Cowok Keren Penampilan Culun

Cowok Keren Penampilan Culun
Episode 1


__ADS_3

"apa kamu akan pergi kuliah dengan penampilan seperti itu Dirta" tatapan mama nya nampak tajam bagai elang yg siap mengoyak mangsanya.


" biarlah Dirta seperti ini ma. Lagi pula buat apa mama mengurusi penampilan Dirta bukan kah selama ini selalu saja sibuk dengan bisnis ini itu, bahkan kalian lebih banyak menghabiskan waktu di kantor entah dimana." Dirta menjawab dengan penuh kesedihan. Bahkan ia berharap orang tua nya dapat memperhatikan kasih sayang untuk dirinya. Tapi apa yg di dapat malah sebaliknya.


Semakin hari semakin tidak ada yg perduli akan kehadiran dirinya bahkan orang tua nya sekalipun pergi pagi pulang entah kapan lagi. Semua dunia serasa hancur berkeping-keping.


" Dirta seharusnya kamu sadar kami bersikap seperti ini bekerja keras demi masa depan mu sayang. Tolong lah ngertiin kami nak"


Seakan udara panas menyengat memenuhi rongga dada nya. Tiada sangka selama ini orang yg bahkan di rindukan nya malah berbicara seperti ini menghancurkan harapan nya hanya sekedar mendapatkan kasih sayang dari mereka.


"sudah lah ma tidak perlu mengurusi Dirta lagi. Asal mama tau ya selama ini yg aku mau cuma kasih sayang dari kalian. Berharap ada waktu walau sebentar. Kenapa sih semua orang tidak pernah perduli dengan ku. Semua nya sama aja egois????. Dan ingat ma harta tidak akan pernah ada kata habisnya jika yg ada di pikiran cuma harta dan harta." Dirta berjalan meninggalkan mama nya.


Tampak terhenyak dengan penuturan anak nya kini membuat nya terkejut serba salah. " Maaf kan mama nak selama ini selalu sibuk dengan dunia luar tapi tidak pernah memberikan kehangatan kasih sayang untukmu. Tapi tenang lah mama janji akan meluangkan waktu bersama." Sambil meneteskan air mata karena tidak sanggup lagi membendung nya.


Setelah perdebatan kecil yg terjadi di rumah Dirta melangkah pergi menuju kampus baru nya. Kini ia tampak berdiri di depan gerbang bangunan yg akan menjadi tempat diri nya untuk melanjutkan pendidikan nya.


Dengan langkah perlahan dia memasuki area kampus. Semua mata menatap aneh kearah nya. " Ku harap aku mampu melewati hari ku disini dengan penampilan seperti ini" gumam nya lirih.


Ia terus saja menguatkan keputusan yg telah di ambil nya. Walau pernah terbayangkan saat diri nya berpakaian rapih serta keren dengan bentuk tubuh yg bagus serta ideal. Banyak sekali wanita berbaris antri sekedar mendapat perhatian nya. Namun tetap di abaikan nya. Sekarang keadaan berbalik semua mata memandang jijik dan tak bersahabat.

__ADS_1


Tapi apa lah daya kini itu lah keputusan Dirta yg telah di ambil saat ini mau tidak mau harus mampu menghadapi konsekuensinya.


Dirta terlihat kebingungan sendiri mau berjalan ke ruang dekan tidak tau tempat nya. Mau bertanya yg ada tatapan sinis yg diterima nya. Perlahan dia mulai berjalan dan mendapati seorang perempuan sedang menangis dalam diam hanya air mata nya saja yg mengalir tapi sama sekali tidak bersuara. Hati nya trenyuh melihat keadaan itu, Dirta mendekati dan mengusap perlahan air mata itu.


" eh siapa kau kenapa ada disini"


" oh aku tak sengaja melihat mu berada disini sedang memang jadi aku dekati saja. maaf mengagetkan ya."


" terima kasih"


sambil berlalu meninggalkan Dirta seorang diri.


" ya ada apa??"


" boleh kah tanya ruang dekan sebelah mana soalnya aku anak pindahan jadi mau menemui beliau dulu"


" oh jadi kamu mahasiswa pindahan itu. mari aku antar sebagai ucapan terima kasih."


" oh iya boleh. Padahal tidak perlu seformal itu ngucapin terima kasih"

__ADS_1


" nah ini ruangan nya silahkan masuk saja. Kalo begitu aku pamit dulu mau masuk ruangan ya"


" eh udah sampai aja kira masih jauh" sambil celingukan salah tingkah. Sebab dari tadi ia tidak fokus pada jalan. Hanya fokus menatap gadis itu dan sibuk akan argumen yg ada di pikiran nya.


Setelah sampai Dirta masuk dan mengetuk pintu perlahan sebagai tindakan sopan santun nya. Sebab ia anak pindahan tidak mau jika hari pertama saja sudah berbuat onar dan di cap mahasiswa berperilaku buruk.


" masuk lah" setelah mendapat izin Dirta melangkah kan kaki nya memasuki ruangan tersebut. Tampak dekan sedang mengerutkan keningnya sebab bingung dibuat nya oleh penampilan baru keponakan nya. Sungguh pemandangan yg sangat jarang terjadi. Bagaimana bisa seorang Dirta yg selalu mengutamakan penampilan keren nya berubah jadi culun seperti ini. Dan yg membuat aneh nya lagi Dirta hanya cengengesan saja merasa tak bersalah sama sekali. Tidak ada keinginan untuk menjelaskan apa yg terjadi. Membuat heran sekaligus kesal menjadi satu.


" apa-apaan ini Dirta kenapa penampilan mu ini. Kemana hilang nya sok cool kamu itu πŸ‘€" terus memperhatikan keponakan secara lekat dari atas sampai bawah.


" sudah lah paman aku nyaman dengan penampilan ini jangan bingung seperti itu dan jangan sindir diriku ini terus menerus dengan tatapan paman ituπŸ˜…"


" terserah kau saja lah suka-suka mu yg penting tidak berbuat ulah sudah cukup bagi paman"


" apakah paman meragukan ku" sambil menaik-turunkan alisnya


" sudahlah belum apa-apa saja sudah membuat paman kesal. Pergilah keruang x di sana ruang kuliah mu."


" makasih paman. Kalo begitu Dirta undur diri dulu ya dan sampai jumpa lagi paman"

__ADS_1


Paman nya hanya menggelengkan kepala saja tanda tak paham perilaku keponakan nya itu.


__ADS_2