
Jalan Yang Terbaik
Selepas kepergian dhani untuk selama- lamanya, suasana kelas terasa begitu berbeda. Tak ada lagi canda tawa
dhani, celotehannya yang kontroversial,
aksi konyolnya menggoda anak-anak cewek sampe nangis, tak ada lagi orang yang
dihukum hormat ditiang bendera saat pelajaran pak Basri berlangsung, tak ada
lagi gitaris sehebat dan sehandal dhani di Kalangie band semuanya tinggal
kenangan yang masih melekaterat di benak zaki. Harga yang sangat mahal untuk membayar kesalahfahaman dhani, hingga nyawa taruhannya sungguh dramatis sekali.
“ Za, sekarang ane tau siapa yang ngajak
dhani make obat-obatan terlarang itu” bisik Indra menghampiri zaki yang duduk
dikelas sendirian saat jam istirahat berlangsung .
Hah..!!
“ Siapa dra ? “ zaki terlihat penasaran.
“ Si Firman, anak
kelas tiga TMO 4. Kata safei waktu dia lagi di kamar mandi sama dhani dia ditawarin lintingan ganja sama firman tapi dia nggak mau ” jelas indra perlahan.
“ Kurang ajar tuch anak” rutuk zaki kesal. “kita kudu atur siasat neh dra, kasih tau rijal sama safei kita rapat sekarang” intruksi zaki dadakan.
“ Siap komandan” seru indra bergegas.
Beberapa saat kemudian indra, rijal dan
safei menghampiri zaki dikelas.
“ Bener safei, loe ditawarin lintingan ganja ma firman ?” tanpa buang-buang waktu zaki langsung mengintrogasi safei sebagai saksi kunci.
“ Iya za, dulu waktu gue lagi ke Wc sama
dhani pernah ditawarin tapi gue sama dhani gak mau” ujar safei apa adanya.
“ Terus loe pernah ditawarin lagi setelahnya boss ?” Tanya zaki lagi.
“ Kalo ke gue sih udah gak pernah, nggak tau dah kalo ke dhani ”
“ Beli barapa duit itu kira-kira cuy ? “
tanya rijal serius.
“ Biasanya kalo baru itu digratisin tapi
kalo dah 2 atau 3 kali atau udah kecanduan dia bisa minta harga mahal pastinya, ada uang ada barang begitu sistemnya”
“ Emang waktu di Wc tuch anak lagi pada
make ya ? Indra ikut bertanya.
“ Ya nggaklah, yang gue tau dikontrakan
temenya firman deket pasar H. udin kombo disitu sering rame banyak anak-anak muda pada kumpul bisa aja makenya disitu ” safei semakin merasa jadi terdakwa yang duduk dibangku pesakitan.
“ Emang si firmandapet dari siapa sih, loe tau nggak fei ?” zaki kembali bertanya.
“ Kalo gue sih gak tau persisnya siapa, soalnya yang kayak begitu pasti rahasia dan hati-hati soalnya urusannya sama penegak hukum boss, biasanya firman transaksinya di pasar moderen za, kan banyak tempat makan lesehan tuh ”.
“ Gile nekat benget tuch anak, disitu bukannya rame fei” sambung zaki semakin tertarik.
“ Justru tempat rame kayak begitu jadi
nggak terlalu curiga itu rokok beneran apa lintingan ganja, cuma makenya bukan disitulah ” safei kembali berargumentasi.
“ Oke, sekarang begini aja boss. Gue minta tolong sama loe buat pura-puar jadi pembeli, tenang aja soal duit gue bisa handle gimana, loe siap nggak? soalnya gue nggak mau kematian dhani sia-sia.” zaki coba meyakinkan safei yang terlihat ragu dan takut.
“ Kenapa mesti gue sih?, za inget kita
udah kelas tiga bentar lagi lulus gue cuma nggak mau kita kena kasus dan di DO dari sekolah. Apalagi ini obat-obatan boss ” safei menolak halus ajakan zaki.
“ Soalnya dia nawarin loe cuy, itu tandanya dia percaya sama loe Please... Nanti gue koordinasi juga sama kepala sekolah buat jaga-jaga ”
“ Fei, dhani itu temen kita, masa kita tenang-tenang aja dan lagi ini menyangkut reputasi sekolah kita. Apa ente mau SMKIT Nurul Qolbi di cap sebagai sarang pengedar
narkoba?, nggak kan ?” Indra memasang mimik wajah keengganannya.
