Cintamu Tak Setulus Cinta Ibuku

Cintamu Tak Setulus Cinta Ibuku
Episode 14 Temen Apa Temen


__ADS_3

Temen Apa Temen


Pagi ini zaki merasa begitu bersemangat.


bangun pagi, sholat subuh berjama’ah sama nyokapnya disambung dengan mengaji


Al-Qur’an dan berangkat ke sekolah. Zaki merasa kehidupannya kembali seperti semula dengan kehadiran keyla disisinya lagi. Akhirnya setelah perjuangan panjang selama dua minggu semua kesalahfahaman telah kembali seperti sediakala.


Mengingat 2 bulan lagi US dan UN kelas


tiga dilaksanakan, zaki sudah mulai fokus pada pelajarannya disekolah. rasanya


sudah tidak sabar lagi menunggu hari itu, Hari dimana zaki dan kawan-kawan menerima ijazah dengan raut kebahagian diwajahnya dan diikuti acara coret-coret baju dan konvoy bersama dijalan.


“ Dhan, kemana aja loe,udah lama nggak maen kerumah” Tanya zaki sambil mengeluarkan buku Ekonomi dari dalam tasnya.


“ Kagak nape-nape sih bos, gue cuma nggak


mau ngeganggu loe aja apalagi sekarangkan loe jaga warnet sampe malem”


“ Gue nggak ngerasa keganggu kok, loe


temen gue santai aja ”


“ Susah ya cari temen yang setia” sindir


dhani seakan tak berdosa.


“ Maksud loe ?” zaki terlihat mengerinyitkan dahi.


“ Kelak nanti kau akan mengetahuinya


Hahay..” dhani tertawa lepas dan ditutup dengan senyuman.


“ Gue harap juga begitu ” zaki balas senyuman dhani kalem.


Selama pelajaran berlangsung sesekali zaki


melirik kearah dhani, ia masih kepikiran ucapan dhani “ maksudnya apaan ya ?” zaki membatin sambil menghela nafas panjang dan menghembuskannya perlahan seraya berpositif thingking aja.


“ Hai, nanti malem dateng ya, bokap gue ngadain syukuran ” todong dinda mencegat zaki dan dhani dibawah tangga saat jam istirahat.


“ Insya Allah kalo nggak ada halangan kita


pasti dateng ko din” sambut zaki mengiyakannya.


“ Iya beb…, emang jam berapa acaranya ?”


tanya dhani


“ Oiya, jangan lupa ajak keyla sekalian


daagh..!!” pamit dinda sambil ngeloyor pergi.


Zaki menoleh kearah dhani yang langsung


menelan ludah kecut setelah dicuekin sama dinda. Rupanya ia mulai memahami


kata-kata dhani dikelas. Zakipun coba memahami perasaan dhani yang memang dari awal kurang mendapatkan cinta kasih yang tulus dari dinda selayaknya dua kasih yang memadu kasih.


----------


“ Hai key, apa kabar neh ?” sapa dinda sumringah.


“ Aku baek-baek aja din, kamu gimana kabarnya ?” keyla balik tanya.


“ Like you see, Iam fine,. thank’s” balas


dinda bergaya ala cinta laura sambil merapikan kerudungnya.


“ I can see that…” sambungnya keyla


“ ???????????” dhani hanya terdiam.


Zaki cengar-cengir melihat dhani memasang tampang culunnya sambil terus mengunyah kacang kulit dan memperhatikan konsep dari dekorasi yang diusung dinda.” Kenapa balon & pitanya warna biru sama pink, perasaan warna kesukaan dhani’kan item bukan biru, kalo dinda sih udah pasti pink” zaki


membatin seraya mengerutkan dahi tapi apapun warna warna balon dan pitanya


minumnya tetep teh botol sosro hehehe..


Sebenarnya acaranya sih nggak formal-formal banget cuma syukuran aja sekaligus


untuk menyambung tali silahturahmi antar warga sekitar dan teman-teman dinda. “


Ayo dimakan dek…” ujar amel mama dinda mempersihakan ditengah-tengah obrolan


dinda dan kawan-kawan.


