
Aku menuangkan teh panas kecangkir kosang di atas meja,meskipun aku tidak suka pertemuan sosia,berinteraksi dengan orang lain tidak terlalu buruk,jadi aku memasukan diri kedalam percakapan sealami mungkin.
"Apa yang kalian bicarakan"tanya ku
"Oh,Nona Maristella"
"Sudah lama,Nona Bellafleur.Anda menjadi lebih cantik"
"Terima kasih,anda menjadi lebih cantik juga"
Aku melafal kan kata kata angun dan resmi yang telah saya lihat berkali kali dalam novel,sementara dengan sengaja tidak memasukan Dorothea.aku ingin dia merasakan,hal yang sama seperti yang di rasa kan maristella terasing dari percakapan seperti orang yang tak telihat Pasti menyakitkan.
"Nona Labrium akan menikah kali ini"
"Oh..benar kah dengan siapa?,Bangsawan muda waktu itu?,"
"Ah,dia berkencan dengan pria itu?dia berbohong dan mengatakan ini adalah pertama kali nya dia bersamanya!"
Sejujurnya,percakapan semacam ini tidak terlalu menyenang kan,tetapi aku terkekeh menjawab"YA". Ada tekanan untuk beraksi dengan baik.
Terhadap semua nya,untungnya suasananya tidak sulit untuk di adaptasi seperti yang kulihat di buku,dan saya masih bisa berbicara dengan temen sabaya ku.
"Oh kalian semua di sini,"sebuah sura aneh memotong.aku menoleh ke arah wanita yang berbicara,dia adalah seorang wanita muda dengan rambut pink muda dan mata hitam misterius,tetapi tampak nya tidak memiliki raputasi buruk.karena semua orang di sekitar ku tiba tiba cerah dan menyambut nya dengan hangat.
"Nona Trakos,bergabung lah dengan kami."
"Apakah anda ingin secangkir teh,Nona Odeletta?"
Odeletta. Itu nama yang akrab.
Bagaimana aku bisa tahu sekarang?sementara Maristella adalah karakter pendukung dalam cerita Odeletta adalah seorang wanita yang di nyatakan sebagai penjahat. Dia adalah selebritas sosial dengan ucapan yang luar bisa dan perilaku yang elegan dan dia diam diam mencoba memukul dorothea, karakter utama,dari belakang.Odeletta memiliki kesan ganas sehingga aku bertanya tanya apakah dia "seperti rubah" seperti di jelas kan dorothea.
Ketika aku melihat odeletta,aku melihat bahwa dia memiliki wajah yang lembut dan polos. Aku ingat bahwa penulis juga menyukai dorothea. Aku mendecakan lidah dan mengelengkan kepalaku.
"Tidak terimakasih, sebenar nya,saya sudah cukup minum di meja yang lain sebelum nya."Odeletta menolak dengan sopan.
"Saya kira anda sibuk karena anda tidak menujukkan wajah anda...tapi ternyata anda benar benar sibuk,"seorang wanita lain menjawab
"Maafkan saya,itu sebab nya saya datang sangat terlambat."
"Apa maksudmu,terlambat jangan katakan itu,nona odeletta anda masih sangat awal,"jawab wanita itu,dan yang lain mengikuti dengan sedikit terkekeh. Aku tertawa canggung,ketika secara kebetulan mata dan mata Odeletta bertemu.
'Ah'
Aku panik dalam hati.odeletta bukan karakter minor dalam novel seperti maristella,tetapi seorang antagonis yang di bintangi. Aku tidak ingin memberitahu dia bahwa aku malu,jadi aku tetap tenang. Namun odeletta tidak memutus kan kontak mata,dan malah mulai berbicara padaku!
"Nona maristella,sudah lama"
__ADS_1
"Ya,Nona Odeletta. Bener bener sudah lama"
Maristella tidak sering berinteraksi dengan odeletta,karena dia adalah temen dorothea bukan odeletta.
Dorothea terlalu cemburu untuk membiarkan temen nya berinteraksi dengan seorang wanita yang tidak di sukainya. Tentu saja,Dorothea hanya melihat Maristella sebagai pelayan dari pada teman.
"Saya kira,pesta waktu itu terakhir kali nya kita bertemu.saya pikir saya melihat nona dorothea saat itu juga.."Odeletta berkata dengan sopan
Akhir nya,dorothea di sebut oleh tuan rumah ,Odeletta.
"Sudah lama,Nona Odeletta,"jawab Dorothea dengan suara dingin.
"Ya,Nona Dorothea. Anda menjadi lebih cantik sekali sejak terakhir kali saya melihat anda."
"Ayah saya membelikan kosmetik mahal kali ini. Saya bisa memberikan nya kepada anda jika anda mau. Nona Odeletta"
"Ha..ha"Odeletta tertawa seolah olah dia tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Dorothea. "Terima kasih banyak atas tawaran nya,Nona Dorothea. Tetapi saya masih tidak membutuh kan riasan di wajah saya"
"..."
Dorothea memucat ketika dia menyadari bahwa Odeletta menghina nya. Hanya orang bodoh yang tidak menyadari nya.
