Darah Iblis

Darah Iblis
Chapter 5 ( Penyambutan)


__ADS_3

Nama: Seam


Sebutan untuk dia peri Api.


Dia salah satu peri Api yang bisa menguasai semua kekuatan dari unsur Api, Udara, Tanah, dan Air.


Sebagian dari darahnya mengalir darah Lucifer.


Zodiak: Leo.


Couple binatang: Seekor Singa Api.


Karakter: Dingin, bersemangat, hangat.



.


.


.


.


Di dalam castle telah berkumpul 10 zodiak dengan penampilan yang berbeda-beda menurut golongannya masing-masing.


Golongan peri Air mempunyai Retina mata berwarna biru tubuhnya licin sehingga mereka tidak mudah disentuh.


Golongan peri Udara mempunyai mata yang bening bagaikan kaca, mereka juga mempunyai Retina mata berwarna abu-abu dan penglihatan mereka sangat tajam.


Golongan peri Api mempunyai Retina mata berwarna hitam,  namun ketika mereka mengeluarkan kekuatannya Retina mata mereka secara spontan berubah merah bagaikan Api yang membara.


Sedangkan dari golongan peri Tanah mereka mempunyai Retina mata berwarna coklat


seperti Tanah. Ciri khas dari peri Tanah adalah bau tubuh mereka yang begitu wangi, karena di dalam diri mereka telah tercampur unsur alam.

__ADS_1


Di ruang penyambutan para peri memakai pakaian yang sangat mewah. Mereka para peri zodiak memiliki wajah yang sangat rupawan dibandingkan manusia umumnya. Jadi tidak heran jika Ellen merasa terpesona dengan apa yang ia lihat saat ini.


Ketika Ellen dan peri Emma memasuki Aula tempat dimana para peri undangan telah berkumpul, kontak mata mereka semua tertuju pada kedatangan kedua perempuan itu.


Ellen awalnya merasa tidak nyaman berada di tempat itu karena semua mata sedang mengawasinya saat itu. Tapi ia berusaha bersikap tenang dan mulai mengatur napas.


Kini nampak segerombol peri musik berterbangan di depan aula, tubuhnya yang mungil membuat tubuh mereka lentur dan memudahkan untuk bergerak bebas.


Beberapa peri musik ada yang memegang alat musik yang berbeda-beda, dan mereka mulai menghibur peri undangan dengan suara musik yang mereka mainkan. Sebagian peri musik ada yang menari-nari seraya mengikuti irama musik.


Semua yang ada di sana pun bertepuk tangan untuk pertunjukkan itu. Ellen Juga menikmati pertunjukkan yang dimainkan oleh peri musik, dan rasa tidak nyamannya berangsur hilang.


" Wah, ini benar-benar menakjubkan!" Ellen tak Henti-hentinya mengagumi tempat itu ketika ia sudah berada di dalam dan melihat penghuni castle.


"Bagaimana, Kau menyukai tempat ini,'kan? " Emma tersemyum melihat wajah polos Ellen.


Mulut Ellen menganga sambil mengamati seisi castle." Tentu saja aku menyukai tempat ini!  Sungguh dari luar, castle ini begitu menakutkan. Tapi ternyata ini diluar dugaanku, ini Benar-benar Amazing!" ucap Ellen.


"Sekarang ikutlah denganku" ajak peri Emma.


"Kemana?"


"Serius?" Ellen terlihat senang.


"Iya, dan aku tidak akan membiarkanmu mengenakan pakaian itu untuk hari penyambutanmu."


Peri Emma menuntun Ellen menerobos para Fairy yang sedang asyik berdiri menikmati pesta penyambutan itu. Tampak beberapa peri undangan masih memandang aneh ke arah mereka berdua.


.


.


.


"Ah!" Teriak Ellen histeris ketika melihat kamarnya yang luas dan penuh dengan hiasan-hiasan yang indah.

__ADS_1


Ellen langsung berlari dan menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang besar yang sudah di penuhi oleh  kelopak bunga Krisan Ungu yang bertaburan menghiasi ranjangnya.


" Ah, rasanya ingin tidur saja.  Kamar ini Benar- benar nyaman!" Ellen menggerakkan kedua tangannya seakan berenang diantara kelopak bunga Krisan ungu.


Peri Emma menarik tangan Ellen dengan paksa agar ia segera bangun dari tempar tidurnya." Ellen, kita tidak punya banyak waktu. Jadi cepatlah ganti pakaianmu! Kau boleh berdecap kagum sepuasmu, tapi setelah acara ini selesai!" perintah Emma.


"Baiklah" jawab Ellen dengan suara berat.


Dengan cepat peri Emma menghias wajah Ellen dan memberinya sebuah gaun berwarna hitam dengan panjang selutut. Emma membiarkan rambut Ellen tergerai panjang dan dia sisipkan sebuah jepit rambut kesela-sela telinga perempuan itu agar terkesan lebih elegan.


Setelah selesai peri Emma mengajak Ellen turun untuk ikut bergabung dengan para zodiak.


Saat mereka turun, di bawah tangga nampak seorang pemuda dengan tangannya tengah memegang segelas soft drink.  Pria itu langsung memandang kearah mereka berdua.


"Peri Emma, Kakak memintamu untuk segera menemuinya dibelakang castle! ucap pria itu dengan ekpresi datar. Pasti kalian tahu siapa pria bermuka datar itu. Ya, pria itu adalah Seam.


"Oh baiklah. Emh... pangeran Seam, bisakah Anda menggantikanku untuk menemani Ellen? Aku tidak mungkin membiarkannya sendirian. Dia belum tahu tentang tempat ini" pinta peri Emma.


"He'em, jangan khawatir. Cepatlah pergi! Jangan biarkan kakakku menunggu lama."


"Terimakasih pangeran Seam" balas peri Emma, dan ia pun berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.


Setelah kepergian peri Emma, Seam bergegas meninggalkan tempat itu tanpa mengajak Ellen.


"Hai Kau, tunggu aku!" Ellen mengejar Seam, namun pria itu tidak merespon. Dia terus berjalan tanpa mempeduikan Ellen yang ada di belakangnya.


"Hai, bisakah Kau berhenti sebentar! Aku tidak bisa mengejarmu, sepatu ini benar-benar membuatku susah berjalan!" Ellen masih membuntuti Seam dibelakang.


Pemuda dingin itu tidak menggubris perkataan Ellen,  hingga akhirnya langkahnya terhenti sendiri ketika ada sesosok pria tampan memanggil namanya dari kejauhan. Pria itu pun mendekat kearah Seam.


" Hai, Kau Seam, 'kan? Ha ha ha,  aku tidak menyangka kita akan bertemu lagi ditempat ini. Aku merindukanmu Seam" pemuda tampan itu merangkul Seam.


"Ya, aku juga merindukanmu Nathan. Aku tidak akan melupakan teman kecilku ini" balas Seam dengan senyum lebarnya.


Ellen hanya mematung melihat kedua sosok pemuda itu.

__ADS_1


"Ah, apa-apaan ini! Aku dianggap nyamuk oleh mereka berdua!" Ellen menggerutu kesal.


Jujur, Ellen sedikit terpikat dengan sosok Nathan. Pria yang bersama Seam itu nampak menpesona dimata Ellen. Mungkinkah Ellen jatuh cinta pada pandangan pertama pada sosok Nathan?


__ADS_2