Darah Iblis

Darah Iblis
Chapter 1 (Fairy Glen Zodiak)


__ADS_3

Disebuah castle tua dengan menara hampir mencapai awan, Seam seorang pemuda yang berasal dari dunia peri tengah berdiri di dalam castle menatap ke luar menara. Dia mengamati lava panas yang menyembur disetiap cekungan kawah yang berada dihamparan Merkurius.


Hawa panas seakan tidak terasa bagi Seam, ia masih berdiri kokoh di ujung paling atas menara.


Tap ... tap... tap.


Suara derap langkah dari bawah menara terdengar begitu sayup dan perlahan semakin mendekat ke tangga paling atas.


Cekrek!!!


Suara pintu dibuka.


Daniel kakak kandung Seam, membuka pintu ruangan itu. Selama 10 tahun lamanya Seam telah dikurung di menara Api.


Seam yang mendengar langkah kaki itu lantas langsung menoleh ke arah Daniel.


"Kakak!" seru Seam seraya tersenyum menyambut kedatangangan Daniel.


Kemudian kakak beradik itu saling berpelukkan untuk sekedar melepas rindu yang sekian lama terhalang oleh waktu.


"Seam, akhirnya kau bisa bebas dari menara terkutuk ini!" Daniel menepuk-nepuk punggung adiknya.


"Ya, dan aku telah menunggumu daritadi untuk menjemputku serta membawaku keluar dari menara Api ini, Kak."


Daniel lalu melepas pelukannya dan menatap lembut wajah adiknya.


"Ah, ya maaf Seam. Sebelum ke sini kakak harus menemui seseorang, maaf membuatmu menunggu. Hem, akhirnya kita bisa berkumpul kembali Seam. Kakak ... kakak begitu merindukanmu!" Daniel mengacak-ngacak rambut adiknya itu dengan gemas.


"Siapa orang penting itu, sampai-sampai Kau menelantarkan adikmu sendiri! Kukira Kakak lupa untuk menjemputku hari ini!" Seam memasang wajah cemberut.


"Mana mungkin kakak lupa, tidak ada yang penting didunia ini selain Adikku!" Daniel mencubit ujung hidung adiknya untuk beberapa detik saja, dan kemudian ia melepaskan cubitannya itu.


"Terimakasih, selama 10 tahun ini Kakak tidak lupa untuk selalu mengunjungiku di penjara ini" ucap Seam tulus.


"Kau tidak perlu berterimakasih kepadaku. Harusnya kakak lebih bisa melindungimu dan tidak membiarkanmu terkurung di penjara ini begitu lamanya." Wajah Daniel berubah murung.


Seam tidak suka melihat perubahan ekpresi kakaknya itu. Bagaimana pun juga, semua yang terjadi dimasa lalu bukanlah kesalahan kakaknya.


"Sudahlah ini bukan kesalahanmu, Kak. Sekarang apa kita akan tetap berada di tempat ini?" Seam menggoda kakaknya.


"HA ha ha ... tentu saja tidak, kakak akan membawamu pergi dan mengajakmu keliling menikmati dunia luar. Apa kau sudah siap Seam?" tanya Daniel dengan senyum merekah.Seam hanya tersenyum dan mengiyakan ajakan Daniel.


Daniel menatap ke langit merah dan bersiul seakan memanggil sesuatu. Beberapa saat kemudian nampak-lah se-ekor singa Api terbang melintasi langit-langit dan hinggap tepat di depan kakak beradik itu. Mereka berdua mulai naik ke punggung singa Api. Kemudian mereka berdua terbang mengudara meninggalkan menara Api.


🎆 🎆 🎆

__ADS_1


Pukul 20.00


Salju terus turun di wilayah Skotlandia, tapi seorang pemuda jangkung dengan mata bulatnya tidak menghiraukan hawa dingin yang menyerangnya.


Nathan berdiri di tengah-tengah kerumunan orang-orang yang berkeliaran memadati taman kota. Sering kali ia menyapu salju-salju yang bersarang di rambutnya yang putih mengkilat.


Lama ia menunggu seseorang ,tapi ia masih belum menemukan keberadaan gadis pujaannya.


Tik, tok ... tik, tok... tik,tok.


Jam menunjukkan pukul 20.35


Suara detingan jarum jam semakin membuat Nathan semakin gelisah.


"Vallen, kenapa kau belum datang juga" gumamnya.


Nathan mengedarkan pandangannya ke berbagai sudut jalanan, berharap ia menemukan sosok yang ia cari.


Di seberang jalan raya ia melihat segerombolan orang-orang yang sedang mengerumuni sesuatu.


"Sepertinya ada kecelakaan" ucapnya dalam hati.


Langkah kecilnya kini membawa Nathan masuk ke dalam kerumunan orang-orang tersebut. Entah mengapa hatinya berdenyut nyeri ketika kakinya menyusuri tempat kejadian itu. Di sana ia melihat seorang perempuan cantik dengan rambut panjangnya yang sudah bercampur darah sedang terkapar di tengah-tengah zebra cross.


Nathan melebarkan bola matanya ketika melihat sosok yang terkapar itu adalah Vallen kekasihnya. Hatinya terguncang hebat, mungkin inilah alasan kenapa beberapa menit yang lalu perasaannya tidak enak. Dengan tangan gemetar Nathan mencoba menggoncangkan sedikit tubuh kekasihnya itu.


