CLBK (Cinta Love Bikin Kesal) 2020

CLBK (Cinta Love Bikin Kesal) 2020
Episode 1 - Love


__ADS_3

"Loveeeee! Awas kamu ya!!!"


Love makin mempercepat langkahnya, berusaha secepat mungkin meninggalkan sekolah. Tapi belum lagi ia berhasil melarikan diri, pria setengah baya yang ingin ia hindari sudah berhasil menemukannya.


"Loveeee, sini kamu! Kembaliii!" teriak Pak Darman sambil mengacungkan tangannya. Wajahnya merah padam saat berlari menyusul Love.


Jelas Love tak mungkin menuruti keinginan itu. Langkahnya sudah berubah menjadi lari cepat. Pak Darman, guru menjengkelkan di dunia untuk Love.


"Love, Love... Kamu dipanggil tuh!" kata beberapa teman Love yang dilewati gadis itu.


Tapi Love terus berlari, tak peduli bahkan tak berani menoleh.


Melawan kecepatan gadis remaja yang lincah bagai kijang itu tentu saja tak mampu dilakukan oleh Pak Darman. Ia sudah terengah-engah sebelum bisa menyamai langkah Love. Ia bahkan terpaksa berhenti sejenak. Tepat saat itu Love sudah sampai di depan gerbang sekolah.


"Pak Darman tersayaaaang! Sampai jumpa minggu depan. Dadaaaah!" pekik Love menggoda Pak Darman dengan melambai-lambaikan tangan, sebelum berlari menuju mobil yang menjemputnya.


Di dalam mobil, supirnya, Anto telah menunggu. Punggung Anto langsung ditepuk keras oleh Love begitu ia sampai. "Bang! Ayo buruan! Love lagi dikejar!"


Anto hanya tertawa kecil, segera menuruti perintah nona mudanya. Love sendiri melesat menuju kursi di sisi supir. Ia tak pernah mau duduk di belakang seperti umumnya nona muda yang lain. Baginya, Anto sudah seperti kakak dan sahabat.


"Kamu apain lagi Pak Darman tadi hmmm?" tanya Anto begitu mobil sudah melaju di jalan raya.


"Tadi pagi kan Love telat tuh, Bang. Terus Pak Darman ngehukum Love, marah-marah. Love disuruh ngepel tau, Bang! Satu lorong dari kelas 10 sampe 11 semuanya Love doang yang ngerjain. Eeeh... Love selesai malah dilanjutin dengar Pak Tua itu ngomel."


"Emangnya dia ngomel apa?" tanya Anto kalem.


Bibir Love cemberut. "Dia bilang... 'Love, Love, Love, kurang-kurangi bandelmu itu! Ini tekanan darah Bapak naik terus gara-gara kamu! Kamu belum lulus, Bapak udah kena stroke'... Tuh gitu tuh ngomongnya!"

__ADS_1


Anto tertawa. Memang ini bukan pertama kalinya Love bercerita soal Pak Darman. Nyaris tiap hari malah.


"Terus tadi kenapa dia ngejar kamu? Kan udah dihukum tadi pagi."


Love memperbaiki posisi duduknya. "Tadi itu Love mau rekon....sili... asi. Baekan. Jadi Love buatin kopi spesial buat Pak Darman tersayang. Eh, dia malah makin nyap-nyap."


"Kok bisa?" tanya Anto heran.


"Soalnya kopi spesialnya Love itu benar-benar spesial. Spesial pake garam! Hahaha!" Tawa Love meledak lagi.


Anto tertawa terbahak-bahak. Benar-benar khas Love! Gadis badung yang suka sekali menjahili orang.


"Makanya kalau sekolah itu jangan pake telat kenapa, Ve? Kan sudah Abang bilang bangunnya pagian," nasehat Anto setelah tawanya mereda.


"Ya kan bangun pagi juga perlu usaha, Bang! Nah Love udah usaha tau, Bang... Tapi gak tau kenapa nih mata Love susah banget buat bangun."


"Makanya kalau malam jangan keseringan nonton drama Korea terus! Jadi susah kan tidurnya."


Anto tersenyum. “Kenapa gak manggil Bik Titin aja? Udah tahu kamu susah tidur sendirian.”


“Makanya, Love nonton konsernya EXO aja dah.”


