Dengan Mu

Dengan Mu
Bab 6


__ADS_3

 


"ya mau tanya apa?" tanya Reza kepada Via.


"sebenarnya kemarin itu siapa yang kamu hindari?" tanya Via


"oh itu, dia kakak ku"jawab Reza.


"terus kenapa harus menghindar?" tanya Via, sungguh jika penyakit penasarannya muncul, dia tak akan berhenti berbisara tentang apa yang terjadi.


"ya karna aku punya masalah di keluargaku, maka dari itu aku pergi ke bandung" jawab Reza.


"maaf nih ya bukan ikut campur, tapi, emang masalah apa? sampe\-sampe kamu pergi ke bandung?" tanya Via


"maaf kalo yang ini gua belum bisa cerita" jawab Reza


"oh, iya maaf kalo gitu"ujar Via


"ya


 


Lalu suasana pun hening kembali, mereka berdua fokus memperhatikan jalannan taman yang sepi.


 


"oh iya, tadi kamu mau nanya apa?" tanya Via


"oh itu, gua mau nanya orang tua lo kemana? dari awal gua kesana, gua belum pernah ketemu" tanya Reza, Via sudah terbiasa mendapatkan pertanyaan tersebut jadi tidak terlalu susah untuk menjawabnya.


"ibu sama bapak ku udah nggak ada" jawab Via sambil memberikan senyumnya agar Reza tidak terlalu merasa bersalah.


"em maaf gua seharusnya nggak bertanya gitu" ujar Reza, sungguh dari dalam hatinya dia merasa menyesal telah bertanya seperti itu.


"Nggak papa kali, udah biasa ditanya kaya gitu kok" ujar Via.


saat suasana akan kembali hening, tiba\-tiba hp Via berdering menandakan bahwa ada yang sedang menelfonnya.


"Tehhh! teteh dimana? Tia udah di rumah nih! cepetan pulang, kunci kan ada di teteh, lama banget sih!" ujar Tia di dalam telfonnya.


 


"eh iya lupa!"ujar Via sedikit berteriak dan kemudian mematikan telfon.


"mau pulang?" tanya Reza

__ADS_1


"iya nih, kalo masih mau jalan jalan disini ya ga papa sih" ujar Via.


"gapapa ya udah yu pulang" ujar Reza sambil tersenyum padanya, sungguh Via sangat terkejut, rasa kagetnya ini melebihi mendengarkan balon yang tiba-tiba meletus.


Baru kali ini Reza tersenyum kepada Via, dan senyuman ini sukses membuat Via terdiam karena terlalu kaget.


"Vi? lo kenapa?" tanya Reza, Reza terlalu malu jika di lihat segitu dalamnya.


"eh enggak" jawabnya sambil menahan senyum.


sungguh Reza merasa aneh akan hal itu. Reza memang orangnya cool bukan sok-sok'an, jadi dia akan tersenyum kepada orang yang memang bisa membuatnya bisa merasakan nyaman.


Reza dan Via pun pulang kerumah mereka masing\-masing.


sekarang Via sedang bersantai di dalam rumahnya. saat melihat hpnya ternyata ada pesan dari sahabatnya.


"Via, aku mau nanya sama kamu, boleh nggak?" Sisil


"boleh nanya apa?" Via


"sekarang gimana statusmu sama Dimas?" Sisil


sebenarnya Via sedang tidak ingin membahas ini, tapi tak apalah, Via akan berpura-pura tidak memperdulikan Dimas lagi.


"ya jadi temen lagi lah" Via


"buat apa sih Sil? gini ya kamu bayangin beli durian, terus kamu nikmati daging durian itu, kemudia kamu buang kulitnya, masa kalo kulit itu udah dibuang mau kamu ambil lagi? buat apa coba? semua itu nggak bakal sama seperti dulu Sil." ujar Via.


"kamu punya dendam nggak sama Syifa?" Sisil


"Dendam enggak, kecewa iya" Via


"kok kaya di introgasi sih?" Via


"hehe nggak papa sih cuma nanya aja, takut kamu masih depresi aja" Sisil


"haha nggak kok sil" ujar Via dia menulis haha dengan tampang yang biasa saja.


kemudian dia meletakan hpnya dan mencoba untuk tenang dengan cara mendengarkan lagu dan melamun, tetapi acaranya itu di ganggu oleh Tia.


