Darah Iblis

Darah Iblis
Chapter 7 ( Banshee)


__ADS_3

Ellen memasuki sebuah ruangan yang sedikit gelap, cahaya di ruangan itu hanya terlihat remang-remang.


Karena perasaannya yang sedang kesal karena sikap Seam, perempuan bernama Ellen itu pun berjalan tanpa mengetahui arah kemana tempat Aula pertemuan itu berada.


Kakinya terus melangkah hingga masuk ke sebuah ruangan kosong. Sampai akhirnya ia merasakan ada ke anehan di tempat itu.


Hawa dingin langsung menyeruak di dalam ruangan tersebut, hingga bagian leher perempuan itu merinding. Ketika ia berniat untuk ke luar dari ruangan itu, Tiba-tiba suara jeritan terdengar begitu menakutkan di telinga Ellen. Dia sedikit takut, tapi rasa penasarannya telah mendorongnya untuk tidak beranjak dari tempat itu. Dia kembali memutar badannya untuk mencari sumber dari suara tersebut.


Sungguh malang nasib Ellen, saat ia baru melangkah beberapa cengkal saja dari tempatnya berdiri, sebuah balok kayu Tiba-tiba jatuh dan menimpahinya.


Gubraakkk,


Braakkk,


Braakkk,


Suara berisik itu memecahkan kesunyian.


Dalam kegelapan terlihat darah mengalir dari sudut kepala Ellen.  Perempuan malang itu tergeletak di bawah reruntuhan balok kayu.


Tulang-tulang sendinya patah, Ellen sama sekali tidak bisa bergerak, ia hanya bisa membuka matanya sedikit.


Masih dalam keadaan setengah sadar, Ellen masih bisa mendengar suara jeritan yang membuatnya harus mengalami kecelakaan itu. Seharusnya ia mengabaikan suara itu, suara seorang perempuan yang menjerit di malam hari.


Ellen tidak berbuat Apa-apa, dia terus mendengar Jeritan-jeritan itu. Lambat laun suara itu berubah menjadi suara rintihan yang semakin memilukan.


Tidak ada Siapa-siapa di ruangan itu, hanya ada Ellen yang masih terbaring dengan darah yang masih mengalir dari bagian kepalanya.

__ADS_1


Lalu darimana jeritan serta rintihan itu berasal? Semakin lama Ellen mendengar rintihan itu hatinya terasa gemetar ketakutan. Ingin rasanya ia berteriak minta tolong, namun ada sesuatu yang mencekik lehernya dengan kuat. Ellen tidak bisa bernapas dan itu sangat menyiksanya. Ellen tidak bisa mengeluarkan suara dari dalam tenggorokkannya, seperti ada yang menekan tenggorokkannya Dalam-dalam.


Saat Ellen mencoba untuk menyingkirkan balok kayu yang menindihi tubuh kecilnya, seberkas cahaya menerobos masuk ke dalam ruangan. Cahaya itu menuju ke arah Ellen dan memudarkan pandangannya. Ellen menutup kedua matanya dan saat ia membuka matanya kembali,  Ellen sudah berada di tempat yang berbeda.


Sejenak Ellen mengedarkan pandangannya. Dia terkejut ketika melihat di sekelilingnya di penuhi Semak-semak berduri yang di tumbuhi bunga Mawar Hitam. Selain itu ia juga menemukan kejanggalan pada dirinya.


Di tubuh Ellen tidak ada bekas luka atau pun darah, tubuhnya dalam keadaan Baik-baik saja.


"Sebenarnya apa yang terjadi?  Kenapa aku berada di tempat ini,  dan kenapa tidak ada luka sedikitpun di tubuhku. Ini aneh!"


Ellen kembali mengamati sekelilingnya, hingga sepasang matanya telah terfokus pada satu jalan. Jalan yang memang hanya ada satu diantara Semak-semak berduri itu.


