
terbilang Dirta anak yg keras kepala tidak ada yg dapat melunakkan hati nya ketika sedang emosi terhadap suatu hal. namun bagaimanapun juga Dirta anak yg penurut tidak disangka nya hari ini merupakan musibah bagi nya. sudah jatuh tertimpa tangga pula. malang nian nasib nya. di kampus menjadi sasaran bully para kawannya. di rumah tidak betah serasa panas suasana. di mana pun Dirta berada serasa sesak tidak menenangkan.
bagi nya hari ini beda dengan hari lalu. entah kenapa perasaan nya sama sekali tidak tenang. padahal baru saja ia tertawa bahagia tiba-tiba hilang terbawa angin tak terjejak.
perasaan kian buruk maka ditepis nya jauh-jauh. ia berusaha positif thinking. jauh di lubuk hati nya rindu dengan orang tua nya. namun beberapa hari ini sulit di hubungi. wa tidak di balas telepon tidak diangkat SMS pun tidak di baca. serasa gelap tiada pelita dan tiada pula penyejuk dahaga.
__ADS_1
kaki nya terhenti melangkah ketika hp nya berdering. dilihat nya nomor tak dikenal. lama berpikir Dirta termenung hingga di angkat nya telepon tersebut. hancur luluh lebur dunia jadi satu mendengar kabar buruk tentang ibu nya. bagaimana pun ia amat lah sayang pada mama nya walau penuh emosi menguasai jiwa nya karena kekurangan waktu tuk kasih sayang dan berbagi cerita dengan mama nya namun tidak bisa di tepis nya bahwa mama nya adalah seorang yg telah berjuang melawan antara hidup dan mati serta merawat dirinya dengan penuh pengorbanan.
Dirta berlari bagai orang gila dengan penampilan yg acak-acakan dan air mata yg terus mengalir serta berteriak histeris. jiwa tegar nya terkoyak hingga habis. dunia nya gelap. awan kelabu menyelimuti ruang hatinya. semangat hidup nya hilang. bagaimana pun tidak ada yg dapat menggantikan kedudukan mama nya di hati nya. prioritas utama nya untuk selalu semangat dalam hidup kini telah hilang dan pergi tuk selamanya. tidak dipungkiri bahwa semarah apapun Dirta tetap akan selalu luluh dengan mamanya.
suster menunjukkan ruang rawat papa nya. dan benar saja papa nya tengah terbaring lemah berjuang melawan antara hidup dan mati. " pa bertahanlah demi Dirta jangan tinggalkan aku seorang diri. mama telah pergi menuju surga. tolong dengarlah suara Dirta tetap lah bertahan untuk Dirta. Dirta butuh papa" Dirta bergumam dan berkata sambil berjongkok menatap wajah papa nya.
__ADS_1
setiap musibah tidak ada yg tahu kapan terjadi dan apa yg akan terjadi. semua butuh hati yg lapang tuk menjalani kehidupan yg fana ini. bukan tidak mungkin jika kebahagiaan itu hanya sesaat dan akan tergantikan dengan deraian air mata. sama hal nya Dirta yg kini tengah di landa kegelisahan. semangat hidup nya hilang papa nya terbaring koma.
Nur yg mendengar kabar duka tersebut berlari serta bergegas menuju rumah sakit. sesampainya di sana Nur melihat suaminya tengah bersedih dan terduduk di lantai dengan penampilan acak-acakan.
" Dirta " tidak ada sahutan dari Dirta. Nur pun mendekat dan memeluk Dirta. inilah pertama kalinya Nur memeluk Dirta dengan penuh kasih sayang. Dirta mendongakkan kepalanya ketika merasakan adanya pelukan hangat bagai mama nya tengah memeluk dirinya. setelah di lihat nya ternyata bukan mama nya kembali ia menangis tak henti nya. menangis tanpa suara dan terisak di pelukan Nur. Nur terkesima melihat Dirta yg lemah. dengan semampu mungkin mencoba menghibur dan menenangkan Dirta. Nur tahu setengah jiwa dari Dirta telah pergi. sehingga dengan hati yg tulus menggenggam erat setengah jiwa dari Dirta agar tidak rapuh dan jatuh terlalu dalam.
__ADS_1