CLBK (Cinta Love Bikin Kesal) 2020

CLBK (Cinta Love Bikin Kesal) 2020
Episode 4 - A Beautiful Artist


__ADS_3

Saat naik, keriuhan terdengar lagi. Jelas saja, hampir seluruh penumpang bis itu laki-laki kecuali Leni dan satu lagi asisten lain bernama Dina. Namun tak seperti dua gadis itu, Love jauh berbeda.


Penampilan Love selalu menarik perhatian, apalagi begitu ia membuka penutup wajahnya. Bibir mungil yang merah, sepasang mata besar dengan bulu mata lentik, hidung mancung , kulit kuning langsat yang bersih dan wajah bak boneka. Senyum juga selalu terlihat di wajahnya.


Tapi semangat mereka langsung dipatahkan oleh perkenalan oleh Leni. "Ayo semuanya! Kenalkan ini pacarnya Pak Mike. Mbak ini tadi tertinggal mobil Pak Mike. Kalian harus hormat sedikit!"


Love melambaikan tangannya. "Halo semua!"


"Halo Mbak... "


"Halo Nyonya... "


Seruan membalas tak kompak itu memancing tawa Love.


"Panggil aja Love, namaku Lovely!" ujar Love sambil tertawa. Ia tak bisa menyembunyikan rasa gembiranya dipanggil seperti itu.


"Wooow! Ini Mbak Lovely yang artis itu kan? Yang penyanyi suka main piano dan gitar itu kan?" teriak salah satu anggota rombongan yang berada paling belakang. Ia berdiri sambil menunjuk layar ponselnya. Sebuah artikel terlihat bersama foto Love.


Semua orang menoleh ke belakang, sebelum kembali menatap Love tak percaya. Bagaimana bisa gadis dengan penampilan sederhana dan berkesan tomboy itu seorang artis?


Lalu terdengar seruan lain. "Mbak Lovely! Aku follower-mu sejak tampil di pembukaan olahraga itu loh! Nanti boleh minta tanda tangannya gak, Mbak?"


Semua orang makin terkesima mendengar informasi itu, mereka menatap Love yang kemudian mengangguk-angguk.


Bahkan Leni pun tak pernah menyangka kalau gadis mungil di sampingnya itu seorang pekerja seni. Tapi kemudian ia memperhatikan tangan Love.


Tentu saja, itu jelas bukan tangan yang terbiasa diam. Tangan mungil panjang yang penuh urat otot timbul, memperlihatkan latihan keras yang ditempa dari kecil. Mungkin ia juga seorang pemain alat musik.


Love hanya tertawa. Mengangguk-angguk tanpa mengatakan apa-apa.


Setelah perkenalan singkat itu, Love duduk di sebelah Leni. Untuk beberapa saat, Leni sempat mengobrol dengan Love. Tak ada yang serius, hanya membahas beberapa hal yang kebetulan terlihat oleh mereka saat bis meluncur di jalan raya. Rupanya ini bukan pertama kalinya Leni ke Balikpapan.


Karena Love harus bangun sebelum subuh untuk latihan sebentar sebelum berangkat, baru beberapa menit bus berjalan, ia sudah terlihat mengantuk. Karena tak ingin mengganggu istirahat Love, Leni pun berhenti bicara.


Selagi Love tertidur, suara para pria belakang malah makin asyik membicarakannya. Berdasarkan informasi dari salah satu follower Love tadi, mereka mulai mengeksplorasi informasi mengenai gadis muda itu melalui media sosialnya.


Bahkan Leni diam-diam ikut mengintip informasi itu dari ponselnya sendiri setelah menguping begitu ia memastikan Love benar-benar tertidur.


Gadis muda itu ternyata punya segudang prestasi seni. Mulai dari mewakili sekolah, lembaga hingga negara untuk kompetisi piano internasional sejak usianya baru 10 tahun.

__ADS_1


Dunia tarik suara baru mulai ia jalani saat menjelang lulus SMP. Tapi belakangan intensitas penampilan Love berkurang. Gadis itu lebih banyak menyanyi di kanal video miliknya.


Akun media sosial Love sebenarnya dikelola oleh manajemen artisnya. Tapi akun itu juga penuh dengan foto-foto selfie Love yang telah dipilih secara hati-hati.


Ada yang sendirian, ada yang bersama teman-teman di kelasnya, ada juga saat ia bersama teman-teman sesama artis. Tapi lebih banyak foto saat ia tengah bermain piano, gitar atau menyanyi.


Setelah melihat wajah cantik Love yang terlihat dari berbagai sudut dan nyaris semuanya menampilkan wajah tanpa make-up kecuali saat performance, maka hampir semua karyawan pria grup Mahkota yang berada dalam bus yang sama itu menjadi follower barunya.


Sementara gadis yang mereka puja itu tertidur makin lelap. Iba melihat kepala gadis itu sesekali terantuk jendela, Leni pun memindahkan kepala gadis itu ke bahunya. Lalu ia tersenyum sendiri. Sebuah ide tiba-tiba melayang dalam pikirannya.


Menggunakan ponselnya, Leni mengambil foto selfie dengan Love yang sedang tertidur di bahunya. Kemudian sambil tersenyum-senyum, ia memposting foto itu dengan caption 'When a star do her sleeping beauty beside you!'


Sekali lagi Leni memandangi postingan terbarunya. Ia tersenyum. Tak seperti Love di akun aslinya, Love yang tertidur tampak seperti bayi polos. Sangat imut dan menggemaskan.


