Deadly Nightshade

Deadly Nightshade
CHAPTER 8 - STORY OF ARTHUR


__ADS_3

"huh... Dimana ini... Kenapa aku disini..."



"dan kenapa disini kok rasanya tidak asing..."



sesaat kemudian dia melihat seseorang yang cantik dan sangat anggun



"hei! Nona cantik yang ada disana..!"



"oh ayolah kenapa kamu tidak membalas!"



Arthur pun bergegas menghampiri orang tersebut agar bisa mengetahui dimana lokasinya



"hei Nona tunggu sebentar"



arthur pun kaget karena tadi orang tersebut masih sangat jauh tiba\-tiba muncul di belakang dia



"Hei kalo... Mau nanya tuh yang benar..."



"oh hei, kamu bisa pindah tempat gimana? Dan dimana ini?"



"Oh dasar kamu padahal kamu itu sudah tampan tapi agak pemarah ya" kata nona tersebut dengan nada yang imut sembari tersenyum



"oh ayolah jangan begitu.. Jawab saja pertanyaan ku!"



"aduh iya iya jangan ga sabaran seperti ayahmu dong"



"ehh kamu tau ayahku? Kamu siapa sebenarnya?"



"hei ayolah aku aja belum jawab yang tadi masa udah kou hantam pertanyaan tadi..." jawabnya sambil mencubit hidungnya arthur



"iya deh maaf...."



"nahh gitu dong.... Baiklah mari mulai dari awal" katanya sambil menjentikan jarinya dan seketika pemandangan disana berubah jadi lebih segar dilihat



"wahh.... gila... Bisa gitu ya..." arthur kagum saat melihat pemandangan yang sangat luar biasa itu



"baiklah gini kan lebih enak buat berbicara, oke namaku adalah Ratu sri ningrum istri dari seorang jendral iblis yang tampan"



"oh gitu... Kalo gitu perkenalkan aku.."


__ADS_1


"Arthurian iskandarsyah kan, hehe" sela ratu



"hee... Dari mana kamu tau?"



"tentu saja tau.... Karna yang memberikan nama itu adalah aku dan ayahmu"



"jadi.. Jadi kamu itu ibuku.." jawab arthur sambil meneteskan air matanya



"hehe ternyata kamu ini lola ya" kata ratu sambil memeluknya



"kenapa.... Kenapa... Kenapa ibu meninggalkan aku dan hilbert sendiri.... Dan kenapa ibu tidak pernah pulang...." tanya arthur sambil memrluk erat ibunya



"oke oke sudah cukup, sekarang masuk ke jawaban yang ke 2, disini adalah di ruang bawah sadarmu"



sesudah berpelukan sang ibu mengganti pakaian yang bagus untuk anaknya dan



"oh gitu... Lantas bagaimana aku bisa kesini?"



"oh itu... Karena kamu udah mati" jawab sang ibu dengan entengnya



"tapi tenang aja karena itulah ibumu ada disini" sautnya dengan senyuman manis




"oh.. Sekarang aku ingat.... Jadi akhirnya aku seri dengan ghoul tersebut" kata Arthur dengan senyum



"ehh tak terduga... Kenapa kamu malah tersenyum bukannya menyesal?"



"kenapa..... Mungkin karena.. Aku berhasil menyelamatkan orang yang berharga bagiku.... Dan tentu saja karena aku akhirnya bisa bertemu dengan ibu lagi.." jawab arthur dengan senyuman menawan



"hehe.... Jadi kamu udah punya pacar nihh" ledek ibunya



"hehe.... Iya bu... Walau aku jadian di detik detik kematianku... Jadi bisa disebut aku belum pernah pacaran sih"



"ohh gituu... Kalo kamu bisa hidup lagi apakah kamu mau?"



"mau sih.... Tapi jika aku hidup kembali aku.... Aku tidak bisa melihat ibu lagi kan...."



"he... Siapa yang bilang begitu..." kata ratu dengan senyum jahat



"hee.... jadii aku... Aku masih bisa ketemu sama ibu?" kata arthur dengan semangat

__ADS_1



"nggak lah" jawab ibunya dengan senyum manis



"nggak usah ngasih harapan dah kalo gitu..." arthur menyesal sempat percaya sama ibunya



"ayolahh... Ibu bercanda.. Jangan dibawa ke hati"



"ibu... Aku mau meluk ibu lagi... Boleh ya" tanya arthur sambil malu malu



"heh dasar kamu... Sini"



"hmm.. Makasih bu.."



"baiklah... Karena ibu ga bisa lebih lama lagi disini... Kamu kembalilah"



"mksd ibu...?"



"hehe... Sebenarnya setiap kamu mati selama 15 jam itu kamu bisa melihat dan berjumpa dengan ibu lagi" jawab ibu dengan nada senang



"ohh gitu... Makasih bu..ehhh apa maksud ibu dengan setiap aku mati....." arthur pun kaget dengan perkataan ibunya



"iya... Sebetulnya kamu bisa hidup lagi setiap 1 hr setelah kamu mati dan.... Hidup kamu akan menjadi sulit mulai dari sekarang"



sesaat kemudian arthur terbangun dari tidur panjangnya



"huh... Ini.. Ini dimana?!"



"hei jangan *shock* ini tepat dikuburanmu lah" jawab seseorang yang terlihat tidur dengan nyaman di atas pohon



"ohh gitu... Heh... Dimana kamu...? Siapa yang bicara.... Jangan\-jangan..."



"hei aku ada di atas pohon ini!"



"sini!" kata orang tersebut sambil mengangkat arthur dengan sihir ke atas pohon yang tinggi



"hei... Ayolah... Aku habis hidup nihh jangan buat tambah lemes deh"



"hehe sengaja"



"......"

__ADS_1



"hei ayolah jangan pingsan... Haduhh..."


__ADS_2