Dengan Mu

Dengan Mu
Bab 4


__ADS_3

Via pun pulang dari rumah sakit.


"teteh, sekarang istirahat ya, jangan kemana mana dulu oke!"seru Tia.


"iya bawel lu!" jawab Via sambil merebahkan tubuhnya di kasur.


-------------skip pagi------------


Via bangun lebih pagi, dia terkejut saat melihat Dimas sudah di luar dan sedang berdebat dengan Reza.



"Gua yakin kalo Via bakal masuk sekolah! dan gua sekarang gua mau jemput dia!" ujar Dimas yang sedikit emosi, karna takut mereka berdua bertengkar maka Via pun keluar dari rumahnya.



"Gua emang nggak bakal sekolah dulu!" jawab Via tanpa melihat muka Dimas.



"Ya udah sekarang gua temenin kamu, dan lu nggak ush ikut\-ikutan gua tau lo baru beberapa hari ini masuk sekolah jadi sekarang lu belum boleh ijin!" ujar Dimas kepada Reza.



"lu nyusahin banget sih! dah lah sekarang guaa mau sekolah! tapi gua mau di bonceng sama adik gua!" ujar Via.



"teteh nggak bisa, teteh harus istirahat dulu!" cegah Tia, dia khawatir dengan keadaan Via.


"udah gak papa Tia, aku udah rada mendingan kok😊, lagian aku bosen di rumah terus, ya udah aku siap\-siap dulu ya." Via pun hendak melangkah pergi untuk bersiap\-siap, tapi semua itu terhenti oleh panggilan Reza.



"perban lo perlu di ganti! biar gua bantu ganti perban" ujar Reza.


"biar gua aja!" cegah Dimas.


"dan gua mohon sama lo jangan ngerepotin gua!! biarin gua ganti perban sama Reza aja" ucap Via yang mampu membuat Dimas terdiam.



Via pun segera mandi, dan memakai baju seragamnya.


"sekarang lo berangkat bareng gua aja! motor lu bannya sedikit rusak jadi belum bisa di pake boncengan." Ujar Reza sambil mengganti perban Via.


"Iya" jawab Via.



setelah selesai mengganti perban, via pun segera berangkat, sama seperti yang ia pikirkan Dimas masih berada di depan rumahnya.


__ADS_1


"kok Via dibonceng sama lo?!" tanya Dimas.


"ya karna motor gua belum bisa di pake boncengan! dan gua udah nggak mau deket\-deket sama lo!" ujar Via.


"tapi kenapaaa!! jelasin dulu sayanggg" ujar Dimas sedikit berteriak karena Via dan Reza sudah pergi dari halaman rumah via, yang diikuti oleh Tia dan Dimas.


---------------------skip sekolah-------------


Dimas dan Reza masih saja mengikuti Via.


"heh! kalian berdua ngapain!!! ini kelas gua!!! kalian nggak punya kelas sendiri hah!" sentak Via yang sadar bahwa mereka berdua masih mengikutinya.


"ini kelas gua" ujar Dimas dan Reza secara bersamaan.


"hah! kalian gila? kalian tuh jurusan ipa dan gua ips! gak usah jadi orang yang \*\*\*\* deh! pusing ke kepala guanya" sentak Via sambil meninggalkan mereka berdua dengan memegang kepala Via karna sangat sakit.



Via pun memasuki kelasnya.


"wah lu emang bener\-bener hebat ya! lu bisa ngambil dua cowok?😂😂😂kasih tau caranya donggg lo tau kan gua udah 2 tahun ngejomblo" ujar teman Via yang bernama Isnah.



"Nah, lo mau di rebutin? ambil aja sono! gua pusing malah ngeliatin mereka." jawab Via sambil meninggalkan Isnah.


------------------pelajaran pun di mulai---------


"buat yang bernama osis tuh di cariin sama Vino" ujar bu guru matematika, karena kepolosan buguru hingga murid-murid tertawa terbahak-bahak.


