
perkelahian di dalam rumah tangga tiada henti nya bagai warna penghias sejuta cerita. setiap kali masalah tidak ada kata henti nya bagai air mengalir. sejernih air hingga dingin nya tak mampu meredam gejolak amarah tiap insan. wajar jikalau perdebatan terjadi jika pribadi bercermin pada air keruh. tidak ada ujung nya hanya perseteruan teman sejati.
Dirta sedang merenungi nasib nya seorang diri. tempat yg sunyi dan tenang menjadi dominan di temani bintang serta redup nya rembulan. hati yg berkecamuk dalam gejolak emosi sulit diredam hingga hanya kesendirian lah dalam kegelapan nan kesunyian yg cocok jadi pelipur lara. tidak habis pikir selama hidupnya tidak ada kata bahagia semua yg dekat dengan nya hanya karena ada maksud serta tujuan lain tidak ada kata ketulusan dalam hidup nya. kini dalam kamus hidup nya tertutup dan egois lah jadi pengiring tiap langkah kakinya.
tidak perduli lajang maupun sudah beristri namun status tersebut hanya ada di atas kertas. belum ada kenyamanan sedikit pun di hati nya. sejati nya hanya keresahan dalam lingkup ruang yg memenuhi pikiran serta batin. kini Dirta harus ekstra kuat dalam mengendalikan diri di khawatir kan jika berlebihan hanya akan berdampak buruk bagi orang lain.
awal nya Dirta sayang dan perhatian dengan Nur tapi nyata nya Nur belum lah mampu menerima kehadiran nya. sakit ya memang sakit sekali ketika berusaha membuka hati dan berharap dengan yg baru bahagia tapi tidak sesuai ekspektasi.
__ADS_1
jika bukan cowok ingin rasa nya menangis dan teriak sekuat mungkin agar ada kelapangan dalam jiwa nya. namun Dirta bukan seorang cewek, ia hanya mampu menangis dalam hati hingga menjerit dalam batin, semua hanya diri sendiri yg mendengarkan tidak dengan orang lain. sulitnya hidup hancur nya harapan jadi satu tiada kata lagi terucap.
jika ada tebing yg curam ingin rasa nya menjatuhkan diri ke bawah bagai terbang terjun bebas tiada yg perduli. tapi akal sehat nya selalu melarang tindakan konyol tidak bermoral itu.
ruang lingkup yg luas seakan sempit dan sulit untuk bernafas itulah yg dirasa Dirta saat ini. bagaimana tidak setiap kali kaki nya melangkah demi pembaharuan diri disana lah selalu dipatahkan oleh orang yg disayang nya.
tunggu dulu jika Dirta kembali pada penampilan keren nya maka itu akan membuat diri nya menghancurkan visi misi nya selama ini. percuma jika culun nya berakhir secepat itu dan percuma pula dirinya bersikap seolah anak rumahan. kembali dalam kebimbangan hanya sang kakek yg selalu paham akan diri Dirta namun kakek nya sedang tidak ada maka ditelan nya kepahitan hidup seorang diri.
__ADS_1
malam kian larut rembulan kian terang mungkin karena cahaya lampu di sekitar menambah suasana terang benderang jika dalam hutan akan semakin membuat suasana mencekam. terpikirkan tidak dimana Dirta berada saat ini. jika mau tau Dirta berada di tepi pantai dengan mercu suar yg menjulang tinggi. sedangkan cahaya yg dimaksud ada lah lampu penerangan di sekitar tepi pantai.
jangan di anggap tepi pantai sepi tiada berpenghuni disana banyak rumah penduduk yg berjejer dengan rapih dalam bentuk sederhana serta layak di huni. bisa di bayangkan betapa ramainya pagi hari jika semua penduduk beraktivitas kembali. jika mengingat hal yg di anggap sepele dan sederhana itu membuat Dirta tersenyum senang seorang diri. kini hati nya mulai berdamai dengan keadaan. telah cukup dirasa penenangan hari itu Dirta berlenggang kembali ke rumahnya yg telah di beli kan orang tuanya setelah menikah.
perjalanan yg di anggap nya lama itu di nikmati nya tidak perlu terburu-buru karena toh siapa yg perduli akan keberadaan nya. walau disamping itu Nur sedang cemas memikirkan kemana gerangan Dirta suami nya pergi hingga larut malam belum kembali setelah terjadi insiden tadi.
Dirta tepat di depan pintu rumahnya ia melangkah masuk karena kebetulan pintu tidak terkunci " dasar ceroboh " sambil bergumam dan terus melangkah. tidak di hiraukan nya Nur yg sedang berada di ruang tamu menanti dengan gelisah. Nur yg melihat Dirta masuk tanpa salam dan hanya diam saja membuat jiwa Nur marah bukan main seolah diri nya tidak di harap kan kehadiran nya. namun dengan semampu mungkin menahan gejolak emosi nya karena dia juga salah dalam hal ini sehingga lebih memilih diam dan masuk ke kamar untuk tidur.
__ADS_1
namun betapa kagetnya Nur tidak mendapati Dirta di kamar ia hanya dapat berdiri kaku serta memandang kosong serta nanar. " kemana Dirta bukan kah tadi telah masuk ke kamar lalu di sini tidak ada apa kah sebegitu marah nya dia kepada daku" sambil berkaca-kaca hendak menangis.