
Adhitama pun meninggal ibu nya di rumah sakit untung saja kondisi ayah nya tidak terlalu buruk, namun harus ada beberapa juga yang harus di tindak lanjutin. Adhitama pun bergegas untuk menjemput istri nya.
Di sisi lain davira mondar mandir seperti orang kebingungan, dan awan pun sudah makin gelap pertanda akan turun hujan. Davira ingin sekali pulang namun ia tidak mau kena omel suami nya itu.
"Gue pulang aja kali ya, mana bentar lagi ujan lagi. "Ucap davira sambil memandang langit.
"Tapi kalau gue pulang nanti om suami malah ke sini lagi, terus kena ocehan nya lagi. "Ucap Davira.
Setelah berjam-jam mempertimbangkan ia akan pulang, tak lama kemudian adhitama pun datang. Davira masih mondar mandi seperti setrikan, adhitama pun menghampiri davira yang sedang mondar mandir.
"Pulang engga ya pulang engga. "Ucap davira sambil mondar mandir.
Dug. Davira pun menabrak tubuh adhitama.
"Awww. "Ucap Davira.
"Lagi ngapain kamu udah kaya setrikaan aja. "Ucap Adhitama.
"Sejak kapan om ada di sini? "Tanya Davira.
"Baru saja, ayo kita pulang. "Ucap Adhitama.
"Om tuh ke mana aja sih, biasa nya juga jemput davira suka tepat waktu kenapa sekarang engga. "Omel davira sambil masuk ke dalam mobil.
"Ada urusan saya. "Ucap Adhitama.
"Kenapa engga ngabarin dulu sih ke davira kalau om ada urusan, kan davira bisa pulang sendiri. "Ucap davira.
"Ponsel saya lobet jadi engga bisa hubungin kamu. "Ucap Adhitama.
Davira pun terdiam ia tidak mau memperpanjang masalah ini, namun tiba-tiba davira baru sadar bahwa ini bukan jalan arah rumah melain kan ke arah yang lain.
"Om kita mau ke mana, ini kan bukan jalan ke arah rumah kita. "Ucap Davira.
"Kita akan ke rumah sakit. "Ucap Adhitama.
"Om sakit? kalau sakit kenapa jemput davira. "Ucap Davira.
"Bukan saya yang sakit tapi ayah yang sakit. "Ucap Adhitama.
"Astaga kenapa om baru ngomong sekarang, ikhh. "Ucap Davira.
"Saya juga baru tau siang, saking paniknya saya pun langsung ke sana. "Ucap Adhitama.
"Terus emang davira juga engga panik apa! gimana ke adaan ayah sekarang?"Tanya davira.
"Harus ada tindakan operasi. "Ucap Adhitama.
__ADS_1
"Terus sekarang ayah udah operasi nya. "Ucap Davira.
"Belum. "Ucap Davira.
"Ko belum bukan nya sekarang aja gitu langsung opreasi. "Ucap Davira.
"Ya ampun davira di mana-mana juga sebelum operasi dokter juga harus mempertimbangkan segalanya, apa lagi ayah baru aja masuk ke rumah sakit. Emang di sinetron langsung main operasi aja. "Ucap Adhitama ia sudah habis fikir dengan davira.
"Ya kan tadi katanya harus ada tindakan langsung, kenapa engga sekarang aja ."Ucap Davira.
"Sudah lah, engga usah bahas seperti itu. Kita sudah sampai. "Ucap Adhitama.
Davira pun terdiam sebenarnya apa yang dia bilang ada benarnya juga, namun yang tau kan hanya dokter apa saya yang harus di lakukan. Mereka pun berjalan ke kamar di mana ayah adhitama di rawat, ibu lina sedang menunggu suami nya tiba-tiba anak dan menantu nya pun datang.
"Ibu gimana ke adaan ayah? "Tanya davira.
"Sudah membaik nak, oh ya nanti ayah akan langsung di operasi hari ini juga. "Ucap ibu lina.
"Baik lah bu kalau dokter sudah menentukan. "Ucap Adhitama.
Davira duduk di samping mertua nya itu ia pun tidak tega melihat mertuanya sangat murung, para suster dan dokter pun datang mereka akan membawa ayah ke ruangan operasi.
