggak tentu arah atau kalau nggak lagi khusuk maen gitar diteras rumahnya sambil sms`an sama keyla.
Tit…. Tit…, Tit… tit…., Ringtone sms HP
zaki berderit tanda sms masuk
A…. kgn neh…!!
(Sender : Keyla 08563091xxxx)
sM Aa jG kGn brt neh..!
(Sender : z@ki 08562949xxxx)
gE panEh Ai ?????????
(Sender : Keyla 08563091xxxx)
d`kMr z mKlum lG jd sNtri bru neh Hehehe…1000x
(Sender : z@ki 08562949xxxx)
Iye dh yG jd sNtri da”kan, tp was jGn mcem” ye d`sNa.
(Sender : Keyla 08563091xxxx)
Tng z yank, Eh udh
dlu yE da Om bilal Aa gK enak
al`y gK leh bw HP neh, love u…
Mmmuuahh…!!”
(Sender : z@ki 08562949xxxx)
Love u too,
Mmmuuahh jG….hehehe.. dH Ai..
(Sender : Keyla 08563091xxxx)
dH de” Q syaNk….
(Sender : z@ki 08562949xxxx)
Zaki langsung menyembunyikan Hpnya cepat.
“ Gimana udah siap merasakan sensasi nasi goreng mang toto ?” tantang om Bilal.
“ Emm…, oke siapa takut.”zaki menerima tantangan pamannya yakin.
Keduannya bergegas menuju Alun-alun
menikmati udara kota Menes dimalam hari sekaligus mencicipi lezatnya nasi goreng mang toto yang konon katanya mampu membuat lidah bergoyang.
----------
“ Za, bangun sholat Tahajud sana” ajak Bilal mengoyak-ngoyakan tubuh zaki.
“ Hwwoooeh… jam… bera…pa sih neh Om… ?”
ujar zaki masih dalam posisi PW alias posisi uwenak.
“ Jam 3 Pagi, dah hayu bangun kita Tahajud
sama anak-anak”.
“ Ntar dulu ke om 15 menit lagi dah…” tawar zaki malas-malasan.
“ Nggak bias udanbangun…”
“ 10 menit dah..”
“ Nggak mao udah buruan…!!”
“ 5 menit dah..”
“ Nggak…!!!”
“ 3 menit …”
“ Sekali nggak tetep nggak..!!”
Akhirnya zaki ke kamar mandi dengan
membawa perlengkapan mandi dan handuk yang menutupi kepalanya. “ gile banyak banget yang ngantri males banget dah..”
batin zaki menggerutu. Kalo dirumah sih nggak kayak gini neh.
Zaki bergegas menyusul omnya yang telah
lebih dulu berangkat ke masjid dengan baju koko, sarung kotak-kotak hijau cap gajah nonggeng dan kopeyah yang menempel dikepalanya khas ala anak santri beneran.
Sesampainya di masjid ternyata sholatnya digabung antara santri cowok dan cewek. “lumayan neh bisa buat cuci mata” pekik zaki
membatin. Terlihat bisik-bisik yang dibumbui senyum kecil dari santri cewek yang melihat ada santri baru berambut pirang kayak
pemain bola asal negeri Elizatebth Inggris David Bechkam.
Setelah sholat Tahajud dan tadarus
Al-Quran zaki dan para santri\-santri lainnya sholat subuh berjamaah yang dipimpin oleh KH. Uuf zaki gufron. Guru yang katanya terkenal killer, tapi menurut survey beliau adalah guru yang paling manis kalo lagi senyum. Hehehe..
“ Mulai hari ini sampai 2 minggu kedepan
kalian punya temen baru dia adalah keponakannya Ustd. Bilal dari bekasi, ayo sini zaki kenalan dulu..” seru KH. Uuf meminta zaki maju kedepan.
Semua mata langsung tertuju pada zaki dan
__ADS_1
membuatnya sedikit gugup dengan isyarat mata om Bilal yang menyuruhnya maju
akhirnya zaki maju dan berdiri di dekat KH. Uuf.
“ Assalamu alaikum Wr. Wb…, perkenalkan
nama saya zaki, zaki van denis. Saya dari bekasi, saya disini untuk mengisi liburan sekolah sambil belajarilmu agama terima kasih…” tutur zaki seperlunya dan kembali duduk dibarisan santri-santri lainnya.
