
*BAMMMMMM!!!*
Hazuro langsung terkejut dengan apa yang ia lihat karena tangan kanan Alvin berhasil menahan hantaman palu yang ia pegang dengan hanya menggunakan tangan kanannya. Lengan kanan Alvin langsung bergetar karena telah menahan sebuah palu yang sangat berat juga kuat karena Hazuro adalah seseorang yang memiliki job SMASHER yang artinya memiliki hantaman seluruh tenaga yaitu STA, tetapi dengan mudahnya Alvin berhasil menahan palu tersebut dengan menggunakan tangan kanannya. "Hmph..." Alvin mulai tersenyum jahat.
"Untuk player seperti yang berada di posisi terdepan, kau cukup meningkat berkat guild TBS..." Ucap Alvin dengan wajah yang sangat serius, lengan kirinya masih berada di dalam perut Hazuro karena tadinya ia menebas belatinya masuk ke dalam perut Hazuro dengan sangat dalam. Alvin mengeluarkan lengan kirinya hingga Hazuro langsung memuntahkan darah yang sangat banyak, tetapi beruntungnya ia tidak mendapatkan efek samping dari belati milik Alvin.
Dengan cepat Hazuro menambahkan tenaganya hingga Alvin langsung menahan palu tersebut dengan sekuat tenaga sampai-sampai tanah yang ia injak mulai perlahan retak, Alvin memasukkan kembali senjata-nya ke dalam sarung belati yang terdapat di pinggang kirinya. "Aku akan memberi hadiah untuk dirimu karena telah membuat emosi kemarahanku menjadi emosi menikmati pertarungan ini...!!!"
Alvin langsung melompat mundur hingga palu yang ia tahan langsung menghantam tanah dengan sangat kuat hingga membuat sebuah lubang, semua player merasa sangat terkejut karena dengan status STR Alvin yang besar ia mampu menahan palu yang digunakan oleh Hazuro dengan sangat mudah.
Kizuki dan rekan-rekannya yang sedang berada di tempat menonton mulai memiliki perasaan yang aneh karena semua rencana Alvin memang benar-benar tidak bisa di tebak. "Status STR-nya memang tidak bisa kita remehkan begitu saja, ia mampu menahan berat dari palu tersebut..."
"Aku tidak mengerti... Bagaimana ia bisa bergerak dengan sangat cepat?! Dia sama sekali memiliko status AGI yang kecil juga ia tidak memiliki sihir buff yang meningkatkan kecepatannya bukan...?!" Tanya Renka dengan wajah yang sangat kesal melihat cara bertarung Alvin layaknya seperti seorang cheater.
"Itu sudah jelas karena sihir dari Energymines... Sihir itu cukup kuat juga dan hanya pantas bagi pembunuh seperti dirinya, seketika sihir itu terinjak dan meledak maka kecepatan pergerakan si pengguna akan meningkat cukup drastis selama 5 detik sedangkan seseorang yang menginjak Energymines itu akan mengenai 100% efek debuff pergerakan lambat atau bisa kusebut sebagai Slow Down..." Kizuki mulai menatap Alvin dengan tatapan yang sangat serius, ia terus menganalisis apa yang Alvin rencanakan karena ia menggunakan kesempatan itu untuk bertarung melawannya suatu saat.
"Dan Hazuro sepertinya cukup beruntung dengan tusukan dari belati milik Alvin, belatinya gagal untuk memberinya efek debuff..."
Mikal mulai menatap Hazuro dengan tatapan yang khawatir. "Hazuro...!!! BERJUANGLAH!!!" Teriak Mikal dengan sangat keras hingga Hazuro bisa mendengarnya dan ia juga telah mendengar penjelasan dari Kizuki berkat Guild Call itu, melihat eksperesi Hazuro yang terlihat seperti menganalisis sesuatu membuat Alvin cukup tertarik terhadapnya bahwa ia bertarung tidak sendirian.
"Menarik..." Alvin mulai menepuk tangannya sendiri, emosinya yang terjadi kesal mulai berubah menjadi emosi yang menikmati pertarungan yang ia alami saat ini. "Bagaimana...? Apa yang kalian pikirkan saat ini...? Cukup licik bukan?" Tanya Alvin dengan ia melebarkan kedua lengannya seperti menunjukkan seluruh tubuhnya.
"Bukannya sihir itu cukup indah bagi player pembunuh dan pelarian seperti diriku ini?"
"Energymines... Sihir yang mampu memberikanku buff kecepatan dalam pergerakan juga debuff keperlambatan pergerakan terhadap player yang telah menginjaknya, seluruh arena pertarungan ini sudah di penuhi dengan Energymines!" Alvin mulai tersenyum dengan sangat jahat juga licik.
