
Setelah selesai makan aku langsung menuju ke kamar martina, yang berada di sebelah kamarku. Aku mengetuk pintu dengan hati hati.
"Tok...tok, putri martina. Apa kamu tertidur?" Aku pikir itu agak ngeri, tetapi aku gak bisa menahan nya. Kata kekanak kanak kan seperti itu paling efektif untuk orang yang sedang kesal.
Namun ruangan itu sunyi, dan tidak ada jawaban. Aku menunggu beberapa detik lagi, lalu mengangkat tangan untuk mengetuk lagi ketika aku bosan dengan ke sunyian. Saat itu, sebuah suara datang dari dalam.
"... Apa itu kakak?"
"Ya, martina ini aku" jawabku segera. dengan suara berderit, dan wajah martina mengintip melalui celah. Dia memberi isyarat agar aku masuk, dan aku memasuki ruangan sambil tersenyum.
Di bandingkan dengan kamar maristella yang rapih dah dekorasi yang sedikit, kamar martina adalah ledakan renda dan embel embel merah muda, sama seperti hal dari imajinasi putri dongeng. Aku duduk di meja gambar,sementara martina menjatuhkan diri di tempat tidurnya. Begitu dia melakukan nya, dia menggerutu.
"Ibu dan ayah benar benar jahat! apa yang saya katakan salah? Setiap kali kita bertemu keluarga cornohen, aneh nya rasanya seperti mereka memandang rendah kita. Apakah kakak tahu betapa menjengkelkan nya itu? Sepertinya dia hanya ada disini untuk menghasilkan uang dan mengabaikan kita!"
"Aku tahu , martina. Apa kamu pikir ibu dan ayah tidak tahu itu? Tapi tahukan kamu, satu rumor buruk dalam masyarakat aristokrat dapat merusak banyak hal. Aku pikir mereka khawatir tentang itu."
"Aku tahu. Keluarga kita deket dengan keluarga cornohen sejak kakek buyut."
Oh, begitu ya? Aku mengangguk karena informasi baru ini. Nah hubungan jangka panjang semacam itu tidak mudah putus. Seseorang harus memikirkan citra eksternal seseorang. Jika ada pertengkaran yang buruk di antara keluarga , rumor akan tersebar.
Aku tersenyum ringan dan harus menghibur martina "ngomong ngomong, aku pikir ibu dan ayah mengerti ... jadi jangan marah. Ayah pasti merasa tidak enak karena berteriak padamu,dan dia mengatakan kepadaku untuk memastikan kamu baik baik saja. Dan sekarang aku tidak akan melakukan apa yang di inginkan dorothea, jadi santai aja martin."
"Benarkah, kak? kupikir aku akan bener bener marah jika kakak perempuanku hidup sebagai pelayan"
"Yah, martina." Aku berdiri dari tempat duduk ku, dan duduk di tempat tidur martina dan memeluknya. Kepalanya meringkuk kedadaku ketika aku dengan lembut mengusap punggung nya. "Kamu tidak perlu khawatir. Aku tidak akan pernah membuatmu marah. Kamu mempercayaiku kan ?"
"iya kakak. Aku percaya kakak."
"Bagus." Ketika aku berkata di t, tersenyum , dia menatapku dengan tajam seolah olah dia ingin menanyakan sesuatu padaku.
"Kakak,apakah kamu berpikir untuk menikah?"
"Apa?" Aku membalas "apakah kamu ingin aku menikah, martina?"
"Tidak, bukan itu," kata nya tegas.
Aku terkikik. "Lalu apa?"
"Aku ingin hidup seperti ini selamanya, tapi aku tidak bisa. Tetapi jika kakak harus menikah, maka aku ingin kakak bersama orang baik,"
"Hm,apa ada orang yang kamu pikirkan untukku?"
"Hm..."martina terdiam dengan ekspresi serius di wajah nya, tapi kemudian ekspresinya cerah.
"Ahh, putra mahkota tidak terlalu buruk, bukan?"
"Eh? Putra mahkota" aku berkata tampa perpikir.
"Jujur, kakak tidak kekurangan apa apa," kata martina meyakinkan. "Kakak memiliki kepribadian yang baik, memiliki wajah yang cantik, dan pintar! Aku ingin kakak menjadi putri mahkota."
