Dengan Mu

Dengan Mu
Bab 5


__ADS_3

  "Vi? Vi? bangun bel pulang sekolang udah berbunyi" ujar Sisil yang membangunkan Via, sedangkan Reza pergi merapihkan tasnya dan tas milik Via.


 


"ha? udaah pulang ya?" tanya Via sambil mengumpulkan sisa energinya.


"iya vi, kamu pules banget tidurnya."


"iya nih Sil, oh iya Reza mana? perasaan tadi dia nungguin aku disini?"tanya Via.


"Dia lagi ngerapihin tasnya sama tas mu, bentar lagi juga dateng, oh iya aku pulang duluan ya? tuh Reza udah dateng, soalnya aku harus ngebantuin mama masak buat syukuran nanti." ujar Sisil yang sedang buru\-buru pulang.


"oh iya, makasih ya Sil udah bangunin." ujar Via sembari memakai sepatu.


"iya" jawab Sisil dan kemudian pergi meninggalkan Via.


"hey, udah bangun?" tanya Reza


"iya nih" jawab Via yang kemudian mengambil tasnya dari tangan Reza.


Via pun berjalan menuju parkiran, dan dia pulang di bonceng oleh Reza.


"mau makan nggak?" tanya Reza


"hehe iya nih laper" jawab Via


"ya udah ayok makan, gua yang traktir" ujar Reza yang berhasil membuat Via senang.


"hehe, ayok" jawab Via dengan semangat.


Reza pun memarkirkan motornya di sebuah mall.


"kenapa harus di mall?, kan kita masih bisa makan di pinggiran jalan?" tanya Via.


"gua ada keperluan yang harus di beli disini, jadi kita makan disini aja oke?" tanya Reza.


"oke\-oke"jawab Via kemudian mengikuti jalan Reza dari belakang


"jangan di belakang" ujar Reza sambil menarik tangan Via supaya bisa berjalan di sisinya, hingga kelupaan untuk melepaskan tangannya.


"eh maaf gua nggak sengaja" ujar Reza menutupi rasa malunya.


Reza dan Via pun sampai di sebuah resto, mereka makan berdua hingga perut mereka berdua terpenuhi kebutuhannya.


"mau nggak nganterin gua ke toko buku? ada beberapa buku yang harus gua beli" ujar Reza


 


"iya ayok, aku juga sekalian mau beli novel." ujar Via


Saat di pertengahan jalan tiba\-tiba wajah Reza memucat.


"za? kamu kenapa?" tanya Via yang merasa aneh melihat wajah Reza yang memucat. Bukan membalas pertanyaan Via, Reza malah menarik tangan Via dan bersembunyi di balik tembok.



sekarang mereka berdua bersembunyi di balik tembok, karna Via mengetahui situasi ini maka dari itu Via mengurungkan niatnya untuk bertanya.



saat Reza mengecek di balik tembok tiba\-tiba dia langsung memeluk Via, sekarang jantung Via berdetak sangat kencang, dia kaget saat Reza secara tiba\-tiba memeluknya, tak berlangsung lama ada seseorang yang menepuk pundak Reza.

__ADS_1



"mas kalo mau pacaran jangan disini dong" ujar seseorang yang menepuk punggung Reza.



"udah lah kak namanya juga lagi jatuh cinta" ujar seorang perempuan disampingnya dan menyeret lelaki itu untuk pergi meninggalkan aku dan Reza.



"ya tapi kan, panas nih jadi jomblo juga!" ujar lelaki itu sambil pergi meninggalkan Reza dan Via.



"orangnya udah pergi Za" ujar Via



"eh iya, maaf" ujar Reza sambil melepaskan pelukannya dari Via.



"emm ya udah sekarang kita ke toko buku aja" ujar Reza, dan kini suasana menjadi sedikit canggung, jadi mereka saling berpencar untuk mencari bukunya masing\-masing.



"*ya allah, kenapa deg\-degan gini sihh, tadi siapa ya? kenapa sampe bikin Reza sepucet itu*?" tanya Via dalam hati, sekarang Via dan Reza sedang berjauhan.