"Hmph-hehehe... Hahahahaha!!!" Alvin mulai tertawa layaknya seperti penjahat, Hazuro mulai mencoba untuk tidak lengah terhadap player yang sedang ia lawan ini karena player itu pasti memiliki rencana yang sudah ia rencanakan sejak awal.
__ADS_1
"Akhirnya... Aku bisa bertarung melawan seorang player yang memiliki job Smasher, cukup menakjubkan karena aku juga telah melihat beberapa mangsa untuk makan malam..." Alvin mulai menatap semua penonton hingga semua penonton tersebut langsumg ketakutan dan merinding melihat wajah Alvin.
Alvin menatap Kizuki yang sedang menyilangkan kedua lengannya selagi menatap dirinya sendiri. "Ayolah, Kizuki! Sadarilah! Melalui diriku ini yang dipenuhi dengan rasa kesukaan dalam membunuh dan juga penyiksaan, kau pasti bisa bertambah kuat melihat diriku membunuh dan menyiksa yang kau telah anggap sebagai antagonis bukan...?" Alvin mulai menunjuk Kizuki dengan jari telunjuknya.
"Aku tidak mengerti apa yang kau katakan, membunuh atau penyiksaan itu adalah hal yang salah dalam dunia game ini... Era zaman sekarang sudah diresmikan bahwa dunia game ini sama persis dengan dunia nyata, jadi seharusnya terdapat sebuah keadilan terhadap player yang suka membunuh dan menyiksa player yang tidak berdosa!" Ucap Kizuki dengan wajah yang sangat serius.
Alvin mulai mengepalkan tinju kanannya hingga ia langsung menatap tinju tersebut selagi tersenyum. "Tentu saja kau tidak mengerti, otakmu itu sekecil bakteri... player sepertimu ini tidak akan pernah mengerti betapa menyenangkannya menyiksa dan membunuh player-player yang telah mengganggap dirimu ini seorang rendahan... Semua player itu memiliki otak sekecil bakteri hingga tidak mengerti dalam semua perkataan yang aku ucapkan."
"Contohnya seperti menatap matahari dengan kedua mata telanjang, tetapi tidak bisa di lihat karena terlalu terang..."
"Otakku ini berada di tingkat atas hingga setara dengan sistem dari dunia CoW... Game yang memiliki judul Conqueror of World, aku akan menguasai game ini lalu membunuh semua player dengan kesesuaian kehendakanku ini."
"Dia benar-benar sudah gila terhadap pemikirannya." Ucap Kizuki dengan wajah yang aneh karena telah mendengar perkataan Alvin yang tidak ia mengerti.
"Kenapa kau mulai berbicara dengan Kizuki?! Dia bukanlah lawanmu dan bukanlah player rendahan sepertimu!"
"Kau lebih pantas bertarung melawanku dulu!" Ucap Hazuro dengan ia langsung mengeluarkan sebuah botol yang berisi air berwarna merah, karena botol itu adalah sebuah botol yang mampu menyembuhkan luka hingga memulihkan HP menjadi semula. <>
"Ohhh, kau tidak akan mengerti, Hazuro! Waktumu bersinar sudah berakhir karena kau hanyalah sebuah pembukaan bagiku, layaknya seperti sarapan!" Ucap Alvin dengan wajah yang sangat serius. Ia langsung mengeluarkan paku yang tersimpan di pinggangnya lalu ia melempar paku tersebut menuju arah botol yang Hazuro pegang.
Paku itu mengenai botol yang Hazuro pegang hingga botol tersebut langsung pecah dan air-air yang berada di dalamnya mulai tumpah. Hazuro langsung merasa sangat terkejut melihat itu karena melihat paku yang bergerak sangat cepat itu, ia bahkan tidak bisa melihat setitik dari paku yang Alvin lempar. "Cihh...! Nrrghh...!" Hazuro mulai memegang erat palu-nya dengan eksperesi yang sangat kesal.
"Hazuro... Kau harus fokus dan berwaspadalah..." Ucap Kizuki.
HP Hazuro sekarang sedang berada di 78% sedangkan HP milik Alvin sedang berada di 63% karena hantaman palu yang ia tahan hingga mampu mendorongnya mundur, Alvin berencana untuk bertahan karena pertarungan ini memiliki batasan. Alvin mulai mengepalkan kedua tinjunya hingga Hazuro langsung melompat menuju arah Alvin.
__ADS_1
Hazuro langsung mencoba untuk menghantam seluruh tubuh Alvin, tetapi ia mulai menghindari seluruh serangan Hazuro dengan melakukan beberapa lompatan ke arah belakang. Ia mulai berpikir dengan skill dan sihir apa yang akan Hazuro keluarkan. "Skill dari Job Smasher dengan palu yang bernama Minotaur's Hammer... Berkaitan dengan tanah dan hantaman atau getaran daratan, juga dengan skill yang berkaitan tanah atau daratan..."