"Yah...ada begitu banyak pesaing untuk putra mahkota..." aku ingat apa yang terjadi di rumah Trakos dengan ekspresi malu. Tidak tidak tidak terlalu banyak pesaing. Dorothea dan Odeletta tidak akan hanya diam. Meraka sudah memiliki perselisihan pahit satu sama lain, dan aku tidak ingin terlibat dalam perkelahian kotor mereka. Dalam novel, Odeletta bahkan di rucuni oleh dorothea. Aku harus melindungi diriku sendiri. Terlebih lagi aku tidak begitu mencintai putra mahkota seperti mereka berdua, dan aku tidak ingin mempersingkat umurku.
"Pesaing? Siapa?" Martina bertanya
__ADS_1
"Aku pergi ke pesta teh di trakos mansion sebelumnya, Dan Dorothea dan Nona odeletta berkata bahwa mereka menyukai putra mahkota"
"Nona odeletta, ya, tapi wanita dorothea juga? Tidak ada yang tidak dia lakukan."
"Apakah kamu ingin aku memberitahu sesuatu yang lucu?" Kataku, dan mata martina melebar karena penasaran.
"Apa,apa itu?"
"Ketika nona odeletta mengatakan bahwa dia tertarik kepada putra mahkota, dorothea mengatakan dia lebih menyukainya"
"Wow, benar kah?"
"Apa aku akan berbohong?"
Maritana berusaha menahan tawa tetapi akhirnya dia tidak bisa menahannya dan tertawa. Ketika suara itu hampir mencapai lantai pertama, aku menenangkan nya,khawatir dia akan di marahi oleh Countess Bellafleur.
"Diam, martina. Kamu akan mendapat masalah dengan orang tua kita lagi," aku menyuruhnya diam.
"Ahahaha, tapi kak, ini adalah cerita yang tidak bisa aku dengarkan tanpa tertawa."
Itu benar, dan akhirnya aku tertawa juga, dan beberapa waktu kemudian martina menggelengkan kepalanya.
"Nona Cornohen tidak masuk akal, jadi apa yang terjadi?"
"Apa yang terjadi adalah, pada saat itu suasana nya dingin, tapi sekarang kamu tersenyum."
Aku tidak berhenti di situ dan terus ingin memberitahu martina bagaimana dorothea memperlakukanku. Awal nya aku tidak benerencana melakukan ini, tetapi tiba tiba aku memiliki keinginan aneh untuk mengutarakan keluhan ku terhadap dorothea dengan gadis yang adalah adik perempuan ku.
"Dan tahukah kamu apa yang dia katakan padaku di dalam kereta?" Kataku.
"Dia berkata,'kenapa kamu tidak memihakku?' Dia bilang aku seharusnya ada disana untuk mendukung nya dengan putra mahkota."
"Wow...itu sungguh menakjubkan" kata martina sambil mengelengkan kepalanya, ekspresi serius seolah olah dia tidak menganggapnya lucu lagi. Aku tersenyum aku setuju dengan martina.
"Jadi aku sebabnya aku membalasnya,martina. Aku melakukan nya dengan baik, bukan begitu?"
"Betul kah?"mata martina sangat lebar seakan dia tidak bisa mempercayaiku, dan saat itulah aku bisa benar benar memahami betapa dia membenciku maristella menjadi pelayan dorothea.
"Ya martina jadi kamu tidak perlu khawatir lagi, tentang aku, oke?"
"Kakak tiba tiba memiliki kepercayaan diri untuk mengatakan itu?"
"Iya."aku memandangi adik ku dengan penuh kasih dan membelai rambutnya, dan dia melanjutkan dengan suara yang bersemangat.
"Tapi kak, kakak bisa mengalahkan kedua nya dan memenang kan hati putra mahkota!"
"Apakah aku harus melakukan itu?apa tidak ada orang lain dari kekaisaran yonas kita?"
"Oh,apakah ada pria lain yang kamu suka?"
Sama sekali tidak. Yah, maristella mungkin menyukai pria lain, tetapi tidak mungkin bagiku untuk mengatakan nya. Putra mahkota xavier adalah satu satunya yang keluar dari buku My DOROTHEA
"Itu tidak benar, tapi aku tidak tertarik oleh putra mahkota."