" *duh kok gua \*\*\*\* banget sih!, kan banyak cara buat menghindari kakak kenapa harus meluk Via sihh, gimana kalo nanti dia benci sama gua! dasar \*\*\*\**!" ujar Reza dari dalam hatinya, kemudian Reza pun membeli buku\-buku yang ia butuhkan.




"eh gapapa, kamu aja dulu" ujar Via sambil mengambil kembali bukunya dan mengantri di belakang Reza, Via pikir dengan caranya begitu Reza pun akan mengalah untuknya, ternyata tidak Reza malah membiarkan Via berdiri di belakangnya, walaupun sedikit marah akan sifat Reza tapi tetap Via sembunyikan rasa marahnya, karna kan memang Via sendiri yang menawarkan untuk mengalah.



Mereka berdua pun pulang ke rumahnya masing\-masing.



"Vi, maafin gua atas kejadian yang tadi ya" ujar Reza dengan suara yang sedikit lirih.


"em, iya gapapa, ya udah aku pulang duluan" ujar Via sambil meninggalkan Reza.



Via pun memasuki rumahnya, dia pun beristirahat, dia merasa hari yang sudah ia lewati ini lumayan melelahkan.


-------------SKIP KEESOKAN PAGINYA-------


Karena sekarang adalah hari sabtu, maka seluruh siswa diliburkan.


skip meja makan.


"teh sekarang mau kemana?" tanya Tia


"nggak tau ti, belum ngerencanain sesuatu, tapi lagi pengen sepedaan sih" ujar Via.

__ADS_1


"ya udah hayu atuh" ajak Tia


"lah sepedanua gimana?" tanya Via


"kan sekarang ada yang nyewain sepada teh" jawab Tia


"oke ayo kalo gitu"ajak Via


"ya udah tunggu Tia abisin dulu makanan Tia" jawab Tia sambil menghabiskan makanannya.


Via dan Tia pun bersiap\-siap untuk pergi. Mereka pun keluar dari rumah, saat akan keluar mereka melihat Reza, awalnya Via ingin mengajaknya, tapi Via tau bahwa menolaknya, jadi Via urungkan keinginannya.



"kak Reza mau ikut bersepeda nggak?" ternyata Tia mendahului Via untuk bertanya itu.



tanpa di sadari ternyata Reza menyetujui ajakan adik Via. maka Via, Tia dan Reza pun pergi untuk menyewa sepeda terlebih dahulu.



setelah menyewa sepeda mereka bertiga pun segera pergi ke sebuah taman untuk bersepeda dan menikmati pagi hari dengan olahraga.



"Teh, kak Reza aku kesana dulu ya, soaalnya itu ada temen\-temen aku, nanti kalo mau pulang nggak papa duluan aja, nanti aku pulang sama temen\-temenku." ujar Tia yang akan meninggalkan Via dan Reza berdua saja.



"iya, tapi hati\-hati ya Tia" ujar Via sekedar mengingatkan adiknya untuk berhati\-hati.



lalu Tia pun berlalu pergi menghampiri teman\-temannya, kini di taman itu hanya mereka berdua.



"Vi boleh istirahat sebentar nggak?" tanya Reza.


"boleh, kita istirahat di kursi yang di sana aja yuk" ajak Via sambil menunjukan kursi kosong dimana tempat itu akan di pakai oleh Bia dan Reza duduk berdua.



saat Via dan Reza duduk berdua mereka hanya terdiam melamun dan terkadang memeriksa hpnya masing\-masing.



karna suasana nya menjadi canggung maka Via akan memulai pembicaraan.



"Vi/za" ujar mereka berdua secara kompak, dan mampu membuat mereka berdua menjadi lebih canggung.



"em kamu aja dulu." ujar Via


"gapapa lu aja duluan, mau tanya apa emang?" ujar Reza.


"aku mau nanya soal kemarin" ujar Via, sebenarnya dia sedikit takut untuk bertanya itu, tapi dia sangat penasaran.

__ADS_1


__ADS_2