----------
Liburan kali ini cukup banyak juga santri
yang pulang kekampung halamannya hanya menyisakan santri- santri yang rumahnya
jauh seperti Bekasi, Bogor, Tanggerang, Jakarta dan daerah Sumatra kesana seperti Palembang , NTT ,NTB dll. Seperti biasa dipagi hari khususnya hari libur. KH. Uuf rutin pergi ke kebonnya di daerah Saketi – Pandeglang sekitar 10 Km dari pesantren. Disana beliau menanam pohon jati, cokelat , duren dan masih banyak lagi tanaman
lainnya.
“ Bilai…, pang panggilkeun barudak nu ndek
ka kebon,saha bae..” (Bilal.., tolong pangilin
anak-anak yang mau ke kebon siapa aja..) seru KH. Uuf
“ Ew`eh jelma kahaji si zaki bae tah ajak ka leweung..” (nggak ada orang kahaji, si zaki aja tuch ajak ke kebon )jelas ust. Bilal hendak mengerjai zaki.
“ Geuslah titah kadiue..” (yaudahlah suruh
kesini..) balas KH. Uuf singkat
Zaki yang kurang begitu ngerti bahasa
sunda memasang tampang bengong kayak sapi ompong.
“ Za, diajak jalan-jalan tuh ma KH. Uuf
mau nggak?”
“ Kemana om..?”sambut zaki semangat.
“ Udah ikut aja mau kagak tapi dandannya
yang keren donk..”
“ Berangkat 86..!!” zaki langsung mengiyakan tawaran omnya tanpa tau kalo mau diajak ke kebon.
Zakipun meluncur dengan KH. Uuf
menggunakan motor jufiter MX miliknya, saat hendak melewati Gapura Pesantren zaki berpapasan dengan salah satu santriawati senior yang kebetulan sedang kebagian tugas jaga gerbang, sontak ada perasaan lain yang menghinggapi relung hati zaki, otak bulusnya pun langsung beraksi dengan melemparkan
seutas senyum kecil khas ******** tengik ala mark van denis. Dan yang membuat zaki girang setengah mati si santriawati
itupun membalas senyum zaki “ kayaknya ada
korban baru neh”bisik zaki pelan.
“ Ah.. naon zek?” Tanya KH. Uuf
“ Oh… nggak pak haji…” kilah zaki salah
tingkah.
“ Tadi kamu bilang apanya yang baru?”
“ Maksudnya dapet pengalaman baru nee pak
haji..”kilah zaki takut ketahuan.
Merekapun berlalu dan hilang dikejauhan.
MAL, Sualayan, Café, tempat anak-anak gaul pandeglang nongkrong, kemana gitu eh
nggak taunya gue di suruh macul di kebon. malahan gue pake baju bagus lagineh, Aber banget dah akh…” maki zaki sambil terus mencangkul dengan keringat yang mulai membanjiri sekujur tubuhnya.
“ Zek, dahar heula tah.. aya singkong
goreng jeung cai`na dimuk..” (za makan dulu tuch ..ada singkong goreng dan airnya dimuk..)
“ Apa pak haji saya nggak ngerti bahasa
sunda..” jawab zaki terlihat bingung.
“ Makan dulu sini, ada singkong tuh sama air..” jelas KH. Uuf sambil cengengesan
melihat zaki yang kelelahan.
“ Iya pak haji terima kasih..” balas zaki
yang berada kurang lebih 20 meter darinya.
“ Tuch cewek namanya siapa ya, kayaknya gue kudu dapetin infonya neh supaya gue bisa nyiapin langkah gue kedepan tuch kayak gimana. “Gue pasti dapetin loe gadis berkerudung putih.” bisik zaki bergumam sendiri “Eh gadis berkerudung putih…” zaki menahan paculnya ditanah ia teringat saat
pertemuannya dengan keyla yang saat itumemakai kerudung putih juga.
Zaki merasa bersalah karena telah menodai
kesetiaan cintanya pada keyla, tapi disisi lain ia langusung jatuh cinta pada pandangan pertama. Dia nggak pernah merasakan hal itu sebelumnya kecuali sama keyla dan santriawati itu, ini pasti ada rahasia dibalik rahasia. “ Waduh jadi ketularan bang ali nurdin neh gue.Hehehe..!!.”.
Dikala setan dan malaikat berseteru diantara pemuda yang masih bujangan dan labil maka terkadang setanlah yang menang dan project barupun di beri judul menjinakan merpati dalam sangkar emas sepertinya akan tetap berlanjut.
----------
“ Zek, JJS nyok..!!” ajak Najir santri senior yang memang SKSD (sok kenal sok deket) dengan santri baru kata santri-santri
lainnya.
