Dengan Mu

Dengan Mu
Bab 8


__ADS_3

matahari sudah terbit, dia seakan berbicara kepada seluruh manusia bahwa 'sekarang sudah pagi, bangun lah, ada hal istimewah di hari ini.'


tapi sayang, sinar dari matahari tersebut masih belum bisa membangunkan Via.


"teh, teh? mau bangun kapan? udah jam delapan tau?!" ujar Tia sambil membangunkan Via.


"Hah! jam delapan?! aduhh aku telattt!!" ujar Via sambil panik dan bingung harus mengerjakan apa dulu.


"emang teteh mau kemana?" tanya Tia karna merasa heran akan sikap Via yang sangat panik itu.


"ya kesekolah lah dek! kamu kok belum berangkat jugaa!! cepet mandi kita udah telat 1jam!" teriak Via dengan sangat histeris.


"dasar pelupa!" ujar Tia sambil tertawa melihat sikap Via.


"lupa apa?!" tanyanya yang sedang sangat kebingungan.


"sekarang kan sekolah di liburkan, gara-gara ada rapat orang tua!" ujar Tia yang masih tertawa terbahak-bahak.


"oh iya lupa, oh iya kamu udah minta bu imas ke sekolah?" ujar nya dengan ketenangan.


"udah kok, bu imas sekarang ngewakilin 3 murid, tau nggak siapa?" teka teki ini bisa menbuat Via pusing, bagaimana tidak, bukan kah Tia sudah mengetahui jawabannya? terus untuk apa dia bertanya padanya?.


"nggak tau tuh! siapa emangnya?" tanya Via yang tak suka memperpanjang teka-teki tersebut.


"yang bu imas wakili adaalahhhhhh..... A Rezaaa" ujar Tia. ngomong-ngomong bu Imas adalah tetangga Via plus adik dari ibu kandungnya.


"oh iya ya? Reza kan lagi nggak sama orang tuanya? kasian juga dia, aku yakin dia rindu sama ibunya dan ayahnya." ujarnya di dalam hatinya.


karena melihat Via yang tiba-tiba melamun, jadi Tia tinggalkan saja Via sendiri di dalam kamarnya.


"oh iya teh, aku mau minjem motornya sekarang, mau ke rumah temenku, aku berangkat ya!" ujar tia sambil berteriak untuk meminjam motor milik Via.


"ya!" ujar Via yang tidak terlalu menghiraukannya.tapi secara tiba-tiba Via teringat bahwa sekarang dia harus membeli alat-alat yang akan dipakai untuk memperingati hari kartini.


"dekkkkkkk, jangan pergi duluuuuu, motornya mau kakak pakeeeee!"ujar Via sambil berlari ke luar rumah untuk mengambik motornya, tapi sangat disayangkan karena, Tia sudah pergi jauh.


dan yang ada di dekat halamannya hanya ada Reza yang menahan tawanya karena melihat sikap Via yang sangat panik itu.


"apa lu! tawa bae!" ujarnya dengan sinisnya kepada Reza yang sedang membaca buku


"hehe, lu mau kemana emangnya?" tanya reza kepada Via.


"mau beli dekorasi buat memperingati hari kartini nih! gimana ya? naik angkot aja kali ya?" ujar Via sambil memegang kepalanya.


"ya udah bareng aja sama gua" ajak reza.


senyum Via pun mengembang saat mendengar perkataan Reza.

__ADS_1


"gimana mau nggak?"tawar Reza kembali.


"mauuu lahhhh" ujar Via dengan semangat.


"ya udah ayok!" jawab Reza sambil mengeluarkan motornya, dan memakai jaketnya.


Lalu Reza pun keluar dari kontrakannya dengan dandanannya yang sangat rapih, dan sangat tampan, penampilannya itu mampu membuat hati Via serasa bergetar hebat.


"lu mau kemana?" tanya Via yang tersadar dari lamunannya.


"lah katanya mau beli dekorasi?" tanya Reza.


"guanya aja belom mandi" jawab Via sambil lari memasuki rumahnya.