Nathan memejamkan matanya sedalam mungkin hingga ia bisa melihat kenangan-kenangan bersama Vallen. Salju yang terus turun menjadi saksi bahwa Nathan telah mengulang waktu, dimana Vallen belum mengalami kecelakaan.


Dia memutar waktu, tepat sebelum kecelakaan itu terjadi.


.


.


.


(Waktu berjalan mundur 15 menit)


Jam menunjukkan pukul 20:20, semua berjalan baik-baik saja. Orang-orang yang menyaksikan kecelakaan itu melakukan aktiftas mereka masing-masing seperti tidak terjadi sesuatu.


Nathan bisa melihat Vallen yang kini berjalan menyeberangi zebra cross. Tiba-tiba saja ada sepeda motor melaju kencang ke arah Vallen.


Sebelum sepeda itu menabrak Vallen, Nathan sudah menarik tangannya hingga ia bisa lolos dari kecelakaan itu.


Ya, Nathan telah mengendalikan waktu dengan kekuatan peri yang dimilikinya. Dia berhasil menyelamatkan kekasihnya itu,

__ADS_1


namun ....


"Sayang terimakasih, hampir saja aku celaka jika Kau tidak menarikku tadi" ucap Vallen setelah lolos dari kecelakaan itu. Ia sangat bersyukur kekasihnya datang tepat waktu.


Nathan tidak menjawab ucapan Vallen, ia lantas membawa pergi perempuan itu ke atas bukit yang berada tidak jauh dari arena taman kota.


Wajah dinginnya menatap lekat-lekat wajah Vallen. "Aku mencintaimu." Nathan membelai rambut gadisnya. Ada perasaan bersalah yang ia coba sembunyikan dari Vallen.


"Iya, aku juga mencintaimu sayang" balas Vallen dengan senyum renyahnya.


"Jaga dirimu baik-baik." Kemudian Nathan membalikkan badannya untuk membelakangi Vallen.


"Kau ini berbicara seperti itu seakan-akan ingin pergi jauh saja. Aku akan baik-baik saja jika ada Kau disampingku" ucap Vallen, ia sama sekali tidak menanggapi ucapan Nathan dengan serius.


"Ya, aku memang akan pergi jauh. Aku akan kembali ke duniaku. Mungkin kita memang tidak bisa bersatu Vallen, dunia kita berbeda! Kau harus terbiasa tanpa kehadiranku."


Baru setelah Nathan mengatakan hal itu, Vallen baru sadar, apa yang dikatakan Nathan itu bukanlah main-main.


"Tidak bisa!" teriak vallen.


Nathan membalikkan badannya lagi untuk melihat wajah kekasihnya itu untuk yang terakhir kalinya. Nathan mendekat dan merapatkan tubuhnya ke arah Vallen. Dia memiringkan wajahnya dan menyentuh bagian sudut bibir perempuan itu.


Cup ... cup.


Nathan mengecup bibir vallen dan kemudian menghilang bagaikan udara.


Vallen hanya terdiam dan mematung. Tubuhnya tumbang seketika, air matanya mengalir deras di sela-sela pelupuk matanya. Bagi Vallen kejadian itu hanya-lah mimpi, Nathan pasti akan kembali dalam pelukkannya. Laki-laki itu tidak akan pernah meninggalkannya.


Tidak akan pernah!


🎆 🎆 🎆


Isle Of Skye adalah tempat penghubung antara dunia peri dan dunia manusia. Di dunia peri terdapat bangunan castle tua yang cukup besar bernama Fairy Glen Zodiak. Castle tua itu telah dijadikan para ahli zodiak untuk memilih calon -calon zodiak yang nantinya akan dijadikan sebagai pelindung batu utama. Batu tersebut berguna untuk menyegel Lucifer.


Ratu viona, ratu Elvis, raja Oscar dan raja Varrel telah berdiri di tengah-tengah kekuatan bola kristal untuk meramal siapa saja yang terpilih menjadi calon ratu atau raja zodiak selanjutnya.


Semua nama telah terpampang dikekuatan bola kristal tersebut. Ratu Elvis dengan segera memanggil burung-burung gagak penyampai pesan dan diikatkannya gulungan nama pada kaki setiap burung. Kemudian ia terbangkan bebas burung-burung tersebut.


Terlihat se-gerombolan gagak hitam berterbangan ke berbagai arah untuk mencari keberadaan orang yang telah tercantum nama di gulungan masing-masing.


............


*Oke, sebelumnya Author ucapin terimakasih buat readers yang sudah mau mampir ke cerita aku ini. Sebenernya cerita ini pernah aku Up di ****** dengan judul yang sama dan alur yang sama, tapi dalam bentuk Fanfic.


Dan sekarang Author Up lagi di Noveltoon dalam bentuk Novel dengan karakter yang aku bikin sendiri. Cerita yang aku Up di Noveltoon, akan sedikit berbeda dari versi ******* karena memang asline belum sampai selesai 😅.

__ADS_1


Beri dukungan ya, bila kalian suka sama ceritaku agar Author semangt buat nyelesaiinya mumpung liburan nih 😄


salam kenal**


__ADS_2