Conqueror of World

Conqueror of World
Chapter 4 - The Black Dual-Swords Man


__ADS_3

Di dalam hutan yang terletak di luar kota Legenia, Alvin dan Korrina berjalan lurus terus hingga mereka bisa mencapai tujuan yang mereka inginkan yaitu padang rumput yang sangat luas dan monsternya terkadang kuat dan memiliki level yang besar dari mereka. Tempat padang rumput itu bernama <>



Setelah mereka tiba di tempat Field of Eyes, mereka melihat beberapa monster yang sedang beterbangan. Monster itu berbentuk seperti bola mata yang bisa terbang dan mereka bernama <>, Alvin langsung mengeluarkan pedangnya yang terletak di belakang punggungnya. "Korrina, aku menjaga depan dan kau belakang ya."



"Dimengerti." Korrina mengeluarkan pedangnya yang terletak di belakang punggungnya. Eye of Demon itu bisa di singkat dengan EOD, monster-monster ini sangat tajam dan gesit terhadap player yang mencoba membunuhnya. Dua ekor EOD menatap Alvin dengan sangat cepat hingga mereka bergerak terbang menuju Alvin.



"... ...!!!" Alvin langsung lari menghampiri mereka lalu mengayunkan pedang mereka kepada musuh yang paling depan hingga EOD itu langsung terpental ke atas karena tebasannya. Alvin berputar lalu ia menusuk masuk pedangnya ke dalam mata EOD itu hingga EOD satunya lagi tidak memiliki kesempatan untuk hidup. EOD yang terpental ke atas tiba-tiba berputar dan membuat bola matanya memiliki sebuah mulut yang bertaring seperti hiu. "Alvin! Awas, itu mode dua dari Eye of Demon!"



EOD yang bermulut itu langsung menyemburkan bola api menuju arah Alvin, dengan cepat ia langsung menahan bola api dengan pedangnya lalu Korrina melompat menuju EOD itu dan menebasnya menjadi dua bagi.



+1200 EXP


+ Mendapatkan 2 Lensa



Jendela pesan itu muncul tepat di depan mereka berdua. "Selamat! Anda telah resmi bisa menggunakan System Acces: Scanning Monster karena telah membunuh monster pertama anda. Dengan menggunakan Scanning Monster, anda akan bisa melihat level, tingkat kesulitan, dan drop item." Beberapa monster EOD muncul tepat di belakang Alvin dan Korrina, mereka berdua langsung berbagi tugas dengan Alvin menjaga bagian depan sedangkan Korrina bagian belakang.



"Sudah lama sekali ya kita tidak melakukan pose ini?" Tanya Korrina dengan ia tersenyum dengan kalem.



"Hmph. Kau masih mengingatnya ya? Kita dulu melakukan pose ini ketika kita melawan para kesatria dan entah kenapa kita bisa berhasil." Alvin tersenyum dengan kalem-nya.



"Pokoknya, aku akan mendapatkan Soul of Day secepatnya dan mengalahkanmu!" Korrina langsung bergerak menuju ke depan dimana terdapat sepuluh ekor EOD yang sedang berkeliaran.



"Jangan harap!!!" Alvin bergerak ke depan dimana terdapat sepuluh ekor EOD yang sedang melayang selagi menatap atas. "System Acces: Scanning Monster!" Alvin langsung menebasĀ  EOD yang berada di depannya dan pedang Alvin langsung tersangkut di dalam bola mata-nya.



[Monster - Eye of Demon]


[Level 12 - HP: 9.000]


[Tingkat Kesulitan: C]


"Ketika darah monster ini berada di bawah 4.000 maka dia akan memiliki mulut yang bertaring seperti hiu di matanya dan juga monster ini mampu mengeluarkan sihir api."



"GAHHHH!!!" Alvin langsung mengayunkan pedangnya yang menyangkut di mata EOD itu menuju tanah hingga pedangnya mampu membelah EOD tersebut menjadi dua, tetapi Alvin mulai lengah sampai-sampai dua ekor EOD yang berada di belakangnya langsung menghantam punggungnya hingga ia terdorong ke depan lalu terjatuh. "Cih..."



Hantaman tadi mampu mengurangi darah Alvin menjadi [11.000], darah Alvin tadinya berjumlah [12.500] ternyata hantaman EOD tadi itu sangat kuat hingga mampu memberikan kerusakan berjumlah -1.500. Korrina dengan cepat langsung menebas dua EOD yang berada di sebelah kirinya sekaligus lalu ia melanjutkan tebasannya dengan mengayunkan pedangnya ke kiri dan ke kanan hingga kedua EOD itu langsung terbelah menjadi buah-buahan yang di potongi.



