Dear My Friend

Dear My Friend
Bab9


__ADS_3

Aku tercengang dan menjawab dengan cepat. "Bukan Nona Odeletta. Adik saya belum tiba disini."


"Apakah anda yakin?" Odeletta bertanya.


"Kenapa anda bertanya?" Dorothea menggerutu, dan odeletta menjawab dengan bingung.


"Saya masih belum mengeti."


"Apa hal yang masih anda tidak mengerti!"


"Yaah, nona Maristella bukan saudara anda, jadi mengapa anda memutuskan apakah dia bisa berbicara dengan saya? mengapa saya harus meminta izin dari anda, padahal anda bukan bagian dari keluarga nona Maristella?"


"Itu sudah jelas," kata Dorothea dengan angkuh. "Itu karena marie adalah teman ku."


"Tetapi bahkan jika dia adalah adik perempuam anda, anda tidak dapat dengan bebas membatasi perilaku Nona Maristella, yang sudah dewasa. Apa lagi kalau hanya teman," jawab Odeletta.


Ekspresi Dorothea berubah masam. " Nona Odeletta, bukankah anda berbicara terlalu kasar?"


"Saya tidak tahu bagian mana yang terlalu kasar, Nona Dorothea. Bahkan seorang teman memiliki batasan yang ingin mereka lindungi. Dan saya bertanya kepada Nona maritella, bukan anda. Saya pikir anda salah."


"Maaf?" Dorothea tergagap.


"Kurasa anda tidak mendengar saya, jadi saya akan mengatakannya lagi. Anda salah Nona Dorothea, Anda bukan pemilik Nona Maristella," Nona odeletta menyimpulkan nya dengan tegas, lalu dia berbalik ke arah saya. Pandangan lembut yang di arahkan kepadaku sangat berbeda dari ketika dia menatap Dorothea. Aku bingung melihat berubahan tiba tiba di mata nya. Tetapi aku bukan tidak menyukainya dan aku tersenyum ringan.


"Nona maristella terserah anda untuk memutuskan. Jika anda tidak menyukai saya, anda dapat menolak saya."


Tentu saja aku lebih menyukai Odeletta daripada Dorothea. Tidak seperti Dorothea, yang membuat perutku medidih begitu dia membuka mulutnya, kata kata Odeletta menusuk hatiku. Terlabih lagi, aku juga ingin berbicara dengan Odeletta; tapi aku perlu menjalalankan rencana yang ku buat sebelumnya. Bagaimana jika aku tidak beruntung dan, putra mahkota dan Dorothea jatuh cinta ketika aku berbicara dengan Odeletta?


Namun. Aku tidak khawatir terlalu lama. Jika aku mengingat kisah itu dengan benar, pasangan itu jatuh cinta ketika matahari akan terbenam. Saat ini, masih siang karena sangat cerah. Bahkan jika aku tidak berada di sebelah Dorothea, saya tidak perlu khawatir untuk saat ini.


Setelah aku membuat keputusan, aku tersenyum dan mengangguk.


"Itu benar, Nona Odeletta. Saya setuju dengan anda."


Wajah Odeletta cerah karena respons positifku. "Terima kasih telah mengatakan itu, Nona Maristella," kata nya riang. "Apakah anda ingin pergi kesana dan berbicara? Agak ribut disini.


"Saya tidak keberatan. Kita dapat melakukan apapun yang anda suka."


"Tunggu sebentar, marie! Apa kamu keninggalkanku?" Dorothea meraih lenganku. Dan aku berbalik dan tersenyum santai seperti dia.


"Tidak sopan bagiku untuk menolaknya, Rothe. Aku juga ingin berbicara dengan Nona Odeletta," kataku.


"Tapi kamu bilang kamu akan tinggal bersamaku. Kamu berjanji padaku tadi!"


"Aku akan segera kembali. Aku janji."

__ADS_1


"Itu berbeda dari apa yang kamu bilang tadi!"


"Aku tidak tahu situasinya akan berubah seperti ini. Tidak bisakah kamu mengerti?" Akhir nya, aku mengatakan ungkapan yang paling di cintai Dorothea. "Aku pikir aku adalah teman baikmu."


"..."


Dorothea tidak bisa berkata kata ketika saya menggunakan kata katanya untuk nya, aku tersenyum.


"Yaah aku akan kembali." Aku sengaja menoleh odeletta dengan tatapan ramah. "Ayo pergi, Nona Odeletta"


***


Aku sedikit khawatir karena situasi ini tidak di rencanakan. Bagaimana hal itu tidak perjalan seperti yang kuinginkan? Namun aku tidak ingin menunjukkan kecemasan ku kepada odeletta, jadi aku pakai ekspresi paling tidak acuh yang aku bisa.


"Terima kasih telah memberitahu saya bahwa anda ingin bicara lebih dulu, Nona Odeletta saya tidak mengira ini akan terjadi". Aku menambahkan senyuman di akhir, dan Odeletta merespon dengan ekspresi hangat serupa yang benar benar berbeda dari ketika dia berinteraksi dengan Dorothea.


"Saya senang anda juga berpikir begitu, Nona Maristella. Sebenarnya, saya memiliki sesuatu yang harus dikembalikan kepada anda"


Sesuatu untuk dikembalikan? Aku memiringkan kepalaku dengan bingung, dan odeletta mengeluarkan sesuatu dan mengulurkannya padaku. Itu adalah saputangan putih, benda putih polos kecuali untuk sulaman hitam di tepinya. Melihat dari deket, aku melihat bahwa itu di paraf "M.J.B"


Aku segera menyadari artinya_


Maristella Janice La Bellafleur.


'Jadi ini saputangan maristella.'


