
--- Dasar Pikun! ---
"Bangun sayang, shubuh berjamaah yuk.."
"Hem..."
Dia tidak menjawab lagi, syukurlah aku bisa lanjutkan tidurku. Aku merasakan dia masih di dekatku, masih mengusap pipiku dan membelai rambutku.
"Yuk bangun yuk Aii. Dah adzan loh."
"5 menit lagi Aii."
Dia menggodaku dengan cara meniup wajahku. Nafasnya wangi, harum bau mint, bau badannya seger banget.
'Emm ternyata si Abang dah mandi.' Batinku dengan mata yang masih belum terbuka. Tak lama kemudian, tiba-tiba aku merasa dia semakin mendekat. Dan ternyata, dia mencium pipiku. Auto melek deh.
"Oh jadi gini cara bangunin cewek yang ampuh."
"Em enggak." Aku menutup wajahku dengan gulingnya.
"Enggak nih? Jadi, mau ditambahin lagi?" Dia mengambil guling yang menutup wajahku, kemudian mendekatkan wajahnya ke wajahku. Nafasnya tercium olehku. Seakan-akan dia akan mencium bibirku. Kami terdiam beberapa saat, saling beradu pandang.
"Mandi dulu sana Aii." Ucapnya dalam jarak 5cm dari wajahku.
"Iya siap komandan. Berangkaaatt!" Aku berlari menjauh darinya. Langsung keluar kamar dengan sangat bersemangat. Tanpa membawa handuk dan baju ganti.
Aku terpaksa kembali ke kamar Bang Rey. Dia tersenyum melihatku kembali dengan ekspresi yang mungkin aneh baginya. Aku hanya berdiri di tengah pintu.
__ADS_1
"Kenapa balik lagi?"
"Lupa Aii. Pinjem handuk sama baju ganti dong, hehe"
"Dari tadi udah Abang siapin disini. Kamunya keburu lari sihh." Dia membawakan handuk dan baju itu kepadaku. Tatapan matanya membuatku meleleh. Ditambah lagi dengan senyum manisnya itu. 'Masyaallah.. Adeeemmm'
~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~
"Lhoh Abang ga sholat jamaah di masjid?"
"Hari ini Abang pinginnya Oca jadi makmum Abang, jadi Abang sholat di rumah aja sama Oca."
"Em iya." Aku speechless dibuatnya.
Bang Rey sudah menyiapkan satu sajadah untukku dengan sepasang mukenah di atasnya. Dia sudah duduk menungguku di atas sajadah satunya.
Kamipun akhirnya mendirikan sholat shubuh berjamaah berdua. Sedangkan Bapak dan Ibu sholat berjamaah di masjid seperti biasanya.
Tiba-tiba dia memutar posiai duduknya, sekarang kami duduk berhadapan. 'Masyaallah kamu makin tampan dengan kopyah di kepalamu Aii'
"Oca sayang." Ucapnya sambil mengambil tanganku yang sebelumnya ku letakkan di bawah dagu.
"Iya Abang?"
"Oca mau jadi pacar Abang?" Auto terkejutlah aku.
"Abangku, kan Abang tau kalo Oca udah punya Akang."
"Iya Abang tau Aii. Kamu juga sering cerita soal dia. Tapi, apa Oca gaada perasaan sayang lebih ke Abang?"
"Em maaf Bang."
"Yaudah gapapa. Abang tetep disini nungguin Oca, tetep sayang sama Oca. Oca kalo butuh bantuan Abang, Insyaallah Abang usahain buat bantu."
__ADS_1
"Em makasih Abang."
Aku berbohong padanya. Aku menyimpan sedikit rasa sayang yang lebih padanya. Namun aku tak ingin siapapun mengetahuinya. Cukup Kak Ila yang bisa menebaknya.
'Oca sebenernya sayang sama Abang, lebih dari itu. Maaf Oca bohong sama Abang.' Ucapku dalam hati sembari melihatnya meletakkan kopyah di atas kasurnya.
~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~
"Pak, Bu, Oca pamit pulang dulu yaa. Mohon maaf kalau Oca udah ngerepotin semalam tadi."
"Enggak Nak Oca, kamu ga ngerepotin kok." Jawab Bapak.
"Hati-hati di jalan ya Nak. Nanti main kesini lagi boleh kok." Ucap Ibu sambil memelukku, aku membalasnya dengan senyuman.
Aku pulang diantar oleh Bang Rey. Perjalanan dari rumah Bang Rey ke rumahku cuma 25 menit. Namun berasa sangat lama, karena rasa canggung efek kejadian shubuh itu.
"Pegangan Aii. Abang mau ngebut dikit." Aku menggenggam jaketnya, berniat untuk berpegangan. Namun aku terkejut saat dia menarik gas, ternyata bukan ngebut dikit, tapi ngebut banget. Aku pun merangkulkan tanganku di perutnya.
'Kenapa rasanya nyaman banget sih Bang?' Batinku saat aku merangkulnya di atas motor.
Sesampainya di rumah, Abang cuma mampir sebentar kemudian langsung pulang untuk bantu-bantu Ibu menyiapkan pesanan gorengan.
Ku tengok jam di tanganku.
'Tanggal 7 Mei? Lahhh kan ultah Akang tanggal 9 Mei! Oca lupa belum beli kado!'
"Maahh. Oca mau keluar bentar yaa.. Assalamualaikum." Aku langsung pergi setelah berpamitan pada Mama.
__ADS_1
~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~