“ Iya tante…” jawab mereka serentak


“ Din, kenalin dong sama temen-temenya, siapa tau ketemu dijalan kalo nggak negor’kan nggak enak ”


“ Iya ma. Ini zaki” dinda mulai memperkenalkannya satu-persatu “ ini keyla, yang ini dhani, safei, rijal dan ini indra yang katanya mirip Indra L Brugman. sebenarnya ada satu lagi risty namanya tapi dia lagi berhalagan dateng katanya mah” tutur dinda dengan tajam, aktual dan terpercaya.


“ Oke, nice to see you all, enjoy the party ya..”


ujar mama dinda bergaya ala cinta laura juga melenggang pergi.


“ Emang buah jatuh nggak jauh dari pohonya ya pribahasa ini kayaknya pas buat dinda dannyokapnya”  celetuk safei iseng.


“ Maksud loe?” Tanya dinda dengan nada bercanda.


“ Kagak, maksud gue pantes loe cantik nyokap loe aja cantik gitu..!! hehehe” tutur safei ngeles.


“ Au akh.. bisa aja loe ngelesnya..”


Acara ngobrol barengpun berlangsung seru, sesekali mereka saling lempar kulit kacang untuk menambah akrab suasana, tapi siapa sangka disela-sela kegembiraan mereka dhani diam-diam memperhatikan gerak-gerik dinda dan zaki yang beberapa kali kepergok


bertatapan pandang jika diukur dengan garis lurus Horisontal titik kordinat mereka tepat antar mata-kemata dan ini semakin meneguhkan sangkaan dhani kalo zaki dan dinda ada apa-apa.


“ Din, gue balik dulu yah dah malem neh” safei ijin pamit duluan.


“ Kayaknya aku juga harus pulang neh din nggak apa-apakan ?” keyla ikut-ikutan.


“ Balik dulu ya din, terimakasih untuk semuanya” zaki juga mohon undur diri nganter keyla.


“ Nyong juga mabur ye din ” seru rijal dengan dialek jawa timurnyakental.

__ADS_1


“ He`eh din ane juga dah ngwantuk buanget neh mao cepet-cepet turu akh..”


sambung indra bergaya ala jawa timur tengahnya.


“ Gue juga balik ya Beb, met malem yach..”  dhani juga ikut pamit.


Dinda hanya mengangguk kecil tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya”  Oiya besok kita latihan ngeband nyok dah lama


neh nggak latihan-latihan ..!” usul dinda.


“ Oke, wis pulang sekolah bae ya, setuju?” seru rijal mengindahkan usulan dinda.


“ Setuju…,” indra terlihat begitu semangat.


“ Gue sih ikut aja..” tanggap zaki.


“ Gue juga setuju..” dhani ikut berkomentar.


“ Ya udah, Terimakasih yach semuanya dah dateng.. salam juga buat risty ya key ” dinda


mengingatkan keyla sebelum mengakhiri


percakapan.


“ Pasti din. Daaagh….” Balas keyla yang mulai menjauh.


----------


Bel sekolah menjerit histeris ditengah terik mentari kampung bogor, para siswa dan siswi


mulai memadati lorong tuk memakai sepatu maklum salah satu peraturan disekolah


ini nggak boleh pake sepatu didalam kelas. Suara riuhpun pecah mendadak ramai


selalu seperti ini setiap kali pulang sekolah mungkin nggak dimana-mana kali ye.


“ Dra, gue pulang dulu ya ngambil gitar, loe duluan aja sama rijal, entar gue sama


dhani nyusul” seru zaki agak terburu-buru.


“ Emm.., Okelah kalo begitu. Tapi jangan


lama-lama yo nyong wedi dinda naksir nyong lagi, hehehe..” ledek rijal yang melihat dhani manyun.


“ Hehehe.. bisa aja loe, kalo kejadian


gimana loe..” zaki coba menggoda.


“ Rezeki anak sholeh iku mah, yo


wis, nyong duluan yo”  rijal dan indra


berpamitan.


“ Becareful on the way” seru dhani sinis.


14:19 WIB


“ Eh, bentar dulu ya masih ada yang maen


tuh dah tunggu aja sebentar lagi juga selesai ” ujar dinda seraya menjatuhkan bokongnya dikursi tamu teras rumah.


coba ntar kita arasemen deh” usul indra terlihat begitu semangat.


“ Kira-kira bermutu ndak lagu sira dra ?”


Tanya rijal dengan maksud meledek.


