Cintamu Tak Setulus Cinta Ibuku

Cintamu Tak Setulus Cinta Ibuku
Episode 15 Maafin Gue Dabo


__ADS_3

Maafin Gue Dabo


Setelah kejadian di rumah dinda tiga hari yang lalu, zaki tak pernah lagi melihat dhani dikelas danHpnya pun tak dapat dihubungi. zaki, rijal dan indra coba menghubunginya berkali-kali tapi tetap tidak bisa.


Suasana kelas yang dulu riuh akan ulah


dhani yang meresahkan anak-anak cewek kini tinggal bayangan yang berkelibatan


dipikiran zaki dan hilang begitu saja, sepertinya anak-anak cewek bisa bernapas


lega karena tidak lagi digangguin dhani tapi jauh didalam lubuk hati zaki ia rindu teman ngopinya itu. Ia rindu dhani, seseorang yang pertama kali ia kenal saat Masa Orientasi Siswa di posko penebusan dosa dua tahun lalu. “ dimana loe dhan..?” batin zaki lirih.


“ Za, gimana kalo kita kerumahnya aja


pasti dia ada dirumah ” usul indra saat waktu istirahat berlangsung.


“ Nyong setuju, sira gimana za ?” Tanya rijal


“ Gue nggak yakin apa dia mau ketemu gue ”  zaki menghela nafas sejenak “ Kenapa


sih ini semua harus terjadi ya Allah…?” sambung zaki tampak sedih.


“ Yo wis za, iki takdir gusti Allah, kata


bang ali Ono rahasia dibalik rahasia. Right ?”  tutur rijal menepuk bahu zaki.


“ He`eh za, percaya sama ane semua akan


baik-baik aja, kita pasti bisa kayak dulu lagi. Ngumpul-ngumpul, ngopi bareng, jalan-jalan sore lagi, bercanda kayak dulu. Semuanya tinggal nunggu waktu za ”  indra menimpali rijal coba menghibur zaki.


“ Seharusnya gue  nggak ngomong kayak gitu sama dhani, sumpah gue nyesel banget boss ” ujar zaki menyesal.


“ Semuanya udah terjadi za, tinggal


bagaimana kita menyelesaikan masalah ini, ane rasa itu yang terbaik untuk saat ini ” sambung indra tumben berkata bijak.


Ketiganya terdiam tuk sejenak sebelum


akhirnya bel masuk menjerit histeris seperti hati zaki yang menjerit histeris memanggil nama tuhannya, Allah pasrah.


----------


Setelah pulang sekolah ketiganyapun


langsung bergegas menuju rumah dhani yang tak jauh dari rumah zaki. Terik matahari yang sangat menyengat seakan tak menyurutkan niat zaki untukmenyambung tali silahturahmi dengan dhani. Mereka semakin jauh meninggalkan komplek Yayasan Pendidikan Islam Shofwatul Qolbi dan hilang ditelan kajauhan.


Setelah 10 menit menempuh perjalanan, akhirnya mereka tiba dirumah dhani yang terlihat begitu sepi.Seperti tidak ada orang didalamnya, ini terlihat dari lampu depan rumahnya yang masih menyala disiang hari.


“ Assalamualaikum…” seru indra memberi


salam.


“ Wis, nyong bae neh sira kurang manjur


salamne, sira due akeh dose yo” ujar rijal meledek.


“ Monggo..” balas indra meledek sebel


dengan logat jawa.


“ Assalamualaikum Waroh Matullohi


Wabarokatuh..!! ” rijal memberi salam dengan gaya ala mubalegh terkenal. Tetap tidak ada jawaban.


“ Keluarga pak H. imron lagi nggak ada dirumah dek ”ujar tetangga dhani.


Zaki, indra  dan rijal menoleh kebelakang mencari pemilik suara yang tiba-tiba terdengar. Tampak seorang laki-laki paruh baya berkumis tipis dengan kopeyah yang sedikit menguning bertengger erat dikepalannya dengan memakai kaos partai bertuliskan dukungan untuk salah satu


calon lurah berpadu apikdengan celana hitam pendek khas jawara Betawi tempo dulu berdiri didepan pagar halaman rumah dhani.


“ Eh,. ini pak saya temennya dhani mau ketemu ” ujar zaki sopan.


