
Dorothea menatapku dengan mata terkejut ketika mendengar permintaan ku.Dia menarap ku seolah aku gila.
Yah,jika dianggap normal bagiku untuk mengikat pita di dadanya,maka itu normal bagi nya untuk mengikat pita di sepatuku,bukan?aku menjaga pandangan ku tertuju pada Dorothea,mengabaikan reaksinya yang terdiam.tidak ada yang akan menghentikanku sekarang.
Dorothea berkedip. "...apa?"dia berkata,tapi dia tidak bertanya karena dia tidak mendengarku di awal.
Matanya bergetar.Itu tidak mengganggu ku untuk tersenyum santai yang menjelas kan lagi.
"Seperti yang ku liat pita di sepatu ku longgar,aku sakit punggung,jadi bisakah kamu mengikat nya untukku?"
"Ikat pita di dadaku"kata dorothea lagi
"Maaf roth,"kata ku dengan senyum ringan ."kurasa aku tidak bisa melakukan apa apa karena pita kakiku terlalu mengganggu."
"..."
"Ikat itu dulu,lalu aku akan ikat pita untukmu.Oke"
Sebenarnya,urutan itu tidak penting.Yang penting sekarang adalah menunjukan bahwa saya bukan maristella yang dulu.Aku harus menunjukan bahwa aku tidak akan membiarkan diri ku di injak.Aku sudah tahu sipat alami Dorothea yang sebenarnya, dan sulit baginya untuk berasa tidak bersalah nanti nya.
"..Baik lah,"kata Dorothea.Tidak ada alesan baginya untuk menolak.
Dia terpaksa berjongkok di depan ku
Ketika dia mengikatkan pita di sepatuku.ketika aku menatapnya.aku dilanda gelombong kegembiraan.aku ingin Maristella memangsa Dorothea.setidaknya sekali di dalam novel,dan sekarang menjadi kenyataan!aku membuat penghancuran karya asli.
Namun setelah beberapa saat,aku mengerutkan kening.
'apakah dia tau cara mengikat pita?apakah dia sengaja mencoba mengacaukannya?'
Tentu saja,Dorothea adalah seorang wanita bangsawan yang berada di atas ikatan pita.Tetapi jika Maristella mengikat pita nya sepuluh kali,bukan kah wajar bagi Dorothea untuk berpikir,"Oh aku juga harus belajar cara mengikat pita?"apakah pikiran nya kosong dari pengetahuan dasar?pertanyaan itu trs melekat di benak ku,tetapi jawaban nya perlahan datang kepadaku.
'Apa yang harus aku harapan kan dari seseorang yang mengatakan kepada teman nya untuk mati dengan tenang?'
Dari awal ini adalah upaya tanpa hasil.inilah Dorothea.
"Roth,apakah kamu pernah mengikat pita?"aku berkata dengan nada intektual.
"Mmm"gumamnya santai sebagai balasan. "tidak",dia terdengar seperti sedang menyombongkan diri.
"Mengapa kamu tidak mengunakan kesempatan ini untuk belajar? Aku akan mengajari mu",kata ku
"Tidak mau" Dorothea menjawab dengan sangat pelan, sehingga hampir tedengar
"Baik lah"Saat ini aku tidak tahu apakah telingaku tuli pada awal nya.
"Tidak"aku bertanya
"Mmm,itu menyebal kan"
"Tapi apakah kamu tidak tahu,bagaimana cara nya mengikat pita kalau milik mu lepas?"
"Mengapa aku melakukan itu?aku punya pelayan .Lagi pula,kamu mengikat pita dengan baik"Kata nya acuh tak acuh,seolah ketidak tahuannya sama sekali tidak masalah.
Itu adalah punjian kepadaku,tetapi aku tidak ingin mendengarnya.Jadi Dorothea baru saja melihat Maristella sebagai pelayan,seseorang untuk mengikat pita di dadanya
Aku berasil menjaga tingkat suara ku
__ADS_1
"Bagaimana kalau aku tidak ada disana ?"
"Apa yang kamu bicara kan marie?"Dorothea berkata sambil mengelengkan kepala nya ."kamu selalu untukku.kita sahabat kan?"
"..."
Ya sahabat yang dia biar kan mati .Dia hanya ingin seorang pelayan.