“ Ente meragukan kepiawayan ane jal, tuch


ente lihat ” indra menunjukan telapak tangannya. kearah mereka semua “ kalo kata mbah ane. Ane tuh calon musisi dunia percaya ndak percaya dech” sambungnya sedikit bangga.


“ Wuich.., hebat. Tapi ngomong-ngomong


dunia apa ndra?” Tanya dinda.


“ Dunia Flora dan Fauna ya ndra? “ ledek


zaki.


“ Pasti dunia maya tuch betulkan..”


sambung dhani unjuk gigi.


“ Mending, jangan-jangan dunia ga’ib kali


yo, Hahaha….!!” potong rijal nyelekit sambil tertawa puas disaat indra semakin


tertindas.


“ Hahaha ….!! Hehehe..!!, semuanya tertawa


terbahak sambil menunjuk indra yang mulai merajuk.


“ Teganya antum semua, ngejolimin ane ”  rengek indra kayak anak kecil.


“ Cep-cep-cep-cep…. Anak lughu ojo ngambek


kitu dong..” rayu rijal seperti biasa.


“ Lugu dari mana mas ?” zaki menghentikan


petikan gitarnya.


“ Tau..” dinda cengengesan sambil melirik


kearah zaki.


“ Lugu alias luthung gunung hehehe…”


lagi-lagi rijal tersenyum mesra diatas penderitaan indra.


“ Hahaha…!!  Heheheh…!!. Lagi-lagi mereka terkekeh ria.


“ Za, pinjam gitar loe dong bentar”  pinta dhani.


Dhani mulai menekan konci A minor, turus

__ADS_1


pindah ke C minor coba menyelaraskan nada, perlahan dhani mulai larut dan menikmati nyanyiannya sendiri. Zaki memandangi dhani yang duduk berhadap-hadapan dengan meja sebagai pemisah, sebenarnya dhani pemuda yang sangat berbakat didunia music entah mengapa zaki seakan bisa merasakannya


sambil terus menyimak lagu yang dinyaniyikan dhani.


“…..Ada yang t`lah berbeda tak seperti biasa caramu berkata... / tak lagi halus lembut menyapa telinga seperti dahulu... / ada apa


sebenarnya, dengan perasaamu.. / apa ada yang salah dari caraku memperlakukan dirimu….”


Zaki mulai merasa sedikit tidak nyaman


dengan lagu yang dinyanyikan dhani, ia khawatir kalau-kalau dhani salah faham


lagi dan menyindir halus dengan lagu. Pasalnya beberapa hari ini dhani seperti kekasih yang tak dianggap sama dinda, sebenarnya dari awal jadian hubungan mereka memang tidak terlihat harmonis ditambah dengan pengakuan dinda beberapa waktu lalu bahwa ia belum bisa benar-benar mencintai dhani sepenuh hatinnya.


“….Sungguh aku cemburu saat kau sapa dia didepan mataku / ingin rasanya aku berlari dan coba memaki dirimu.... / sungguh aku


kecewa, tak tau bagaimana... / harus’kah ku relakan semua yang terjadi tinggalkan dirimu…” alunan gitar dhani terasa semakin tinggi seraya dengan detak jantung zaki yang seakan ikut berdetak cepat bersamaan


dengan tatapan dhani yang selaras dengan tatapan zaki perasaannya sedikit nggak


enak menerka-nerka hal buruk akan terjadi.


“…. Sungguh aku kecewa / tak tau bagaimana... / harus`kah ku relakan semua yang terjadi tinggalkan dirimu... / ini


tak biasa tatap matanya buatku jadi gila / kau dan dia mengaku saja teman apa teman…”


Dhani menekan semua senar gitar hingga


suaranya berhenti. aksi dhani langsung menyita perhatian teman-temannya.


“ Guys, sebenernya gue..” dhani berdiri dari tempat duduknya seperti ada yang hendak ia


kasih tau teman-temannya “ gue…., gue kecewa banget ma loe din sama loe juga


za. Gue tau apa yang loe lakuin dibelakang gue” seru dhani sambil menghantamkan


gitar tua kesayangan zaki ketembok hingga pecah.


“ Dhan, gue udah capek ya dituduh terus-menerus sama loe, gue ngehargain loe sebagai sahabat gue..” zaki terlihat menahan emosinya yang meluap-luap “ Kenapa loe


ancurin gitar gue setan..!! ” zaki berdiri dari kursinya seraya menatap dhani lekat. Suasana berubah menjadi menegangkan keduanya saling menatap tajam.


