
Temen Apa Temen
Pagi ini zaki merasa begitu bersemangat.
bangun pagi, sholat subuh berjama’ah sama nyokapnya disambung dengan mengaji
Al-Qur’an dan berangkat ke sekolah. Zaki merasa kehidupannya kembali seperti semula dengan kehadiran keyla disisinya lagi. Akhirnya setelah perjuangan panjang selama dua minggu semua kesalahfahaman telah kembali seperti sediakala.
Mengingat 2 bulan lagi US dan UN kelas
tiga dilaksanakan, zaki sudah mulai fokus pada pelajarannya disekolah. rasanya
sudah tidak sabar lagi menunggu hari itu, Hari dimana zaki dan kawan-kawan menerima ijazah dengan raut kebahagian diwajahnya dan diikuti acara coret-coret baju dan konvoy bersama dijalan.
“ Dhan, kemana aja loe,udah lama nggak maen kerumah” Tanya zaki sambil mengeluarkan buku Ekonomi dari dalam tasnya.
“ Kagak nape-nape sih bos, gue cuma nggak
mau ngeganggu loe aja apalagi sekarangkan loe jaga warnet sampe malem”
“ Gue nggak ngerasa keganggu kok, loe
temen gue santai aja ”
“ Susah ya cari temen yang setia” sindir
dhani seakan tak berdosa.
“ Maksud loe ?” zaki terlihat mengerinyitkan dahi.
“ Kelak nanti kau akan mengetahuinya
Hahay..” dhani tertawa lepas dan ditutup dengan senyuman.
“ Gue harap juga begitu ” zaki balas senyuman dhani kalem.
Selama pelajaran berlangsung sesekali zaki
melirik kearah dhani, ia masih kepikiran ucapan dhani “ maksudnya apaan ya ?” zaki membatin sambil menghela nafas panjang dan menghembuskannya perlahan seraya berpositif thingking aja.
“ Hai, nanti malem dateng ya, bokap gue ngadain syukuran ” todong dinda mencegat zaki dan dhani dibawah tangga saat jam istirahat.
“ Insya Allah kalo nggak ada halangan kita
pasti dateng ko din” sambut zaki mengiyakannya.
“ Iya beb…, emang jam berapa acaranya ?”
tanya dhani
“ Oiya, jangan lupa ajak keyla sekalian
daagh..!!” pamit dinda sambil ngeloyor pergi.
Zaki menoleh kearah dhani yang langsung
menelan ludah kecut setelah dicuekin sama dinda. Rupanya ia mulai memahami
kata-kata dhani dikelas. Zakipun coba memahami perasaan dhani yang memang dari awal kurang mendapatkan cinta kasih yang tulus dari dinda selayaknya dua kasih yang memadu kasih.
----------
“ Hai key, apa kabar neh ?” sapa dinda sumringah.
“ Aku baek-baek aja din, kamu gimana kabarnya ?” keyla balik tanya.
“ Like you see, Iam fine,. thank’s” balas
dinda bergaya ala cinta laura sambil merapikan kerudungnya.
“ I can see that…” sambungnya keyla
“ ???????????” dhani hanya terdiam.
Zaki cengar-cengir melihat dhani memasang tampang culunnya sambil terus mengunyah kacang kulit dan memperhatikan konsep dari dekorasi yang diusung dinda.” Kenapa balon & pitanya warna biru sama pink, perasaan warna kesukaan dhani’kan item bukan biru, kalo dinda sih udah pasti pink” zaki
membatin seraya mengerutkan dahi tapi apapun warna warna balon dan pitanya
minumnya tetep teh botol sosro hehehe..
Sebenarnya acaranya sih nggak formal-formal banget cuma syukuran aja sekaligus
untuk menyambung tali silahturahmi antar warga sekitar dan teman-teman dinda. “
Ayo dimakan dek…” ujar amel mama dinda mempersihakan ditengah-tengah obrolan
dinda dan kawan-kawan.
“ Iya tante…” jawab mereka serentak
“ Din, kenalin dong sama temen-temenya, siapa tau ketemu dijalan kalo nggak negor’kan nggak enak ”
“ Iya ma. Ini zaki” dinda mulai memperkenalkannya satu-persatu “ ini keyla, yang ini dhani, safei, rijal dan ini indra yang katanya mirip Indra L Brugman. sebenarnya ada satu lagi risty namanya tapi dia lagi berhalagan dateng katanya mah” tutur dinda dengan tajam, aktual dan terpercaya.