"Jangan lengah, Alvin." Ucap Korrina dengan ia menahan hantaman EOD yang berada di depannya dengan pedangnya sendiri. Alvin bangkit dari atas tanah dengan wajah yang kesal. "Aku baru saja...!!! DI MULAI!!!" Teriak Alvin.



Alvin langsung menebas semua EOD yang menyerang dengan seluruh tenaganya hingga seluruh monster itu terkalahkan dengan hanya dua tebasan pedangnya, seluruh darah-darah dari di keluar EOD mampu melumuri seluruh tubuhnya, hingga ia terus membunuh semua EOD itu beberapa kali. Alvin mengambil monster itu lalu ia menghantamnya ke atas tanah dan dengan cepat ia menusuk EOD itu.



Sepuluh EOD muncul di atas Alvin dan ia langsung mengeluarkan belatinya. "Dancing Venom!" Alvin melempar belatinya hingga belati tersebut bersinar berwarna merah dan membuat sepuluh belati yang mampu menusuk seluruh EOD itu hingga pecah dan mengeluarkan darah menuju rambut Alvin. "... ..."



Tiba-tiba satu EOD yang memiliki mulut mulai menggigit bahu kirinya sampai bahu kiri Alvin berdarah dan HP-nya berkurang sebanyak -3000, Alvin tidak menunjukkan eksperesi kesakitannya karena ia sering merasakan kesakitan di game dan di dunia nyata. "Selesai..."



"JYAHHHH!!!" Korrina menebas EOD yang terakhir hingga monster tersebut langsung pecah. Alvin telah membunuh EOD yang berjumlah 23, EOD yang tadi menggigitnya berasal dari Korrina, ia melawan EOD tersebut tetapi EOD tersebut malah melarikan diri menuju Alvin jadi sekarang Korrina hanya membunuh sebanyak 14 EOD.



Jendela pesan Alvin muncul di depannya.



+27.600 EXP


+Mendapatkan 23 Lens


+Mendapatkan 2 Black Lens



Dengan mendapatkan EXP sebanyak itu, Alvin langsung naik level menjadi level 11. Ia tadinya berada di level 6 dan sekarang ia sudah berada di level 11 berkat monster EOD yang memiliki EXP yang cukup besar, tetapi drop itemnya sangat jelek dan juga biasanya EOD akan melarikan diri dari tempat Field of Eyes ketika beberapa player mencoba untuk memburunya.



Sedangkan Korrina yang hanya membunuh sebanyak 14 EOD...



+16.800 EXP

__ADS_1


+Mendapatkan 14 Lens


+Mendapatkan 1 Soul of Day



Korrina mendapatkan EXP yang cukup banyak hingga langsung naik level menjadi level 10.



Alvin dan Korrina langsung menghela nafas mereka karena hanya mendapatkan satu buah Soul of Day. Soul of Day atau bisa di singkat dengan SOD adalah item drop yang hanya bisa di dapatkan oleh monster yang berkeliaran di pagi hingga sore hari dengan drop rate berjumlab 0,5%. Quest ini tidak bisa diremehkan begitu saja karena item Soul of Day dan Soul of Night memiliki drop rate yang sangat menyebalkan.



"Sialan... Ini akan memakan waktu yang lama..." Ucap Alvin dengan wajah yang kesal. Ia mengambil pedangnya yang tertancap di atas tanah lalu ia meletakkannya kembali di belakang punggungnya lalu ia menggunakan dagger skill untuk memanggil kembali belati yang ia lempar entah kemana. Belati itu terbang kembali menuju Alvin lalu ia mengambilnya dan meletakkannya ke saku belatinya.



"Selamat anda berdua telah menempuh level 10. Level dimana beberapa System Access telah terbuka seperti anda bisa menggunakan sihir sekarang, skill class, dan masuk ke dalam segala dungeon yang ada."



"Akhirnya, ini yang aku tunggu." Ucap Alvin dengan ia perlahan duduk di atas rumput-rumput.



"Apa yang kau maksud? Kau memiliki rencana 'kah?" Tanya Korrina.



"Ya, aku memiliki ide dalam mendapatkan Soul of Day dan Soul of Night dengan cepat. Hal itu mudah ketika aku memilih skill pembuatan Alchemist. System Access: Skill Class." Sebuah jendela pesan muncul di depan Alvin.



[Skill Class]


-Alchemy Skill


-Blacksmith Skill


-Cooking Skill


-Doctor Skill


-Woodcutter Skill


-Builder Skill


-Crafting Skill


-Furnace Skill


-Summoner Skill


-Sewing Skill


-Forging Skill



Seketika player mencapai level 10 maka mereka bisa mendapatkan skill class, jadi contohnya ketika seorang player memilih cooking skill maka dia akan bisa memasak apapun dengan sangat sempurna. Skill class ini tidak membutuhkan level atau stats karena jika kau memilih satu class saja maka kau sudah resmi akan mahir menggunakan skill itu.