"Terimakasih, Nona Odeletta. Saya lupa tentang itu," gumam ku.


Sebenarnya aku tidak lupa, malahan aku tidak tahu saputangan itu.


Odeletta mengelengkan kepalanya, tampak seperti anjing lucu.


"Tidak sama sekali, Nona Maristella. Itu selalu menggangu saya karena saya tidak bisa mengembalikan nya kepada anda dengan cepat setelah saya berutang terakhirkali. Saya sangat senang bisa mengembalikannya sekarang."


Untuk alasan apa aku meminjamkan itu padanya? Itu tidak ada dalam novel. Aku ingin bertanya tapi, aku memutuskan untuk menutup mulutku. Dia mungkin akan tahu kalau aku bukan Maristella yang asli. Untungnya, bagaimanapun Odeletta menjelaskannya terlebih dahulu, mengakhiri keingintahuanku.


"Saya sangat malu ketika menumpahkan sup durian di pesta teh rumah keluarga Baxter. Saya tidak membawa saputangan. Tetapi semua orang khawatir kalau sapu tangan mereka akan kotor, jadi tidak ada yang meminjamkan kepada saya. Saya... saya agak teluka saat itu."


Ahh, jadi itu kah yang terjadi? Itu adalah pertama kalinya aku mendengar hal ini.


Novel itu tidak perlu menyebutkan pesta teh di rumah Baxter. Namun aku tersenyum dan pura pura ikut.


"Iya, itu benar."


"Pada saat itu, anda memberi saya saputangan anda tanpa ragu. Saya sangat tersentuh. Terima kasih banyak," kata Odeletta dengan mata berbinar.

__ADS_1


"Tidak sebanyak itu. Jangan khawatir tentang itu." Aku meyakinkannya, merasa sedih ketika aku melakukannya. Rasanya aneh bahwa aku telah melakukan perbuatan baik pada karakter favoritku. Jika itu terjadi, aku bisa mengerti mengapa odeletta menyukaiku sekarang. Agak konyol kalau putri bangsawan akan menghindari mengotori saputangan mereka sampai paraf itu, itu hanya sapu tangan.


Odeletta menundukan kepalanya dalam pengakuan. "Tapi sebanarnya, sebelum itu, saya berprasangka terhadapmu. Saya minta maaf untuk itu."


"Berprasangka?" Aku bertanya.


"Ah..." kata odeletta dengan memerah. "Karena anda selalu bersama Nona Dorothea... saya tidak tahu selain memperhatikan bahwa dia tidak suka pada saya. Dia selalu blak blakan dan memandang rendah saya..."


"Haha..." aku tertawa gugup. Aku malu, tetapi aku tidak tahu harus berkata apa.


"Tapi entah bagaimana, anda selalu setuju dengan Nona Dorothea. Saya pikir anda tidak akan terlalu menyukai saya."


Bukan! Benar benar bukan! Aku mengelengkan kepala dengan penuh penyangkalan. "Tidak, Nona Odeletta. Saya tidak pernah memikirkan itu. Anda salah paham."


"Oh benarkah? Saya senang anda mengatakan itu," kata odeletta, menempelkan kedua tangan nya seolah olah dia senang sengan kata kataku. Dia terlihat sangat imut sehingga aku hampir memeluknya seperti aku yang memperlakukan martina. Untungnya, aku cukup sadar untuk mengingat perilakuku dan menahan diri.


"Tapi saya punya pertanyaan ..." Odeletta memberanikan diri dengan hati hati.


"Silahkan bertanya."


"Mengapa anda berada disisi orang seperti nona dorothea?"


"..."


Ohh, Nona Odeletta. Itu sesuatu yang ingin saya ketahuijuga. Terus terang, aku juga tidak tahu mengapa, karena novel itu tidak pernah memasukan hal semacam itu. Mengapa Maristella berteman dengan seorang gadis seperti Dorothea, bahkan sampai dia bertindak seperti dia akan membersembahkan hati, kantong empedu, dan segala nya untuknya.? Jika aku tahu alasannya, aku mungkin mencoba memahami Maristella, tetapi untuk saat ini, aku cenderung tidak mengganggapnya sebagai teman yang bermanfaat.


Namun, aku masih harus menjawab, jadi aku hanya berkata, "Hubungan antara keluarga saya dan keluarga cornohen telah ada sejak kakek buyut saya. Jadi tentu saja kami adalah teman." Itu Adalah jawaban yang paling masuk akal yang bisa ku pikirkan. Namun itu melukai harga diriku untuk berbohong dan mengatakan bahwa aku menyukai Dorothea.


"Oh begitu." Untung nya Odeletta mempercayai jawabanku. "Jadi apakah ada hubungan yang mendalam antara keluarga Cornohen dan Bellafleur? Itu akan menjadi masalah jika hubungan itu di turunkan sejak kakebuyutmu, kan?"


Itu pertanyaan yang agak langsung, dan aku agak malu. Mengapa dia bertanya tentang hubungan antara keluarga? Namun aku tidak bisa bertindak seolah olah aku tidak tahu apa apa.


"Sepertinya begitu." Kataku samar samar.


"Oh..." tapi Odeletta tampak tidak puas, seolah dia mengharapkan sesuatu yang lain dan tiba tiba kecewa. Sebagai analogi, dia memiliki wajah seorang anak yang baru saja mendengar bahwa sinterklas tidak dapat membuat sesuatu untuk natal.


"Apakah ada yang salah?" Aku bertanya.


"Bukan, tidak seperti itu..."


"Ekspresi anda tidak terlihat bagus."


"Yah..." Odeletta sebentar ragu ragu. "Apakah aku bisa dekat denganmu?"


...apa?

__ADS_1


¤Bersambung¤


__ADS_2