“ Oke, nice to see you all, enjoy the party ya..”
ujar mama dinda bergaya ala cinta laura juga melenggang pergi.
“ Emang buah jatuh nggak jauh dari pohonya ya pribahasa ini kayaknya pas buat dinda dannyokapnya” celetuk safei iseng.
“ Maksud loe?” Tanya dinda dengan nada bercanda.
“ Kagak, maksud gue pantes loe cantik nyokap loe aja cantik gitu..!! hehehe” tutur safei ngeles.
“ Au akh.. bisa aja loe ngelesnya..”
Acara ngobrol barengpun berlangsung seru, sesekali mereka saling lempar kulit kacang untuk menambah akrab suasana, tapi siapa sangka disela-sela kegembiraan mereka dhani diam-diam memperhatikan gerak-gerik dinda dan zaki yang beberapa kali kepergok
bertatapan pandang jika diukur dengan garis lurus Horisontal titik kordinat mereka tepat antar mata-kemata dan ini semakin meneguhkan sangkaan dhani kalo zaki dan dinda ada apa-apa.
“ Din, gue balik dulu yah dah malem neh” safei ijin pamit duluan.
“ Kayaknya aku juga harus pulang neh din nggak apa-apakan ?” keyla ikut-ikutan.
“ Balik dulu ya din, terimakasih untuk semuanya” zaki juga mohon undur diri nganter keyla.
“ Nyong juga mabur ye din ” seru rijal dengan dialek jawa timurnyakental.
__ADS_1
“ He`eh din ane juga dah ngwantuk buanget neh mao cepet-cepet turu akh..”
sambung indra bergaya ala jawa timur tengahnya.
“ Gue juga balik ya Beb, met malem yach..” dhani juga ikut pamit.
Dinda hanya mengangguk kecil tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya” Oiya besok kita latihan ngeband nyok dah lama
neh nggak latihan-latihan ..!” usul dinda.
“ Oke, wis pulang sekolah bae ya, setuju?” seru rijal mengindahkan usulan dinda.
“ Setuju…,” indra terlihat begitu semangat.
“ Gue sih ikut aja..” tanggap zaki.
“ Gue juga setuju..” dhani ikut berkomentar.
“ Ya udah, Terimakasih yach semuanya dah dateng.. salam juga buat risty ya key ” dinda
mengingatkan keyla sebelum mengakhiri
percakapan.
“ Pasti din. Daaagh….” Balas keyla yang mulai menjauh.
----------
Bel sekolah menjerit histeris ditengah terik mentari kampung bogor, para siswa dan siswi
mulai memadati lorong tuk memakai sepatu maklum salah satu peraturan disekolah
ini nggak boleh pake sepatu didalam kelas. Suara riuhpun pecah mendadak ramai
selalu seperti ini setiap kali pulang sekolah mungkin nggak dimana-mana kali ye.
“ Dra, gue pulang dulu ya ngambil gitar, loe duluan aja sama rijal, entar gue sama
dhani nyusul” seru zaki agak terburu-buru.
“ Emm.., Okelah kalo begitu. Tapi jangan
lama-lama yo nyong wedi dinda naksir nyong lagi, hehehe..” ledek rijal yang melihat dhani manyun.
“ Hehehe.. bisa aja loe, kalo kejadian
gimana loe..” zaki coba menggoda.
“ Rezeki anak sholeh iku mah, yo
wis, nyong duluan yo” rijal dan indra
berpamitan.
“ Becareful on the way” seru dhani sinis.
14:19 WIB
“ Eh, bentar dulu ya masih ada yang maen
tuh dah tunggu aja sebentar lagi juga selesai ” ujar dinda seraya menjatuhkan bokongnya dikursi tamu teras rumah.
coba ntar kita arasemen deh” usul indra terlihat begitu semangat.
“ Kira-kira bermutu ndak lagu sira dra ?”
Tanya rijal dengan maksud meledek.
“ Ente meragukan kepiawayan ane jal, tuch
ente lihat ” indra menunjukan telapak tangannya. kearah mereka semua “ kalo kata mbah ane. Ane tuh calon musisi dunia percaya ndak percaya dech” sambungnya sedikit bangga.
