Darah Iblis

Darah Iblis
Chapter 4(Pengenalan Karakter)


__ADS_3

ELLEN adalah seorang perempuan yang mempunyai setengah darah manusia dan setengah darah Fairy.


Sebutan dia adalah peri Tanah.


Kekuatan yang ia miliki : bisa menyembuhkan diri dan bisa menumbuhkan tanaman.


Zodiak: Capricorn.


Couple binatang: Kambing Laut.


Karakter: Cuek, tegas dan keras kepala.



.


.


.


.


Emma membawa Ellen ke sebuah castle tua bernama Fairy Glen Zodiak. Tempat itu terlihat menyeramkan dan hawa dingin langsung menyeruak menusuk ke tulang-tulang Ellen. Pohon-pohon besar berdiri kokoh disepanjang jalan menuju castle. Ellen bergidik ngeri ketika kedua matanya melihat bangunan tua berdiri di depannya.


"Hai Kau, sepertinya aku tidak jadi ikut denganmu... aku ... aku harus kembali!" ucap Ellen dengan memegang lehernya yang terasa merinding.


"Kenapa? Setahuku Kau tidak mempunyai tempat tinggal, jadi tetaplah di sini!" balas Emma.


Ellen membulatkan matanya. "Kata siapa aku tidak mempunyai tempat tinggal! Aku... aku, ah sudahlah pokoknya aku tidak mau berada di sini!" Ellen berniat untuk kabur, namun Tiba-tiba saja langkahnya terhenti.

__ADS_1


" Jadi Kau lebih memilih menjadi gelandangan daripada tinggal di dunia peri ?"


Tubuh Ellen membeku seketika.


"Apa kau bilang tadi, gelandangan?" Ellen memanyunkan bibirnya. "Dengar ya, siapa namamu? Ahh aku lupa!"


"Peri Emma! Kau harus mengingat nama itu."


"Ah iya, Emma! Dengar ya, aku ini punya rumah dan aku tinggal bersama bibi berserta saudaraku. " Ellen mendekatkan wajahnya tepat di wajah peri Emma.


Emma mendorong wajah Ellen agar menjauh darinya. "Lebih tepatnya ibu dan adik tirimu. Iya, 'kan? Dan masalah rumah, bukankah Kau itu sudah diusir oleh mereka."


" Itu... itu anu, aah apa ya.... " Ellen masih berpikir.


"Sudah jangan banyak berpikir. Kau itu salah satunya yang beruntung mendapatkan kesempatan langka seperti ini!" Kini Emma sengaja mendekatkan wajahnya ke Ellen.


"Ehem, Ehem!" Terdengar suara Laki-laki tengah berdehem di belakang peri Emma.


Wajahnya mendadak berubah merah merona ketika melihat mereka berdua. Namun, ia menyembunyikan perasaan malunya itu dengan menundukkan kepala seraya melipat salah satu tangannya di depan dadanya sebagai tanda penghormatan.


Ellen hanya diam melihat tingkah peri Emma. Menyadari dirinya diperhatikan, dengan segera Emma memegang kepala Ellen dan memaksa manusia setengah peri itu agar mengikuti gerakannya. Ellen harus memberikan hormat kepada kedua Laki-laki itu juga.


"Hai Apa-apaan Kau menyuruhku menunduk segala! Lepaskan tanganmu dari kepalaku! bentak Ellen.


"Kau harus memberikan hormat kepada mereka, jadi diam-lah dan ikuti aku!" Emma masih menahan penolakan dari Ellen.


"Aku tidak mau! Memangnya mereka itu siapa, Raja? Ha ha ha, sepertinya tidak mungkin!" Ellen tertawa keras.


" Hai Kau, diamlah!" gertak peri Emma.

__ADS_1


"Ha ha ha sudahlah, berhenti menunduk. Benar kata perempuan ini, aku bukanlah seorang raja. Jadi cepatlah berdiri peri Emma" ujar Daniel dengan senyum ramahnya.


"Tapi pangeran...!" peri Emma tidak melanjutkan perkataannya karena tangan Daniel telah meraih tangannya lebih dulu dan membantunya untuk segera berdiri.


"Tunggu! Bukankah Kau Laki-laki yang menolongku itu,'kan? Kau yang telah memberikan makanan kepadaku, Ah iya benar itu Kau! Apa Kau mengingatku juga? " ujar Ellen ketika mengamati wajah salah satu pria itu. Ya, tentu Ellen masih mengingat wajah penolongnya itu. Kejadiannya, 'kan baru satu jam yang lalu dan Daniel juga masih mengingat wajah Ellen.


"Ha ha ha, Kau benar Ellen. Bukankah aku sudah mengatakan kepadamu bahwa kita akan bertemu lagi" balas Daniel masih dengan sikap ramahnya.


"Jangan-jangan Kau yang mengundangku kemari iya, 'kan? Hem, apa jangan-jangan Kau penguntit?" Ellen memasang wajah polos. Namun percakapan mereka terhenti saat Seam menarik lengan kakaknya agar Segera masuk ke dalam castle.


"Kakak ayo masuk! Di sini sudah mulai dingin!" gerutunya tanpa memperlihatkan senyum sedikitpun di wajahnya. Hanya wajah dingin yang Seam perlihatkan pada Ellen dan ia langsung menyeret kakaknya masuk ke dalam castle.


"Tunggu Seam!" Daniel menahan tangan adiknya sebisa mungkin.


"Peri Emma, ajaklah Ellen masuk karena acara penyambutan akan segera dimulai" ucap Daniel. Kemudian kakak beradik itupun menghilang dari pandangan Ellen.


"Baik pangeran!" jawab peri Emma, meskipun Daniel sudah menghilang dari pandangannya.


"Kak ayo cepat! Aku ingin segera menemui ayahanda!" Seam menarik kembali lengan kakaknya dan masuk ke sebuah ruangan.


.


.


.


" Cih! Apa-apaan dia! Sikap anak itu begitu dingin, berbeda sekali dengan kakaknya" batin Ellen.


Setelah kepergian kakak beradik itu peri Emma segera membawa Ellen masuk ke castle Fairy Glen Zodiak.

__ADS_1


..........


__ADS_2