Alvin dengan cepat langsung memilih skill class Crafting karena ia memiliki rencana yang sangat besar di dalam pikirannya, jika ia memilih skill Crafting maka ia akan bisa mengombinasikan segala item menjadi sesuatu yang baru. Alvin mengeluarkan Soul Essence-nya dari Inventory lalu ia mengeluarkan satu Lens. "System Access: Crafting."



Sebuah jendela pesan muncul di depannya yang menunjukkan tiga buah kotak dan sebuah tanda tambah. Alvin memasukan Soul of Essence ke dalam kotak di sebelah kiri lalu satu lens ke dalam kotak kanan, seketika ia memasukan kedua item itu terdapat sebuah tanda tanya di kotak terakhir.



[ ] + [ ] = [ ]


[Ya] [Tidak]



Alvin langsung menekan ya hingga kedua item itu langsung terkombinasi dan jadilah sebuah item Soul of Day, Korrina langsung terkejut hingga kedua matanya terbuka lebar karena sistem game ini benar-benar rumit. "Bagaimana bisa?" Tanya Korrina dengan wajah yang kebingungan.



"Dengan skill crafting, jika aku mengombinasikan Soul Essence dengan item drop milik monster yang berkeliaran di pagi sampai sore maka aku bisa membuat Soul of Day dengan mudah, Korrina." Ucap Alvin selagi ia membuat Soul of Day yang terakhir, Korrina langsung mengeluarkan jendela skill Class-nya dan ia mulai berpikir untuk memilih skill class yang mana karena semuanya itu terlihat cukup menarik.



Tanpa berpikir panjang Korrina langsung memilih Skill Class Brewing, Skill class yang mampu membuat segala ramuan jadi ini sangat berguna bagi dirinya dan Alvin ketika ingin bertarung melawan beberapa monster atau player yang berjumlah banyak. Alvin bangkit dari atas rumput lalu ia meminta Korrina untuk memberikan Soul of Day yang ada di inventorynya kepada Alvin.



Sekarang mereka memilih tiga buah Soul of Day, tetapi Soul of Essence mereka berkurang karena telah di pakai untuk mengombinasikan sebuh item yang bernama Soul of Day. "Mari kita cari tempat lain, Alvin." Korrina tersenyum kepadanya.



"Ya, itu pilihan yang bagus." Alvin dan Korrina berjalan pergi meninggalkan Field of Eyes dan seketika mereka berjalan beberap langkah, lima player yang ber-equipment seperti kesatria menghampiri mereka dari depan. Wajah mereka juga terlihat sangat kesal dalam menatap mereka berdua.



Alvin dan Korrina tiba-tiba berhenti berjalan karena mereka telah di halang oleh kelima kesatria itu. "Ada apa ini? Menyingkir dari jalanku sekarang juga." Ucap Alvin dengan sangat kesal.



"Kau...!!! Ternyata kau tidak kapok juga ya, Alvin!? Kau juga masih membunuh beberapa player yang menikmati game!" Ucap kesatria yang memiliki armor baja berwarna emas, dia merasa sangat kesal melihat Alvin. Sepertinya ia telah mengenal Alvin, tentu saja dia akan mengenalnya karena dia adalah salah satu pembunuh player yang paling mengerikan.


__ADS_1


"Terus? Setiap game tidak ada peraturan dalam membunuh player lain bukan---"



"TUTUP MULUT SIALANMU ITU!!! ULAHMU KEMARIN YANG TELAH MEMBUNUH SALAH SATU DARI ANAKKU MEMBUATNYA MENJADI GILA DAN TERUS MENANGIS...!!! KAU MEMBUNUHNYA DI GAME INI BUKAN?!" Tanya kesatria itu selagi menunjukkan wajah yang kesal, beberapa air matanya mulai berjatuhan karena ia merasa kasihan terhadap anaknya yang ingin bermain game CoW, tetapi tidak bisa karena Alvin sudah membunuh avatarnya.



"Anakku itu masih berumur 6 tahun dan ia ingin sekali menikmati game Virtual Reality pertamanya... Kau memang tidak memiliki hati sama sekali, kau memanglah Alvin si pembunuh rendahan itu!!!"



"Bodo amat!!! Emang aku peduli terhadap player yang aku bunuh!? Tentu saja tidak karena game CoW ini tidak ada larangan dalam membunuh dan juga... Kenapa bocah seperti anakmu itu harus bermain di game seperti ini!? BOCAH NGAPA YA!" Teriak Alvin dengan wajah yang kesal hingga membuat kesatria itu langsung memanas dan mulai marah besar.



