
Sekilas Info. Dongen ini hanya kegabutan belakang. Yang mampir silahkan. Kalau ada banyak kekurangan yang tidak sesuai dengan kehendak Anda silahkan menghujat sampai Anda bosan🙄 Biar Anda bahagia. Perlu diperjelas juga. Ini karyaku, akan kutulis sesuai kehendakku, bukan sesuai kehendak Anda. Klau mau sesuai kehendak Anda. Tulislah karya Anda sendiri.
Sebelum menjadi Land of Victory, tanah ini adalah Land of Defeat.
Dalam Land of Defeat setiap ras meyakini seluruh bumi adalah wilayah mereka.
Semua ras tinggal di wilayah yang terpisah dan tidak mengetahui satu sama lain. Tidak mengetahui bahwa mereka berasal bumi yang sama. Setiap ras memiliki keyakinan yang sama, satu-satunya kehidupan yang ada di bumi adalah kehidupan mereka. Mereka tidak tahu, jika selain wilayah mereka ada wilayah lain, ada kehidupan lain dan ada ras lain.
Ketika pengetahuan mereka mulai bertambah, mereka pun tahu bahwa selain mereka, ada kelompok lain yang hidup di satu wilayah yang berbeda dengan mereka namun masih satu bumi dengan mereka.
Kedamaian pun mulai terguncang. Rasa waspada dan keserakahan mulai lahir dengan berkembang pesat.
Mereka waspada wilayah mereka akan direbut. Mereka menganggap kehidupan lain sebagai ancaman. Akhirnya pertempuran antar ras terjadi, sering terjadi dan terus terjadi.
Dalam kekacauan itu, para penghuni langit pun mulai melibatkan diri.
Hanya para iblis yang tidak biasa. Ketika ras lain khawatir wilayah mereka direbut, klan iblis justru berpikir untuk merebut.
__ADS_1
Dengan muda mereka merebut banyak wilayah. Mereka yang berhasil selamat membangun kehidupan yang baru wilayah baru. Kehidupan semakin tersebar di Land of Defeat. Namun itu tidak menyelesaikan konflik sama sekali.
Pertempuran terus berlanjut. Pada penghuni langit pun mulai menunjukan diri mereka. Menghukum pelaku kejahatan.
Klan iblis mendapatkan hukuman mereka. kehidupan di atur kembali. Setiap ras memiliki wilayah mereka tidak boleh ada yang mengganggu satu sama lain. Namun kali ini mereka bisa berentraksi satu sama lain, saling mempelajari budaya.
Dalam sekejap mata, para penghuni langit diagung-agungkan, hal ini memicu kemunculan kepercayaan spritual.
Kedamaian ini menjadikan Land of Defeat menjadi Land of Victory.
Tentu saja Land of Victory tidak selamanya memiliki kedamaian seperti itu. Akan tiba saatnya dimana Land Of Victory menemui masa akhirnya.
Dimana matahari terbit terlindungi oleh gunung tinggi di daerah Timur. Di atas gunung tersebut, seorang wanita berambut panjang yang hitam dan terurai melayang-layang oleh angin tersebut berdiri dengan wajah serius menatap pada daratan rendah yang memberikan pemandangan yang sama sekali tidak ia sukai.
"Nona," panggil seorang pemuda yang baru datang mendekati wanita tersebut sambil memegang pedang yang tersimpan rapi dalam sarungnya.
Perempuan tersebut tidak menoleh pada orang yang baru datang tersebut. Meski dia terlalu jijik dengan pemandangan yang dia lihat di daratan rendah, tetapi dia tidak dapat mengalihkan matanya untuk tidak melihat.
__ADS_1
Marah. Memang marah. Sangat marah. Perasaan tersebut bergemuruh hebat dalam dirinya seolah memancing dirinya yang lain untuk keluar.
"Potong rambutku Soul," perintahnya dengan yang ingin marah namun ditahan.
Pria itu memandang ke arah yang sama dengan pandangan lurus perempuan tersebut. Pemandangan yang sangat jelas untuk di lihat dari sini. Pemungkiman penduduk yang penuh kekacauan. Pria bernama Soul tersebut meletakkan pedangnya di atas tanah lalu melangkah ke belakang si perempuan.
Tangannya yang terbiasa dengan kesibukan sederhana itu meraih rambut-rambut panjang si perempuan yang melayang-layang menerpa wajah si wanita karena tertiup angin.
Menguncir rambut tersebut tanpa mendapat penolakan dari pemiliknya.
"Dosa besar untuk seorang budak seperti hamba memotong rambut tuannya sendiri," ucap Soul dengan sopan dan ramah.
Untuk beberapa saat tidak ada kata-kata yang keluar dari nona muda tersebut. Hanya suara hembusan angin yang mengisi kesunyian di antara mereka.
Nona muda mendadak berbalik. "Baru beberapa saat lalu para iblis dibangkitkan oleh orang bodoh, tapi kerusakan yang mereka buat sudah seperti ini. Soul, ayo kita cara para pendosa itu. Sekelompok makhluk tak berotak yang dibangkitkan oleh orang-orang bodoh hanya bisa diatasi oleh orang-orang yang berdosa," katanya sambil melihat kepada Soul.
"Jika itu mau nona, maka akan terjadi," kata Soul. "Aku akan mengikuti nona kemana pun dan apa pun keputusan nona. Aku akan menjadi pedang, perisai dan nyawa nona."
__ADS_1
Perempuan itu tersenyum puas mendengar kata-kata Soul. "Setelah harga mahal yang kau bayar untuk mendapatkanku, kau juga benar-benar menjagaku dengan baik," katanya memuji Soul sambil mengangguk. "Ayo lakukan."