“ Si dhani lagi di rawat di rumah sakit Ananda dek, kecelakaan katanya ” tuturnya lagi.


“ KECELAKAAN..?!!, yang bener pak ?” seru


ketiganya serempak.


Ketiganya saling menatap sedikit tidak percaya.


“ Iya, udah tiga hari dirawat disana ”


“ Ya udah, makasih banyak ya pak” ujar zaki dan kawan-kawannya langsung bergegas ke rumah sakit Ananda.


Hati zaki semakin merasa bersalah saat


mengetahui dhani kecelakaan. Mata zaki memerah dan berkaca-kaca sedih mengingat dhani dan perlahan linangan air mata yang


terkumpul pecah hingga mengalir dan membasahi pipinya dibalik kaca helm.


rupanya setelah pertengkaran kemarin, dhani pulang dengan kecepatan tinggi.


Perasaan yang kacau balau membuat siapa


saja ceroboh dan kurang perhitungan mungkin itulah yang terjadi samadhani. Zaki coba tuk tetap tenang seraya melaju motornya cepat.


Sesampainya di rumah sakit Ananda, zaki langsung menuju ketempat dimana


pasien dirawat. Tampak pak H. Imron dan istrinya dibangku tunggu panjang berwarna putih sambil menunggu perkembangan dhani.


“ Assalamualaikum…, pak haji gimana keadaannya dhani ?” Tanya zaki menghampiri orang tua dhani.


“ Walaikum salam…, Eh, kamu za. Dhani


masih belum sadar za” ujar H. imron yang menemani istrinya. “ Ada satu hal yang membuat bapak dan ibu sedih za” sambungnya pelan.


“ Apa itu pak ?” jawab zaki penasaran.


“ Tadi kata dokter, ternyata dhani positip


mengkonsumsi narkoba za ” ujar


H. imron meneteskan air mata sedih seraya tak percaya.


“ Hah…!!!”


Zaki tercengang mendengar penuturan


bokapnya dhani, ia seakan tak percaya dhani mengkonsumsi obat-obatan terlarang. dari mana dia mendapatkannya ?, siapa yang udah menjerat sahabatnya kelembah hitam seperti itu?. batin zaki berkecamuk hebat kesal.


“ Boleh saya melihatnya pak ?” pinta zaki


lirih.


“ Iya silahkan za..” jawab H. Imron mempersilahkan.


Dengan perasaan yang campur aduk perlahan

__ADS_1


zaki mengayunkan langkah kakinya memasuki kamar dhani. Entah apa yang


zaki pikirkan tapi ia berjanji hal pertama yang akan ia lakukan saat dhani sadar ia akan minta maaf atas kejadian dirumah dinda.


“ Dhan…, neh gue zaki. Loe bangun dong


dhan. Rijal, indra, gue, keyla, risti, dinda, dan temen-temen disekolah juga kangen


banget sama loe, Please bangun dong


dhan.” Ujar zaki sedih.


Rijal dan indra menepuk-nupuk bahu zaki


yang menangis disamping dhani menyuruhnya untuk tabah seraya memandangi dhani yang tergolek lemah tak berdaya dengan alat bantu pernapasan di hidungnya.


----------


Suara adzan ashar mulai terdengar


sayup-sayup menyadarkan zaki dan kawan-kawan agar tidak terlalu larut dalam


kesedihan dan segera menunaikan sholat sekalian mendoakan dhani agar segera sadar dari komanya. Merekapun meminta izin kepada orang tua dhani untuk ke masjid


terdekat.


Tit…, tit, Tit.., tit. Suara Ring tone Hp


zaki berderit  tanda sms masuk.


gE pa Ai?


(Sender : Keyla 08563091xxxx)


gE d`RS. Ananda neh, dhani kecelakaan de


(Sender : z@ki 08562949xxxx)


Kecelakaan !!, Turz gMn Ai prah gk?


