
Di Rumah Keluarga Pak Wirawan.
Pak wirawan ada bapak dari adhitama yaitu seorang dekan muda di universitas terkenal di kota itu, selain terpilih jadi dekan muda ternyata beliau belum mempunyai pendamping padahal dari segi usia ia sudah cukup matang mau dari segi propesi pun ia sudah terbilang mapan. Namun ia belum ke fikiran untuk mencari pendamping entahlah apa yang di fikiran dekan muda itu padahal ia sudah mempunyai segala hal.
Adhitama baru saja pulang ia masuk ke dalam dan seperti biasa ia mengucap kan salam sebelum masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum. "Ucap adhitama dan membuka pintu.
"Walaikum salam. "Jawab bi imah yaitu astiten rumah tangga keluarga nya.
"Eh bi inah, Ibu ke mana bi? "Tanya adhitama setiap pulang dari mana pun adhitama selalu mencari ibu nya.
"Ibu ada di kamar den. "Jawab bi imah.
"Tumben jam segini udah di kamar. "Ucap adhitama.
"Iya den soal nya bapak baru saja pulang den. "Ucap bi imah.
"Oh gitu, yaudah saya masuk dulu ya bi. "Ucap adhitama.
"Iya den. "Ucap bi imah.
Adhitama pun masuk ke kamar nya, sedangkan bi imah ia kembali lagi ke pekerjaan nya. Hari pun sudah semakin gelap namun adhitama masih saja di dalam kamar nya padahal jam sudah menujukan jam makan malam.
"Bi. "Ucap ibu lina yang memanggil bi imah.
"Iya bu ada apa. "Jawan bi imah.
"Oh yah adhitama udah pulang belum ."Ucap bu lina.
"Sudah bu den adhitama sudah pulang dari siang mungkin sedang ada di kamar nya. "Ucap bi imah.
"Kalau gitu, maaf bi tolong panggil kan adhitama untuk makan malam. "Ucap bu lina.
"Baik bu. "Ucap bi imah.
Bi imah pun pergi ke kamar adhitama yang berada di atas.
"Anak itu kenapa yah keseharian nya pasti di rumah terus sekalian nya keluar lupa pulang. "Ucap pak wirawan.
"Ya pak namanya juga anak muda ya pasti seperti itu. "Ucap bu lina.
"Tapi anak seusia nya sudah pada nikah bu, kenapa anak kita belum pernah bawa perempuan toh ke rumah. "Ucap pak wirawan.
"Belum saat nya kali pak ,Sudah engga usah terlalu di fikirin. "Ucap bu lina.
__ADS_1
"Iya bu. "Ucap pak wirawan.
Di Depan Kamar Adhitama.
Bi imah sudah berada di depan kamar nya adhitama dan bi imah pun mengetuk pintu kamar nya adhitama.
Tok! Tok! Tok!. Ketukan pintu.
"Den. "Ucap bi imah.
"Iya bi sebentar. "Ucap adhitama.
Adhitama pun membuka kan pintunya.
"Ada apa bi?."Tanya adhitama.
"Maaf den menggaggu waktu nya, den di suruh turun untuk makan malam sama ibu. "Ucap bi imah.
"Iya bi nanti saya akan turun ko ."Ucap adhitama.
"Iya den kalau begitu bibi permisi ya den. "Ucap bi imah.
"Iya bi. "Ucap adhitama.
Bi imah pun turun dan berjalan untuk ke arah belakang lagi, saat bi imah hendak akan ke dapur bu lina pun menanyakan anak nya ke bi imah.
"Masih di atas bu katanya nanti akan turun ko bu. "Ucap bi imah.
"Oh iya bi makasih yah. "Ucap bu lina.
"Iya bu sama-sama saya permisi ke belakang dulu. "Ucap bi imah.
"Iya bi. "Ucap bu lina.