“ JJS, apaan tuch boss?” Tanya zaki nggak ngerti.
“ Jaelaahh..., katanya anak kota JJS aja
nggak tau. JJS itu aritnya jalan – jalan
sore merasakan hembusan angin yang tertiup sepoy-sepoy dan membiarkannya menerpa diri yang do`if ini untuk sekedar menetralisir virus-virus jahat yang ada dalam tubuh manusia sambil cuci mata siapa tau ada cewek bohay yang nyangkut,jangan didalem aja boring tau.”
“ Boleh juga, tuch “ zaki menerima ajakan
najir dengan senang hati.
Keduanya berjalan santai menglilingi Alun-alun Menes sambil mengunyah pisang goreng yang dibelinya dipinggir jalan. Obrolan
ngalor ngidul mulai deras baik dari zaki maupun najir yang terkenal ember.
Najir adalah santri pertama yang sok kenal dan sok deket sama setiap santri baru yang kelihatannya banyak duit terus dimanfaatin dah, tapi biar kelakuannya begitu sipat solideritasnya cukup tinggi, ini yang membuat zaki simpati sama santri asal lampung.
Saat keduanya berada didepan pintu keluar utara Alun-alun dekat kantor polisi zaki melihat gadis incarannya keluar dari Indomart berdua dengan temannya. Otaknyapun langsung berkerja keras bagaimana caranya supaya bisa kenal lebih jauh lagi dengan santriawati tersebut.
“ Jir, tuch yang pae keludung pink siopo
sieh..?” Tanya zaki dengan pisang goreng yang masih dikunyahnya.
“ Owh… tuch si mala, nir mala sari. Kenapa
loe suka ya?” todong najir dengan mengankat sebelah alisnya.
“ Loe bisa nggak ajak ke kwadanan gue pengenkenalan neh,..” pinta zaki
__ADS_1
“ Waduh,.. baru juga ketemu kayaknya
loe udah butuh penanganan unit gawat darurat neh”
“ Et dah orang kata, udah gak sabar neh gue pengen kenalan ”
“ Gampang itu mah ayo kita beraksi..”
Awalnya mala dan temannya terlihat tidak
mau tapi dengan kelihaiannya najir bersilat lidah iapun berhasil mengajak mereka berdua ke kwadanan dangan syarat najir dan zaki harus mau membawakan barang belanjaan mereka yang lumayan banyak.
“ Hay boleh kenalan neh..” zaki membuka
percakapan.
“ Emm…, gimanaya” ujar mala tersipu malu dan menengok kearah Irmaseolah minta persetujuannya.
Irma terlihat menyikut-nyikut tangan mala
sambil cengegesan seakan mendukung zaki.
“ Gimana mal ?” ledek najir semakin
memojokan mala.
“ Boleh, aku mala, kamu zaki ya (dibaca
cepat)?” Tanya mala mulai membuka diri.
“ Saya zaki bukan zakia” ledek zaki menggoda mala.
“ Aih.., maksud aku ya itu..” mala membela
diri sambil tersenyum kecil salah tingkah.
Merekapun terlibat percakapan seru dan
beberapa kali Irma keceplosan berkata dalam bahasa sunda tentunya membuat zaki
bengong kayak sapi ompongtapi tak apalah melihat senyum kecil yang diiringi oleh tundukan kepala mala semakin membuat zaki mabuk kepaya olehnya.
Tanpa membuang-buang waktu zaki langsung mengungkapkan perasaannya pada mala hari itu juga. Sebenarnya tabu bagi mala
menerima seseorang yang baru saja dikenalnya sebagai pacar tapi apa boleh buat
diapun sebenarnya jatuh cinta pada pandangan pertama saat beberapa hari lalu
bertemu zaki naik motor bersama KH. Uuf ke kebon. Ya kapan lagi ditaksir sama belasteran Belanda kayak zaki.
Akhirnya kwadananpun manjadi saksi bisu jalinan cinta terlarang zaki dan mala. Maklum pesantren ini memang cukup keras untuk urusan pacaran. Bahkan ada ketua santri putra yang harus menanggalkan jabatan ketua ISMAM (Ikatan santri Mahad Al-Muawanah) gara-gara ketahuan pacaran, padahal kejadiannya itu bukan di dalam ponpes tapi diluar makanya harus extra waspada kalo mau pacaran atau jadi
jomblo saja kalo mau aman dunia akhirat.
