Conqueror of World

Conqueror of World
Chapter 2 - Guild and Job


__ADS_3

"GAAAAAAHHHHHHHHHHH!!!" Teriak Alvin dengan sangat keras hingga ia langsung melakukan 3 serangan cepat menuju batu besar yang berada di depannya menggunakan pedang yang baru saja ia beli dengan harga 300 Silver Balls dan juga sisa 200-nya lagi ia belikan sebuah Kisetsu yang meningkatkan kecepatannya,  Alvin berputar ke belakang lalu ia memasukkan kembali pedangnya ke belakang punggungnya.



*JRAAATT!!!*



Batu besar yang ia serang langsung hancur berkeping-keping, Alvin mulai menatap Korrina yang sedang berlatih pedang dengan menyerang beberapa boneka jerami. "JYAAAHH!!!" Korrina mengayunkan pedang yang sama seperti Alvin menuju leher boneka jerami itu dengan cepat hingga leher boneka tersebut langsung putus dari tubuhnya.



"Hmph! Apa yang aku harapkan dari player Korrina yang selalu menggorok arah leher." Alvin mulai menyilangkan kedua lengannya selagi tersenyum kalem melihat cara bertarung pacarnya yang selalu mengarah leher musuh.



Mereka sudah menghabiskan 5 hari dalam bermain CoW dan 4 hari ini mereka selalu berada di ruang pelatihan berpedang, mereka tidak berhenti berlatih hingga mereka bisa menyempurnakan pergerakan berpedang mereka dan sekarang juga mereka sudah berada di Level 6.



Ruang pelatihan ini juga memiliki EXP ketika seorang player berlatih dengan sangat keras dan menghancurkan semua barang yang ada di ruang pelatihan itu. Pergerakan Alvin dan Korrina sudah meningkat dengan cepat karena tubuh fisik mereka di dunia asli, terkadang stats game juga mempengaruh sesuai tubuh yang ada di dunia asli. Alvin dan Korrina selalu saja berolahraga di rumah mereka karena mereka memiliki alat olahraga, jadi tubuh fisik mereka ini kuat di dunia asli dan nyata.



Korrina menghampiri Alvin lalu ia memukul halus bahu kanannya. "Apakah kita sudah siap untuk membuat party?" Tanya Korrina. Party adalah sekelompok karakter yang berpetualang bersama, CoW memiliki batas party yaitu hanya diperbolehkan 5 orang dan itu adalah jumlah batasannya, dan jika Alvin dan Korrina sudah berada di party bersama maka mereka akan mendapatkan EXP yang sama setiap mereka mendapatkan EXP.



"Sepertinya begitu... Lebih bagus jika kita memiliki Guild." Ucap Alvin. Guild adalah kelompok yang diisi oleh 3 player yang sudah mencapai level 1 (minimal). Dalam menjalankan aktivitasnya, guild hanya bisa menampung sampai 10 player (batas)



"Ahhh, guild ya... Jangan-jangan kau ingin mencari rekan baru dalam petualangan kita 'kah?"



"Tidak, aku lebih menyarankan guild saja karena memiliki sistem yang sama dengan Party." Alvin mengeluarkan pedangnya dari belakang lalu ia menatap pedang tersebut. "System Access: Sword Status"



[Plantinum Skin Sword]


[ATK 14-20]



"Pedang kita ini sama dan mulai perlahan sudah tidak berguna lagi bagi kita... Sepertinya kita membutuhkan pedang yang lebih kuat dari ini, sekitar 50 ATK saja sudah cukup bagiku untuk membantai semua monster dan player yang menurutku lezat." Alvin mulai memasukan kembali pedangnya di belakang punggungnya.



"Mari kita membeli yang lebih mahal, tapi kita harus membuat guild dulu, menjalankan quest yang memberi kita Golden Balls agar kita bisa mendapat pedang yang lebih bagus." Ucap Korrina dengan ia memiliki rencana yang sudah ia rencanakan ketika ia berlatih.



"Ya, sudah ditentukan ayo---" Korrina tiba-tiba menunjuk mulut Alvin hingga ia berhenti berbicara. "Kita harus log-out dulu, bukannya sekarang sudah waktunya untuk malan malam?"



"Ahh, iya..."



"System Access: Log-out." Alvin dan Korrina perlahan menghilang, kedua penglihatan mereka tiba-tiba buram dan menggelap lalu mereka terbangun di atas kasur dengan Transmission-Gear yang masih menghalangi seluruh kepala mereka. Alvin perlahan melepaskan Gear-nya dari kepalanya lalu ia duduk di atas kasur selagi menatap kedua tangannya.



Korrina menghampiri Alvin lalu ia memeluk kepalanya. "Apakah kau masih merasa kesal bahwa semua akun-mu hilang?" Tanya Korrina.



