Dengan Mu

Dengan Mu
Bab 7


__ADS_3

Via pun bangun pagi untuk berangkat ke sekolah. Karena 2 minggu lagi memperingati hari kartini, jadi hari ini Via full berada di ruangan osis, dia berada disana untuk merancang kegiatan kegiatan yang akan di lakukan di sekolah pada hari kartini nanti.


bell istirahat pun berbunyi, tapi Via masih saja tetap sibuk di ruang osis.


" Vi? ayo istirahat dulu, nanti kecapean loh kalo terus terusan dikerjain." ujar Vino yang kasian melihat Via yang masih sibuk mengerjakan berkas-berkas yang ada di mejanya.


"nggak papa kak, duluan aja, aku masih kenyang kok😊" tolak Via, belum sampai 5 menit Via menolak ajakan Vino, tiba-tiba Reza datang untuk mencarinya.


"Via?" tanya Reza.


"ya, eh za kenapa?" jawab Via dengan ramah.


"ke kantin yuk, lo belum makan soalnya." ajak Reza sambil tersenyum


" ya senyum yang ke tiga kalinya😊" ujarnya dalam hati.


"iya ayok" jawabnya sambil langsung pergi meninggalkan Vino.


Dahi Vino langsung berkerut menandakan ada hal yang aneh.


"perasaan tadi aku ajak nggak mau? kenapa sekarang langsung mau gitu aja? dasar cewek!" ujarnya karna kesal.


saat berjalan menuju Kantin, Reza terus saja menggandeng tangan Via, dan tangannya yang satu di masukan kedalam saku celananya, sungguh banyak cewek-cewek yang memperhatikan mereka berdua dan merasa iri akan sikap mereka berdua.


bukan berjalan menuju kantin Reza malah memasuki kelasnya, dan masih tetap menggandeng tangan Via.


Via berfikir mungkin Reza lupa membawa uang saku, jadi dia memasuki kelasnya lagi.


tapi ternyata tidak dia mengambil 2 kotak bekal makan yang sudah di tata rapih.


"Reza, makan bareng yuk! aku udah bawain bekel nih buat kamu juga" ajak seorang cewek, ya cewek itu tinggi putih rambutnya panjang cantik.


sungguh timbullah sebuah rasa dihati Via, dia merasa kesal, dia minder melihat kelas Reza di penuhin cewek-cewek yang cantik dan sangat perduli kepada Reza.


"maaf bel, gua mau makan sama Via." tolaknya, saat Via memperhatikan wajah Reza dia tidak tersenyum kepada Cewek itu.


"apa hanya aku yang beruntung mendapatkan senyuman dari Reza?😄"ujarnya dalam hati dengan penuh kemenangan.


Reza pun membawa Via pergi ke rooftop sekolahan.


"karna kita nggak tau masakan kantin higenis atau enggak, jadi gua sengaja masakin sayur buat lo, lo juga kan belum sembuh total, jadi harus banyak makan-makanan yang sehat." ujar Reza

__ADS_1


 


"hehehe, makasih" Via masih menutupi pipi merahnya.


 


"apanya yang makasih! dibawa nggak obatnya?" tanya Reza, mulai deh sikap sinis nya.


"di bawa kok" jawab Via yang tak suka akan sikap sinis Reza.


mereka pun memakan bekal yang di bawa oleh Reza. saat sudah selesai makan, reza berniat untuk mengganti perban Via.


"Vi aku nganti perban kamu ya?" ujar Reza sambil mengusap-usap kepalanya.


"aku kamu?😅" via sedikit geli mendengar kata-kata yang Reza keluarkan dari mulutnya.


"emang bawa perban?" tanya Via.


"bawa dong" jawab Reza sambil mengeluarkan perban, hansaplast, dan betadine.


Reza pun melepaskan perban dari kepala Via dengan sangat perlahan.


"eh luka nya udah kering ternyata udah kering, aku hansaplast sin aja ya?" tanya Reza yang melihat luka di kepala Via sudah sedikit sembuh.