“ Za, ewis za. Eling ka gusti Allah za”


rijal coba memegangi tanganzaki.


“ Loe, nggak mesti ngancurin gitar gue.


Semua ini bisa ngomongin baik-baik boss ” zaki coba memperingati dhani.


“ Oya, Terus mau loe apa ?!!!” suara


dhani terdengar sedikit melecehkan.


“ Dhani, loe apa-apa’an sih kayak anak


kecil tau nggak ..!!” dinda coba melerai dhani.


“ He’eh dhan, antum’kan dah lama temenan sama zaki masa jadi kayak gini sih ?” Indra memperingatkan dhani.


Tak disangka-sangka zaki langsung terbawa


emosi dan menyiram dhani dengan air es yang ada diatas meja sehingga membasahi sekujur tubuh dhani. Dhani membalas dengan menendang meja sekuat tenaga hingga zaki jatuh tersungkur bersama beberapa kaleng coca cola dan gelas pun langsung


berjatuhan kelantai.


BAAAKKK..!!!, BUGGS…!!!, JDAAR…!!!,  NGEEEEK…!!. Suasana mejadi semakin tak


terkendali dan keributanpun tak dapat terhindarkan. Hamparan kulit kacang, abu


rokok, serpihan beling asbak dan gelas,  beberapa kaleng coca-cola yang berserakan dan meja yang terbalik seakan menggambarkan batapa sengitnya pertikaian mereka. Setelah dibantu beberapa pemuda yang juga mengantri latihan, akhirnya keduanya dapat dipisahkan.


“ Aaarrrrrggghhh…, BANCI LOE, BERANINYA


MAEN BELAKANG MA GUE..!!” tuduh dhani sambil meronta-ronta supaya bisa lepas


dari dekapan 4 orang yang memeganginya.


“ LOE YANG BANCI, SETAN DOANG LOE..!!”


balas zaki meluapkan kekesalannya.


“ TEMEN APA`AN LOE, CEWEK TEMEN SENDIRI DIEMBAT JUGA..!! “ pekik dhani semakin menjadi-jadi.


“ Loe mau tau kebenarannya.. ?” Tanya zaki dengan nada sedikit melunak “ Sebenernya


dinda nggak pernah suka sama loe, karena


dia punya cowok idaman lain boss..”  tutur zaki puas dan yakin bisa merobohkan jantung pertahanan dhani.


PRANGGKS…!!! , Seperti mangkuk yang jatuh


dari lantai lima belas dan hancur berkeping-keping hingga tak berbentuk lagi


seperti itulah keadaan hati dhani saat mendengar ucapan zaki, entah siapa yang


harus dipercayainya, dinda atau zaki. Tapi


secara pisikologis perkataan orang yang sedang emosi terkadang berkata benar.


Keduannya masih bersi tegang. Saat bapaknya dinda pak Haryono melerai. Lelaki paruh baya ini coba memahami duduk permasalahannya sambil memperhatikan


keadaan lokasi bergaya ala dectektif Conan Edogawa.


“ Ada apa ini din ?” Tanya pak Haryonomemperjelas.


“ Begini pak, sepertinya dhani cemburu sama zaki, sedangkan zaki kesal karna gitar peninggalan ayahnya dihancurkan dhani” tutur indra dengan napas naik turun tak karuan.


Pak Haryono coba mencarikan jalan keluar untuk  zaki dan dhani. Keduanya terlihat tidak puas dengan kesimpulan akhir pak haryono yang dengan santai menyuruh mereka tuk segera baikan lagi. dhani terlihat tidak


puas dan memutuskan untuk pergi


sambil terus menggerutu nggak jelas.Dan


melaju motornya bagai orang kesetanan.


Zaki hanya diam melihat kepergian dhani, ia pun tak berani melihat dinda yang bisa pasti marah banget karena zaki telah membuka rahasianya. Persahabatan yang terjalin hampir tiga tahun lamanya pupus dalam beberapa saat saja. Terlihat jelas betapa kecewanya dhani ternyata apa yang zaki khawatirkan selama ini  terjadi lagi bahkan lebih parah dari kejadian dulu saat LDKS.

__ADS_1


----------


__ADS_2