“ Heeh fei, dhanikan konco sira juga toh, mosoksira tega ngebiarin orang sing wis
ngerusak dhani dan generasi muda lainnya bebas berkeliaran diluar sono” rijalpun angkat bicara.
“Emm…oke dah, gue mau besok malem minggu semoga aja firman bisa ketangkep, gue bantu sesuai kemampuan gue tapi kalo kira-kira ada insiden diluar kemampuan gue ya gue minta maaf aja guys gue nggak mau berurusan dengan penegak hukum ”
safei segera pergi meninggalkan mereka bertiga untuk membahas langkah-langkah
selanjutnya.
----------
Keesokan harinya….
“ Bu, izin ke Wc ya udah kebelet neh , ujar safei meminta izin keluar disaat pelajaran berlangsung.
“ Jangan lama-lama ya tadi bukannya pipis saat jam istirahat ” seru bu septi
mengizinkannya.
Langkah gontai safei menyusuri lorong
terasa begitu berat, ia menjatuhkan pandangannya kelantai kramik yang seolah
berubah menjadi gambar wajah dhani, terus berganti zaki, kemudian rijal, indra, firman, rifki dan yang lebih mengerikan lantainya berubah menjadi bayangan gambar dirinya yang berada didalam jeriji besi kantor polisi dengan mengenakan baju tahanan warna biru
tua.
“ Astagfirullah haladzim… “ safei
menghentikan langkahnya ia coba mengatur nafas agar apa yang sudah direncanakan
bisa berjalan dengan baik. “Bismilahirohmanirohim…”
safei coba meneguhkan hatinya dan pasrah apapun yang terjadi.
Sesampainya di lorong Wc firman tampak tak terlihat hanya ada irul yang terlihat baru
keluar dari Wc.
“ Fei, gue punya barang bagus buat loe.
Gue jamin loe nggak bakalan nyesel sama
barang gue, gimana mau?” irul mulai beraksi dengan gayanya yang sok kenal sok deket.
“ Ini buat gue rul ?“ Tanya safei coba tak
bereaksi.
“ Kalo loe mau, gue bisa kasih gratis cuma
buat loe ”
__ADS_1
“ Emang loe biasa makenya dimana rul?
Tanya safei.
“ Seterah loe, tapi kalo loe mau ikut
ditempat temen gue sih ayo. Ada satu hal yang harus loe tau, dikontrakan temen gue ada cewek-cewek cakepnya juga boss
” ujar irul setelah mengamati sekitar.
“ Tapi gue ambil barangnya dulu di Pasar Moderen besok malem boss ”
“ Gue boleh ikut ?, tapi ini barang loe pegang aja dulu gue takut ketauan soalnya lagi pelajaran bu septi ”
“ Oke, buat loe apa sih yang nggak, yang penting loe ikut aja dulu ” irul menjentrikan jari jempol dan telunjuknya secara bersamaan . “ada korban baru neh” guman firman dalam hati.
Setelah bel istirahat berderit safei
langsung kekelas zaki untuk laporan.
“ Za, gue dapet kabar baik dan kabar
buruk. Loe mau yang mana dulu neh?” Tanya safei terlihat pasrah.
“ Kabar baiknya dulu dah ”
“ Oke, kabar baiknya irul dah parcaya sama
gue. Besok katanya barang bisa diambil dipasar modern. dan kabar buruknya gue diajak buat pesta ganja ditempat kontrakan temennya yang kemaren gue bilang itu. Dia bilang disitujuga ada cewek-cewek bohay yang ya gitu dech..” safei tak melanjutkan ucapannya karena maklum untuk ukuran akan SMA keatas sudah ngerti apa yang dimaksud.
“ Menurut loe gimana ?” Tanya zaki
“ Loh, kok menurut gue. Ini kan ide loe za, Gimana sih ?”
Zaki dan kawan-kawan terdiam.