(Sender : Keyla 08563091xxxx)


sMp skrg dhani lum sdar de


(Sender : z@ki 08562949xxxx)


yWdh nti de2  kstu ma risty


(Sender : Keyla 08563091xxxx)


yWdh, Ai shlat dlu ya


(Sender : z@ki 08562949xxxx)


Iya A, I love u


(Sender : Keyla 08563091xxxx)


I love u too


(Sender : z@kib08562949xxxx)


Setelah sholat ashar zaki, rijal dan indra


kembali ke menemai orang tua dhani, perasaan mereka menjadi lebih tenang setelah sholat. Orang tua dhani masih memandangi anaknya dari balik kaca, raut kesedihan jelas terukir diwajah mereka hal ini semakin menambah rasa bersalah zaki pada mereka. Seandainya zaki bisa menarik mundur waktu yang sudah berputar pasti ia tidak akan berkata seperti itu tapi semuanya telah terjadi dan tak mungkin bisa kembali lagi.


“ A, gimana keadaan dhani ? “ Tanya keyla


Zaki terdiam dan memeluk keyla, deru nafas


zaki yang mulai terisak pilu seakan dapat dirasakan keyla. Butiran air matanyapun mulai berjatuhan “ Ini semua kesalahan Aa, Aa yang udah buat dhani kayak gini de”  ujar zaki lirih penuh penyesalan.


“ Maksudnya Ai ?” Tanya keyla penasaran.


Zaki mengajak keyla dan risty menjauh dari


kamar tempat dhani dirawat karena ia tak ingin orang tua dhani tau penyebab


kecelakaan dhani adalah dia.


“ Kemarin waktu kita lagi pada nunggu sesi latihan dhani pinjem gitar Aa. Terus tanpa alesan yang jelas dhani ngacurin gitar Aa” zaki menghela nafas “Aa emosi karena itu gitar peninggalan Alm. Ayah Aa de ”


“ Kenapa dhani ngancurin gitar loe za”  Tanya risty


“ Dia beranggapan kalo gue ada apa-apa sama dinda,gue juga nggak tau kenapa dia bisa nuduh gue kayak gitu”.


“ Trus A”  keyla semakin penasaran.


“ Aa ribut ma dhani, terus karena saking


kesalnya tanpa sadar Aa bilang rahasianya dinda kalo sebenernya dia nggak pernah sayang sama dhani . Terus dhani langsung pergi gitu aja, sambil ngebut kayaknya itu


penyebab kecelakaannya” tutur zaki menyesal.


“ Emang loe ada apa-apa ma dinda sampe


dhani bisa punya persepsi kayak gitu


za ?” Tanya risty yang sedikit memperkeruh suasana.


“ Ya nggak`lah, gue sayang banget sama


keyla nggak mungkin gue ngehianatin keyla, lagian juga dinda ceweknya dhani, gue nggak mungkin ngambil cewek sahabat gue sendiri ris” jelas zaki sungguh-sungguh.


“ Aku percaya kok ma Aa. Ya udah, Aa


tenang aja dulu dede yakin semuanya akan baik-baik aja.” keyla coba menenangkan


zaki yang terlihat sedikit stress.


“ Makasih ya de” tegas zaki bangga pada


keyla. “ Tapi ada satu hal lagi yang buat Aa makin sedih de” sambung zaki melepas nafas berat.


“ Apa itu Ai?” keyla menanti jawaban zaki.


“ Kata bokapnya dhani ternyata dia positip mengkonsumsi obat-obatan


terlarang de ”


“ Yang bener loe za ?!!” risty terbelalak


kaget seperti tak percaya.


“ Awalnya gue juga nggak percaya tapi kata


dokternya gitu tiy..”

__ADS_1


“ Ya ampun dhani..” risty terlihat kasihan


dengan apa yang menimpa dhani.


Senja semakin menutup diri keupuk barat


dan menerbitkan mega merah dilangit yang semula biru sekarang bercampur agak


kemerah-merahan, hembusan angin sore mulai menerpa dedaunan dan merontokan beberapa dedaunan dan memaksa mereka


untuk segera pulang.


----------


“ ZA…!!” panggil indra terpogoh-pogoh


menghampiri zaki yang sedang membeli pulpen di fotocopy bang madinah.


“ Za, gawat za..!!”  seru indra berlari menghampiri zaki yang sedang asyik ngobrol sama bang madinah.


“ Kenapa loe cuy?” Tanya zaki binggung


“ Dhani za, dhani..!” tutur indra terbata


dengan nafas tersengal-sengal dan ekspresi yang tidak biasa.


