
Seorang gadis, berpenampilan manis dengan setelan feminim. Rok selutut yg bergoyang seraya ia berjalan, sepatu flat manis, cardigan warna pastel, rambut ikal panjang terurai, ada jepitan bunga di tepinya. Ia Kristalia, gadis idaman para jejaka di kampus. Bukan hanya di jurusannya tapi di seluruh penjuru kampus. Tidak ada yang tidak mengenalinya. Seorang selebgram, beauty vloger, terkenal, itu lebelnya. "Peri kampus" panggilannya.
"Damar!!!!!", teriaknya melengking memanggil Damar yang sedang menyeruput teh esnya. Mendengar lengkingan suara itu Damar bergegas hendak meninggalkan meja kantin. Ella dan Dian sudah senyum senyum sambil bertatapan.
"Fans Damar datang...", goda Dian.
"Jangan cemburu ya cinta." jawab Damar sambil melayangkan kiss bye pada Dian dan dibalas dengan bibir monyong Dian.
Belum sempat melangkah, jemari Kristalia terlanjur menggapai pundaknya.
"Mau kemana? Esnya belum habis." katanya
"Ada orang ngejar aku, nagih utang aku pergi dulu ya..." sahut Damar asal sambil melepaskan cengkraman Kristalia.
Dian dan Ella semakin cekikikan menahan tawa.
"Damar kok kayak takut ya sama gue?" tanyanya pada Dian dan Ella sambil duduk.
"Dandanan gue aneh ya?? Apa makeup gue luntur?" ocehnya.
"Ngak kok syantik...loe gak aneh." jawab Ella
"Tapi Damar lari..." sahutnya
"Dian, kok Damar bisa suka sama loe ya? padahal loe biasa aja gak dandan, kucel." sambungnya sambil menggoyang goyangkan telunjuknya kearah Dian.
"Mau gue ptahin tu telunjuk?" tukas Ella agak emosi.
__ADS_1
Dian menahan tangan Ella. "Karna Damar bukan mencari yang cantik, sayang...tapi yang menentramkan" sahut Dian tenang di balas wajh kecut Kristalia.
"Jangan manyun nnti cantiknya kurang", goda Dian.
Yah, Kristalia tahu Damar tergila gila pada Dian. Dian dan Damar juga tahu Kristalia tergila gila pada Damar. Tapi entah mengpa semua berjalan begitu saja, tidak ada kekerasan, tidak ada persaingan, bahkan mereka sering hang uot bersama.
Kristalia memang agak menjengkelkan, genit, tapi dia baik dan care. Hanya terkadang Ella yang sering tersulut emosinya.
Kristalia putri cantik keluarga konglomerat dari ibu kota, ia kuliah disini karena kebetulan kakaknya bekerja disini disalah satu perusahaan pertambangan. Sedangkan kedua orang tuanya sibuk keluar negeri. Ia mengambil jurusan desainer. Wajar ia sangtemperhatikan penampilannya.
"Gue mau pamit," rengeknya.
"Kemana?", jawab Dian.
"Nyusulin Bokap Nyokap ke Jepang.", sahutnya dengan nada sedih.
"Hus," sahut Dian "Lama? Kenapa disusul? Ortu kamu sakit?" sambung Dian.
Dijawab anggukan pelan dari Kristalia.
"Gak tau sampe kapan. Gue pasti kangen kalian." sahutnya sambil hampir menangis. Dian menggapai jemarinya mengusapnya untuk menenangknnya.
"Iya, yang buat Damar cinta loe karna loe bisa buat org tenang ya Di." sambungnya sambil sedikit mengusap ujung matanya.
Dian hanya tersenyum.
"Ortu kamu butuh kamu, semoga ortu kamu cepet sembuh dan kamu bisa balik kesini secepatnya ya." jawab Dian.
__ADS_1
"Yuk, cari Damar sama Abi. Pamitan juga sama mereka" ajak Dian.
Mereka bertiga beranjak ke taman kampus tempat favorit Abi dan Damar. Dari kejauhan sudah terlihat Abi dan Damar duduk dibawah rindangnya pepohonan, mereka menatap bangau bangau di danau buatan yg lumayan luas. Entah apa yang mereka perbincangkan tapi terlihat kalau Abi lagi lagi kesal dan memukul kepala Damar.
"Lagi pacaran?" tanya Dian menegur mereka.
"Eh Di giman..." ucapan Damar terpotong saat melihat ada Kristalia juga di sana. Padahal baru saja ia mau menanyakan tentang keberadaan gadis itu. Ia melihat Kristalia menunduk, jemarinya memainkn tali tas selempangnya.
"Kenapa?" tanyanya pada Dian.
Dian pun mengajak Kristalia mendekat dan duduk bersama mereka. Abi sigap mengeluarkan kertas meletakkan di akar pohon yang agak tinggi, mengodekan Kristalia agar duduk di sana. Mengingat agak aneh ada seorang gadis dengan rok tipis duduk di rerumputan. Dian diuk nyempil diantara Damar dan Abi. Sedangkan Ella berlari ke arah danau membuat bangau bangu beterbangan lalu sibuk melempar batu.
"Lia mau pamitan ke Jepang katanya, lagian kamu pake kabur tadi." jawab Dian sambil menyikut Damar.
"Ortunya sakit, jadi gak tau kapan balik kesini." sambung Dian menjelaskan.
Damar hanya mengangguk angguk. Abi mentap Kristalia yang menunduk.
"Sedih kenapa? Orang tua sakit atau ninggalin Damar?" tanyanya di jawab Dian dengan sikutan keras di tulang rusuknya.
"Becanda," sambung Abi.
"Ndak lucu," bisik Dian.
"Sedih, ortu sakit, sedih ninggalin kalian, baru kali ini aku punya temen sedekat kalian yang gak keberatan temenan sama gue. Temen temen yang tulus kayak kalian. Takutnya pas gue balik kalian udah lupain gue.
"Ya ndak mungkin lah Lia, Kau kan tiap menit update ig sama fb, mana bisa kita ngelupain kau." sahut Damar. Membuat Lia tak lagi menuntuk, ia tersenyum mendengar jawaban Damar.
__ADS_1