Dorothea dan Odeletta tidak bersahabat satu salama lain. Dorothea sombong,munafik dan ambisius sambil berpura pura baik,tetapi sebagai besar bangsawan muda tahu itu hanya menutup mata karena reputasi keluarga. Namun, Odeletta bukan tipe yang disukai dengan ke untungan kecil,dan Dorothea membencinya karena itu.
Dari sudut pandang ku, Odeletta adalah orang yang memiliki integritas dan kepercayaan yang tak tertandingi. Penulis novel mungkin membenci nya karena dia menentang Dorothea. Sangat mengejutkan bahwa penulis mengambar kan Odeletta sebagai wanita jahat.
"Bukan lebih bagus jika kita bisa menghentikan waktu hanya dengan uang? Tapi nona Dorothea , ada batas untuk mencegah penuaan dengan kemanpuan manusia. Bagi saya... saya memiliki kulit yang bersih dan mengkilau yang tidak membutuh kan apa apa."
'Tidak sepeti kamu'tidak dikatan dengan keras,tetapi semua orang yang hadir tahu maksud nya. Aku di liputi kegembiraan ketika aku menyaksikan Odeletta dengan tenang
Mengahancur kan Dorothea. Oh aku dengan tulus ingin meninggal kan dorothea dan bergabung dengan Odeletta. Itu tidak mungkin sekarang, tapi mungkin nanti. Tentu saja,dia harus menyukaiku juga.
"Ngomong ngomong,apakah adalagi yang di butuh kan? Saya menyiapkan pestanya,tetapi saya khawatir bahwa saya mungkin kurang," kata odeletta dengan suara rendah hati.
"Tentu saja tidak,Nona odeletta! Ini sempurna. Saya belum pernah ke pesta teh seperti ini sebelum nya"
"Ya,Nona Trakos. Ini seperti permaisuri yang menyelenggarakan perta teh ini sendiri!"
"Saya bersyukur bahwa kalian semua berpikir begitu," kata Odeletta,dan aku menyadari bahwa alasan mengapa dia populer di maryarakat bukan hanya ucapan nya yang mengesan kan, tetapi karena kepercayaan diri nya, sikap yang blak blak kan dan hati yang hangat.
Singkatnya. Odeletta sempurna. Wanita yang penulis mencoba gambar kan sebagai wanita penjahat itu memang orang hebat.
"Apa lagi yang kalian bicarakan?" Dia bertanya.
"Yah,aku mendengar bahwa Nona Labrium akan menikah,"jawab seorang wanita.
"Oh begitu! Itu adalah kesempatan untuk merayakan. Tapi saya tidak yakin dia ada di sini"
__ADS_1
"Aku dengar dia sangat sibut membersiap kan pernikahan nya, tapi kita akan menemuinya lain kali ."
Wanita lain berbicara "Apakah kamu memiliki niat untuk menikah Nona Odeletta?"
Sebagai referensi,odeletta berusia sembilah tahun, seperti ku dan dorothea. Sebagai besar wanita yang berkumpul di sini juga memiliki usia yang sama. Di dunia ku itu di anggap sebagai usia dini untuk menikah,disini, itu adalah usia yang tepat. Pertanyaan ini bukan hal baru,tetapi odeletta menjawab dengan rona merah di wajah nya.
"Kenapa saya tidak akan menikah,saya akan menikah ketika seseorang yang baik muncul," kata nya sopan
"Jadi,anda tidak menginginkan pernikahan politik?" Seorang wanita menjawab.
"Saya tidak berpikir itu hal yang buruk. Pernikahan adalah persatuan suci antara keluarga. Siapa yang bisa menyembut itu buruk? Saya hanya... saya hanya ingin pernikahan dengan lebih tulus."
"Apakah ada orang yang sangat kamu minati?" Wanita itu bertanya.
Alih alih menghidari bertanyaan,Nona Odeletta menjawab"Ya"
Parawanita pecah menjadi panduan suara.
"Oh"
"Betulkah?"
"Siapa itu?"
"Tolong berutahu kami Nona Odeletta!"
Parawanita semua melebarkan mata mereka dengan berharap dari apa yang akan keluar daru mulut Odeletta. Aku juga memasang ekspresi penasara tapi aku udh tau jawaban yang benar. Ada satu orang yang di dampakan odeletta dalam novel satu satu nya suami yang dia baktikan se umur hidup.
"Itu putra mahkota" kata Odeletta dengan rona merah di wajah nya dan bisik bisikan jeritan merebak.
Aku ingat adekan ini. Karena jawaban ini penulis berhasil membingkang Odeletta sebagai wanita jahat di awal cerita. Dorothea, yang Sudah memiliki putra mahkota dalam pikiran nya,juga akan secara terbuka menyatakan bahwa dia tertarik pada nya.tidak sulit untuk membuat adegan konflik,meskipun odeleta tidak tahu minat Dorothea pada saat itu. Bagaimanapun, mengakuan Odeletta adalah alat untuk menempatkan nya dalam oertentangan dengan protagonis wanita.
"Apakah begitu?" Sebuah suara yang akrab terdengar. Itu adalah Dorothea. Aku menelan gugup pada ketegangan di udara. Aku tahu apa baris senlanjut nya.
"Saya juga suka putra Mahkota."
*
*
*
*
*
BERSAMBUNG...
__ADS_1