
"teteh bangunnn!, udah jam setengah tujuhhh ihhhh" ujar tia adik via.
via pun tersentak dan segera bangun, via pun segera mengambil handuk, dan segera mandi.
setelah mandi, Via pun langsung mengambil kunci motor, dan dia melihat cowok yang bertemu dengannya kemarin, dia sedang minum teh sambil membaca buku.
"*baru inget ternyata dari kemari aku sama dia belum kenalan, dah lah nggak terlalu peduli juga sih, kayaknya dia udah nggak sekolah lagi deh" banyak pertanyaan yang berputar\-putar didalam otak Via*.
Via pun segera mengeluarkan motor, dan mempersiapkan semuanya. Dan tanpa dia sadari ternyata cowok itu terus saja memperhatikannya.
"tiaaaa cepetannn! udah mau telat nih!" ujar via dari luar rumah.
Cowok itu pun mendekati Via yang sedang memanasi motor.
"lo sekolah dimana?" tanya cowok itu, dan dia ternyata masih tetap saja dingin.
"di SMA BAKTI BANDUNG, kenapa emangnya?" jawab Via.
"sekarang masih nerima murid baru nggak?"tanya nya.
"kelas berapa?"
"kelas 2" jawab cowok itu
"ada sih di jurusan ipa, soalnya kemarin ada yang keluar 2 orang, kenapa? mau daftar?"
"iya"jawab cowok itu, *dasar nggak waras, dingin banget gila*!.
"ya udah nanti aku tanyain apa aja persyaratannya"ujar Via yang ikutan dingin.
"oh iya nama mu siapa? supaya jelas nanti kalau ditanya sama guru"
"Reza" jawabnya singkat
"emang sifat mu ini cuek ya? yang jelas dong sama kepanjangannya!"ujar Via yang dibuat greget oleh cowok yang bernama Reza itu.
"ya emang nama gue emang reza! terus harus gimana?"
"aduhhh malu akuuu😨kenapa nggak ngomong sih kalo namanya emang sesingkat itu" ujar Via di dalam hati sambil menutupi rasa malunya.
"oh iya udah nanti gue bilangin ke guru"ujar Via yang langsung pergi dari pandangan Reza.
"*gilaaaa malu banget akuuu😣mau di taruh dimana nih muka*." "eh tunggu kaya ada yang ketinggalan, apa ya? perasaan buku pr udah, tas udah, dasi, sepatu udah semua, apaya?" ujar Via, dan dia tidak terlalu memikirkannya, via pun mempercepat laju motornya.
__ADS_1
Sesampainya di sekolah Via pun memarkirkan motor, dia melihat sahabatnya sisil sedang memainkan hp di parkiran sekolah, jadi dia mendekatinya.
"woy! sibuk amat" ujar Via yang sudah berhasil mengejutkan Sisil.
"ini nih lagi bales chat dari Uday, eh tumben adik lu nggak dibawa, sakit ya?" tanya sisil, serontak Via pun teringat ternyata yang tertinggal adalah adiknya sendiri.
"duh Sil aku lupa! adikku ketinggalan di rumah!" ujarnya dengan histeris.
"gila lu ya! adik mau sekolah lu tinggalin"ujar Sisil.
"duh gimana nihhh😵...." Via pun terkejut saat melihat Tia memasuki parkiran sekolah, dengan cowok yang memakai baju sekolah, dan jelas almamater itu bukan milik sekolahnya.
si cowok itu pun melepaskan helmnya, dan sukses membuat para cewek\-cewek jomblo meleleh melihat ketampanan cowok tersebut, ternyata cowok itu adalah Reza.
"teteh gimana sih! masa adiknya ditinggalin di rumah😤" ujar Tia, tapi Via tidak mendengarkannya.
"dek kok bisa bareng sama Reza?" tanya Via yang fokus melihat reza yang sedang menyimpan helmnya.
"Gua mau daftar, anterin gua ke ruangan kepala sekolah" ujar Reza kepada Via, tapi ternyata yang membalas pertanyaan Reza bukan hanya Via, banyak Cewek\-Cewek ganjem yang menawarkan diri untuk mengantarkan Reza ke ruangan kepala sekolah.
"Gak papa gak usah biar gua sama dia aja" tolak Reza kepada cewek\-cewek itu, senyum kemenangan Via pun mengembang.
"oke ayok" ujar Via, dia pun berjalan di depan Reza.
"tuh udah sampai, gua ke kelas dulu ya, udah bel soalnya" ujar via sambil pergi meninggalkan Reza, tetapi Reza memanggil Via kembali.
"oh ya, nama lo siapa? supaya gua gampang nyari lo" ujar Reza yang mampu membuat Via menghentikan langkahnya.
"Via!" ujar Via, berusaha untuk membalas sikap dingin Reza, Via pun meninggalkan Reza.
kelas secara tiba\-tiba ramai, tidak seperti biasanya kelas bisa seramai ini, dan ternyata orang\-orang sedang sibuk menggosipkan Reza sebagai cowok yang sangat tampan itu.
saat Via memasuki kelas, dia langsung di hujani oleh ribuan pertanyaan dari teman\-temannya.
__ADS_1
"Via kok bisa punya temen yang ganteng kayak gitu?"
"dia siapa mu Vi?"
"pacarmu Vi?"
"kenal dari mana si Vi?"
"kok nggak pernah ngenalin ke aku sih Vi?"
semua pertanyaan itu suskes membuat Via pusing.
"udah\-udah pusing nih! gini ya dia itu Reza dia ngontrak di kontrakan aku, terus aku nggak sengaja ketemu sama dia di pasar kemarin, jadi aku nggak tau banget asal\-usulnya dari mana, aku sama dia tuh cuma sebatas teman doang, dah jelaskan?"ujar via mencoba menjelaskan semuanya agar tidak banyak yang bertanya kembali, dan semua murid ips 1 hanya ber oh oh ria.
guru pun memasuki kelas, dan suasana kelas berubah menjadi sepi dan rapih tertata, pelajaran pun di mulai.
bel istirahat pun berbunyi.
Via berniat untuk menanyakan kabar dari Reza, tapi niat itu dia urungkan karena dia malu untuk bertanya duluan. jadi dia simpan kembali hpnya dilaci dan mulai membaca buku pelajaran kembali. tapi, ternyata tuhan mengerti apa yang di inginkan Via.
pesan dari Reza.
"Via tadi gua nyerahin semua persyaratan, dan gua diterima di sekolahan lo, jadi sebagai tanda terimakasih lo udah nganterin gua ke ruang kepala sekolah nanti pulang sekolah gua traktir lo makan."Reza
"Syukurlah kalo gitu, oke nanti gua pulang jam 3 sore" Via.
"*syukurlah kalo dia di terima di sekolahan ini, jadi gua gak usah pusing\-pusing banget nyari temen yang pinter ipa*" ujar via dari dalam hatinya.
"Via ke kantin yuk! laper nih" ajak Sisil
"oke ayok" Via pun bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju kantin. dia pun memesan mie goreng dan jus jeruk kesukaannya.
"oh iya vi, tadi malem Dimas dateng ke rumah gua, katanya tolong bilangin ke Via maaf belum bisa ngasih kabar karena hpnya rusak gara\-gara jatuh dari motor" ujar Sisil
"oh gitu, dah lah biarin aja, udah males, dan capek aku juga bahas dia, banyak alesannya supaya nggak ngabarin aku"jawab Via.
__ADS_1
ngomong\-ngomong Dimas adalah pacar Via, udah 6 bulan hubungan mereka berjalan, tapi ketidak kompakan sering ada di hubungan mereka.