
Maafin Gue Dabo
Setelah kejadian di rumah dinda tiga hari yang lalu, zaki tak pernah lagi melihat dhani dikelas danHpnya pun tak dapat dihubungi. zaki, rijal dan indra coba menghubunginya berkali-kali tapi tetap tidak bisa.
Suasana kelas yang dulu riuh akan ulah
dhani yang meresahkan anak-anak cewek kini tinggal bayangan yang berkelibatan
dipikiran zaki dan hilang begitu saja, sepertinya anak-anak cewek bisa bernapas
lega karena tidak lagi digangguin dhani tapi jauh didalam lubuk hati zaki ia rindu teman ngopinya itu. Ia rindu dhani, seseorang yang pertama kali ia kenal saat Masa Orientasi Siswa di posko penebusan dosa dua tahun lalu. “ dimana loe dhan..?” batin zaki lirih.
“ Za, gimana kalo kita kerumahnya aja
pasti dia ada dirumah ” usul indra saat waktu istirahat berlangsung.
“ Nyong setuju, sira gimana za ?” Tanya rijal
“ Gue nggak yakin apa dia mau ketemu gue ” zaki menghela nafas sejenak “ Kenapa
sih ini semua harus terjadi ya Allah…?” sambung zaki tampak sedih.
“ Yo wis za, iki takdir gusti Allah, kata
bang ali Ono rahasia dibalik rahasia. Right ?” tutur rijal menepuk bahu zaki.
“ He`eh za, percaya sama ane semua akan
baik-baik aja, kita pasti bisa kayak dulu lagi. Ngumpul-ngumpul, ngopi bareng, jalan-jalan sore lagi, bercanda kayak dulu. Semuanya tinggal nunggu waktu za ” indra menimpali rijal coba menghibur zaki.
“ Seharusnya gue nggak ngomong kayak gitu sama dhani, sumpah gue nyesel banget boss ” ujar zaki menyesal.
“ Semuanya udah terjadi za, tinggal
bagaimana kita menyelesaikan masalah ini, ane rasa itu yang terbaik untuk saat ini ” sambung indra tumben berkata bijak.
Ketiganya terdiam tuk sejenak sebelum
akhirnya bel masuk menjerit histeris seperti hati zaki yang menjerit histeris memanggil nama tuhannya, Allah pasrah.
----------
Setelah pulang sekolah ketiganyapun
langsung bergegas menuju rumah dhani yang tak jauh dari rumah zaki. Terik matahari yang sangat menyengat seakan tak menyurutkan niat zaki untukmenyambung tali silahturahmi dengan dhani. Mereka semakin jauh meninggalkan komplek Yayasan Pendidikan Islam Shofwatul Qolbi dan hilang ditelan kajauhan.
Setelah 10 menit menempuh perjalanan, akhirnya mereka tiba dirumah dhani yang terlihat begitu sepi.Seperti tidak ada orang didalamnya, ini terlihat dari lampu depan rumahnya yang masih menyala disiang hari.
“ Assalamualaikum…” seru indra memberi
salam.
“ Wis, nyong bae neh sira kurang manjur
salamne, sira due akeh dose yo” ujar rijal meledek.
“ Monggo..” balas indra meledek sebel
dengan logat jawa.
“ Assalamualaikum Waroh Matullohi
Wabarokatuh..!! ” rijal memberi salam dengan gaya ala mubalegh terkenal. Tetap tidak ada jawaban.
“ Keluarga pak H. imron lagi nggak ada dirumah dek ”ujar tetangga dhani.
Zaki, indra dan rijal menoleh kebelakang mencari pemilik suara yang tiba-tiba terdengar. Tampak seorang laki-laki paruh baya berkumis tipis dengan kopeyah yang sedikit menguning bertengger erat dikepalannya dengan memakai kaos partai bertuliskan dukungan untuk salah satu
calon lurah berpadu apikdengan celana hitam pendek khas jawara Betawi tempo dulu berdiri didepan pagar halaman rumah dhani.
“ Eh,. ini pak saya temennya dhani mau ketemu ” ujar zaki sopan.
“ Si dhani lagi di rawat di rumah sakit Ananda dek, kecelakaan katanya ” tuturnya lagi.