__ADS_1
"Tapi dia tampan"
Apa anak ini selalu punya mulut besar? Aku menatapnya dengan mata lebar. "Martina, emang benar kalau wajah pria itu penting, tetapi yang paling penting adalah kepribadiannya."
"Ya, itu juga sama dengan mu. Tapi siapa yang tidak tahu itu? Sia sia melewatkan wajah itu."
"Apakah kamu benar benar berpikir putra mahkota memiliki satu satunya wajah tampan di kekaisaran?"
Aku merenungkang kan peristiwa peristiwa novel di kepala ku. Novel panjang mungkin tidak hanya menampilkan satu pangeran. Setelah beberapa saat, orang lain tiba tiba munjul dalam pikiran.
"Duke Escliffe," kataku dengan suara pelan, dan wajah martina menjadi tiba tiba cerah.
"Ya itu betul! ada juga Duke escliffe!"
"Apakah dia juga tampan?"
Karena aku hanya membaca tentang dia melalui media cetak,aku tidak tahu percis bagaimana penampilan nya. Dia mungkin tampan tetapi karena dia juga karakter pendukung seperti maristella, tidak ada deskripsi terperinci tentang nya.
Namun,martina berteriak seolah olah ngerti maksudku. "Kakak, apakah menurut mu duke escliffe jelek?"
"Tidak, aku tidak bermaksud begitu martina."
"Aku juga suka duke escliffe, putra mahkota agak dingin dan menakutkan,tetapi duke baik."
"Benarkah?" Duke escliffe memiliki beberapa adegan dalam novel, Jadi aku tidak tahu karakternya dengan benar. Dia adalah seorang lelaki yang berdiri menentang pemeran utama, putra mahkota, jadi tentu saja penulis menggambarkan Duke sebagai orang jahat, berhati hitam dan picik. Aku tidak tahu apakah dia benar benar seperti itu, atau apakah dia adalah korban penulis seperti maristella.
"Huh,dia sedikit lebih tua dari kakak,tapi... sebenar nya, empat tahun bukan kah itu jauh berbeda,kan?"
"Benar," kataku. Masalahnya aku belum menyukainya. Tidak secara teknis, saya tidak punya pria mana pun sekarang. "Tapi aku tidak tahu apakah aku menyukainya atau tidak."
"Ya...itu benar, fakta nya kita tidak memiliki banyak kesempatan untuk berbicara dengan nya." Martina selesai berbicara, dan setelah berpikir dalam dalam beberapa saat, dia tiba tiba bertemuk tangan dengan keras.
Aku menatapnya dengan rasa ingin tahu. "Apa itu?"
"Aku baru ingat, perjamuan ulang tahun putra mahkota akan segara tiba!"
Ah,kalau di pikir pikir, setelah pesta teh di rumah trakos, dorothea bertemu dengan putra mahkota di perjamuan. Aku mengangguk ketika aku mengingat kembali kejadian kejadian dalam novel itu
"Begitu."
"Kalau begitu cobalah mengobrol,kak. Entah itu dengan putra mahkota atau duke"
"Duke? Duke escliffe?"
"siapa lagi? Apakah kakak tahu duke lainnya yang seusia kakak?"
"Kenapa dia?"
"Karena kamu sepertinya tidak terlalu menyukai putra mahkota. Jadi pergi dan temui duke."
Aku meletakan tangan di dahiku ketika aku mendengarkan martina. "Ya tuhan, martina. Kamu inggin kakak mu segera menikah, bukan?" Gerutuku.
"Oh tidak. Bukan begitu, tapi jika kakak akan menikah, lakukan lah dengan orang yang baik. Sebenarnya aku tidak peduli jika itu bukan putra mahkota atau Duke. Aku puas dengan siapapun, yang akan membuat kakak bahagia."
__ADS_1
"Baik." Aku tidak bisa menahan senyum pada kata kata martina yang mengagumkan. "Aku akan pastikan untuk bertemu seseorang seperti itu." Bisik ku ketika aku membelai kepalanya.
*Bersambung*