"ya di hansaplast aja" ujar Via sambil menutupi senyumnya yang sedang mengembang itu.


setelah selesai, Via dan Reza pun kembali kepada kesibukannya masing-masing.


"Vi tolong kamu beli dekorasi ini buat nanti ya!" ujar Vino yang memberikan struk belanja dan sejumlah uang.


"harus sekarang kak di belinya?" tanya Via.


"enggak sih, pokoknya H-5 barang barangnya harus udah ada, gimana? sanggup nggak?" tanya Vino.


"sanggup kok kak" jawab Via.


bel pulang sekolah pun berbunyi, Via dan Tia pun pulang ke rumah.


"teh?" sapa Tia


"ya kenapa dek?" tanya Via

__ADS_1


"dari tadi di sekolah kok Tia nggak liat teteh sih?" tanya Tia yang heran.


"iya nih, tadi osis ngadain satu hari ini rapat buat persiapan memperingati hari kartini, capek banget sumpah" ujarnya, sembari mengeluarkan keluh kesahnya.


"oh iya bentar lagi kan kita bakal ada acara di sekolahan! kok bisa aku lupa sih" ujar Tia.


"kamu mah dari dulu emang pelupa!" goda Via.


"oh iya teh nanti kita mau pake kebaya dari mana?" tanya Tia.


"ya kita sewa lahh" jawab Via.


"uangnya dari mana? emang kita masih ada resiko buat bulan ini? cukup gitu?"


"masih lah, gini gini gua juga pinter ngatur uang kalii" ujar Via yang menyombongkan dirinya untuk menggoda Tia.


"aku juga bisa! bukan kakak doang!" elak Tia.


"iya iya gitu aja marah" kini Via pun menyerah dia tak ingin terjadi pertengkaran, karna disaat orang tua sudah tidak ada, mereka harus belajar dewasa, dan harus kompak. supaya mereka bisa saling membantu di saat mereka sedang kesusahan dan, sudah tak ada lagi tempat untuk bersandar.


"oh iya teh, Tia lihat akhir-akhir ini Teteh sama a Reza makin deket deh" goda Tia.


"apaan sih sok tau banget kamu tuh!" jawab Via sambil menutupi rasa malunya.


"iya tau, terakhir a Reza dingin ke teteh itu waktu sebelum dia kasih cupcake, terus aku kasih tebak-tebakan ke teteh tentang 2 cupcake." ujar Tia sambil memerlihatkan senyum kemenangannya.


"apaan sih! orang itu cuma kebetulan kok, sebenernya aku juga nggak mau nerima cupcake nya cuma ya aku mau ngehargain aja." elak Via.


"nggak papa kali teh kalo teteh suka sama a reza, jatuh cinta itu kan wajar. tapi ya teh, teteh harus hati-hati kalo pacaran sama a reza." ujar Tia yang ingin menakut nakuti Via.


"kenapa emang?" Via pun sedikit penasaran akan hal yang ingin dibicarakannya dengan Tia.



"karna aku kelas 10 IPA 2 jadi aku tau kalo kelas 11 IPA 1 itu ceweknya cantik\-cantik!" ujar Tia.


dari ucapan Tia, Via pun merasa takut, bagaimana jika mereka sudah berpacaran tetapi di belakang Via, Reza selingkuh? sungguh itu adalah hal yang sangat menyakitkan.


Entah mengapa Via menjadi takut kehilangan Reza, tapi dia tak berhak untuk mengatur reza agar dia tidak dekat-dekat dengan cewek-cewek yang ada di kelasnya.


"mungkin seharusnya aku yang menjaga perasaanku kepadanya, dia tak mungkin mencintai seseorang sepertiku, aku tidak secantik cewek cewek yang ada dikelasnya" ujar Via dari dalam hatinya, dengan sedikit kekecewaan dia berkata seperti itu.

__ADS_1


"ya sudahlah jangan terlalu memikirkan dirinya."


__ADS_2