“ KECELAKAAN..?!!, yang bener pak ?” seru
ketiganya serempak.
Ketiganya saling menatap sedikit tidak percaya.
“ Iya, udah tiga hari dirawat disana ”
“ Ya udah, makasih banyak ya pak” ujar zaki dan kawan-kawannya langsung bergegas ke rumah sakit Ananda.
Hati zaki semakin merasa bersalah saat
mengetahui dhani kecelakaan. Mata zaki memerah dan berkaca-kaca sedih mengingat dhani dan perlahan linangan air mata yang
terkumpul pecah hingga mengalir dan membasahi pipinya dibalik kaca helm.
rupanya setelah pertengkaran kemarin, dhani pulang dengan kecepatan tinggi.
Perasaan yang kacau balau membuat siapa
saja ceroboh dan kurang perhitungan mungkin itulah yang terjadi samadhani. Zaki coba tuk tetap tenang seraya melaju motornya cepat.
Sesampainya di rumah sakit Ananda, zaki langsung menuju ketempat dimana
pasien dirawat. Tampak pak H. Imron dan istrinya dibangku tunggu panjang berwarna putih sambil menunggu perkembangan dhani.
“ Assalamualaikum…, pak haji gimana keadaannya dhani ?” Tanya zaki menghampiri orang tua dhani.
“ Walaikum salam…, Eh, kamu za. Dhani
masih belum sadar za” ujar H. imron yang menemani istrinya. “ Ada satu hal yang membuat bapak dan ibu sedih za” sambungnya pelan.
“ Apa itu pak ?” jawab zaki penasaran.
“ Tadi kata dokter, ternyata dhani positip
mengkonsumsi narkoba za ” ujar
H. imron meneteskan air mata sedih seraya tak percaya.
“ Hah…!!!”
Zaki tercengang mendengar penuturan
bokapnya dhani, ia seakan tak percaya dhani mengkonsumsi obat-obatan terlarang. dari mana dia mendapatkannya ?, siapa yang udah menjerat sahabatnya kelembah hitam seperti itu?. batin zaki berkecamuk hebat kesal.
“ Boleh saya melihatnya pak ?” pinta zaki
lirih.
“ Iya silahkan za..” jawab H. Imron mempersilahkan.
Dengan perasaan yang campur aduk perlahan
__ADS_1
zaki mengayunkan langkah kakinya memasuki kamar dhani. Entah apa yang
zaki pikirkan tapi ia berjanji hal pertama yang akan ia lakukan saat dhani sadar ia akan minta maaf atas kejadian dirumah dinda.
“ Dhan…, neh gue zaki. Loe bangun dong
dhan. Rijal, indra, gue, keyla, risti, dinda, dan temen-temen disekolah juga kangen
banget sama loe, Please bangun dong
dhan.” Ujar zaki sedih.
Rijal dan indra menepuk-nupuk bahu zaki
yang menangis disamping dhani menyuruhnya untuk tabah seraya memandangi dhani yang tergolek lemah tak berdaya dengan alat bantu pernapasan di hidungnya.
----------
Suara adzan ashar mulai terdengar
sayup-sayup menyadarkan zaki dan kawan-kawan agar tidak terlalu larut dalam
kesedihan dan segera menunaikan sholat sekalian mendoakan dhani agar segera sadar dari komanya. Merekapun meminta izin kepada orang tua dhani untuk ke masjid
terdekat.
Tit…, tit, Tit.., tit. Suara Ring tone Hp
zaki berderit tanda sms masuk.
gE pa Ai?
(Sender : Keyla 08563091xxxx)
gE d`RS. Ananda neh, dhani kecelakaan de
(Sender : z@ki 08562949xxxx)
Kecelakaan !!, Turz gMn Ai prah gk?