"Tidak, aku hanya sedikit kesal bahwa aku harus memulai semuanya dari stats awal lagi." Alvin bangkit dari atas kasur lalu ia berjalan pergi meninggalkan kamarnya dan Korrina mengikutinya dari belakang.



Beberapa menit kemudian, Alvin dan Korrina sedang makan malam bersama di ruang makan, di ruangan makan mereka terdapat sebuah TV yang sangat besar dan TV itu sedang menunjukkan berita CoW. Semua barang yang mereka miliki itu dibiayai oleh keluarga Korrina, keluarganya itu sangat kaya sekali hingga mampu membeli negara yaitu negara Amerika dan juga kedua orang tua Korrina merestui mereka berdua untuk menikah karena kedua orang tua Korrina melihat Alvin sebagai laki-laki yang sangat bisa di handalkan ketika melindungi Korrina. Mereka mendapatkan CoW juga karena berkat Keluarga Korrina. 



"CoW hanya bisa dimainkan dengan satu percobaan atau bisa disebut dengan menggunakan hanya satu akun, jika seorang player mati dalam game maka dia selamanya tidak akan bisa bermain CoW lagi, dia resmi telah banned dari game CoW" Ucap seorang Reporter yang sedang menjelaskan semua peraturan tentang CoW.



"Bukannya semua itu percuma? Pasti terdapat orang bodoh yang akan membeli Transmission-Gear baru atau membuat akun baru untuk masuk ke dalam CoW." Ucap Korrina selagi meminum cangkir teh-nya.



"Mustahil. Transmission-Gear adalah alat canggih yang mampu melakukan scan terhadap seluruh kepala kita termasuk otak kita juga, walaupun kita membeli Transmission-Gear baru maka kita masih tidak bisa masuk ke dalam CoW karena perusahaan dari Transmission Gear yaitu Highly Corporation Future atau bisa disingkat dengan HCF telah mengambil semua data tentang semua player yang pernah menggunakan Transmission-Gear, jadi mereka yang membeli gear baru atau game CoW baru itu sama saja bahwa otak mereka itu sudah hilang entah kemana... Mungkin kena jentikan thanos."



"Jadi begitu ya... Perusahaan HCF memang benar-benar tegas dalam hal teknologi, cukup mengerikan."



"Bukan tegas melainkan mereka itu cukup pelit dan berbahaya... Beberapa manusia telah kehilangan nyawa mereka karena memaksakan diri mereka untuk masuk secara paksa ke dalam CoW dengan membuat sebuah akun baru tanpa henti, mereka yang melakukannya secara paksa dan terus mencoba untuk membuat akun baru maka dia akan terkena kejutan yang berkekuatan 100.000 volt, dengan hal itu terjadi maka nyawa yang memaksa masuk ke dalam game itu tidak terselamatkan karena otak mereka akan pecah karena di serang oleh listrik yang memiliki 100.000 volt dan hal itu terjadi oleh Transmission Gear."



"Transmission Gear dan Conqueror of World itu sama-sama dibuat oleh perusahaan yang sama..." Alvin mulai memegang dagunya. Korrina cukup terkejut mendengar itu karena hanya manusia bodohlah yang kehilangan nyawa demi game, nyawa itu bukanlah sesuatu yang bisa kita beli dengan mudah jadi dunia asli itu sama seperti game tetapi kau hanya memiliki satu nyawa dan tidak bisa respawn kembali.



"Cukup mengerikan juga jika dipikir-pikir..." Ucap Korrina dengan wajah yang serius. Berita TV tiba-tiba menunjukkan dua orang yang sedang menjelaskan tentang game CoW itu.



"Wahhh, sepertinya di era canggih ini kita memiliki game VRMMORPG yang sangat realistis, kita bahkan bisa melihat darah kita juga dan juga merasakan kesakitan dari sebuah tebasan pedang, game yang sedang kita perbicarakan ialah Conqueror of World." Ucap salah satu dari orang itu.


__ADS_1


"Hebat sekali bukan?! Merasakan kesakitan dari dunia game itu sudah sangat amat realistis!!! Bagaimana bisa kita merasakan kesakitan itu walaupun kita sedang berada di dunia game?"



"Yahhh... Perusahaan HCF memang benar-benar mengerahkan semuanya terhadap Virtual-Gear yang bernama Transmission Gear atau bisa disingkat dengan TG. Cara bekerjanya karena TG yang mampu melakukan scan terhadap seluruh bagian kepala hingga si otak mampu mendeteksi sebuah kesakitan di game hingga tubuh tiba-tiba akan dikejutkan oleh TG itu."



"Apakah itu aman?"



"Tentu saja, hanya kejutan kecil, tapi seluruh tubuh player akan merasa kesakitan lebih menyakitkan di game, jadi jangan perlu mengkhawatirkan tentang kejutan listrik kecil terhadap tubuh."



