Defeat - Victory

Defeat - Victory
Pertarungan Pertama


__ADS_3

Tiba-tiba orang itu tertawa. Soul menyeringai geli. Kaedius memperhatikan Soul. Bagaimana pun juga Kaedius merasa Soul tidak begitu asing bagi dirinya. Kaedius memiliki ingatan yang tidak buruk, dia ingat siapa saja yang telah dia temui sepanjang kehidupannya. Bahkan jika itu adalah orang lewat.


Untuk Soul, Kaedius merasa ada yang aneh. Seolah memorinya sengaja dikunci.


"Orang rendahan sepertimu, bagaimana bisa membuatku takut!?" orang berjubah itu tertawa dengan cara yang aneh. Soul hanya tersenyum ringkas. "Aku tidak akan gagal, karena aku membawa perintah suci Yang Mulia Raja,"


"Coba saja jika kau memang memiliki kemampuan," tantang Soul.


Kaedius mengangkat gelasnya dan melemparnya tepat ke belakang Kihan. Kihan langsung memutar tubuhnya ke belakang. Satu manusia yang telah berubah menjadi iblis terbaring tak bernyawa di lantai dengan gelas yang setengah masuk di bagian dada kiri.


"Kurasa kalian melupakan keberadaan ku di sini," ucap Kaedius dengan santai. "Dia, ada dalam tanggung jawabku," tambah Kaedius sambil menunjuk kepada Kihan.


Dalam hitungan detik, amukan para manusia yang telah sepenuhnya menjelma menjadi bukan manusia lagi memenuhi tempat tersebut.


Di detik berikutnya para iblis itu menyerang dengan brontal. Semua orang di sibukkan untuk melumpuhkan para iblis tersebut.

__ADS_1


Kihan berusaha untuk tidak membunuh. Bagaimana pun Kihan tahu mereka adalah manusia yang dipaksa seperti ini. Kihan mungkin akan merasa bersalah jika dia membunuh rakyatnya sendiri. Kaedius melindungi Kihan dengan baik.


Di tengah kesibukan Soul mengawasi penganut ajaran hitam yang tertawa penuh kemenangan padahal kemenangan masih jauh dari pandangan. Dia juga melihat orang asing lainnya. Orang itu seperti ada di pihak yang sama dengan mereka.


Dia melihat Kihan yang memakai pedang yang dia berikan. Seperti seorang pangeran, Kihan bertarung seperti itu. Tapi kesalahan Kihan adalah tidak bisa membunuh satu pun dari iblis yang ada.


Soul menggenggam pisau di tangannya merasa kesal dengan Kihan. Ini bukan waktu yang tepat untuk bersimpati. Sebelum para iblis itu membunuh Kihan, Soul lah yang sebenarnya ingin lebih dulu melakukannya melihat bagaimana Kihan yang terlalu lemah lembut terhadap musuh.


Kalau bukan karena tuannya Asiria, dia mungkin telah melakukannya.


Mata Soul dan orang itu bertemu. Dalam sekejap tiba-tiba orang itu menghilang meninggalkan arena.


Begitu melihat celah, Kihan langsung bergerak maju menyerang penganut ajaran hitam tersebut. Kaedius pun ikut bergerak mengikuti.


Orang berjubah merentangkan tangannya dengan mulut yang komat-kamit mengucapkan sesuatu tanpa suara.

__ADS_1


Sekitar orang berjubah berdiri mengeluarkan kabut biru tua yang. Kihan melompat ke udara dengan mengangkat pedangnya tinggi berusaha menyerang orang tersebut. Begitu hampir mendekati orang tersebut, Kihan mendadak terpental ke belakang.


Soul melempar pisaunya menyerang satu iblis yang berusaha menangkap Kihan ketika Kihan masih terlempar. Tepat kena sasaran. Soul memanggil pisaunya untuk kembali ke tangannya. Secepat kilat benda itu kembali kepada Soul.


Serangan disusul oleh Kaedius. Dengan pengalaman bertarung yang cukup lama di sepanjang hidupnya, Kaedius membuat celah besar untuk dirinya menyerang. Sebelum serangan Kaedius berhasil sampai, kabut aneh yang tampak beracun berkumpul membentuk tentakel-tentakel lunak yang lebih menggelikan.


Tentakel-tentakel yang baru saja memiliki bentuk fisik yang dapat di sentuh itu langsung menyerang ketiga orang tersebut dengan membabi buta. Soul yang melompat mundur menggerakkan tangan kanannya dengan cara memutar dan mengeluarkan kekuatannya untuk menghentak tentakel² lunak tersebut.


Kaedius langsung menoleh kepada Soul. Keyakinannya semakin besar bahwa dia mengenal Soul. Aura dari kekuatan yang dikeluarkan oleh Soul terasa tidak begitu asing untuk Kaedius. Setidaknya dia pernah merasakan aura itu lebih dari tiga kali.


Satu tentakel memukul Kihan dengan benar-benar keras. Kihan terlempar ke tembok. Bukannya memberi pertolongan Kaedius malah tersenyum melihat Kihan.


Soul muncul di depan Kihan, memainkan pisaunya dengan gesit layaknya sebilah pedang. Soul tidak hanya bertahan dari tentakel-tentakel ini, tetapi juga para iblis yang mencoba mendapatkan mereka.


Soul menggoreskan pisaunya kepada satu tentakel yang mencoba menyerangnya dari sisi kiri. Benda kecil itu berhasil memotong tentakel.

__ADS_1


Cara ini sepertinya tidak berhasil. Meski terpotong, potongan itu berubah menjadi kabut dan kembali menyatu seolah tidak ada cara menghentikannya.


__ADS_2