“ Wuich.., hebat. Tapi ngomong-ngomong
dunia apa ndra?” Tanya dinda.
“ Dunia Flora dan Fauna ya ndra? “ ledek
zaki.
“ Pasti dunia maya tuch betulkan..”
sambung dhani unjuk gigi.
“ Mending, jangan-jangan dunia ga’ib kali
yo, Hahaha….!!” potong rijal nyelekit sambil tertawa puas disaat indra semakin
tertindas.
“ Hahaha ….!! Hehehe..!!, semuanya tertawa
terbahak sambil menunjuk indra yang mulai merajuk.
“ Teganya antum semua, ngejolimin ane ” rengek indra kayak anak kecil.
“ Cep-cep-cep-cep…. Anak lughu ojo ngambek
kitu dong..” rayu rijal seperti biasa.
“ Lugu dari mana mas ?” zaki menghentikan
petikan gitarnya.
“ Tau..” dinda cengengesan sambil melirik
kearah zaki.
“ Lugu alias luthung gunung hehehe…”
lagi-lagi rijal tersenyum mesra diatas penderitaan indra.
“ Hahaha…!! Heheheh…!!. Lagi-lagi mereka terkekeh ria.
“ Za, pinjam gitar loe dong bentar” pinta dhani.
Dhani mulai menekan konci A minor, turus
__ADS_1
pindah ke C minor coba menyelaraskan nada, perlahan dhani mulai larut dan menikmati nyanyiannya sendiri. Zaki memandangi dhani yang duduk berhadap-hadapan dengan meja sebagai pemisah, sebenarnya dhani pemuda yang sangat berbakat didunia music entah mengapa zaki seakan bisa merasakannya
sambil terus menyimak lagu yang dinyaniyikan dhani.
“…..Ada yang t`lah berbeda tak seperti biasa caramu berkata... / tak lagi halus lembut menyapa telinga seperti dahulu... / ada apa
sebenarnya, dengan perasaamu.. / apa ada yang salah dari caraku memperlakukan dirimu….”
Zaki mulai merasa sedikit tidak nyaman
dengan lagu yang dinyanyikan dhani, ia khawatir kalau-kalau dhani salah faham
lagi dan menyindir halus dengan lagu. Pasalnya beberapa hari ini dhani seperti kekasih yang tak dianggap sama dinda, sebenarnya dari awal jadian hubungan mereka memang tidak terlihat harmonis ditambah dengan pengakuan dinda beberapa waktu lalu bahwa ia belum bisa benar-benar mencintai dhani sepenuh hatinnya.
“….Sungguh aku cemburu saat kau sapa dia didepan mataku / ingin rasanya aku berlari dan coba memaki dirimu.... / sungguh aku
kecewa, tak tau bagaimana... / harus’kah ku relakan semua yang terjadi tinggalkan dirimu…” alunan gitar dhani terasa semakin tinggi seraya dengan detak jantung zaki yang seakan ikut berdetak cepat bersamaan
dengan tatapan dhani yang selaras dengan tatapan zaki perasaannya sedikit nggak
enak menerka-nerka hal buruk akan terjadi.
“…. Sungguh aku kecewa / tak tau bagaimana... / harus`kah ku relakan semua yang terjadi tinggalkan dirimu... / ini
tak biasa tatap matanya buatku jadi gila / kau dan dia mengaku saja teman apa teman…”
Dhani menekan semua senar gitar hingga
suaranya berhenti. aksi dhani langsung menyita perhatian teman-temannya.
“ Guys, sebenernya gue..” dhani berdiri dari tempat duduknya seperti ada yang hendak ia
kasih tau teman-temannya “ gue…., gue kecewa banget ma loe din sama loe juga
za. Gue tau apa yang loe lakuin dibelakang gue” seru dhani sambil menghantamkan
gitar tua kesayangan zaki ketembok hingga pecah.
“ Dhan, gue udah capek ya dituduh terus-menerus sama loe, gue ngehargain loe sebagai sahabat gue..” zaki terlihat menahan emosinya yang meluap-luap “ Kenapa loe
ancurin gitar gue setan..!! ” zaki berdiri dari kursinya seraya menatap dhani lekat. Suasana berubah menjadi menegangkan keduanya saling menatap tajam.
