Deadly Nightshade

Deadly Nightshade
CHAPTER 6 - STORY OF YURI


__ADS_3

 


keesokan harinya saat pemakaman arthur, yuri dengan sengaja tidak mengabari keluarganya karena takut kepada hilbert, Setelah selesai pemakaman yuri masih dimakam arthur sembari menyeseli saat kejadian itu


"Arthur maaf... Maafkan aku..... Huhu......." Kata yuri sembari menangis di makam arthur dengan penuh penyesalan.



"Arthur karena kamu telah menyelamatkanku...... Aku..... Aku akan menghargai yang kamu berikan...." kata yuri dengan terpata pata



Setelah itu yuri mulai meninggalkan makam.. Sesampainya gerbang pemakaman ia melihat lagi makam Arthur dengan muka menyesal.



" udah yuri... Sini masuk ke mobil" rayu sang bibi sembari menghampiri yuri.



"bagaimana mungkin bibi.... Aku.... Aku telah berhutang nyawa dengannya...." jawab yuri sembil memeluk bibinya



"huh....ya begitulah nasib yang kamu jalani dengam ayahmu,tapi yuri dengarkan aku.. Saat kamu dan Arthur di ruang uks aku merasakan aura yang campur aduk didalam dirinya" kata bibi yuri sembari mengelus kepala yuri.



"bibi tau itu... Tapi... Tapi mengapa tidak memberitahukan hal itu kepadaku!" bentak yuri karena merasa kesal



"yuri mulai besok kamu tidal usah kesekolah dulu yaa" kata bibinya



"kenapa bibi? Kita mau kemana?" tanya yuri sambil masuk ke mobil



setelah yuri masuk ke mobil mereka berangkat ke dermaga, sesampai di dermaga yuri bertanya

__ADS_1



"bibi, kita akan kemana? Kok ada kapal yang menunggu kita?" tanya yuri yang bingung dengan tingkah laku bibinya



"oh ini.. Kita akan ke pulau terpencil dimana iblis kesulitan untuk menemukan kita" jawab bibi yuri sambil menggandeng tangan yuri dan masuk kekapal



"bibi kenapa kita harus kesana?" tanya yuri



"kita harus kesana karena mulai saat ini aku akan melatih kamu agar bisa menjadi sorcerer yang kuat agar kamu tidak kehilangan orang yang kamu sayangi lagi" kata bibi sambil menatap wajah yuri



"baiklah bibi, aku akan berusaha" yuri yang mendengar kata kata bibinya mulai bersemangat kembali



"bagus, mari kita berangkat sekarang" kata bibinya yang sudah menyiapkan pelindung magis




"bibi... Ini bukannya... huhk.... pulau milik pemerintah kenapa aku merasakan aura milik bibi dipulau itu?" tanya yuri yang sedang dimabuk laut



"iyaa... Karna pulau itu memang milikku" jawab bibinya dengan wajah sombong



"yang benar bibi!?" saut yuri dengan penuh kagum dan melupakan mabuk lautnya



"ya jelaslah bibimu ini bukan orang biasa tau" jawab bibi yuri dengan songongnya

__ADS_1



setelah beberapa jam mereka sampai dipulau bawean, sesampainya dipulau yuri tambah kagum dengan pulau tersebut karena merasa tidak percaya bahwa bibinya begitu menakjubkan.



"baiklah yuri latihan kamu akan dimulai besok, sekarang kamu akan ku ajak berkeliling dulu agar kamu tidak tersesat" kata bibi yuri sambil menggandeng nya masuk kedalam pulau



"BAIK BIBI!, ngomong ngomong bibi... Aku lapar" kata yuri sambil memegang perutnya



"ya ampun kamu, baiklah kalo gitu mari kita makan dulu" kata bibi yuri sambil membuka pintu masuk ke dalam bangunan itu



ternyata bangunan tersebut diaktifkan dengan sihir dari bibinya yuri dan terbukalah pintu tersebut seperti di film film



"bibi kamu bisa dapat pulau ini gimana caranya?" tanya yuri sambil mengikuti bibinya



"oh pulau ini aku dapat dari pemerintah pusat lah" jawab bibinya yuri sambil menuju ke ruang makan



"kok bisa pemerintah mau menyerahkan hak milik pulau ini ke bibi?" tanya yuri dengan sangat\\-sangat kagum



"gampang kok tinggal ku ancam aja tu pemerintah" jawab bibinya dengan muka yang puas akan perbuatannya



"oh gitu..." jawab yuri dengan muka penuh penyesalan karena sempat kagum dengan bibinya


__ADS_1


setelah itu mereka makan dan setelah makan karena sudah malam bibinya menyuruh dia tidur agar besok siap untuk latihan


 


__ADS_2