“ Kenapa kita nggak laporin ke polisi
aja sih za?” usul safei
“ Gue nggak mau nama sekolah kita
tercoreng cuma gara-gara satu orang yang nggak penting fei” seloroh zaki
“ Cepat atau lambat semua orang akan tau
juga za, inget pepatah tupai. Paling tidak pak rizal harus tau soal ini ” safei coba meyakinkan mereka bertiga.
“ Fei,. Kalo loe ngerasa urusan ini
terlalu berat buat loe. Loe boleh nggak ikut. Tapi yang jelas gue, rijal dan indra akan usut soal firman dan temen-temennya itu sampe titik darah penghabisan”. zaki coba tegar melihat sikap safei yang sepertinyakeberatan.
Safei yang merasa kehadirannya tak ada artinya lagi langsung pamit undur diri meninggalkan ketiga sahabatnya yang merencakan aksi konyolnya itu. Sebab masalah ini bukan main-main boss.
Biarkanlah pihak yang berwajib bekerja sebagaimana mestinya bukankah moto mereka siap melayani dan mengayomi masyarakat.
----------
Malam minggu tiba. Setelah menunaikan sholat isya Zaki, indra dan rijal sepakat untuk bertemu di depan pasar moderen standbye dibahu jalan ditempat yang sekiranya aman. Seperti pengunjung pada umumnya mereka berusaha untuk tidak terlalu menyita perhatian apalagi hal yang berhubungan dengan narkoba pasti banyak mata-mata yang mereka tidak tahu. Desiran angin malam terasa semakin menusuk jauh kedalam sumsum disertai dengan kilatan-kilatan geledek yang menandakan akan turun hujan.
“ Za, sira ndak malem mingguan neh karo
keyla ?” Tanya rijal disela-sela pemantauan mereka.
Zaki menyandarkan tubuhnya dibelakang
pohon palm dan merogoh isi kantong sweaternya mengeluarkan bungkus rokok dan korek “ Gue dah bilang sama keyla kalo malem ini gue nggak mau kemana-mana dirumah aja” zaki memantikan gas zifonya seraya menyulut rokok lalu mulai menikmati kepulan asap pekat yang langsung hilang dihempas angin.
Rijal meraih bungkus rokok milik zaki dengan pemantiknya.
“ Jal, gue bilangin aja neh sama loe pada. Lebih baik jangan coba-coba ngerokok entar
selanjutnya seterah loe aja”. zaki coba memperingati kedua sahabatnya
itu untuk tidak mendekati rokok.
“ Kalo ente tau bakalan susah berhenti
kenapa ente masih ngerokokza” Tanya indra mengisi kekosongannya.
“ Itu karna…”
“ Eh za, firman tuch samankonco-koncone..” potong rijal memberi isyarat dengan matanya.
“ Za, itu bukannya keyla ya ?” tunjuk indra kearah segerombolan anak-anak muda yang beriringan masuk ke dalampasar modern.
Zaki mengikuti kearah yang ditunjuk indra,
dengan sedikit rasa tak percaya ia mengamati pergerakan sigadis yang dimaksud itu“ kayaknya beneran keyla deh..” batin zaki membenarkan ucapan indra.
“ Ayo guys, kita labrak keyla” ajak zaki panas. Rencana yang telah tersusun rapi jadi
berantakan karena urusan pribadi zaki.
“ Za, sebaiknya kita panggil temen-temen
dulu ?” Tanya indra sedikit gusar “ Loe
nggak takut za, kita cuma bertiga sedangkan mereka banyakan gitu ”
“ Gue nggak takut dra, walaupun guemati di sini gue siap”
“ Ente rela mati konyol demi cinta za ?”
todong indra coba memperingati zaki yang sedari tadi terbakar cemburu.
“ Kadang cinta bisa membuat hal yang bener
jadi salah dan hal yang jelas-jelas salah jadi bener boss. Itulah cinta penuh tipu daya dan muslihat.” jelas zaki menyalakan mesin motornya.
Rijal dan indra hanya terdiam dan saling
memandang.
Motor zaki terlihat memasuki gerbang pasar moderen dan menepi didekat motor yang membawa keyla disana juga ada firmanyang
sedang asyik nongkrong sama temen- temannya.
“ Jal, ane rada takut neh pasti kacau neh..” bisik indra yang dibonceng rijal.
“ Kayaknya sih tapi masa sira tega
ngelihatin zaki dikerubutin sih dra ?” balas rijal menelan ludah kecutnya.
