Deadly Nightshade

Deadly Nightshade
Chapter 17


__ADS_3

"Woolaa... Siapa ini....." kata prempuan yang berhadapan dengan arthur


"oh halo!" kata arthur sambil tersenyum


"oh ya halo" kata prempuan itu dengan sedikit terkejut


"kamu disini mau sama aku... Tapi aku agak mahal lo....." goda prempuan itu


"hahahaha" Arthur tertawa mendengan ucapan prempuan itu


"Baiklah.... Pertama-tama perkenalkan namamu nona" kata arthur sambil mencium rambut perempuan itu dengan senyuman


"Oh iya hampir lupa"


"namaku Dina Berlinia, walaupun itu nama samaran karena seperti yang anda tau disini identitas diri harus di rahasiakan" kata Dina


"kalo namamu?" tanya Dina


"namaku Arthurian Iskandarsyah, salam kenal" kata arthur sambil menjabatkan tangannya


"iya salam kenal" kata Dina sambil membalas jabatam tangan arthur


"kalo begitu mari saya antar kekamar" kata dina sambil memandu Arthur kekamar yang dimaksud


Sesampainya di kamar dina langsung mengeluarkan ilusinya


"baiklah arthur selamat datang dikamarku....." kata dina dengan nada yang sangat halus, arthurpun terkena ilusi tersebut dan sekan akan melihat bahwa dina sangat cantik seperti seorang malaikat dan setelah itu iapun masuk kekamar sesuai kata dina


"nahh bagus arthur jangan ragu-ragu kemarilah berbaring dikasur, aku akan bersiap-siap dulu" kata dina yang pergi kekamar mandi dikamar tersebut dan dia tersenyum sendiri saat arthur tak melihatnya.


Tak lama kemudian dina selesai mandi


"maaf menunggu lama Arthur" kata dina yang masih mengenakan handuknya


"iya, gak apa apa" jawab arthur yang masih terkena ilusi dina


"baiklah mari kita mulai" kata dina sambil melepas handuknya dan berjalan kekasur dimana arthur duduk disana


"sebelumnya aku ingatkan aku suka diatas" kata dina sambil memegang tangan arthur


"Iya... Baiklah mari kita mulai..." kata arthur dan saat mereka hendak mulai melakukan itu arthur teringat dengan Yuri dan saat itupun dia terlepas dari ilusi dina


"hei apa yang kamu lakukan!" kata arthur sambil mendorong dina


"oh bukannya anda sendiri yang mau melakukannya denganku?" kata dina sambil menggoda arthur


"nggak lah! Mana mungkin" kata arthur


"tapi... Dia memang cantik bangett... Nggak maslah lah kalo kuicip dikit..." kata bad arthur dalam hati


"ahhh nggak nggak"


"aku masih punya yuri" kata good arthur dalam hatinya


"ahhh!" arthurpun berteriak karena bingung sama kata hatinya yang bertengkar


"oh ayolah sayang..... Mari kita mulai yang tadi.." kata dina yang belum menyadari bahwa arthur sudah sadar dari ilusi yang dibuatnya


"bujung buseeet! Godaan iblis memang yahut...." kata arthur dalam hati


"apa yang kamu tunggu rejeki gaboleh ditolak lahh" kata bad arthur dengan semangatnya

__ADS_1


"tunggu, apakah kamu tidak merasa kasian terhadap yuri.... Kamu melepas keperjakaanmu dengan seorang lacur" kata good arthur


"betul juga aku memiliki yuri" kata arthur dalam hati


"baiklah dina ayo kita mulai, tetapi aku mau mengikat kamu dikursi itu" kata arthur sambil menunjuk kursi dipojok kamar


"ahh jadi kamu suka yang begitu..." kata dina dengan wajah yang merona


"baiklah" kata dina dan tak lama kemudian arthurpun langsung mengikat dina dikursi setelah terikat dengan rapat arthurpun memulai rencananya


"bentar dina" kata arthur sambil mengambil selimut yang ada dikasur


"ehh untuk apa itu...?" tanya dina yang masih belum sadar dengan posisinya yang sebenarnya


"tentu saja untuk menutupi tubuhmu yang"kata arthur


"perfect itu" kata arthur dengan nada lirih dan wajah yang memerah karena malu


"walaa.... Memang jadi wanita cantik itu sulit" kata dina dengan pasrahnya


"baiklah mari kita mulai" kata arthur sambil memancarkan auranya dan dinapun jatuh kelantai karena reflek


"tuan...." kata dina dengan posisi keikat dan seperti bersujud dilantai


"oh jadi benar kamu teman almarhum ayahku" kata arthur


"apa maksud anda dengan almarhum?" kata dina yang kaget


"iya almarhum yang berarti dia sudah meninggal" kata arthur sambil mendudukkan dina dengan benar dan melepas ikatannya


