
**Normal Pov**
Ellen terkejut saat para Pixie itu mengerumuninya, tak heran jika ia pun mundur untuk menjauhi peri-peri kecil itu darinya. Serbuk-serbuk biru yang melekat disetiap sayap kecil para Pixie membuat Ellen kagum pada makhluk kecil itu.
Awalnya ia merasa takut untuk mendekati para Pixie, namun rasa kagumnya membuat Ellen perlahan -lahan mengalahkan rasa takutnya. Pelan, pelan, dan pelan, akhirnya ia menggerakkan ujung telunjuknya untuk menjentikkan ke kening salah satu Pixie dan ia pun tertawa ketika melihat wajah lucu pada makhluk kecil tersebut. Ellen berharap para Pixie itu akan menyukainya, namun ternyata yang diharapkan malah berbeda. Salah satu makhluk kecil itu malah menggigit telunjuknya dan Ellen pun berteriak kesakitan. Gigitan itu membekas di telunjuknya, namun tidak ada bekas darah yang keluar. Kemudian Pixie itu terbang mengitari telinga Ellen untuk memberikan kalimat umpatan.
"Hai siapa kau! Beraninya menyentuh keningku dengan kasar!" umpat Peri kecil itu tepat di telinga kiri Ellen.
"Apa kau tidak suka? Tadi aku melakukannya dengan pelan. Aku... aku hanya tidak percaya saja di dunia ini ada makhluk kecil seperti kalian. Maka untuk memastikannya aku harus menyentuhmu dan ternyata aku tidak sedang bermimpi" jawab Ellen kepada salah satu Pixie yang kini sedang berbicara padanya.
"Tapi tetap saja tidak sopan! Dengar ya, jari-jarimu itu sangat besar. Satu jentikkan jarimu bisa menghempaskan tubuhku jatuh di antara bunga-bunga Lonceng itu!" jawab peri Pixie.
"Benarkah?Aku pikir peri itu sangat kuat, ternyata mereka itu sangat lemah ya" jawab Ellen tanpa bermaksud menyinggung.
Mendengar ucapan Ellen yang terdengar meremehkan bagi kaum peri, lantas para Pixie pun langsung memandang sinis ke arahnya. Menyadari akan ada bahaya yang siap menimpanya, Ellen langsung mengambil langkah siaga dan berlari sekencang-kencangnya untuk menghindari para Pixie jika itu diperlukan.
Terlihat segerombolan Pixie dengan cahaya birunya yang menyilaukan bersiap untuk terbang dan mendekat ke arah Ellen yang bertujuan untuk memberinya pelajaran.
Oke, saatnya berlari!
Sebisa mungkin Ellen berlari dan berharap makhluk kecil itu tidak bisa menangkapnya.
Ellen tidak tahu harus pergi kemana, tempat itu terlalu asing baginya
__ADS_1
"Makhluk-makhluk aneh itu kenapa gemar sekali mengejarku! Tadi burung gagak, sekarang peri-peri kecil itu. Sepertinya mereka menyukaiku." Ellen masih terus berlari dan berlari dengan napas yang tersenggal-senggal.
Ellen berlari tanpa memperhatikan jalan, ia terus menengok ke belakang untuk memastikan bahwa para Pixie itu tidak lagi mengejarnya.
Bruk!
Kali ini dia menabrak seseorang yang kini ada di depannya. Ellen mengamati seseorang itu dari ujung bawah kaki hingga ujung rambut.
" Apa dia seorang manusia? Ahh kurasa bukan, dia lebih cocok disebut bidadari. Perempuan ini benar-benar cantik. " Ellen memuji perempuan yang ada didepannya itu dalam hati.
Ya, sosok perempuan yang ada didepan Ellen ini berasal dari dunia peri yang bernama peri Emma. Parasnya begitu cantik, matanya jernih bagaikan tetesen embun pagi. Dan jika tersenyum seakan musim semi tidak akan pernah berhenti menyelimuti Isle Of Skye. Melihat keberadaan peri Emma para Pixie dengan segera menundukkan kepala mereka.
" para Pixie, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kalian mengejar perempuan ini? " tanya putri Emma dengan nada halus.
" Maafkan kami peri Emma. Kami mengejarnya karena dia telah meremehkan kekuatan para Pixie dan sekarang kami ingin memberinya pelajaran!" jawab mereka serentak.
"Para Pixie, bukankah hari akan mulai petang. Sebaiknya kalian kembali ke Garden Blue dan beristirahatlah. Perempuan ini biar aku yang urus" perintah peri Emma.
Tanpa perlawanan para peri kecil itu pun terbang kembali ke sarangnya.
.
.
__ADS_1
"Perkenalkan namaku peri Emma. Apa Kau yang bernama Ellen?" peri Emma memulai percakapannya dengan Ellen.
"Bagaimana Kau bisa tahu namaku?"
"Aku tahu semua tentangmu Nona Ellen. Sekarang ikutlah denganku, aku akan mengantarmu ke asrama."
" Asrama?Jangan asal bicara, aku tidak mau ikut denganmu! Bagaimana jika ternyata Kau ingin berbuat jahat kepadaku!" Ellen menolak ajakan peri Emma.
" Apa menurutmu wajahku ini wajah seorang penipu?"
" Tidak.... Tapi aku masih belum bisa percaya denganmu. Jika benar Kau adalah peri kenapa kau tidak mempunyai sayap seperti peri lainnya?"
" Tidak semua peri itu mempunyai sayap. Setiap peri tentunya mempunyai bakat tersendiri dan mempunyai ciri khas masing-masing."
" Ah, aku masih tidak mengerti. "
" Peri yang kau temui tadi adalah peri Pixie. Mereka hidup bergerombol dan hidup di Garden Blue. Di sana adalah surganya para peri, karena di tempat itu terdapat hamparan bunga Lonceng biru yang dijadikan tempat tinggal para pixie. Karena itulah mereka berukuran kecil dan serbuk biru yang melekat di tubuh mereka berguna untuk menghidupkan tumbuh-tumbuhan" jelas peri Emma.
" Lalu Kau termasuk peri jenis apa?" Ellen jadi penasaran.
" Aku termasuk golongan Water Fairies." jelasnya. Ellen hanya ber ' O' ria saat mendengar penuturan peri Emma.
__ADS_1
"Sudah jangan banyak tanya! Akan ku jelaskan setelah kita sampai di castle" ucap peri Emma. Ellen akhirnya menurut, daripada tidur dijalanan lebih baik tinggal di asrama. Meskipun sebenarnya ia tidak tahu asrama macam apa yang akan ia datangi.
........