Saat bi imah sudah ke belakang adhitama pun turun dari kamar nya dan berjalan ke arah meja makan, di meja makan sudah ada ibu dan bapak nya yang sedang menunggu dia untuk makan bareng.
"Anak ibu akhirnya turun juga, sini nak mau makan apa. "Ucap bu lina dengan lembut.
"Iya bu. "Ucap adhitama sambil duduk di kursi.
"Dari mana saja kamu. "Ucap pak wirawan ke anak nya.
"Ada pak di kamar dari tadi juga. "Ucap adhitama.
"Kita makan dulu aja pasti udah laper kan. "Ucap bu lina.
__ADS_1
Semua nya hanya terdiam bu lina sudah mengambil kan nasi dan lauk pauk nya untuk suami nya, dan tak lupa adhitama pun di ambil kan nasi dan lauk pauk oleh ibu nya setelah semua nya sudah di ambil kan mereka bertiga pun makan dengan lahap, Setelah makanan mereka habis tak lupa pak wirawan pun selalu menanyakan tentang pekerjaan anak nya apakah lancar apa ada kendala.
"Gimana kerjaan kamu hari ini adhi. "Ucap pak wirawan.
"Alhamdulillah pak lancar. "Ucap adhitama.
"Syukurlah kalau lancar mah, Oh ya ngomong -ngomong kalau sudah menjadi dekan seharusnya sudah mempunyai bu dekan juga kan. "Ucap pak wirawan.
"Maksud bapak. "Ucap adhitama yang tidak mengerti apa maksud bapak nya.
"Masa gitu aja engga ngerti, kamu kalau bahas soal perkuliahan, peraturan di kampus kamu ngerti masa masalah kaya gini aja engga ngerti. "Ucap pak wirawan.
"Ya emang engga ngerti pak ,Oh maksud baoak tuh aku harus mempunyai istri gitu. "Ucap adhitama.
"Iya itu, ibu dan bapak mu ini ingin mempunyai mantu. "Ucap pak wirawan.
"Emang bener bu, ibu ingin mempunyai mantu? "Tanya adhitama ke ibu nya.
"Iya nak siapa sih yang engga mau mempunyai mantu. "Ucap ibu lina karena ia setuju dengan perkataan suami nya.
"Tapi bu pak, aku belum ke fikiran untuk soal itu ."Ucap adhitama.
"Terus fikiran kamu ke mana emang nya . "Ucap pak wirawan yang emosi dengan jawaban anak nya itu.
"Ya belum ke fikiran aja pak, lagi pula tanggung jawab aku lebih besar di kampus. "Ucap adhitama.
"Nak bapak dan ibu mu ini sudah tidak muda lagi, ibu dan bapak sudah tua apa lagi yang di harapan orang tua ya ingin melihat anak nya berumah tangga. "Ucap bu lina ke anak nya.
"Tapi bu adhi belum siap dari segala hal,adhi masih minim ilmu nya. "Ucap adhitama ke ibu nya.
"Sudahlah bu percuma ngomong sama anak ini terserah dia saja deh. "Ucap pak wirawan.
"Bukan nya gitu pak adhi belum nemu yang cocok aja buat adhi. "Ucap adhitama.
"Yaudah ibu dan bapak mu juga tidak memaksa ko. "Ucap ibu.
"Iya bu. "Ucap adhitama.
Sedangkan pak wirawan dari tadi sudah meninggalkan meja makan karena ia sudah tidak mau lagi mendengar kata-kata anak nya itu, berbeda dengan bu lina ia selalu memaklumi anak nya padahal dari hati kecil nya bu lina pun ingin melihat anak nya bahagia namun apalah daya anak nya seperti itu, pak wirawan pun memutus kan untuk mengenal kan adhitama dengan seorang gadis anak teman nya ia pun akan mencoba dengan hal itu.
.
.
.
__ADS_1
**Happy Readingš¤š¤
Jangan lupa vote like and comenāŗš**