"Mari kita lanjutkan. Conqueror of World adalah game VRMMORPG yang paling diminati oleh semua orang bukan diminati oleh kalangan gamers saja melainkan semua orang, di dalam game itu sangatlah seimbang karena status player bisa di setting dengan sendirinya melalui Status Poin (SP), Dan setiap job dan ras di dalam game itu sudah benar-benar di seimbangkan oleh perusahaan Conqueror of World."



"Setiap Player pemula dapat memilih nickname mereka, penampilan mereka, gender mereka, dan 10 ras yang terdapat di game CoW. Disetiap Level 1 player akan mendapatkan 10 SP untuk meningkatkan status mereka."



"Status yang terdapat di game CoW ialah... HP, MP, STR, DEF, AGL, INT, dan LUCK."



•Health Points (HP) - meningkatkan jumlah karakter kerusakan yang dapat diambil sebelum mati.


•Mana Points (MP) - meningkatkan jumlah sihir yang bisa diluncurkan karakter selama pertempuran.


•Strength [STR] - meningkatkan output kerusakan fisik karakter.


•Defense [DEF] - mengurangi jumlah kerusakan fisik yang diberikan pada karakter.


•Agility [AGL] - meningkatkan output kecepatan atau kelincahan karakter.


•Intelligence [INT] - meningkatkan output kecerdasan karakter.


•Luck [LUCK] - meningkatkan keberuntungan.



"CoW juga cukup popular karena menyediakan sebuah tournament yang selalu keluar setiap minggu di setiap kota ras yang kau pilih. Hadiah dari tournament itu juga mengandung uang yang cukup besar yang berjumlah minimal 1 milliar dan maksimal 50 milliar."



"Whoa...!!! Pasti pendaftaran di setiap tournament itu akan penuh dengan player-player yang menginginkan hadiah besar itu...!"



Alvin dan Korrina sama sekali tidak tertarik dalam hal itu karena mereka hanya tertarik dalam membunuh player yang menurut mereka itu cukup menarik dan juga... Alvin memiliki tujuan yang lebih penting untuk memainkan CoW. "Diriku ini yang telah menjadi seorang player pembunuh sejak game VRMMORPG pertamaku, aku memainkan CoW hanya untuk bersenang-senang, membunuh, mencari kekuatan yang lebih dan melampui batasan diriku, dan juga yang terakhir adalah balas dendam terhadap kesembilan hacker yang pernah mencuri akunku." Ucap Alvin dengan ia mengepalkan kedua tinjunya.



"Ahhh...? Jika itu maumu maka aku dengan senang hati akan membantumu, Alvin. Kesembilan player yang pernah mencuri akunmu sudah jelas akan bermain game CoW." Jawab Korrina.




"Selamat datang kembali, player Alvin."



Setelah selesai makan malam, Alvin dan Korrina langsung bergegas melanjutkan permainan mereka. Ia menatap dirinya sendiri di cermin yang besar karena ruangan pelatihan itu menyediakan sebuah cermin entah kenapa. "Wajahku sudah jelas mirip seperti pembunuh ya, Korrina?"



"Mungkin, walaupun begitu aku masih tetap mencintaimu karena aku akan selalu bersamamu di setiap petualangan yang kita alami." Korrina memegang tangan kanannya lalu ia membawa Alvin pergi keluar dari ruang pelatihan untuk pergi menuju Guild Hall.



Selagi mereka berjalan di tengah kota, mereka juga mulai memperbicarakan game ini. "Tujuan CoW rilis adalah untuk menjadi seorang player menjadi penguasa game ini ya? Caranya gimana..." Ucap Korrina selagi berpikir tentang itu.



"Entahlah, game ini memiliki semua tipe dungeon dengan batasan level-nya masing-masing. Aku tidak bisa melihat bahwa game ini memiliki akhir karena kita tidak memiliki batasan untuk menaikan level, kita bisa saja melampui angka sejuta dalam menaikan level." Ucap Alvin dengan wajah yang serius.



"Jika level tidak memiliki batasan maka status kita juga sama... Status kita bisa saja berjuta-juta jika kita level 1 juta." Ucap Korrina dengan wajah yang sangat serius.



Beberapa menit kemudian mereka berdua telah tiba di Guild Hall, Alvin menghampiri seorang NPC yang memiliki gender wanita manis. "Halo, selamat datang." Ucap NPC tersebut.



"Kami datang untuk membuat Guild, hanya dua orang sudah cukup. Aku ingin secepatnya barang itu jadi." Ucap Alvin dengan wajah yang sangat serius.



"Di permohonkan untul anda mengisi formulir registrasi dalam membuat Guild baru." NPC itu memberi Alvin sebuah kertas dan pulpen, Alvin mengambil pulpen itu lalu ia menatap kertas tersebut.