"Permisi bu. "Ucap suster.
"Iya sus."Ucap bu lina.
"Silahkan sus. "Ucap bu lina.
Para suster pun mendorong bangsal pak wirawan untuk ke ruangan operasi, para dokter sudah mengobrol terlebih dahulu dengan keluarga setelah semua nya setuju akhirnya para dokter pun langsung ambil tindakan.
Beberapa jam telah di lewati adhitama kelihatan sangat cemas sekali begitupun dengan bu lina, davira pun sama ia kelihatan khawatir dengan mertua nya itu pasal nya pak wirawan adalah dosen dan mertua yang baik.Davira pun berdoa untuk keselamatan mertuanya, setelah beberapa jam berlalu operasi pun sudah selesai akhirnya mereka bernafas lega.
"Pasien akan di bawa ke rumah ICU, setelah sadar akan di bawa ke ruang rawat biasa. "Ucap dokter.
"Terimakasih dok. "Ucap Adhitama.
"Iya sama-sama, saya permisi. "Ucap dokter tersebut.
Para perawat pun membawa pak wirawan ke ruangan ICU, bu lina ,davira dan adhitama pun mengikuti nya. Davira sampai lupa untuk menghubungi kedua orangtua nya bahwa mertuanya di larikan ke rumah sakit, davira pun meminta ijin untuk ke kamar mandi sebentar.
"Bu, aku ke toilet dulu ya sebentar, ibu engga apa-apa kan davira tinggal dulu. "Ucap Davira.
"Iya engga apa-apa sayang. "Ucap bu lina.
Davira pun meninggal kan bu lina dan ia pun akan menghubungi orangtua nya, davira sudah mendapatkan tempat untuk enak berbicara dengan orang tua nya.
"Hallo mah. "Ucap davira di sebrang telepon.
__ADS_1
"Hallo sayang, tumben sekali kamu telepon. "Ucap bu mona mamah nya davira.
"Kan davira suka telepon mamah ko mamah ngomong nya gitu sih. "Ucap Davira di sebrang sana.
"Kapan kamu telepon mamah, setau mamah dua minggu yang lalu. "Ucap bu mona.
"Aishhh, aku cuman mau ngasih tau mamah kalau di rumah ada yang sakit. "Ucap Davira.
"Siapa yang sakit, adhitama bukan yang sakit terus kenapa kamu malah telepon mamah bukan nya rawat suami kamu. "Ucap bu mona mengomel.
"Suami aku sehat wah afiat mah. "Ucap Davira.
"Lah terus siapa yang sakit? kamu gitu tapi kamu masih bisa ngomong tuh. "Ucap bu mona.
"Ya ampun mah, kalau sakit emang harus engga bisa ngomong yah. "Ucap davira.
"Kan kalau yang sakit suka gitu mau ngomong aja engga mau. "Ucap bu mona.
"Kembali ke topik mah, mertua aku masuk ke rumah sakit dan sekarang ada di ruang ICU. "Ucap Davira.
"Apa mertua kamu kenapa kamu engga bilang dari tadi. "Ucap bu mona.
"Abis nya mamah selalu motong pembicaraan aku. "Ucap Davira.
"Siapa yang sakit bu lina apa pak wirawan ?"Tanya bu mona.
"Ayah wirawan mah. "Jawab davira.
"Yasudah kalau gitu mamah dan ayah besok akan jenguk pak wirawan, kalau sekarang sudah malam juga. "Ucap bu mona.
"Iya mah,kalau gitu udah dulu yah davira mau nemenin mamah lina dulu. "Ucap Davira.
"Iya sayang kasian tuh mertua kamu pasti lagi sedih. "Ucap bu mona.
"Iya mah kalau gitu udah dulu ya mah. "Ucap davira.
"Iya davira. "Ucap bu mona.
Davira sudah mengakhiri panggilan nya, davira langsung buru -buru menghampiri mamah mertua nya ia pun tau kalau mamah mertuanya sekarang pasti merasakan sedih. Davira sudah berada di ruangan tunggu adhitama masih menatap ayah nya di jendela sedangkan bu lina ia duduk dengan tatapan sendu.
.
.
.
**Happy Reading🤗🤗
__ADS_1
Jangan lupa vote like and comen☺**