Perlahan Leni yakin, mungkin itu sebabnya wajah tampan tapi galak ala Mike pun tak bisa menahan pesona Love.


Leni baru berniat memejamkan mata ketika ponselnya bergetar. Sekali. Hmm.. pasti notifikasi like dari postingannya barusan. Leni tersenyum simpul tanpa berniat memeriksa.


Tapi, getar notifikasi terus terasa. Membuat Leni terkesiap. Ia melihat layar ponselnya, dan notifikasi muncul tanpa henti.


Astaga, apa yang terjadi!!


Buru-buru Leni menekan layar ponsel dan matanya hampir meloncat keluar melihat tiga angka digit sudah menyukai postingannya. Ratusan komentar juga sudah ramai di bagian bawah postingan itu. Leni tak bisa berkata apa-apa.


- Hei, Lovely-ku kenapa ada bersamamu?!?


- Siapa orang ini? Kenapa ratu kita tidur dengan sengsara seperti itu????!


- Hei, dia berada di kota yang sama denganku!!! Astaga! Astaghfirullah!


- Wow, gak nyangka Mbak Leni temennya artis terkenal!!


Ketika Leni masih kebingungan, ponsel bergetar. Kali ini bukan notifikasi tapi telepon masuk. Nama Mike muncul di layar. Leni segera menjawabnya.


"Halo?"


"Kamu kenal Lovely di mana?"


Buum! Leni lupa kalau Mike juga mengikuti akunnya. "Itu... saya baru kenal, Pak," aku Leni.

__ADS_1


"Maksudmu? Dia sama kamu sekarang?" tanya Mike dengan intonasi berbeda. Terkesan kaku dan sedikit tajam.


"Ii... iy.. ya, Pak! Dia tadi menyusul Bapak, tapi Bapak sudah pergi, jadi naik di bus sama saya dan rombongan..."


"Sekarang dengarkan saya, Len! Hapus postingan kamu sekarang juga! Lalu hentikan bus ini di tempat terdekat! Nanti saya susul kamu di sana," potong Mike cepat. Ada nada panik terdengar dari suaranya.


Leni melirik ke luar jendela bis. "Tapi Pak, kita sudah di tengah hutan. Paling nanti kalau bertemu warung atau restoran. Lagipula Bapak tidak bisa kembali. Kita harus sampai sebelum malam ini ke lokasi, Pak!"


Mike terdiam sebelum kembali bicara. "Baik. Saya akan berhenti di restoran terdekat, nanti saya kasih kamu alamatnya, nanti kamu susul dan berhentilah! Anak-anak juga perlu istirahat makan."


"Ba... baik, Pak!" jawab Leni gugup.


Ternyata Love juga terbangun. Mata gadis itu masih tampak mengantuk dan berkedip-kedip berulangkali. "Siapa, Kak? Mas Mike ya?"


Leni mengangguk. "Iya, kita disuruh stop dan beliau nungguin kamu, Lov."


Love hanya menjawab dengan anggukan, sebelum ia kembali bersandar dan tidur lagi. Tak menyadari kepanikan di wajah Leni. Sementara Leni buru-buru membuka akun media sosialnya.


Meski agak berat, ia menghapus foto yang baru saja ia posting tadi.


Selama ini pengikut Leni hanya puluhan orang. Selain rekan kerja di kantor, teman dari rekanan perusahaan atau teman-teman lama saat masih kuliah dulu, juga beberapa anggota keluarga, tak ada lagi yang mengikutinya di luar lingkungan pergaulan.


Ada yang lain juga sedikit sekali. Kalaupun follower-nya bertambah, paling-paling hanya 1-2 minggu sebelum kembali menciut pada angka semula.


Tapi hanya dengan sebuah foto Love, mendadak pengikut akunnya bertambah nyaris sepuluh kali lipat. Untuk pertama kalinya pula akunnya dihujani ribuan like dalam hitungan menit.


Sungguh luar biasa pengaruh gadis yang pengikutnya sendiri nyaris mencapai 2 juta itu.


Padahal ia terlihat seperti gadis biasa. Kalaupun ada yang berbeda, itu pasti kecantikannya. Leni sangat mengakui itu. Tapi orang yang lebih cantik dari gadis ini juga banyak. Gadis ini juga tertidur dan bertingkah selayaknya gadis muda biasa.


Tak ada yang aneh atau berlebihan dalam penampilannya. Pakaiannya, celana dan sepatunya, bahkan ransel yang ia letakkan di kakinya itu bukan barang-barang bermerek. Ia tergolong gadis yang sederhana untuk seorang artis terkenal. Itu sebabnya Leni pun bersikap santai.


Tapi jika Mike, si pria angkuh yang dingin itu saja sampai terdengar panik dan nyaris melupakan tanggung jawabnya, maka Leni yakin, ada sesuatu yang luar biasa di balik semua kesederhanaan Love.


Bahkan tanpa mengerti alasannya, Leni sendiri menyukai gadis ini. Ia tak pernah punya adik, dan Love menggambarkan sosok adik yang ia inginkan. Pemikiran yang membuat Leni tersenyum.


Dengan penuh kasih, ia memindahkan kepala Love sekali lagi ke bahunya. Love menggeliat dan kedua tangannya melingkari lengan Leni. Makin terlelap masuk ke dalam mimpi.


****

__ADS_1


 


 


__ADS_2