"eh maksud saya anggota osis bu😅" jawab Vino membenarkan perkataaannya.


Karena Via adalah anggota osis dia pun pergi keluar kelas.


"via kepala kamu kenapa?" tanya Vino.


"nggak papa ini cuma celaka doang" ujar Via, sungguh kepalanya sangat sakit jika di pakai untuk berjalan.



Rapat anggota osis pun segera di mulai. entah kenapa kepala Via sangat sakittt, tapi Via tetap menahannya hingga rapat osis pun berakhir dan bel istirahat berbunyi.



karena ingin menghindari Dimas maka Via pun pergi ke perpustakaan, Via segera meletakkan kepala nya yang sangat sakit itu.



"apa itu sakit?" ujar seseorang yang tak asing dari suaranya.


"ha? oh kamu za, iya nih lumayan sakit dari tadi rapat osis sampai sekarang😷" ujar Via yang mengetahui bahwa itu adalah Reza.


"udah di minum belum obatnya?" tanya Reza.

__ADS_1


"belum, aku lupa obatnya ada di tas, aku nggak mau ke kelas soalnya pasti ada Dimas disana." ujar Via yang masih menggeletakkan kepalanya dengan lemas.


"ya udah biar aku yang ambil" ujar Reza yang pergi meniggalkan Via tanpa menunggu jawaban dari Via.



karna sakit kepalanya tidak bisa ditahan Via pun tak sadarkan diri, hingga Reza kembali dari kelasnya untuk mengambil obat dan botol minum.



"Via bangun, nih minum dulu obatnya." ujar Reza sambil menggoncang\-goncagkan tubuh Via yang terlihat sangat lemas, tetapi Via masih tetap saja diam.



Reza pun mencoba mengangkat kepala Via, tapi hasilnya nihil, Via malah terjatuh ke pelukan Reza, karena sekarang dia sudah tidak sadarkan diri.



karena cemas Reza pun tidak berkata\-kata lagi, dia segera membopong tubuh Via yang sudah tak berdaya lagi. pemandangan tersebut mampu membuat seluluh penghuni perpustakaan memperhatikan Via dan Reza.


Reza berlari ke uks, setelah sampai di uks dia meletakan Via secara hati\-hati, guru kesiswaan pun segera menghampiri Reza dan menanyakan apa yang terjadi. reza pun segera menceritakan apa yang telah terjadi.



Guru kesiswaan pun segera memanggil dokter yang bertugas di uks.


"ini mah nggak papa, cuma butuh sedikit istirahat, dan jangan sampai telat minum obatnya, ya udah saya tinggal dulu, kamu jagain dia sampai nanti dia siuman. dan nanti kalo dia sadar berikan dia obat yang sudah di berikan oleh dokter." ujar dokter itu sambil pergi meninggalkan Via dan Reza berdua dia ruangan tersebut.



"emmm, dimana aku?" ujar Via yang tersadar dari oingsannya, Reza yang sedang membaca buku segera mendekati Via.



"tadi lo pingsan di perpustakaan, dan sekarang lo lagi ada di uks, nih minum obat lo" ujar Reza yang segera memberikan obat dan air mineral milik Via.



"besok lebih baik lo jangan dulu sekolah, tenang urusan Dimas biar gua yang ngatur." ujar Reza.



" heem makasih ya za" ujar via.


"ya, sekarang lo istirahat dulu." suruh Reza yang merapihkan obat\-obatan Via.



" iya, lo nggak papa kok kalo mau balik ke kelas dulu juga, biar gua di sini dulu" ujar Via.



"udah, gapapa biar gua disini jagain lo" ujar Reza dan kembali sibuk membaca buku, entah mengapa Via tiba\-tiba terfokus memperhatikan wajah Reza, dan jujur dari dalam hati dia terlihat tampan, lamunan itu terusik karena Reza merasa Via sedang memperhatikannya, dan Via pun mengalihkan pandangannya dari Reza.

__ADS_1


__ADS_2