Defeat - Victory

Defeat - Victory
Tugas Seorang Budak


__ADS_3

"Atas perintah suci dari Yang Mulia Raja dan Pangeran Mahkota, hamba diperintahkan untuk membawa Anda kembali ke istana Pangeran Ketiga," katanya tanpa mempedulikan dua orang santai di sana.


"Kau yang melakukan semua ini!?" tanya Kihan dengan geram.


Sebenarnya Kihan sama sekali tidak perlu menanyakan ini dan Kihan memerlukan jawaban. Dia sudah tahu jawabannya hanya dengan melihat saja.


Orang tersebut membuka tudungnya. Memperlihatkan wajahnya. Dia tersenyum untuk Kihan. "Pangeran Ketiga, hamba harus melakukan apa yang diperlukan untuk membawa pangeran kembali," jawabnya.


"Termaksud membunuhku?" tanya Kihan dengan nada serius.


Selama perjalan ini Kihan telah dihadapkan oleh beberapa bahaya yang membahayakan dirinya dan semua bahaya itu adalah pemberian keluarga terdekatnya sendiri. Kihan menjadi yakin, orang inilah dibalik pertarungan yang dia hadapi sebelum menemukan Kaedius.

__ADS_1


Orang itu tersenyum lagi membuat Kihan jengkel setiap kali melihatnya. "Perintah Pangeran Mahkota Andrew adalah membawa Anda hidup-hidup pangeran. Tapi untuk raja, tidak masalah jika hanya jasad Anda yang dibawa pulang. Tidak ada orang yang menginginkan seorang pangeran yang menantang raja untuk hidup. Hanya Pangeran Mahkota yang ingin Anda pulang dengan selamat. Untuk Pangeran Mahkota, saya bisa mengarang cerita yang menarik dan tidak membosankan bahwa Anda dihabisi oleh salah satu anggota Hidden Sin," beritahunya.


Kaedius yang belum mengatakan sesuatu atau bertindak tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh orang baru ini. Hidden Sin telah lama hilang dari masyarakat, tetapi tetap dianggap ancaman.


"Itu cerita yang menarik," ucap Soul yang tiba-tiba muncul di pintu masuk.


Semua mata langsung tertuju kepada pemuda yang kembali seorang diri. Soul berjalan masuk dengan sikap tenang di antara ketengan yang terjadi.


Berdiri gak jauh dari Kihan, Soul melempar pedang yang dia bawa kepada Kihan. Pangeran Ketiga dari Qirthas itu menangkapnya dengan baik. Sifat santai Kaedius berubah dengan terkejut melihat seluruh pedang yang diterima oleh Kihan.


Kaedius tahu pedang apa itu. Satu pertanyaan yang ada di kepala Kaedius sekarang adalah bagaimana pedang legenda seperti itu ada di tangan seorang budak seperti Soul.

__ADS_1


Tangan Soul mengeluarkan sebuah pisau sederhana yang akan dia gunakan sebagai senjata. Di antara dua orang yang masih duduk menonton dan di antara seorang pangeran dan penganut ajaran hitam, juga di antara orang-orang yang hampir berubah menjadi iblis, Soul siap tanpa berpikir untuk mundur.


"Dalam pertarungan ini, kau berada dalam posisi yang tidak menyenangkan. Lebih baik kau pergi dari sini daripada menyia-nyiakan hidupmu untuk meminta kematian. Kembalilah pada tuanmu dengan cerita yang menarik," ucap Soul dengan mata yang lurus.


Wajah lawan mereka seketika merah padam dengan amarah. Dia akan menghabisi siapa saja yang berada dalam kehendaknya. Soul yang berani meremehkannya akan menjadi yang pertama.


"Aku akan melindungi nonaku dan semua hal yang bersangkutan dengan nonaku," tiba-tiba Soul bicara dengan mata yang sangat serius sambil mengarahkan belati yang dia pegang ke arah penganut ajaran hitam itu sebagai tanda tantangan setelah dia berdiri tepat di depan Kihan.


Kaedius tahu apa yang dilakukan oleh Soul. Budak itu seolah mengatakan dengan jelas bahwa Kihan berada dalam perlindungannya. Siapa yang mengira, Pangeran Qirthas itu diincar banyak kalangan.


"Karen itu, jika kau maju satu langkah atau melakukan serangan, akan aku pastikan kau tidak akan kembali ke dunia ini walau hanya untuk satu detik," tambah Soul.

__ADS_1


Walau tenang, namun kata-kata Soul dapat dirasakan oleh yang lain sebagai suatu peringatan yang nyata dan tidak main-main.


Untuk pertama kalinya orang itu merasa sedikit gentar ketika matanya bertemu dengan mata Soul. Dia mengambil keputusan yang bijak ketika dia ingin menghindari konflik dengan Soul. Dia dapat merasakan Soul tidak akan mudah ditangani. Tapi siapa sangka justru orang ini sendiri yang masuk ke dalam konflik.


__ADS_2