Defeat - Victory

Defeat - Victory
Raja Oriana


__ADS_3

Pedang yang dipegang oleh Asiria berlapis cahaya merah. Dia siap untuk membunuh. Di saat yang sama, Kaedius mengetukkan jarinya ke lantai sebanyak tiga kali. Walau Kontrak Iblis cukup buruk, tapi pemimpin Hidden Sin memiliki kemampuan untuk lepas. Soul telah tahu itu sejak awal dan dia memanfaatkan Kaedius untuk itu.


Sebuah pantulan kekuatan muncul melapisi tubuh Kaedius yang membuat Kaedius kebal dari Kontrak Iblis. Dia bisa bergerak bebas sekarang.


Di saat yang sama, dari arah yang berbeda, ketika Kaedius berdiri. Seperti setetes air hujan yang jatuh yang kemudian dalam sekejap menjelma menjadi sebuah anak panah cahaya meluncur penuh kekuatan yang datang entah dari siapa, tapi berhasil membuat kaget yang melihatnya. Benda itu menancap lurus di jantung orang yang melakukan Kontrak Iblis, mendahului Asiri dan Kaedius.


Energi kontrak iblis lenyap begitu saja. Anak panah tersebut terbakar tak mempan terhadap tubuh si penyihir.


Soul bangun dan langsung bergerak secepat angin kepada tuannya. Dia memberikan pukulan kepada Asiria dan menjatuhkan kesadaran Asiria. Soul menggendong tubuh Asiria yang tak sadarkan diri. Pedang di tangan Asiria jatuh.. Dengan sekejap Soul membawa pergi Asiria dari arena tersebut.

__ADS_1


Si penyihir yang baru saja sadar langsung mencoba menyerang Kihan. Kaedius tahu mereka tidak memiliki banyak waktu sebelum orang ini melumpuhkan Kihan dengan Kontrak Iblis lagi.


"Habisi dia dengan pedang itu!" teriak Kaedius memberi tahu.


Kihan bergerak cepat meraih pedang di depannya. Dengan gerakan halus dan kekuatan penuh Kihan menghantamkan pedang itu kepada kepada si penyihir. Cahaya yang muncul dari pedang tersebut masuk ke dalam tubuh si penyihir dan menghancurkan si penyihir dari dalam.


Soul yang menggendong tuannya meninggalkan arena bertemu dengan orang berjubah yang sebelumnya pergi meninggalkan arena. Soul juga tahu jika anak panah tadi berasal dari orang ini. Orang berjubah itu kemudian melepaskan tudung kepalanya dan berhenti menyembunyikan hawa keberadaannya.


"Maaf guru. Aku hanya tidak bisa menahan diri ketika mendengar kabar Pangeran Kihan meninggalkan Istana. Aku mencemaskan adikku,"

__ADS_1


"Kau harus ingat. Saat ini kau adalah raja Oriana. Kembalilah ke Oriana. Urusan Pangeran Ketiga. Kaedius dan aku yang akan melindunginya,"


"Baik guru," ucapnya sambil memberi hormat lalu menghilang dari hadapan Soul.


Soul melihat ke belakang tempat bar mengeluarkan cahaya yang sudah diketahui oleh Soul asalnya darimana. Kapten Hidden Sin dan Raja para Hidden Sin telah berhasil membunuh si penyihir.


Yang sekarang Soul pedulikan adalah Asiria. Dia masih terpikir apa yang terjadi sebelumnya. Asiria tidak mendengarkannya. Asiria tahu tugasnya dengan baik, tapi tadi Soul melihat dengan jelas Asiria memang berniat membunuh penyihir itu. Seharusnya Asiria mengikuti peraturan yang dibuat olehnya bahwa seburuk apa pun keadaannya, Asiria tidak boleh membunuh siapa pun.


Saat ini Soul tidak begitu yakin bagaimana Asiria bisa lepas dari peraturan tersebut.

__ADS_1


"Apa mungkin sihir yang kugunakan kepada Nona memudar dengan kemunculan Pangeran Ketiga? Atau sihirmu melemah karena kecacatan di alam akhirat? Kemungkinan lain, ada seseorang yang memasuki wilayah arena segel yang kubuat dan mematahkan segelnya. Apa pun itu, aku harus memperbaiki segelku dengan Nona. Nona tidak boleh lagi lepas kendali sebelum waktunya tiba," gumam Soul dengan berpikir keras.


__ADS_2