----------
Hubungan mala dan zaki berjalan lancar
dengan adanya si kurir cinta yang nggak ada matinya siapa lagi kalo bukan bang
Najirudin Faisol, dia adalah orang yang paling berjasa atas berlangsungnya hubungan mala dan zaki, pasalnya banyak mata-mata dari ISMAM putri yang nggak bisa diiming-imingi dolar tapi dengan kelihaiannya mengolah kata semuanya aman dan terkendali ditangan najir.
Hari ini zaki harus kembali ke Bekasi tak
terasa 2 minggu sudah ia menimba ilmu di pesantren Al-Muawanah. Banyak kenangan indah, teman baru, pengalaman baru yang diperolehnya selama menjadi santri semipermanent di ponpes yang lebih akrab disebut MALNU ini. tak terkecuali bertambahnya seseorang yang sepesial dalam hati zaki yaitu Nirmala Sari. Kini semua itu harus berakhir karena tiga hari lagi zaki mulai masuk hari pertamanya dikelas tiga SMKIT Nurul Qolbi.
“ Za, entar ke kwadanan dulu ya mala
mau ketemu katanya” bisik najir saat zaki beres-beres.
“ Oke boss..”
balas zaki singkat
“ Gimana za liburan nanti mau disini lagi
nggak ?” Tanya om Bilal sambil menyerahkan Hp zaki yang disita saat ia ketauan sms`an dengan keyla.
“ Pengen sih om, tapi gimana nanti aja dah ya hehehehe…” balas zaki menyambar Hpnya.
“ Neh buat ongkos..!” om Bilal menyodorkan
selembar uang kertas pecahan 100 ribuan.
“ Nggak usah om, buat ongkos doang sih ada
neh..” zaki menolak pemberian omnya ngerasa nggak enak sudah banyak merepotkan.
“ Itu`kan buat ongkos neh buat nyemil
dimobil, buruan ambil kalo kagak masuk lagi neh kedompet..”
“ Duh, jadi ngerepotin neh om” ujar zaki
bener-bener nggak enak sambil menarik selembar uang serratus ribuan sambil
cengar-cengir.
“ Ngomong- ngomong udah pamitan belum sama kahaji..?” tanya om bilal.
“ Udah tadi sama dari KH. Zidni, KH. Hamdi, KH. Uuf sama guru and temen-temen juga udah kok om.” Terang zaki sambil mengikat tali sepatunya “Om, zaki berangkat ya minta do`anya semoga selamat sampe tujuan dan
ilmu yang udah zaki dapet bisa bermanpaat dunia akhirat ” sambung zaki menggamit tangan om bilai cium tangan.
“ Hati-hati dijalan ya za..”
Zaki melambaikan tangannya memberi isyarat
agar omnya jangan khawatir ia bisa jaga diri.
Sesampainya di kwadanan mala, Irma
dan najir telah menunggunya.
“ Za, kamu beneran jadi pulang ke Bekasi
hari ini..?!” Tanya mala yang terlihat sangat sedih akan kepergian zaki. Walaupun hubungan mereka cukup singkat hanya dua minggu kurang tapi sangat berarti buat mala.
“ Iya mal, tapi ini bukan akhir dari hubungan kita, kita masih bisa komunikasi lewat Hp, Via E-Mail, Facebook’an dan lain-lain iya kan ?” zaki coba meredam kesedihan mala.
Mala mengangguk kecil dan memeluk zaki
erat tuk beberapa saat dan melepaskannya seraya menggenggam kedua tangan zaki.
“ Mala, neh alamat E-Mail and No Hp zaki, kalo ada kesempatan kabar-kabarin ya..” zaki menyodorkan secarik kertas yang telah disiapkannya “ Jangan lupa kirim berkabar ya, maafin zaki yang udah memasuka mala kedalam kehidupan zaki sekali lagi zaki minta maaf ” zaki mencium keningmala sebagai tanda perpisahan dengan penghayatan.
“ Semuanya, gue jalan dulu sampai bertemu
dilain kesempatan.. Assalamu’alaikum...” ujar zaki pergi meninggalkan mala, Irma dan najir bast friendnya.
Didalam angkot yang mulai bergerak
perlahan zaki memandangi mereka yang masih berada di Kwadanan dari dalam kaca mobil. Bangunan bersejarah peninggalan
Belanda itupun menjadi saksi bisu kisah cintanya dengan Nirmala Sari gadis manis asal kota serang banten.“ Selamat tinggal Mala, Irma, Najir, om bilal, Malnu dan Kwadanan. I Love You All…!!!” batin zaki berteriak hebat saat menginggalkan mereka semua.
__ADS_1
----------