“ Key, lagi ngapain disini ? “ Tanya zaki memotong pembicaraan keyla yang tampak asyik dengan seorang laki-laki.
“ Ng- nggak ngapa-ngapain Ai, kok kamu ada
disini ?” keyla terlihat salah tingkah dan kaget saat zaki melihat ia bersama dengan pria lain.
“ Aa anter pulang ya ?” ajak zaki tetap kelem sambil menahan diri.
“ Heh,. siapa sih loe ngajak cewek gue pulang ?” Tanya si laki-laki berjaket kulithitam bergambarkan Gun`s and Roses, menarik tangan keyla.
Bentakan silaki-laki itu langsung menyita perhatian teman-temannya, suasana menjadi sedikit tegang. Merekapun perlahan langsung berjalan kearah zaki. Desiran angin malam seakan tak mampu meredam luapan amarah zaki yang terbakar cemburu.
“ Beneran key ?” Tanya zaki menatap keyla tajam. “ Dia cewek gue tau loe..” sambung zaki dengan nada menantang.
__ADS_1
“ Udah hajar aja neh anak” seru salah
seorang yang berambut pirang berbadan kurus dengan anting-anting dikupingnya yang berada di dekat keyla.
Mendengar intruksi telah diturunkan zaki langsung menghajar hidung sipemuda
yang bersama keyla sampai berdarah, keributanpun tak dapat terhindarkan orang-orang yang sedang menikmati indah nya malem mingguanpun jadi terganggu.
Melihat zaki di kerubutin rijal dan indra langsung ikut membantu zaki. Tiga melawan dua puluhan orang lebih sungguh jumlah
yang tak seimbang. Beberapa pengunjung melihat menjauh dan cari tempat aman, ada yang merekamnya dengan camera ponsel.
Zaki ngamuk sejadi-jadinya badannya yang lumayan gede and tinggi memudahkan dia menghajar siapa saja yang berada didekatnya.
“ Za…” panggil indra lirih kesakitan dengan darah yang mengucur dari hidung dan kepalanya.
Zaki yang berada tak begitu jauh dari indra langsung menubruk dan membenturkan kepala lawannya keaspal berkali-kali
sampe berdarah. Zaki bener-bener kayak orang kesetanan sambil berteriak-teriak
dia menghajar siapa saja yang berada didekatnya, tak terkecuali firman yang sejak awal menjadi target utama babak belur
dibuatnya. Bogem mentah zaki berkali-kali mendarat di muka firmansampai hidungnya patah sebagai balasan untuk apa yang dia perbuat pada dhani.
Tak menunggu waktu lama suara sirine
polisi terdengar semakin mendekat terlihat lampu mobil polisi yang berkelap-kelip dari kejauhan perlahan mendekat, beberapa orang terlihat kocar-kacir menancap kencang motornya melarikan diri, zaki yang masih menghajar firmanlangsung ditarik oleh rijal karena melihat mobil polisi semakin dekat.
“ ZA, BURUAN KABUR…!!” seru rijal gelisah
sambil menarik tangan dan badan zaki.
“ **** YOU..!!” maki zaki seraya
mengacungkan jari tengahnya kepada firman yang terkapar tak berdaya berlumuran darah. Dan pergi sekencang-kencangnya
meninggalkan TKP.
Lengikingan suara motor yang cukup
memekakan telinga terdengar hingga radius beberapa puluh meter. Dengan nafas
yang turun naik zaki melirik kaca spionnya dan melihat mobil satpol PP terlihat semakin
mendekat proses penertiban berlangsung alot dengan diwarnai aksi kejar-kejaran
kayak difilm fast to Farious.
Malam minggu yang awalnya damai kini
berubah jadi mencekam. Suara tembakan peringatan beberapa kali terdengar. Bahkan
satu sepeda motor hancur karena bertabrakan dengan truk pengangkut tanah, pengemudinya langsung tewas ditempat. Peristiwa ini kontan jadi tontonan pengguna jalan yang kebetulan melintas. Sehingga membuat jalan sedikit macet.
“ Alhamdulilah… selamet juga akhirnya” ujar rijal dengan nafas tersengal-sengal.