"teh ih jangan ngelamun nanti kalo kesurupan gimana?" ujar Tia yang berhasil merusakkan acara terbaik Via.


"apaan sih kamu dekk! ganggu aja" ujar Via yang merasa terganggu.


" oh iya teh, gimana tadi? seru nggak berduaan sama A Reza?" goda Tia

__ADS_1


"apaan sih!" ujar Via menutupi senyumnya


"cerita dong teh,,,"


"apaan sih gak jelas" ujar Via


"eh teh liat, itu kan tetangga kita? yang cantik itu kan? ngapain dia ke A Reza?" ujar Tia yang memperhatikan Shinta anaknya bu Mirna tetangganya. ternyata dia memberikan sebuah cupcake kepada Reza, dia memberikan dua cupcake.


"dek liatin tuh muka Reza aneh banget😂, kaya mau nolak tapi takut yang ngasih cupcake nya berubah jadi monster" ujar Via sambil tertawa terbahak\-bahak memperhatikan tingkah Reza.


"eh dah pulang tuh teh si nenek lampirnya, oh iya aku punya tebak-tebakan" ujar Tia


"apaan tuh?" tanya Via


"sekarang kita liat A Reza kan punya dua cupcake, kalo A Reza emang suka banget sama Cupcakenya pasti dia makan sendiri, tapi kalo ternyata dia nggak suka dia pasti kesini ngasih cupcakenya ke kita, tapiiii kalo A Reza suka sama teteh pasti dia bawain satu cupcake aja, soalnyaa dia berfikir kalo di rumah ini ada dua orang. tapi, karna dia ngasihnya cuma satu buat kakak, berarti dia mau nikmatin itu semua bareng sama kakak😋" ujar Tia


"oke ayo, pasti dia nggak bakal peduli sama kita dek" ujar Via dengan percaya dirinya.


Tapi ternyata Reza berjalan menuju rumahnya.


"teh kayaknya aku harus ke kamar😂" ujar Tia sambil pergi meninggalkan Via


"eh loh kok.." belum selesai ucapanya Reza langsung mengetuk pintu rumahnya.


"em masuk Za" ujar Via yang menyembunyikan rasa malunya, sungguh jantungnya sangat berdebar tidak karuan.


"ada apa za?" tanya Via hanya sebagai basa-basi.


"ini, tadi ada mbak-mbak ngasih cupcake katanya mau silaturahmi, tapi dia kasih dua cupcake, dari pada makan sendiri nanti diabetes mending makan bareng yuk, nih gua kasih satu cupcake" ujar Reza


ooo ternyata benar apa yang dibicarakan oleh Tia, pipinya secara tiba-tiba langsung memerah, sudah berusaha ia tutupi tapi gagal Reza sudah melihat Pipi yang mirip kepiting rebus itu.


"kenapa? nggak suka ya?" ujar Reza


"eh suka kok, tapi kenapa ngasih ke aku doang?" ujar Via sambil menerima Cupcake dari Reza.


"aku kepikirannya ke elu doang" ujar Reza, sungguh dia mengatakannya dengan muka datar, dia dengan rasa biasa ajanya mengatakan itu, sedangkan Via pipinya memerah, dan dia menjaga sikapnya agar tidak salting.


mereka pun menghabiskan Cupcakenya.


"makasih ya cupcakanya😊" ujar Via saat sudah selesai memakan Cupcake yang telah di berikan oleh Reza.


"suka nggak?" tanya Reza sambil tersenyum, sungguh Via sangat ingin menghitung berapa senyuman yang Reza berikan padanya.


"iya suka😊"jawab Via, maksudnya adalah suka atas senyumnya bukan cupcakenya.

__ADS_1


"ya udah gua pulang dulu ya" Reza.


"iya makasih ya" ujar Via sambil menutup pintu rumahnya.


__ADS_2