“ Za, ewis za. Eling ka gusti Allah za”
rijal coba memegangi tanganzaki.
“ Loe, nggak mesti ngancurin gitar gue.
Semua ini bisa ngomongin baik-baik boss ” zaki coba memperingati dhani.
“ Oya, Terus mau loe apa ?!!!” suara
dhani terdengar sedikit melecehkan.
“ Dhani, loe apa-apa’an sih kayak anak
kecil tau nggak ..!!” dinda coba melerai dhani.
“ He’eh dhan, antum’kan dah lama temenan sama zaki masa jadi kayak gini sih ?” Indra memperingatkan dhani.
Tak disangka-sangka zaki langsung terbawa
emosi dan menyiram dhani dengan air es yang ada diatas meja sehingga membasahi sekujur tubuh dhani. Dhani membalas dengan menendang meja sekuat tenaga hingga zaki jatuh tersungkur bersama beberapa kaleng coca cola dan gelas pun langsung
berjatuhan kelantai.
BAAAKKK..!!!, BUGGS…!!!, JDAAR…!!!, NGEEEEK…!!. Suasana mejadi semakin tak
terkendali dan keributanpun tak dapat terhindarkan. Hamparan kulit kacang, abu
rokok, serpihan beling asbak dan gelas, beberapa kaleng coca-cola yang berserakan dan meja yang terbalik seakan menggambarkan batapa sengitnya pertikaian mereka. Setelah dibantu beberapa pemuda yang juga mengantri latihan, akhirnya keduanya dapat dipisahkan.
“ Aaarrrrrggghhh…, BANCI LOE, BERANINYA
MAEN BELAKANG MA GUE..!!” tuduh dhani sambil meronta-ronta supaya bisa lepas
dari dekapan 4 orang yang memeganginya.
“ LOE YANG BANCI, SETAN DOANG LOE..!!”
balas zaki meluapkan kekesalannya.
“ TEMEN APA`AN LOE, CEWEK TEMEN SENDIRI DIEMBAT JUGA..!! “ pekik dhani semakin menjadi-jadi.
“ Loe mau tau kebenarannya.. ?” Tanya zaki dengan nada sedikit melunak “ Sebenernya
dinda nggak pernah suka sama loe, karena
dia punya cowok idaman lain boss..” tutur zaki puas dan yakin bisa merobohkan jantung pertahanan dhani.
PRANGGKS…!!! , Seperti mangkuk yang jatuh
dari lantai lima belas dan hancur berkeping-keping hingga tak berbentuk lagi
seperti itulah keadaan hati dhani saat mendengar ucapan zaki, entah siapa yang
harus dipercayainya, dinda atau zaki. Tapi
secara pisikologis perkataan orang yang sedang emosi terkadang berkata benar.
Keduannya masih bersi tegang. Saat bapaknya dinda pak Haryono melerai. Lelaki paruh baya ini coba memahami duduk permasalahannya sambil memperhatikan
keadaan lokasi bergaya ala dectektif Conan Edogawa.
“ Ada apa ini din ?” Tanya pak Haryonomemperjelas.
“ Begini pak, sepertinya dhani cemburu sama zaki, sedangkan zaki kesal karna gitar peninggalan ayahnya dihancurkan dhani” tutur indra dengan napas naik turun tak karuan.
Pak Haryono coba mencarikan jalan keluar untuk zaki dan dhani. Keduanya terlihat tidak puas dengan kesimpulan akhir pak haryono yang dengan santai menyuruh mereka tuk segera baikan lagi. dhani terlihat tidak
puas dan memutuskan untuk pergi
sambil terus menggerutu nggak jelas.Dan
melaju motornya bagai orang kesetanan.
Zaki hanya diam melihat kepergian dhani, ia pun tak berani melihat dinda yang bisa pasti marah banget karena zaki telah membuka rahasianya. Persahabatan yang terjalin hampir tiga tahun lamanya pupus dalam beberapa saat saja. Terlihat jelas betapa kecewanya dhani ternyata apa yang zaki khawatirkan selama ini terjadi lagi bahkan lebih parah dari kejadian dulu saat LDKS.
__ADS_1
----------