“ Ya Allah.., gile kesian banget ya yang
tabrakan,.” indra menimpali pembicaraan indra sambilnmenahan rasa sakit.
“ Koncone firmaniku,” sambut rijal meladeni.
Zaki, rijal dan indra merebahkan tubuhnya di samping masjid jami Al-Mujahidun seraya melepas lelah, deru napas tak karuan naik turun sambil Manahan rasa sakit dan memar
ditambah pikiran yang nggak karuan bercampur aduk. Sedih,bkecewa, takut, amarah dan lain-lain sungguh malam yang tidak mengerikan.
Karena begitu lelah mereka tak menyadari kedatangan 3 anggota polisi berseragam lengkap yang langsung menggelandang mereka bertiga ke kantor polisi Tarumajaya- Bekasi.
----------
“ Kalian bertiga. Ikut saya..!”
seru salah seorang polisi membuka jeriji besi.
“ Kami bebas pak ?” Tanya rijal antusias.
“ Bukan, ada guru kalian yang mau ketemu..” tutur pak polisi yang mengawal mereka.
Zaki dan kedua sahabatnya langsung
digiring ke lobi utama kapolsek dengan rasa malu akhirnya mereka menemui pak rizal dan pak asep dan ada safei juga disana yang tengah asyik mengobrol dengan pak Herman Sujito, Kapolsek Tarumajaya. Dengan beberpa polisi lainnya.
“ Gimana za, betah disini hehehe?” Tanya pak rizal bemaksud meledek.
“ Nggak pak..” jawab zaki singkat sambil geleng-geleng kepala yang tertunduk.
“ Za, maaf yach, Jujur gue takut loe bertiga kenapa-napa makanya gue lapor sama pak rizal ” tutur safeisedikit merasa bersalah demi kebaikan temannya itu.
“ Nggak apa-apa koksantai aja, tindakan loe dah bener fei maafin gue ye. Ada rahasia dibalik rahasia..”
“ Maksud loe ?” safei mengerenyitkan dahi
“ Owh.., bukan apa-apa kok” ujar zaki tersenyum getir sambil teringat kejadian semalam saat keyla bersama selingkuhnya.
“ Za, lihat sopo sing teka tuch..” bisik rijal menyikut tangan zaki.
Saat mereka sedang asyik ngobrol keyla dan
risty datang ke kantor polisi. Dengan rasa malu keyla memberanikan diri menemui
zaki.
“ Za, kamu gak apa-apa ?” Tanya keyla merasa bersalah.
“ Ya.. gak begitu buruk..” jawab zaki dingin.
“ Aku dateng cuma mau minta maaf, aku tau
kamu pasti marah banget sama aku, itu hak kamu za..” keyla terlihat pasrah.
Risty tak dapat berkata apa-apa, ia memahami betul perasaan zaki seperti apa. pastinya kecewa dan sangat marah karena keyla selingkuh. Jujur risty termasuk orang yang kecewa dengan keyla.
“ Aku cuma nggak habis pikir aja kamu tega key, disaat aku masih berduka karena kepergian dhani kamu selingkuh didepan
mataku..” zaki menghirup napas panjang dan menghempaskannya perlahan “ Coba kamu bayangin key gimana kalo kamu ada diposisi aku?”sambung zaki menatap keyla tajam.
“ aku hilaf za, akujuga manusia biasa yang tak luput dari kesalahan..”
“ Basi tau gak sih, aku kira cinta mutulus key tapi..”
“ Cinta yang tulus tuch nggak ada za..
potong keyla membela diri.
“ Cintamu tak setulus cinta ibuku… “ ujar
zaki menatapkeyla lekat.
“ Terus kamu maunya gimana… ?” Tanya Keyla.
“ Kayaknya kita harus jalani hidup kita
masing-masing key, akurasa itu jalan yang terbaik..”
“ Ya udah kalo itu keputsan yang terbaik akubisa terima..” ujar keyla seraya menitikan air mata dan langsung memeluk zaki untuk yang terakhir kalinya.
Kebahagiaan yang bekedok cinta hanya akan
__ADS_1
menyisakan duka dan lara, tapi kebahagiaan yang dibalut oleh serpihan kasih sayang dan butiran keikhlasan akan menuntun seseorang menuju kebahagiaan yang hakiki.
----------