
"Sepertinya akulah yang terlalu meremehkan Anda sejak awal," orang berjubah sedikit tertawa bodoh. "Hahaha," dia tersenyum sedikit aneh.
Soul merasa sedikit aneh. "Terima kasih telah mengingatkan siapa aku. Silahkan Anda lihat kemampuanku yang sebenarnya. Aku jauh lebih kuat dari yang Anda ketahui," ucapnya dengan sepasang mata yang semakin melotot seolah ingin melompat keluar.
Mendadak wajah orang berjubah tersebut mulai memunculkan simbol-simbol aneh berwarna hitam menjelar dengan begitu cepat ke bagian tubuh lain. Ujung-ujung kuku yang hampir tertutup oleh jubah panjang itu tiba-tiba memanjang berwarna hitam dengan mengerikan. Perubahan itu dengan cepat disusul oleh tubuh yang membengkak dengan dihiasi oleh sesuatu yang berupa benjolan-benjolan aneh di punggung yang berhasil merobek kain kumal dari jubah usang.
Jubah usang yang awalnya kedodoran tersebut kini tidak mampu lagi menampung ukuran dari pemakaiannya yang terus berubah dengan wujud aneh. Robekan kecil dari kain usang itu berubah menjadi robekan-robekan besar hingga hanya menyisakan potongan-potongan kecil kain yang terpisah.
"Kontrak iblis," ucap Kaedius dan Soul secara bersamaan.
Kaedius menoleh kepada Soul. Tidak penting lagi apa yang diketahui oleh Soul selama orang hebat seperti Soul tidak berada di pihak yang menjadi lawan. Kaedius mengatur dirinya untuk tetap tenang. Dia hanya tidak menyangka hal besar ini akan terjadi saat ini, di sini.
"Kau telah melangkah terlalu jauh ke dalam kegelapan dan ketamakan!" kata Soul kepada orang yang sudah bukan dirinya lagi
Soul tidak bisa bersikap tenang lagi. Ini telah diluar pengetahuannya. Melakukan kontrak dengan jiwa yang telah mati tidaklah mudah. Hampir 99% adalah kerugian.
"Keabadian dan kekuatan adalah milikku. Akulah yang lebih kuat daripada para Hidden Sin itu!" ucapnya dengan suara parau.
__ADS_1
Tiba-tiba ketiga orang itu merasa ada berat yang aneh yang menimpa pundak mereka. Secara serentak ketiga orang itu tertiarap di lantai dengan menahan berat yang luar biasa.
Kihan merasa seolah ada sesuatu yang menyodot habis energi nya dengan cepat. Dia bahkan tidak bisa mengangkat kepalanya untuk menengok ke atas.
"Tidak ada yang bisa mengalahkanku! Bahkan kalian para Hidden Sin atau Dewi sekalipun tidak akan bisa mengalahkanku yang abadi!"
"Apa kau yakin?" tanya sebuah suara wanita dari pintu utama.
Soul terkejut melihat tuannya ada di sana. Dia panik. Mencoba untuk bangkit tapi tidak bisa. Kontrak iblis ini terus saja mengakangnya.
Perempuan itu tidak memperdulikan ucapan Soul. Dia justru dengan begitu polos berjalan masuk ke arena musuh. Kontrak iblis tidak memiliki pengaruh apa pun padanya. Justru orang itulah yang terlihat terkejut.
Dia mendekati Kihan. Soul terus memanggilnya dan memohon. Namun dia terus tidak menghiraukan Soul. Hanya ada dua orang yang mampu berdiri di sini. Dia menekukkan lututnya di sisi Kihan. Meraih dan mengambil alih pedang di tangan Kihan.
"Siapa kau!?"
"Asiria," jawabnya sambil berdiri. "Tidak ku sangka orang sepertimu adalah murid anggota ketujuh. Kau bahkan tidak memiliki satu pun prinsip yang dipegang oleh anggota ketujuh. Daripada menyebut dirimu seorang murid. Kau lebih cocok disebut seorang pencuri,"
__ADS_1
"KAU!!"
"Untuk mengajarimu tentang keabadian, aku harus membunuhmu tuan penyihir agar kau bisa belajar keabadian yang sebenarnya adalah ketidakabadian. Keabadian yang kau yakini adalah ilusi. Anggap saja kematianmu ini sebagai bukti dari palsunya sebuah keabadian,"
"Tidak!" Soul makin panik dengan keseriusan Asiria. Namun Asiria seolah tidak mendengar suara Soul.
Soul semakin berontak untuk lepas dari kontrak iblis. Dia tahu, hanya orang dengan darah iblis dalam tubuhnya yang bisa lepas dari kontrak iblis.
Soul melihat pada lawan mereka yang telah mematung. Dia sadar orang itu sudah berada dalam kekuatan tuannya. Tuannya benar-benar serius menandai orang ini untuk di bunuh. Dia tidak bisa membiarkan Asiria melakukan hal itu.
"Pangeran Kaedius. Aku memintamu secara pribadi untuk membunuh orang itu. Orang itu telah menjadi sampah di mata gurunya. Tidak masalah membunuh murid anggota ke tujuh. Jika sampai tuanku membunuh orang itu, maka aku pastikan rajamu juga akan mati di sini. Semuanya berakhir di sini,"
Kaedius tersenyum. Sejak awal Soul telah mengetahui identitasnya yang sebenarnya lebih banyak dari Kihan.
Dia tahu semuanya tentang Hidden Sin atau pun Pangeran Kihan. Entah apa tujuan Soul dari pengetahuan yang dimiliki nya itu.
"Kau budak dengan nyali besar rupanya,"
__ADS_1