“Laaah, katanya tadi mau tidur. Kamu kan bentar lagi ujian, Ve. Baca buku, belajar yang rajin. Jangan kebanyakan maen.”


Love menggeleng-geleng. "Ndak mau! Love bosan! Semua tulisan bikin Love ngantuk."


"Naaah itu dapat jawabannya. Baca buku aja biar bisa tidur," kata Anto sambil tertawa lebar. Tapi gadis itu malah bergidik ngeri.

__ADS_1


Andai saja tak ada kewajiban belajar bagi setiap anak, Love akan sangat bahagia. Ia bisa menikmati kesenangan setiap hari dengan membaca komik kesayangannya, memandangi Sehun sambil mengkhayalkan pesta pernikahan mereka yang akan diramaikan konser kecilnya EXO... Aaaah, membayangkan itu saja Love ingin sekali menjerit senang.


Senyum di wajah Love mengundang ingin tahu dari supirnya.


"Tuh, si Enon ngayalin apalagi nih?? Pasti Sehun lagi nih!" tebak Anto. Ia sudah sangat hafal kebiasaan nona mudanya. Satu-satunya yang bisa membuat cengiran lebar muncul di wajah gadis itu hanyalah Sehun, salah satu anggota boyband Korea.


Dulu, Anto tadinya tak mengenal siapa itu Sehun.


"Gak kenal? Gak kenal Sehun? EXO? EXO juga? Terlalu... Sungguh terlalu!" desis Love ketika ia bertemu Anto dua tahun lalu, saat Anto selalu menggeleng tak mengerti. Ia melihat Anto seakan berasal dari planet lain.


Saat itu Anto baru bekerja. Anak dari Pak Amin, tukang kebun keluarga Hadid Syamsuri. Anto jelas tak mengenal semua yang dikatakan Love. Ia terlalu sibuk sekolah, dan kemudian kuliah. Sejak SMA, ia bahkan sudah harus mencari pekerjaan sampingan untuk membantu biaya. Saat ini pun ia terpaksa menjadi supir Love karena biaya kuliahnya makin besar dan karena Pak Hadid hanya percaya padanya.


Sejak Love baru lahir, Anto sudah sering menjaga seperti adiknya sendiri. Tapi ia tak pernah benar-benar mengenali gadis kecil itu sampai resmi menjadi supir pribadinya. Berbekal pengalaman memiliki 4 adik, Anto pun memperlakukan Love seperti adiknya sendiri. Itu sebabnya ia berusaha keras memahami semua yang disukai Love.


Setelah dua tahun dijejali foto, video bahkan poster berbagai ukuran boyband bernama EXO termasuk anggota spesial bernama Sehun, Anto bahkan mampu menyebut ke-12 orang tersebut, termasuk siapa saja yang kemudian keluar dari band itu.


"Bang! Bang! Itu siapa?" tanya Love menepuk-nepuk siku Anto, saat mobil berhenti tepat di depan rumah Love, sedang menunggu pintu otomatis yang terbuka dengan pelan.


Kenangan Anto buyar seketika, ia melihat ke arah yang sedang diperhatikan Love. Ke arah mobil hitam yang berada tepat di depan mereka, di depan rumah lain.


Ada dua laki-laki keluar dari mobil. Salah satunya dikenal Anto. Tapi pria muda yang tinggi itu tak bisa ia lihat wajahnya.


"Itu Pak Wibowo kan, Ve? Kalau yang satunya.... " Anto memicingkan mata dan memajukan tubuhnya, berusaha mengenali pria tinggi yang keluar dari dalam mobil itu. "... Abang gak kenal, Ve," lanjutnya lagi sambil menoleh ke samping.


Kursi penumpang di sebelahnya sudah kosong dan nona mudanya sudah melesat meninggalkan mobil. Anto hanya bisa melongok tak percaya. Loh kirain tadi menunggu jawaban darinya.


"Om Bowo! Apa kabar?" pekik Love sambil mendekati pria berumur 65 tahun itu dengan riang. Tanpa ragu, gadis itu berlari memeluk Pak Wibowo yang tersenyum lebar.

__ADS_1


Sementara pria muda di sebelah Pak Wibowo menatap tajam pada keduanya.


Beraninya anak SMA ini memeluk Papa di depan matanya!


__ADS_2