(Sender : Keyla 08563091xxxx)
sMp skrg dhani lum sdar de
(Sender : z@ki 08562949xxxx)
yWdh nti de2 kstu ma risty
(Sender : Keyla 08563091xxxx)
yWdh, Ai shlat dlu ya
(Sender : z@ki 08562949xxxx)
Iya A, I love u
(Sender : Keyla 08563091xxxx)
I love u too
(Sender : z@kib08562949xxxx)
Setelah sholat ashar zaki, rijal dan indra
kembali ke menemai orang tua dhani, perasaan mereka menjadi lebih tenang setelah sholat. Orang tua dhani masih memandangi anaknya dari balik kaca, raut kesedihan jelas terukir diwajah mereka hal ini semakin menambah rasa bersalah zaki pada mereka. Seandainya zaki bisa menarik mundur waktu yang sudah berputar pasti ia tidak akan berkata seperti itu tapi semuanya telah terjadi dan tak mungkin bisa kembali lagi.
“ A, gimana keadaan dhani ? “ Tanya keyla
Zaki terdiam dan memeluk keyla, deru nafas
zaki yang mulai terisak pilu seakan dapat dirasakan keyla. Butiran air matanyapun mulai berjatuhan “ Ini semua kesalahan Aa, Aa yang udah buat dhani kayak gini de” ujar zaki lirih penuh penyesalan.
“ Maksudnya Ai ?” Tanya keyla penasaran.
Zaki mengajak keyla dan risty menjauh dari
kamar tempat dhani dirawat karena ia tak ingin orang tua dhani tau penyebab
kecelakaan dhani adalah dia.
“ Kemarin waktu kita lagi pada nunggu sesi latihan dhani pinjem gitar Aa. Terus tanpa alesan yang jelas dhani ngacurin gitar Aa” zaki menghela nafas “Aa emosi karena itu gitar peninggalan Alm. Ayah Aa de ”
“ Kenapa dhani ngancurin gitar loe za” Tanya risty
“ Dia beranggapan kalo gue ada apa-apa sama dinda,gue juga nggak tau kenapa dia bisa nuduh gue kayak gitu”.
“ Trus A” keyla semakin penasaran.
“ Aa ribut ma dhani, terus karena saking
kesalnya tanpa sadar Aa bilang rahasianya dinda kalo sebenernya dia nggak pernah sayang sama dhani . Terus dhani langsung pergi gitu aja, sambil ngebut kayaknya itu
penyebab kecelakaannya” tutur zaki menyesal.
“ Emang loe ada apa-apa ma dinda sampe
dhani bisa punya persepsi kayak gitu
za ?” Tanya risty yang sedikit memperkeruh suasana.
“ Ya nggak`lah, gue sayang banget sama
keyla nggak mungkin gue ngehianatin keyla, lagian juga dinda ceweknya dhani, gue nggak mungkin ngambil cewek sahabat gue sendiri ris” jelas zaki sungguh-sungguh.
“ Aku percaya kok ma Aa. Ya udah, Aa
tenang aja dulu dede yakin semuanya akan baik-baik aja.” keyla coba menenangkan
zaki yang terlihat sedikit stress.
“ Makasih ya de” tegas zaki bangga pada
keyla. “ Tapi ada satu hal lagi yang buat Aa makin sedih de” sambung zaki melepas nafas berat.
“ Apa itu Ai?” keyla menanti jawaban zaki.
“ Kata bokapnya dhani ternyata dia positip mengkonsumsi obat-obatan
terlarang de ”
“ Yang bener loe za ?!!” risty terbelalak
kaget seperti tak percaya.
“ Awalnya gue juga nggak percaya tapi kata
dokternya gitu tiy..”
__ADS_1
“ Ya ampun dhani..” risty terlihat kasihan
dengan apa yang menimpa dhani.
Senja semakin menutup diri keupuk barat
dan menerbitkan mega merah dilangit yang semula biru sekarang bercampur agak
kemerah-merahan, hembusan angin sore mulai menerpa dedaunan dan merontokan beberapa dedaunan dan memaksa mereka
untuk segera pulang.
----------
“ ZA…!!” panggil indra terpogoh-pogoh
menghampiri zaki yang sedang membeli pulpen di fotocopy bang madinah.
“ Za, gawat za..!!” seru indra berlari menghampiri zaki yang sedang asyik ngobrol sama bang madinah.
“ Kenapa loe cuy?” Tanya zaki binggung
“ Dhani za, dhani..!” tutur indra terbata
dengan nafas tersengal-sengal dan ekspresi yang tidak biasa.
“ Iya kenapa dhani boss ?!”
