Deadly Nightshade

Deadly Nightshade
CHAPTER 10


__ADS_3

Keesokan harinya setelah hilbert pulang sekolah ia pun mulai berlatih dengan pamannya,hingga suatu saat ia disuruh pamannya untuk mempelajari teknik tingkat tinggi dengan hati hati



"baiklah hilbert karena kamu sudah bisa sebagian besar dari ilmu yang kuajarkan walaupun cuman dasarnya, hari ini aku akan memberikan ilmu yang bisa mengalahkan seorang jendral iblis tapi kamu harus melatihnya dengan tekun karena jurus ini dapat membahayakan tubuh bila tidak terbiasa dengan efek sampingnya" kata paman



"baiklah paman.. Kalo gitu aku akan selalu melatih tubuhku dengan rutin" jawab hilbert



"ya... Tapi sekarang tugas kamu buatkan makanan aku, hehe" kata paman dengan muka serius


"baik laksanakan"



Keesokan hari hilbert memulai melatih tubuhnya dengan jogging di pagi hari dan setelah pulang sekolah dan malamnya dia melatih teknik teknik yang diajarkan pamannya selain itu dia juga mulai nge\-gym saat hari libur.



suatu hari karena hilbert sangat ambisius diapun mencoba menggabungkan beberapa ilmu dia pun menciptakan jurusnya sendiri.



disaat yang sama Arthur yang dilatih oleh J dia hampir menyerah karena latihan yang diberikan oleh J hampir mustahil dilakukan



"woi... Woi.. Woi.. Siapa yang menyuruhmu berhenti" kata J yang sedang melihat arthur dengan tatapan yang tajam



"hei' yaa.... Nggak ada kok cuman tadi keinget sama saudaraku" kata Arthur



"ohh gitu... Tenanglah dia sekarang juga dilatih dan tidak hanya dia yang dilatih tetapi juga pacarmu"



"hee.... Sekarang! Kamu tau dari mana? Kamu ngintip ya..." jawab arthur dengam pringisan



"enak aja ngintip! Cuman memata matai doang" jawabnya J dengan tampang tanpa dosa



"SAMA SAJA BODOH!!" bentak arthur karena sebal dengan kelakuan J



"hehehe, tenanglah aku ga ngintip yuri kok"



"lohh... Tumben nggak, biasanyakan kamu kalo udah ngintip mode kan sampe keakar akar"



"sebenarnyaaa bukannya nggak tak intip cuman tempat dia berlatih sudah dipasangi oleh pelindung yang lumayan kuat dan karena itu cuman buang buang energi kalo ku terobos akhirnya ku skip aja"


__ADS_1


"nah kalo itu aku percaya"



"oh iya bagaimana kalo hari ini kita sparing?"



"okee siapa takut!"



"sip kalo gitu yang kalah siapkan makan malam"



"woi nggak ngefek! Setiap hari kan emang aku yang masak!" jawab arthur sambil marah marah



"ayolah itukan emang tugas kamu sebagai murid atau kita sparing sampai salah satu tumbang" usul J dengan aura membunuh dan muka semangat



"baiklah siapa takut tapi nanti malam siapa yang masak" tanya arthur



"tentu saja kamu lah~"



"ahh bomat lah"


***wush~


slashh***~


Mereka pun berdual dengan sengit dan belum ada 20 menit berlalu Arthur sudah dikalahkan


"nahh baik sekarang kamu kalah jangan lupa untuk memasak nanti, bye~ bye~" kata J dan tak lama kemudian dia menghilang



"iya iyaa dasar guru yang ga tanggung jawab, tapi apa boleh buat aku udah kalah T\_T" kata Arthur sambil ke dapur dengan suasana hati yang buruk



"ngomong\-ngomong yuri.... Siapa ya yang mengajarinya" renung arthur sambil masak



"ahh udahlah timbang mikirin dia mending selesain masak dulu"



di waktu yang sama diruang makan yuri dan Sylvia berbicara



"yuri kamu hari ini udah bekerja keras, tapi mengapa kamu tidak mau belajar sihir serangan? Malah fokus ke sihir penyembuh?" tanya Sylvia



"iya agar dimasa depan kalo ada seseorang yang terluka walaupun parah aku tetap bisa menyembuhkannya agar tidak terjadi lagi sama saat waktu itu" jawab yuri dengan nada datar

__ADS_1



"oh gitu... Kamu masih menyesali kejadian waktu itu..." kata Sylvia dan tak lama kemudian Sylvia pergi dari dapur



"bagaimana ya caranya biar bisa membangkitkan mayat...?" pikir yuri sambil cuci piring



keesokan siangnya yuri pun ber inovasi agar keinginannya bisa terjadi dan tak lama kemudian dia baru peka bahwa suasana disekitarnya menjadi lebih tenang



"ehh apa yang terjadi..." tanya yuri sambil gemetaran



"mungkinkah ada yang sedang menggunakan sihir"



sesaat setelah itu yuri melihat ada seseorang yang terluka dan betapa terkejutnya saat yuri mendekati orang tersebut dia mempunyai sayap



"permisi... Apakah ada yang bisa saya bantu bu..?



" nggak... Heh kamu... Kamu kok bisa melihatku...? "tanya orang itu dengan heran



" iya bisa... Emang ibu itu makhluk apa kok sampai heran bisa saya lihat"tanya yuri sambil membaca mantra penyembuh



"aku sebenarnya seorang malaikat yang diserang oleh iblis saat menjalankan tugasku"



"oh begitu... Kan kalo iblis bisa dilihat seseorang yang diincarnya... Kalau malaikat syaratnya apa ya?"



"nah sebenarnya syarat agar bisa melihat seorang malaikat ada 2 kemungkinan tang pertama sang malaikat itu mau memperlihatkan wujudnya kepada seseorang yang ke dua dia memiliki hubungan dengan malaikat, nah dilihat dari situasinya kemungkinan yang ke dua"



"iya karena ibu saya mewarisi darah malaikat katanya dan saya juga mewarisinya"



"masak? Tapi bagaimana mungkin... Bukannya pemilik darah malaikat diincar oleh raja iblis!" kata malaikat itu dengan terkejutnya



"ntah... Mungkin karena darah malaikatku bangkit sedikit belum semuanya, makanya aku sulit ditemukan oleh mereka"


setelah pembicaraan tersebut luka malaikat tersebut sudah pulih dan malaikat itu pun pamit


"baiklah kamu akan aku beri Ability"


"terimakasih malaikat"

__ADS_1



setelah malaikat itu pergi dia baru sadar bahwa malaikat tersebut tidak menyebutkan apa yang dia berikan


__ADS_2