“ Iya kenapa dhani boss ?!”


“ Dhani meninggal za…” ucap indra seraya


menatap zaki.


“ YANG BENER LOE… ?!!” zaki tercengang tuk


sesaat dan duduk lemas dibangku panjang depan toko. Perasaannya hancur saat


mendengar kabar yang kurang mengenakan itu. Zaki menutupiwajahnya dengan jari-jemarinya seraya menghempaskan nafas berat perlahan.


Pikiran zaki melayang-layang tak karuan,


angan-angannya untuk bisa nongkrong bareng, ngopi bareng, jalan bareng lagi


sama dhani pupus dalam sekejap.


“ Za, dhani za..” rijal datang menghampiri


zaki dan indra


“ Iya gue dah tau jal.” potong zaki coba


bersabar.


“ Dhani uwis di bawa pulang sama


bapake pake ambulan”  ujar rijal seadanya.


“ Ya udah, kita berangkat sekarang kerumah


dhani”  intruksi zaki langsung diikutirijal


dan indra tanpa banyak bicara.


Beberapa menit kemudian mereka tiba


dirumah dhani, segenap keluarga sahabat dan tetanga mulai berdatangan tuk


mengucapkan bela sungkawa atau berta’jiah. Zaki tak kuasa melihat sahabatnya


terbujur kaku tak berdaya terbungkus kain kapan. Linangan air mata rasanya tak dapat tertahan lagi perlahan air mata itupun meleleh dipipi zaki hanya do’a terbaik yang bisa dipanjatkan untuknya.


Beberapa orang terlihat turut serta mengantarkan dhani ketempat peristirahatannya yang terakhir, orang tua dhani begitu setia menemaninya hingga prosesi pemakaman selesai. Suasana hening dan hidmat sangat terasa disana hingga terik matahari yang menyengatpunseakan tak dirasakan zaki dan kawan-kawannya.


“ Yang sabar ya pak haji ” ujar beberapa tetangga memberi dukungan moril untuk H. imron dan keluarga.


“ Iya pak haji, ikhlaskan dhani supaya dia


tenang di sisi Allah SWT ” sambut salah seorang rekan kerja H. imron turut berduka.


“ Terimakasih banyak bapak-bapak…” jawab H. imron terbata-bata. Dan beberapa saat


kemudian pergi meninggalkan makam anak bungsunya itu,  bersama istri dan keluarganya.


“ Dhani, maafin gue ye.., gue ngerasa gagal jadi temen loe. Buktinya gue nggak bisa


jagain loe, gue nggak ada saat loe butuh. Sekali lagi maafin gue.” ujar zaki


disamping makam dhani.


“ He`eh dhani nyong juga muhun sewu kalo


nyong due salah karo sira dhan” rijal ikut bergumam.


“ Ane juga dhan, kalo ane punya salah


tolong dimaafin ya, tapi jangan dateng ke kamar ane, ane orangnya takut sama


hal-hal mistik” celetuk indra menyita perhatian zaki dan rijal hingga membuat


indra salah tingkah.


“ Sira ngomongne ngasal bae dra ” todong rijal geram.


“ Emangnya ente berani di datengin dhani


jal?” indra menodong rijal gentian.


“ Ya ndak sih, tapi ojo ngomong kitu


dimakamne dhani. Ngerti sira ”


“ Udah-udah jangan pada rebut.”  Zaki coba menengahi pertikaian mereka berdua.


“ Dabo.  Maafin gue, sekali lagi maafin gue ya selamat jalan semoga segala amal ibadah loe diterima di sisi Allah SWT. Amien..”  zaki memandangi batu nisan dhani yang masih dipenuhi bunga melati dan bergegas meninggalkan area pemakaman.


“ Za, kok tadi sira nyebut dabo sopo iku?” Tanya rijal


“ Dabo itu nama kecilnya dhani gabungan


dari dhani bhoto di gabung jadi dabo. Nggak banyak yang tau emang” tutur zaki.


“ Ko, orang segarang dhani disebut bhoto


sih ya za ?” Indra ikut berkomentar


“ Dulu dhani gemuk kayak orang Tionghoa,


boboho. Makaya dia dipanggil bhoto atau dabo, begitu bunyinya.

__ADS_1


-----------


__ADS_2