Saat melepaskan ikatannya arthur tak sengaja menyentuh pantatnya dina dan dinapun terkejut


"wala...... Siapa sangka anak dari tuanku sangat mesum" goda dina sambil tersenyum


"tadi nggak sengaja" jelas arthur


"ahh ayolahh! Kamu malah mengacaukan suasananya" kata arthur yang sebal karena digoda


"tapi bukannya kamu yang menyentuhku duluan" jawan dina sambil meneteskan mata air


"ahh iya iya, maaf" kata arthur sambil mendekat ke dina


"ini" kata arthur sambil memberikan saput tangannya


"huhuuu.... Terimakasih" jawab dina sambil menerima saput tangan arthur


"baiklah kembali ke topik utama" kata arthur


"ya.. Berarti ayahmu sudah ketahuan sama raja iblis yaa....." kata dina


"iya... Dan seseorang menyuruhku untuk menemuimu dan siapa sangka kamu malah jadi ******* disini" keluh arthur


"hehe maaf, karena selain bertarung yang kumiki cuma tubuhku"


"oh tapi tenang aja aku bisa memulihkan diriku jadi aku hitungannya masih prawan loo" jelas dina dengan nada bangga


"gluk" suara Arthur menelan air liurnya


"ahhh bodo amat sama yang itu..." bentak arthur


"wala.... Kukira kamu mau tau" jawab dina sambil tertawa kecil

__ADS_1


"tunggu sebentar ya" kata dina


"mau kemana?" tanya arthur dan dianapun berdiri


"nggak kemana mana" jawab dina sambil memalingkan tubuh dan melepaskan selimutnya


"ohhhh hei!hei!" kata arthur dengan panik tetapi setelah itu dia terkejut ternyata dia memakai pakaiannya


"ohh kamu terkejut, maaf membuatmu panik" kata dina sambil tersenyum


"nahh ginikan lebih bagus" kata dina sambil duduk lagi dikursi


"siapa yang mengirimmu kesini arthur?" tanya dina


"ntahlah sebenarnya aku nggak tau persis siapa dia tapi yang jelas dia telah mengajariku selama 6 bulan ini dan dia menyebut dirinya J" jelas arthur


"oh begitu...."


"mungkin alasan mengapa dia mengirimmu kesini menemuiku untuk mengajarimu bagaimana menggunakan senjata istimewa" kata dina


"oh iya dina, kamu di tim ayah kamu berperan sebagai apa? Kan biasanya di team seperti game ada archer, warior, assasin, mage, summoner. Kamu yang mana?" tanya arthur dengan penuh semangat


"oh kalo begitu mungkin aku evolusi dari assasin" kata dina sambil membaca penjelasan diHooGle


"oh begitu...."


"bentar bentar, berarti kamu..... Sword dancer?" kata arthur yang kaget dan mukanya yang penuh kagum


"hmm iya gitu deh" kata dina


Setelah percakapan dikamar selesai dina pun akhirnya memutuskan mengajari arthur dirumahnya selama satu minggu kedepan.


.........


Satu minggu pun berlalu dina pun terkejut dengan kemampuan arthur karena dia sangat tanggap dalam belajar sesuatu


"oh iya dina aku mau ke SMA Indonesia kamu mau ikut?" tanya arthur


"kamu mau ngapain disana?" tanya dina


"kamu ingat saat aku mendorong kamu seminggu yang lalu" jelas arthur


"iya jelas, itu pertama kalinya ada orang yang menolak tubuhku" kata dina


"disaat itu ada seorang wanita yang sangat baik dan cantik mengatakan bahwa itu adalah ilusi" jelas arthur sambil menonton tv


"oh jadi itu alasan mengapa kamu bisa keluar dari ilusiku" kata dina dan diapun teringat sesuatu yang penting


"hei arthur apakah kamu mencintainya?" tanya dina


"iya tentu saja, dia pacarku..... Setidaknya sebelum aku mati...hehe" jawab arthur sambil tersenyum sedih


"pantas saja kamu bisa keluar dari ilusiku" kata dina


"baiklah tentang ajakanmu tadi aku menerimanya" kata dina


"ngomong ngomong siapa wanita yang membuatmu jatuh cinta?" tanya dina


"oh makasih dina. Wanita itu namanya yuri" kata arthur dengan senangnya


"baiklah mari berangkat" ajak arthur

__ADS_1


"baiklah ayo" seru dina


Mereka pun berangkat ke sekolahan arthur untuk menemui yuri


__ADS_2