"dasar kampret! kalo tau gitu nggak bakalan gua ngacak-ngacak kamar cuma buat nyari farfume!" ujar Reza yang kemuadian duduk dan bersantai di depan rumahnya sambil menunggu Via.


Via pun mandi dan bersiap-siap.


"pokoknya aku juga harus cantik! nanti kalo nggak cantik aku dikira pembantunya Reza" ujar Via sambil mempersiapkan semuanya.


Via pun beranjak keluar dari rumah, memakai baju warna hitam berlengan pendek dan celana levis, tapi dia juga berdandan. karna nggak mungkin Via menaiki motor besar menggunakan rok? hanya untuk terlihat feminim? ahhh itu sangat tidak berguna.


"dah ayok!" ujar Via.


"dia pake make up? kok bisa secantik itu sih?" ujar Reza dalam hati.


"eh iya ayok ayok" ajak Reza yang kemudian menghidupkan mesin motornya.


Via pun menaiki motor Reza, lalu mereka pun pergi meninggalkan halaman rumahnya.


reza dan via pun pergi ke mall. Via memilih barang barang yang memang sangat di butuhkan di hari kartini nanti, tapi saat sedang berjalan-jalan tiba tiba mata Via tertuju ke sebuah toko baju kebaya.


"za?" tanya Via


"ya? kenapa" ujar Reza


"udah nyewa baju kebaya belum?" tanya Via


"buat apa?"


"ya buat kartinian lah"


"ya masa gua pake kebaya?"ujar Reza


"ya maksud gua tuh baju yang bakal lo pake nanti di hari itu!" ujar Via


"belum" itu adalah jawaban yang singkat, padat, dan jelas sangat sangat jelas.

__ADS_1


"kesana yuk!" ajak Via sambil menunjuk sebuah toko busana.


"boleh ayuk" ujar Reza.


.........skip toko baju........


"selamat siang pak bu, mau cari baju pernikahan ya?" sapa sang penjaga toko.


dan itu mampu membuat Via tersenyum sambil menahan tawanya.


"eh mbak, kita masih sekolah, ini mau nyari baju buat kartinian" ujar Reza.


"eh maaf a, kirain mau nyari baju pernikahan, oh iya itu disana, mari saya antar." ucap sang penjaga toko.


"emang cocok ya๐Ÿ˜Š"ujar Reza lirih


"ha? apa za?" tanya Via


"eh nggak papa kok" jawab Reza


"oh kirain" sebenarnya via mendengar apa yang reza katakan, dan itu mampu membuat pipi Via memerah.


"ini teh a silakan di lihat lihat dulu" ujar sang penjaga toko.


"eh za liat, aku pantes nggak pake yang ini?" tanya Via yang menunjuk kepada sebuah kebaya berwarna pink.


"mending pake yang warna putih aja? soalnya itu kayaknya terlalu rame deh?" ujar Reza.


"oh masa sih, yaudah" via pun kembali memilih baju yang ada di toko itu.


dan tiba tiba mereka berdua mendapatkan pilihannya masing-masing secara bersamaan.


"yang ini gimana za?"


"yang ini gimana Vi?"tanya mereka berdua secara bersamaan.


"aduh itu kan baju pengantin yang tadi di coba sama pasangan yang tadi! kok bisa sih masih di simpen di situ! tapi mereka cocok memakai itu, haha inikah jodoh๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚" ujar sang penjaga toko dari dalam hatinya sambil terkagum kagum melihat tingkah via dan reza.


"nah teh, a itu bagus banget tuh dua dua nya cocok" ujar sang penjaga toko.


"wah? ya udah aku cobain dulu"ujar Via


"iya gua juga" ujar Reza mereka berdua pun memasuki ruangan ganti untuk mencoba baju yang mereka pilih.


"gimana cocok nggak?" tanya via yang keluar lebih akhir dari pada Reza.


bersambunggggg,,,, jangan lupa dilike komen and subcribe eh maksudnya vote๐Ÿ˜‚

__ADS_1


__ADS_2