Defeat - Victory

Defeat - Victory
Murid yang Gagal


__ADS_3

Melihat tentakel itu menyatu kembali membuat Soul jengkel sampai ke ubun-ubun.


"Kau pikir pisau kecil itu bisa mengalahkan budakku?" ejek orang berjubah dengan wajah sombong ketika dia melihat wajah jengkel Soul.


Mendengar ocehan yang sangat mengganggu itu Soul pun berhenti bergerak. Dia diam seolah pasrah dengan beberapa tentakel yang seolah sedang melihatnya sebagai mangsa lezat. Soul tidak tahan dengan kesombongan bocah itu. Akan dia buat orang menjengkelkan itu memakan ucapannya sendiri.


Dalam sekejap mata dan hampir tak terlihat Soul berhasil menangkap ujung tentakel dengan mudahnya tanpa hambatan. Sorot mata Soul berubah menjadi tajam.


"Kesombongan seorang pemula sangat menjijikan," ucap Soul dengan nada yang serius. "Apa ini yang kau maksud mengalahkan?" tambah Soul dengan pertanyaan.


Di saat yang sama dengan ucapannya, Soul memegang kuat tentakel yang ia tangkap. Di tangan Soul benda itu meledak tak berdaya menjadi serpihan-serpihan kecil yang kemudian kembali menjadi kabut lalu hilang untuk selamanya.


Mata mereka bertemu. Soul dapat melihat dengan jelas wajah terkejut dari orang berjubah. Dalam kebisuan itu, dia seolah menemukan sesuatu yang seharusnya tidak dia temukan. Tetapi dia ragu.


Dengan geram dia mengeluarkan amarahnya.


"Kau!"


Tentakel-tentakel yang tersisa menggila, lebih gila dari manusia yang menjadi iblis dan kehilangan kesadaran mereka.

__ADS_1


Kihan dan Kaedius tidak mau kehilangan kesempatan. Keduanya menyerang secara bersamaan. Namun, lagi-lagi biang pengganggu muncul. Iblis-iblis itu melindungi tuannya yang bahkan telah membuat mereka seperti itu.


Kihan dan Kaedius terpaksa mengurus para budak itu terlebih dahulu.


"Kau murid yang menyedihkan. Tidak ada kebanggan seorang guru dalam dirimu," tiba-tiba Soul mengeluarkan hinaannya untuk orang berjubah.


Soul melompat dengan baik menghindar dari serangan tentakel yang siap menghantamnya dengan keras.


Pisau di tangan Soul berubah bentuk menjadi sebuah pedang yang juga memiliki tentakel kecil berwarna hijau toska tipis transparan, terlihat seperti tali yang tertiup angin, melambai-lambai dengan halus di udara.


"Bicara apa kau!? Jangan meremehkan ku! Aku adalah murid kebanggaan dari anggota ketujuh Hidden Sin Si Pengacau Alam Akhirat!"


"Dasar." Soul mulai menjadi tidak sabaran dan tak tahan lebih lama dengan orang berjubah. "Sadar masih seorang pemula. Tapi tetapi saja sombong." Dengan tegas Soul mengarahkan cahaya miliknya yang berselimut tentakel- tentakel hijau toska tersebut ke arah lawan bicaranya.


Tentakel dari pedang Soul bergerak secepat kilat. Bagai sebuah peluru senjata api, tentakel tersebut tentakel lawan bicara. Menghancurkannya dalam hitungan detik. Tidak hanya itu, para iblis juga menerima serangan kilat tersebut.


Ledakan dari sentuhan tentakel-tentakel kilat Soul saling bersusulan.


Kaedius tersenyum ganjil. Kemampuan budak itu lebih diluar dugaan. Perasaan tak asing tentang Soul masih tidak hilang dari perasaan Kaedius.

__ADS_1


Orang berjubah itu benar-benar terkejut kali ini melihat budak-budaknya dikalahkan secara bersamaan dengan cara yang begitu cepat.


Soul berlari ke arah lawannya. Pedang miliknya berubah bentuk kembali ke asal menjadi sebuah pisau sederhana yang tidak berguna dalam pertarungan seperti ini. Soul melempar pisaunya ke arah orang berjubah. Tak akan ada kesempatan untuk menghindar.


Orang berjubah mencoba untuk menghentikannya dengan tangan yang diselimuti oleh sihir hitam. Mendadak pisau tersebut menghilang di udara. Dia terkejut.


Satu detik. Dua detik. Tiga detik berikutnya tidak terjadi apa-apa. Empat detik, benda itu kembali muncul di tangan Soul yang sudah santai seolah semuanya telah beres. Pemuda budak tersebut tersenyum kepada lawannya.


Secara tiba-tiba, orang berjubah duduk tersungkur sambil memeluk tubuhnya yang tiba-tiba terasa sakit di dalam. Matanya memerah hampir menangis. Cairan hitam menjijikan dia muntahkan sambil setengah menjerit menahan rasa sakit.


"Ini," orang berjubah mencoba bicara dengan susah payah.


Kihan dan Kaedius mendekat. Mereka melihat musuh terakhir yang harus mereka selesaikan. Tetapi melihat kondisi orang ini, sepertinya Soul telah menyelesaikan semuanya seorang diri.


Dalam keadaan sakit dan sekarat orang tersebut melihat kepada Soul. Menatap Soul dengan penuh paksaan.


"Kau tidak mungkin dia kan?" Dia tiba-tiba bertanya. Orang berjubah itu menggelengkan kepalanya. "Tidak mungkin dia. Dia telah mati. Aku membunuhnya dengan tanganku sendiri. Tidak mungkin masih hidup," racau orang tersebut.


"Maaf mengecewakanmu," ucap Soul. "Tapi aku adalah dia. Apa kau pikir aku akan mati dengan cara yang kekanakan seperti itu?" kata Soul. "Jangan bermimpi terlalu tinggi untuk memisahkan ku dengan tuanku saat kau tidak memiliki kemampuan untuk menyentuh sehelai rambut Hidden Sin."

__ADS_1


"Kenapa? Kenapa kau selalu meremehkan ku? Kau tidak pernah mengakui kemampuanku. Aku seperti ini semua salahmu," dia kemudian berusaha berdiri.


"Kau memang telah gagal sejak awal. Kau cacat. Bagaimana bisa kau berpikir akulah yang membuatmu seperti ini? Kenyataannya kau adalah murid yang menyedihkan dengan mimpi bodoh untuk menjadi seorang pahlawan di saat dirimu adalah seorang penjahat."


__ADS_2