[Guild: ------]


[Member: ------]



Korrina menatap kertas tersebut lalu ia mulai memikirkan sebuah nama Guild yang bagus karena Alvin itu sangat buruk dalam menamakan sesuatu. "Korrina, kau mau nama Guild kita menjadi apa?" Tanya Alvin dengan wajah yang serius.



"The Brutal Massacre?" Korrina merekomendasikan nama Guild yang baru ia temukan di dalam pemikirannya, Alvin dengan cepat langsung menulis The Brutal Massacre atau bisa disingkat dengan nama TBM dan ia juga tidak lupa untuk menulis namanya sendiri dan Korrina.

__ADS_1



[Guild: The Brutal Massacre]


Member: -Alvin


                   -Korrina



Alvin memberi kertas yang ia selesai tulis kepada NPC tersebut lalu NPC tersebut mengambilnya. "Terima kasih banyak, tolong tunggu sebentar dalam pembuatan kartu Guild-nya ya." NPC itu langsung berjalan pergi meninggalkan Alvin dan Korrina.



"Akhirnya kita bisa berpetualang ya?" Tanya Korrina dengan sebuah senyuman di wajahnya.



"Hm... Dan lebih menyenangkannya lagi adalah aku bisa membunuh para monster dan player yang menurutku layak untuk dibunuh." Jawab Alvin dengan wajah datarnya.



Beberapa detik kemudian, NPC itu kembali dengan dua kartu guild yang ia pegang. "Terima kasih karena telah menunggu." NPC itu memberikan kedua kartu itu kepada Alvin dan Korrina lalu mereka berdua menatap kartu tersebut dengan teliti.



"Kedua kartu itu adalah kartu Guild kalian, kartu itu juga menunjukkan statusmu dan identitasmu di dalam game CoW. Tolong untuk menjaga kartu itu dengan baik jika kartu itu hilang maka kalian akan di denda 500 Silver Balls." Ucap NPC itu.



[Alvin Ghifari] [Legend] [Job: ---]


~Level 6~


•Guild TBM•


×Status×


•HP [1]


•MP [1]


•STR [45]


•DEF [1]


•AGI [10]


•INT [1]


•LUCK [1]



Kartu Guild Korrina menunjukkan stats seperti...



[Korrina Comi] [Legend] [Job: ---]


~Level 6~


•Guild TBM•


×Status×


•HP [3]


•MP [9]


•STR [26]


•DEF [3]


•AGI [18]


•INT [10]


•LUCK [2]



Korrina menatap status Alvin yang benar-benar kurang seimbang, seperti biasanya ia akan memilih untuk meningkatkan STR dan AGI terlebih dahulu dibandingkan stats yang lainnya. "Hahhh... Kau memang tidak berubah." Ucap Korrina dengan ia menghela nafasnya.



"Apakah ada job yang tersedih untuk kami?" Tanya Alvin kepada NPC tersebut hingga ia langsung mengangguk. "Sepertinya ada, kalian hanya perlu menggunakan System Access untuk memanggil jendela job." Ucap NPC tersebut.



"System Access: Job" Sebuah jendela muncul di depan Alvin dan menunjukkan job yang tersedia untuk dirinya. "Tahap pertama..." Ucap Alvin dengan wajah yang serius hingga Korrina menatapnya dengan tatapan yang kebingungan.



[Job List]


-Swordman



Swordman adalah job yang cocok untuk seorang player yang memiliki STR besar karena job itu akan menambahkan EXP dan Uang tambahan terhadap player tersebut ketika ia membunuh monster dengan pedangnya, ketika Alvin membunuh seorang player maka dia akan memiliki Job versi jahat dari Swordman yaitu <>. Tahap pertama yang ia maksud adalah Alvin berhasil memiliki job Swordman dan tahap keduanya sudah tidak jauh dari membunuh player dan mendapatkan job SwordSlayer.



Korrina memilih job yang sama karena ia pasti akan memiliki kesamaan yang persis dengan Alvin. "Kau sepertinya sudah mengetahui banyak tentang CoW, Alvin... Apa yang kau rencanakan?" Tanya Korrina yang masih belum mengerti dalam game CoW ini sedangkan Alvin dia sudah mengerti game itu karena ia sering membaca buku tentang CoW ketika ia berada di dunia nyata dan bahkan sebelum game itu rilis dia sudah membaca buku tersebut dengan sangat rajin-nya. Semua player yang handal pasti akan membeli buku panduan CoW lalu membacanya agar mereka semua siap ketika CoW telah rilis.



"Sudah jelaskan? Aku ingin job yang pantas untuk kita berdua yaitu... Killer" Alvin tersenyum dengan sangat arogan layaknya ia sangat tidak sabar untuk membunuh player.

__ADS_1




__ADS_2