"Jangan terlalu lemah,Roth.suatu hari nanti aku mungkin tidak ada untuk mu"
"Mengapa kamu mengucapkan kata kata sedih seperti itu Marie?aku bahkan tidak ingin memikirkan dunia tanpamu"
Aku tidak mengatakan apapun tentang pendapat Dorothea tentang kehilangan pelayan.aku melirik kebawah dan melihat pita yang di ikat oleh Dorothea.
Itu berantakan.
Aku tidak perpikir Dorothea akan melakukan perkerjaan yang lebih baik jika aku minta lagi padanya, dan aku tidak merasa ingin mendengar kan suara nya yang kenjengkel kan.Dia mungkin akan berkata,'marie telalu pemilih tidak bisakah kamu melakukan nya nanti?'
Aku menghela nafas.Untuk saat ini ,ini adalah kemunduran oprasional "mari kita masuk ke kerata sekarang.Sopir sudah menunggu,"Kata ku dengan suara lelah
"Bagaimana dengan pita ku"
"Ini belum setengah nya longgar.jika itu terurai,maka minta lah pelayan untuk mengikatnya untuk mu."
Aku dengar tegas mengambar batas dan naik ke kereta Dorothea.aku ingin naik secara terpisah darinya,tetapi aku tidak ingin menunjukan bahwa maristella telah berubah terlalu banyak.Akan menjadi masalah kalau aku ketahuan sebagai maristella palsu.Yang tebaik adalah melakukannya secara bertahap.Aku tidak punya niat untuk tetap seperti Maristella yang asli untuk tetap seperti maristella yang asli pada akhir nya,tentu saja.
"Apakah kamu tidak menantikan pesta teh hari ini?ayahku mengatakan dia mengirim teh baru ke rumah Trakos.Ayah Dorothea,Count Cornohen,mengelola urusan keluarga,dan Dorothea menjalani kehidupan mewah seorang putri,bahkan jika dia bukan seorang bangsawan berpangkat tinggi .saya menatap sepatu Dorothea yang mengkilap dan berwarna gading,dan menanggapi dengan suara acuh tak acuh
"Hmm...aku tak sabar untuk itu"aku berbicara seolah olah sedang membaca dari buku bahasa korea,tetapi untung nya,dia seperti tidak memperhatikan apa pun.
"Ayah mengirimkannya kerumah Trokas dengan harga yang sangat murah.tapi aku suka,ayah.ayolah.Trokas bahkan bukan keluarga count tatapi seorang marqius.Aku tidak tahu untuk apa ayah ku merendah kan mereka"
"Apa kamu tidak setuju,marie?jujur,tidak ada banyak tentang.Trakos Count Trokas tidak setinggi itu di kalangan bangsawan.Paling paling dia hidup dari reputasi leluhurnya"
Sekali lagi,sudut pandang ku tentang kepribadian Dorothea benar.aku tidak percaya dia akan berbicara seperti ini ketidak ada orang lain di sekitar.aku bertanya tanya apa dia berani mengatakan hal ini di depan marquis Trakos atau putri nya.Namun aku tidak punya niat untuk campur tangan di belakang layar jadi aku hanya menyimpitkan mata.Di saat seperti ini,sebaik nya tutup mulut saja .
"Aku juga tidak suka nona Trokos,"kata Dorothea sekarang dia menjelek jelekan putri nya sebagai hal nya ayah nya. "Aku tidak suka wajah nya.Tidakkah menurutmu dia terlihat seperti rubah."
Aku tidak suka memberikan pendapat karena aku belum pernah melihat nona trakos,tetapi aku tidak mempercayai sepatah kata pun di kata kan Dorothea.Sebagai ganti kan aku memberika berguman"HMM" sebagai jawaban.
"Apaan reaksi itu"kata Dorothea
"Apa?"
"Responsmu terlalu pasif"
"..."
Pikiran ku kosong sejenak,kemudian lidah ku akhirnya menemukan kata kata
Untuk di ucap kan "Respons macam apa yang kamu inginkan?"
"Kau harus menghina nya bersamaku."
"Nona trakos"
"Iya!"
__ADS_1
Aku terdiam.Apakah ini yang di harapkan Dorothea dari ku?wanita yang bener bener tak tahu malu "aku tidak suka berbicara buruk tentang orang lain,"kata ku dengan angkuh
"Apa?"
"Aku belajar bahwa itu adalah prilaku yang tidak berbudaya sebagai wanita"
"Marie,kamu..."
