Deadly Nightshade

Deadly Nightshade
CHAPTER 7 - STORY HILBERT


__ADS_3

Di saat yang sama saat Arthur bertarung hilbert sudah merasa cemas tetapi karena dia masih ada tugas menjaga cafe dia hanya bisa memikirkan apa yang dilakukan kakaknya.



"mas... Halo...haii... ?" kata pelanggan yang mau memesan



"ehh... Iya.. Mau pesan apa mbak? Maaf atas kelalaiannya" hilbert yang melamun kaget saat itu



"kamu kalo kerja yang becus dong, kalo begini trus kamu tidak akan bisa diterima kerja" ceramah pelanggan itu dengan marahnya



"iyaa maaf mbak" kata hilbert sambil menunggu dia memesan



"lupakan, kalo gitu saya pesan kopi latte satu sama makanannya terserah kamu" pesan pelanggan tersebut sambil menghela nafas



"baik, tolong ditunggu sebentar pesanan akan saya antar" kata hilbert sambil undur diri


Setelah pesanan itu diantar tak lama kemudian dia menutup cafenya, Setelah selesai menutup ia menelepon kakaknya tapi tidak di angkat hilbert pun tambah cemas dan hilbert menelepon teman teman kakaknya tapi tidak ada yang tau dimana kakanya berada.


akhirnya hilbert memutuskan untuk pulang dan sesampai dirumah hilbert bertanya kepada pamannya



"paman, apakah paman dapet kabar tentang kakak?" tanya hilbert dengan nada cemas



"tidak, mungkin dia menginab dirumah temennya atau mungkin dirumah pacarnya" jawab pamannya dengan enteng



"kalo begitu tidak masalah tapi tadi sudah kutelepon teman temannya tidak ada yang tau dimana kakak" kata hilbert sambil menatap hp nya



"kalo pacarnya?" tanya paman



"ituu.... Aku tidak punya kontaknya" kata hilbert sambil menuju ke kursi



"nah kan, udahlah jangan terlalu cemas dia pasti lagi uwu uwu dengan pacarnya" kata pamannya sambil membayangkan



"iya.... Mungkin aku aja yang terlalu cemas ya" kata hilbert sambil menuju kekamarnya



"udah tidur sana,besok sekolah" kata pamannya sambil menonton tv



setelah hilbert sampai dikamar ia tertidur pulas, saat tertidur dia melihat kakaknya dalam bahaya dan seketika bangun menuju ke kamar mandi untuk membasuh muka dan kencing lalu ia tidur lagi.



keesokan harinya ia segera mandi dan bersiap berangkat sekolah. lupa bahwa kakaknya belum pulang dia pun meminta jatah uang saku milik kakaknya untuk berangkat naik taksi.



setelah di sekolahan hilbert langsung datang ke kelas kakaknya dan benar saja ia tidak ada, hilbert pun menuju kekelasnya sambil memikirkan tentang mimpinya tentang kakaknya yang dalam bahaya.


__ADS_1


saat saat ditengah perjalanan menuju kekelasnya menabrak siswi yang cantik dan



"bruk"



"aduh maaf ya" kata hilbert dengan tatapan kosong



"oh iyaa, aku juga minta maaf karena tidak hati hati" jawab siwi itu



"ya udah aku duluan ya" kata hilbert sambil melamun lagi



"iya" kata siswi itu sambil membersihkan pakaiannya



"pria yang aneh, pagi pagi udah dapet masalah aja" kata siswi itu dengan nada heran



"tapi... Dia lumayan tampan juga" kata siswi itu sambil kasmaran sendiri


Saat tiba di kelas hilbert hampir terlambat datang


"untung guru belum datang" kata hilbert sambil berjalan kekursinya



"belum datang apanya guru hari ini ada keperluan dia menyuruh kita mengerjakan tugas matematika di buku paket hal 185 \- 200" kata toni selaku teman sebangkunya sambil mengerjakan tugas nya




"iya sih, tapi kan beda cerita kalau ku laporin" jawab toni sambil menatap hilbert dengan nada mengancam



"janganlaah, nanti ku traktir deh" mohon hilbert



"nah kalo gitu oke" jawab toni sambil tersenyum puas


Setelah itu saat jam istirahat hilbert bergegas menuju kekelas kakaknya untuk melihat apakah yuri masuk sekolah apa tidak.


"halo.. Permisi... Apakah kak yuri masuk hari ini?" tanya hilbert kepada salah satu siswa dikelas



"oh yuri.. Dia hari ini ngga masuk dia izin selama seminggu karena ada kepentingan tulisnya di surat" jawab siswa tersebut



"oh gituu, makasih kak, maaf ngganggu." jawab hilbert sambil undur diri



tak lama kemudian toni datang



"hoi bert ayo gas ke kantin" kata toni dengan semangatnya



"iya iya ayoo" jawab hilbert

__ADS_1



setelah jam istirahat selesai pembelajaran dilanjutkan sampai selesai. Hilbert pun pulang sesampainya dirumah dia bertanya lagi kepada pamannya apakah kakak sudah pulang tapi tetap tidak ada kabar.



saat hilbert mandi dia jadi kepikiran soal siswi yang tadi pagi dia tabrak dan mulai penasaran dengan nya.



"kenapa aku kepikiran dia ya.." renung hilbert sambil menggosok badannya



"padahal dia kan cuma cewek cantik seperti yang lain tapi kenapa... Kenapa aku merasakan kehangatan pada dirinya yang sama seperti kakak" kata hilbert sambil memakai handuk dan keluar kamar mandi



sesaat setelah selesai mandi pamannya pun menyuruh hilbert untuk menyingkir karena pamannya kebelet.



"duh paman kalo sudah kebelet ga bisa dihadang" jata hilbert sambil berjalan kekamarnya



setelah selesai berpakaian ia berangkat menuju kafe berkerja lagi, sesampainya dikafe hilbert mulai kerja seperti biasa tanpa disadari ternyata pelanggannya adalah siswi tadi pagi



"ehhh... Kamu" kata siswi tersebut dengan panik



"oh hei kamu...." sapa hilbert dengan senyuman



"oh iya namaku Fitri" saut siswi tersebut sambil mengajak salaman



"oh iyaa.. Aku hilbert salam kenal" jawab hilbert sambil membalas salaman fitri



"kamu.. Kerja disini?" tanya fitri sambil membaca menu



"iya... Aku dan kakakku kerja disini" jawab hilbert dan seketika raut muka hilbert menjadi terlihat sedih



"eh kenapa hilber? Apa aku berbuat salah?" tanya Fitri dengan panik



" enggak bukan apa apa kok" jawab hilbert



"oke aku pesen menu ini dan ini oh sama ini, makasih" pesan fitri



"oke mohon tunggu sebentar ya" jawab hilbert sambil mencatat dan berjalan ke dapur



hilbert tidak menyangka bahwa dia memang cantik dan baik hati mirip seperti kakaknya.



Setelah itu karena sudah malam dia menutup kafenya

__ADS_1


__ADS_2