"Aku harus keluar dari tempat ini! Seharusnya aku sekarang berada di pesta penyambutan,  bukannya malah berada di tempat gelap ini!" Ellen kemudian menyusuri jalan kecil yang ia lihat tadi, yang mungkin saja itu memang sebuah jalan keluar untuk kembali ke castle.


Kabut hitam mulai turun di sekitar lembah hitam hingga pandangan Ellen menjadi kabur. Meskipun matanya tidak bisa melihat dengan jelas, perempuan itu masih tetap bertahan. Ia terus melangkahkan kakinya menyusuri jalanan kecil,  sekalipun sesekali kedua tangannya terkena duri tajam,  Ellen tidak menghiraukannya.


"Aku mendengar suara Air, aku harus Hati-hati! Siapa tahu, tidak jauh dari sini ada sungai atau jurang, aku harus waspada.  Jangan sampai aku salah jalan dan jatuh" gumamnya dalam hati.


Dalam dinginnya malam, di tambah kabut yang semakin tebal membuat lembah hitam itu semakin mistis.


🎵🎵🎵 Hem...hem...hem.🎵🎵🎵


"Malam- malam begini siapa yang menyanyi ya?"gumam Ellen, ketika angin malam telah menyampaikan sebuah nyanyian untuknya yang entah darimana asalnya.


"Ah tidak! Tidak!  Tidak! Aku tidak mau peduli dengan Suara-suara itu, aku ingin pulang!" Ellen menutup kedua telinganya,  berharap ia tidak bisa mendengar Suara-suara aneh itu lagi.


🎵🎵🎵 Hem...hem...hem🎵🎵🎵

__ADS_1


Namun semakin ia menjauh,  suara nyanyian itu terdengar semakin keras. Suara itu bukan lagi sebuah nyanyian, melainkan suara itu terdengar seperti roh yang menjerit.


Kini perlahan kabut tebal mulai menghilang dan suara itu pun ikut menghilang. Ellen kini bisa melihat apa yang ada di sekitarnya.


Di depannya ada sebuah sungai kecil yang airnya begitu jernih terpampang jelas di depan Ellen.


"Tidakkusangka tempat seseram ini ternyata mempunyai sumber air yang begitu jernih!" Ellen mendekat ke sungai dan membasuh mukanya dengan air yang mengalir. Wajahnya terlihat lebih segar sekarang.


Saat ia sedang asyik membasuh kedua tangannya, terciumlah bau amis seperti darah yang mengalir. Sejenak Ellen menghentikan aktifitasnya.


Siapa sangka air yang tadinya jernih itu, kini berubah menjadi merah darah. Bau Amis itu berasal dari sungai yang mengalir, dimana Ellen kini sedang membasuh tangannya itu. Ellen tersentak kaget sampai perutnya terasa mual.


Ia memalingkan wajahnya ke tempat lain, kini dia bisa melihat seorang perempuan dengan rambutnya yang panjang sampai ke mata kaki, tengah menyisir rambutnya dengan sisir emas.


Tidak hanya itu, Ellen juga melihat perempuan itu meletakkan sisir emasnya di atas batu besar dan kedua tanganya meraih sebuah baju belumuran darah. Kemudian perempuan misterius itu mencuci pakaian itu dengan air yang mengalir dari Sungai tersebut.


Jantung Ellen semakin berdegup kencang saat perempuan itu memandang ke arahnya.


"Aku...aku tidak bisa bergerak bagaimana ini!" Keringat dingin keluar di sekujur tubuhnya.


Banshee makhluk itu menatap Ellen dengan tatapan yang mengerikan.


......... ....... .......


Banshee atau Bean-Si yang berarti perempuan dari kuburan adalah ruh perempuan dalam mitologi Irlandia, biasanya dianggap pertanda kematian dan pembawa pesan dari dunia lain.


Sumber : Google

__ADS_1


__ADS_2