"SPINNING BREAKER...!!!" Hazuro langsung menggunakan skill palu-nya hingga ia melempar palu tersebut menuju arah Alvin. Alvin langsung menatap palu yang bergerak menuju dirinya, ia tiba-tiba secara refleks langsung mengeluarkan belati-nya dan juga ia langsung mengejamkan kedua matanya.
Hazuro menunjuk tanah-tanah dengan kedua lengannya. "Wahai tanah, kabulkanlah perintahku untuk menjebak musuhku! Stone Walls!!!" Hazuro langsung menggunakan sihir tanah-nya, ia tiba-tiba mengeluarkan dua tembok batu yang sangat besar juga tinggi di sebelah kiri dan kanan Alvin.
Alvin secara beruntung menebak apa yang akan Hazuro lakukan, ia langsung mengangkat lengan kanannya tetapi Hazuro langsung mengendalikan kedua tembok itu dan mencoba untuk menjebak Alvin dengan cara menghantam kedua tembok itu menuju Alvin seperti membuat sebuah roti lapis. "Kabulkanlah permintaanku, ubahlah lengan kiriku menjadi senjata yang bisa aku gunakan dengan aura-aura pembunuhku...!!! Aura Slide!!!" Alvin dengan cepat menggunakan sihirnya, Lengan kanannya langsung terlindungi dengan aura yang berwarna ungu, dengan cepat ia langsung menebas kedua tembok itu menggunakan sihir Aura Slide.
*BAMMMMMM!*
Suara ledakan mulai terdengar di arah depannya dan sepertinya Hazuro telah menginjak beberapa Energymines, Alvin langsung menatap ke depan dan ia tiba-tiba melihat palu yang berputar itu langsung di genggam oleh Hazuro. Hal itu membuat Alvin terkejut karena bagaimana caranya Hazuro yang telah terkena efek Slow down tiba-tiba bisa sempat berada di depannya selagi memegang palu-nya.
"A-Ahh---" Hazuro berputar lalu ia dengan cepat menggunakan skill dari palunya. "EARTH SMASHER!!!" Hazuro langsung mengayunkan palunya tepat menuju arah perut Alvin hingga ia tidak memiliki kesempatan untuk menghindar atau menahan serangan tersebut.
*BAGGGG!!!*
"Gahhhh!!!" Alvin langsung memuntahkan banyak darah di mulutnya hingga HP-nya langsung menurun hingga berhenti di 49% berkat hantaman dari skill yang Hazuro gunakan, ia terpental menuju ke belakang.
Alvin langsung secepatnya mengeluarkan Health Potion-nya lalu ia meminum botol tersebut hingga HP-nya menaik menjadi 79%, ia menatap Hazuro yang sedang menatapnya dengan tatapan yang sangat serius, ia mulai berpikir kenapa Hazuro tidak terpengaruh oleh debuff dari Energymines, sebelumnya ia benar-benar terpengaruh karena sihir yang ia injak tadi. "Bagaimana ini bisa terjadi...?"
"Jangan-jangan..." Alvin langsung menatap player yang berada di sebelah Kizuki yaitu Seira seorang player yang memiliki job Oracle, job yang sangat mahir terhadap sihir buff. Alvin menatap kedua lengannya yang tiba-tiba berhenti bersinar dan hal itu membuat ia sadar bahwa Hazuro diam-diam di bantu oleh rekan-rekannya.
"Jalang itu... Berani-beraninya Hazuro bertarung dengan cara yang licik... Jika itu maunya maka aku tidak segan untuk mengakhiri pertarungan ini dengan cepat." Alvin mengepalkan kedua tinjunya dengan sangat kesal, ia perlahan bangkit dari atas tanah lalu ia menatap Hazuro dengan wajah yang sangat serius. Ia melirik kepada Korrina yang sudah mengeluarkan belatinya untuk membunuh Seira, tetapi Alvin menghentikannya dengan menunjuknya.
Korrina mengangguk lalu ia memasukkan kembali belati-nya. Sepertinya sistem PVP ini benar-benar tidak memiliki peraturan apapun selain membunuh, jadi Alvin menerima apa yang Seira lakukan kepada Hazuro tetapi ia mulai memiliki rencana untuk mengakhiri pertarungan ini dengan cepat seperti kedipan mata. "Di pertarungan ini tidak ada peraturan ya...? Sudahlah, persetan dengan peraturan itu karena sudah waktunya untuk diriku bergerak..."
__ADS_1