“ Dhani meninggal za…” ucap indra seraya
menatap zaki.
“ YANG BENER LOE… ?!!” zaki tercengang tuk
sesaat dan duduk lemas dibangku panjang depan toko. Perasaannya hancur saat
mendengar kabar yang kurang mengenakan itu. Zaki menutupiwajahnya dengan jari-jemarinya seraya menghempaskan nafas berat perlahan.
Pikiran zaki melayang-layang tak karuan,
angan-angannya untuk bisa nongkrong bareng, ngopi bareng, jalan bareng lagi
sama dhani pupus dalam sekejap.
“ Za, dhani za..” rijal datang menghampiri
zaki dan indra
“ Iya gue dah tau jal.” potong zaki coba
bersabar.
“ Dhani uwis di bawa pulang sama
bapake pake ambulan” ujar rijal seadanya.
“ Ya udah, kita berangkat sekarang kerumah
dhani” intruksi zaki langsung diikutirijal
dan indra tanpa banyak bicara.
Beberapa menit kemudian mereka tiba
dirumah dhani, segenap keluarga sahabat dan tetanga mulai berdatangan tuk
mengucapkan bela sungkawa atau berta’jiah. Zaki tak kuasa melihat sahabatnya
terbujur kaku tak berdaya terbungkus kain kapan. Linangan air mata rasanya tak dapat tertahan lagi perlahan air mata itupun meleleh dipipi zaki hanya do’a terbaik yang bisa dipanjatkan untuknya.
Beberapa orang terlihat turut serta mengantarkan dhani ketempat peristirahatannya yang terakhir, orang tua dhani begitu setia menemaninya hingga prosesi pemakaman selesai. Suasana hening dan hidmat sangat terasa disana hingga terik matahari yang menyengatpunseakan tak dirasakan zaki dan kawan-kawannya.
“ Yang sabar ya pak haji ” ujar beberapa tetangga memberi dukungan moril untuk H. imron dan keluarga.
“ Iya pak haji, ikhlaskan dhani supaya dia
tenang di sisi Allah SWT ” sambut salah seorang rekan kerja H. imron turut berduka.
“ Terimakasih banyak bapak-bapak…” jawab H. imron terbata-bata. Dan beberapa saat
kemudian pergi meninggalkan makam anak bungsunya itu, bersama istri dan keluarganya.
“ Dhani, maafin gue ye.., gue ngerasa gagal jadi temen loe. Buktinya gue nggak bisa
jagain loe, gue nggak ada saat loe butuh. Sekali lagi maafin gue.” ujar zaki
disamping makam dhani.
“ He`eh dhani nyong juga muhun sewu kalo
nyong due salah karo sira dhan” rijal ikut bergumam.
“ Ane juga dhan, kalo ane punya salah
tolong dimaafin ya, tapi jangan dateng ke kamar ane, ane orangnya takut sama
hal-hal mistik” celetuk indra menyita perhatian zaki dan rijal hingga membuat
indra salah tingkah.
“ Sira ngomongne ngasal bae dra ” todong rijal geram.
“ Emangnya ente berani di datengin dhani
jal?” indra menodong rijal gentian.
“ Ya ndak sih, tapi ojo ngomong kitu
dimakamne dhani. Ngerti sira ”
“ Udah-udah jangan pada rebut.” Zaki coba menengahi pertikaian mereka berdua.
“ Dabo. Maafin gue, sekali lagi maafin gue ya selamat jalan semoga segala amal ibadah loe diterima di sisi Allah SWT. Amien..” zaki memandangi batu nisan dhani yang masih dipenuhi bunga melati dan bergegas meninggalkan area pemakaman.
“ Za, kok tadi sira nyebut dabo sopo iku?” Tanya rijal
“ Dabo itu nama kecilnya dhani gabungan
dari dhani bhoto di gabung jadi dabo. Nggak banyak yang tau emang” tutur zaki.
“ Ko, orang segarang dhani disebut bhoto
sih ya za ?” Indra ikut berkomentar
“ Dulu dhani gemuk kayak orang Tionghoa,
boboho. Makaya dia dipanggil bhoto atau dabo, begitu bunyinya.
__ADS_1
-----------