"Jdi aku menghidari nya sebisa mungkin.Apakah kamu tidak mempelajari nya juga"aku menambah kan dengan senyuman cerah,dan Dorothea tidak mengatakan apa apa.tentu saja dia tidak melakukan nya,tetapi dia tidak bisa mengatakan bahwa dia tidak pernah belajar atika sebagai wanita.
Dorothea tetap diam setelah itu,dan sisa perjalanan kami untungnya dalam damai.
***
Kami tiba di rumah trokas,dan pelahan lahan aku turun dari kereta.ketika aku memasuki mansion bersama Dorothea,seorang pria yang tampak nya kepala pelayan berhinta di depan kami.
"Selamat datang,Nona nona muda.Maaf apakah anda bisa menunjukkan undangan anda?"
Aku menujukan kepadanya undangan yang aku terima daei florinda,seperti hal nya dorothea kami memasuki kebun belakang ,tepat aroma bunga bunga manis menyambut kami.
"Pasti ada banyak wanita lain disana,bukan begitu marie?ayo kita menyapa dan berbicara "Dorothea antusias.
Sama seperti maristella dalam noval aku tidak terlalu suka mengikuti kegiatan yang berisik.aku masih sedikit lebih supel daripada maristella,tetapi Dorothea berbeda.Dia selalu ingin menjadi pusat perhatian.tentu saja,tergantung pada orang yang melihat,ini bisa di lihat sebagai hal positif.aku juga tidak bisa menyangkal hal itu.suka bergaul tentu saja bukan Cacat.
'Tapi mengapa dia menyeret maristella bersama nya?'
Dorothea sangat menyadari kepribadian pemalu maristella.meskipun begitu Dorothea menyuruh Maristella menemani nya ke semua pesta yang hadir.jika dorothea menganggap maristella sebagai sahabat sejati.Dia mungkin mencoba mendorong nya untuk bersosialisasi lebih banyak tetapi akhirnya dia harus mengakui bahwa itu tidak sesuai dengan kepribadian sahabatnya. Itu yang di lakukan sahabat sejati menghormati mereka tanpa berusaha menyesuaikan karekter mereka.itu juga kesopanan alami dalam hubungan manusia.
'Dorothea hanya menginginkan seorang pergiring pengantin .peran pendukung yang akan menjadi nya bersinar sebagai karakter utama.'
Pikiran itu membuat ku merasa kotor.maristella yang asli cukup pintar untuk mengetahui hal ini,jadi mengapa dia terus mengabdikan diri nya tampa Dorothea tanpa mengeluh?aku juga merasa jijik terhadap Dorothea.
Dorothea tiba tiba meraih pergelangan tangan ku yang bersarung tangan dan menyoba menyeret ku ke suatu tempat.
"Ada banyak orang disana,ayo kita kesana."
"Roth,lepaskan aku,"kata ku malu. Itu keluar dari mulut saya sebelum saya menahan diri.
Dorothea mengerutkan kening dan berbalik untuk menatap ku seolah berkata kenapa?.
"Kamu memegang pergelangan tangan ku terlalu keras.sakit"keluh ku
"...kamu pertingkah aneh hari ini ,marie"kata dorothea dengan putus asa."apakah kamu makan sesuatu yang buruk kemarin?mengapa anda bergitu sensitif?"
"...tidak Roth" kata ku tersinggung,apakah Dorothea benar benar berpikir bahwa maristella terlalu sensitif tampa pertimbangkan perilaku nya yang kasar?"aku meminta mu untuk berhati hati.kamu terlalu sensitif ketika itu masuk akal.apakah kamu kayin bukan kamu orang yang makan makanan buruk?"
Aku melemparkan kembali pertanyaan nya pada nya,dan dia tidak bisa menjawab .sebalik nya wajahnya memerah karena malu.
'Mengapa kamu mengatakam sesuatu yang tidak bisa kamu jawab sendiri?'
Aku berpikir sendiri sambil tersenyum."tidak apa apa jika itu masalah nya Roth."
"..."
"Bagaimana jika kita pergikesana jika kamu berlama lama disini,kamu tidak bisa mendapatkan mengobrol."aku mulai berjalan menuju tempat Dorothea menujuk sebelum nya,dan dorothea mengikuti di belakangku dengan muka masam.aku melangkah di antara di sekelompok wanita yang berbicara satu sama lain dalam suana bersahabat.
"Halo.Sudah lama sejak saya melihat kalian semua,"kataku
__ADS_1
Sekarang aku sudah menjadi maristella,aku tidak akan lagi menjadi pemeran pendukung bagi Dorothea.
~Besambung~