"KAU....!!! RENDAHAN BABIIII!!!" Teriak kesatria itu hingga ia langsung mengeluarkan pedang emas-nya. Kesatria itu langsung mengayunkan pedang emasnya hingga Alvin bisa melihat efek aura emas yang terbakar dari pedang emas tersebut. Dengan cepat Alvin langsung mengeluarkan pedang yang berada di belakang punggungnya lalu ia menangkis pedang milik kesatria tersebut.



CLAAAAAAANG!!!



Tangkisan tadi tidak mampu membuat pedang kesatria itu terdorong maupun terpental, dengan cepat Alvin tidak berdiam diri melainkan ia langsung menangkis pedang itu terus menerus tanpa henti. Alvin berputar lalu ia menangkis pedangnya untuk terakhir kalinya menggunakan tenaga fisik-nya.



*CLAAAAANG!!!*



Mereka berdua langsung menatap satu sama lain dengan tatapan yang sangat tajam, pedang mereka mengeluarkan suara gesekan yang terdengar cukup geli di telinga mereka masing-masing. Kesatria itu mampu mendorong Alvin mundur hingga pedang milik Alvin mulai retak sedikit dan itu langsung membuatnya terkejut karena durability dari pedang itu akan habis dan pedang yang ia pegang akan patah.



Alvin langsung melompat mundur dan ia dengan cepat bergerak maju menuju kesatria itu dengan tatapan yang sangat tajam layaknya seperti serigala yang melihat makan malamnya. Kesatria itu langsung terkejut, Alvin langsung mengayunkan pedangnya ke arah leher kesatria itu tetapi pedang Alvin mampu tertahan oleh pedangnya hingga kedua pedang mereka langsung teradu dan bergesekan.



*CLAAAAANG!*



Kesatria itu tersenyum, tetapi beberapa saat kemudian melihat tangan kiri Alvin langsung mengeluarkan belatinya yang berada di pinggang kanannya. Alvin mengambil belati tersebut dan kesatria itu langsung terkejut karena ia memiliki senjata lainnya.



"Kena kau...!!!" Alvin menginjak kaki kanan kesatria itu menggunakan kaki kanannya lalu dengan cepat ia langsung menusuk bahu kiri kesatria tersebut dengan sangat dalam hingga menghancurkan armor yang melindungi bahu-nya.



"GAGGGGGGGHHH---" Alvin berputar lalu ia menendang menendang mundur kesatria itu dengan kaki kirinya, kesatria itu langsung terdorong mundur dan membuat rekan-rekannya langsung terkejut karena belati itu terlihat sangat berbahaya. Alvin mengambil kembali belati-nya menggunakan skill Recall.



"Gghhh..." Kesatria itu langsung menghalang luka tusukannya menggunakan tangan kanannya, seluruh tubuhnya juga terasa mati rasa karena efek dari belati itu mampu membuat seluruh tubuhnya terkena efek stun selama 5 detik.



"Soul Essence-mu akan aku ambil!" Alvin bergerak menuju kesatria itu selagi memegang pedangnya dengan sangat erat.



"T-Tidak..."



Alvin sudah berada di depan kesatria itu dan ia langsung mengayunkan pedangnya ke arah leher-nya, tiba-tiba angin-angin langsung muncul di sekitar mereka hingg mampu membuat pepohonan bergerak dengan sangat cepat.



*CLAAAAAANG!!!*



Tiba-tiba Alvin merasakan bahwa pedangnya telah tertebas oleh pedang yang lebih kuat, logam dari pedang milik Alvin telah hancur menjadi kepingan kecil, hal itu membuat Alvin terkejut karena seseorang telah menghalang serangannya yang mencoba untuk membunuh kesatria tersebut.



Alvin bisa merasakan keberadaan orang itu sedang berada di belakangnya selagi meletakkan pedangnya yang sangat kuat di belakang punggungnya, Alvin melirik ke belakang lalu ia melihat seorang player yang memiliki perlengkapan serba hitam, bajunya, rambutnya, pedangnya, dan hal lain-lainnya selain warna kulitnya.



Orang yang memiliki equipment serba hitam itu menatap Alvin dengan wajah yang sangat keren yang pasti mampu membuat para gadis tergoda oleh tatapan itu. Korrina hanya bisa diam dan tidak merasa tergoda melihat tatapan dari orang serba hitam itu.



"Kau...!?" Alvin langsung terkejut melihat orang itu karena ia mengenal banyak tentang pria yang memiliki equipment serba hitam itu.



"Yo, sudah lama sekali ya, Alvin. Kau masih memiliki kebiasaan yang di setiap game yang kau mainkan." Ucap pria itu dengan ia menyilangkan kedua lengannya.



Alvin langsung mengepalkan kedua tinju dengan sangat kesal selagi memegang pedangnya yang hancur dan belati-nya. Ia langsung berdiri tegak dan menatap pria itu dengan kedua matanya yang tajam.



"The Black Dual-Swords Man..."



__ADS_1


__ADS_2