Dengan Mu

Dengan Mu
Bab 3


__ADS_3

bel pulang sekolah pun berbunyi. Via berjalan keparkiran, dia sendiri karena adiknya pergi bersama temannya. saat di parkiran, tak ada yang menyangka bahwa dia akan melihat pemandangan yang membuat bendungan air matanya tiba\-tiba hancur dan membuat air matanya mengalir.



"Via lagi ngapain?" tanya Sisil yang menepuk punggung Via, dan berhasil membuat Dimas dan syifa\(teman sekelasnya\) melepaskan pelukan mereka di atas motor.



"Via ini semua nggak bener! aku bisa jelasin, Via tolong dengerin aku" ujar Dimas yang seketika panik melihat Via sedang memperhatikan mereka.



"Hehe selamat ya! hp nya udah bener, padahal baru kemarin malem bilang kalau hpnya rusak, dan sekarang yang rusak itu hubungan kita, selamat juga buat kamu syif, pinter banget sih ngambil pacar orang! kalian berdua adalah orang\-orang yang hebat! dan aku gak nyangka bakal kayak gini, aku pulang dulu, maaf udah ganggu kalian" ujar Via yang langsung tancap gas meninggalkan Sisil, Dimas dan Syifa.



Via pun menangis, menangis, dan menangis di sepanjang perjalanan.


"dasar \*\*\*\*! kenapa sihhhh harus sebego ini!!! aku \*\*\*\*,\*\*\*\*,\*\*\*\*! kenapa aku nggak ngerti! kenapa aku nggak tau kalau mereka berdua udah punya hubungan di belakang ku!" ujar Via, dia melajukan motor nya dengan kecepatan yang sudah tak wajar lagi.



hp nya terus berdering, banyak notifikasi dari hpnya. dan ternyata ada yang mengikutinya, Via pun memperhatikan kaca spionnya, dan ternyata itu adalah Reza, ternyata Reza berniat untuk menjemput Via. tapi, hal itu gagal karena dia melihat Via keluar dari gerbang sekolah dengan kecepatan penuh.



"woy! berhenti!" ujar Reza yang menyeimbangi kecepatan motornya dengan Via. tapi, Via tidak mendengarkannya.



"berhenti!, kalo enggak gua sendiri yang bakal bikin lo jatuh!" ancam Reza, itu hanya lah ancaman, dan Reza hanya ingin Via merasa takut akan ancaman tersebut dan memberhentikan motornya, tapi sayang, Via orangnya terlalu keras. hingga Reza melihat dibelokan ada mobil besar, dan Via pun juga akan berbelok ke arah tersebut, karena takut akan terjadi kecelakaan besar maka Reza mengambil tindakan. dia menendang motor Via, sehingga Via pun tidak mempunyai keseimbangan dan akhirnya Via terjatuh dan mobil tersebut berjalan lurus dengan cepat.



"halo, tolong lo cepetan kesini! Via pingsan! bantu gua bawa dia ke rumah sakit!"ujar Reza sedikit berteriak di dalam telfon, dia menelfon Sisil memakai hp Via.



"hah! Via kenapa!" ujar Sisil dengan kepanikan.


"dia jatuh dari motor udah jangan banyak bicara! cepet kesini" Reza pun mematikan telfon dan segera mengirim alamat dimana dia berdiri sekarang.



tak lama kemudian Sisil, Dimas, dan Syifa pun datang ke lokasi dan membantu Reza menaikan Via ke atas motornya, dan membantu membawakan motor Via yang sedikit rusak.

__ADS_1



"dasar \*\*\*\*\*\*\*\*!!! lo apain pacar gua!" ujar Dimas sambil menarik kerah baju Reza.


"gak ada waktu untuk meluapkan emosi sekarang" ujar Reza, dan melepaskan tangan Dimas dari kerahnya, dan mulai menjalankan motornya.


"jangan emosi dulu mas, ini juga gara\-gara lo! kalo lo nggak berbuat gila sama nih pecundang, maka semua ini nggak bakal kejadian \*\*\*\*! dah lah gua harus ke rumah sakit bantuin mereka berdua" ujar Sisil sambil pergi meninggalkan Dimas dan Syifa di tepi jalan, Sisil membawa motor Via.



saat sampai di rumah sakit Via pun langsung ditangani oleh dokter.


" apa disini ada keluarga pasien?"tanya dokter, Sisil ingin mengajukan dirinya tapi kalah cepat oleh Reza.


"saya dok,saya kakaknya" ujar Reza


"oke silahkan keruangan saya, ada beberapa hal yang harus di bicarakan"ujar Dokter, dan kemudian Reza mengikuti dokter tersebut.


"keadaan pasien masih sedikit kurang stabil, maka pasien diharuskan untuk menginap di rumah sakit dulu, dan tolong lunasi administrasinya." ujar dokter tersebut dan memberikan selembar kertas yang harus dibayar.



Reza pun melunasi administrasi dan kembali ke kamar dimana Via dirawat.


"oh oke, emm dan ini ktp mu yang kemarin ku bawa, makasih udah mau jagain sahabat ku" ujar Sisil sambil memberikan ktp Reza.


" ya"jawab Reza, dia masih cuek dan dingin seperti biasanya.



Sisil pun pulang ke rumah nya, kini hanya ada Reza dan Via saja di ruangan ini, jam dinding menunjukan bahwa sekarang sudah jam 22:30 malam, Via pun terbangun dari tidurnya.



"lu udah bangun?" tanya Reza yang sedang sibuk membaca buku.


"heem" jawab Via, dia sedang tak ingin bertanya ini itu, karna kepalanya sangat pusing.


"Reza" panggil Via


"ya"


"laper" itulah kata singkat yang keluar dari mulut Via, karena dia tak bisa berkata banyak.


__ADS_1


"ya udah gua beli bubur dulu" reza pun keluar meninggalkan kamar Via, dan mencari tukang bubur ayam yang masih buka, dia membelikan bubur ayam itu untuk Via.



"nih makan" ujar Reza yang sudah membawakan semangkuk bubur ayam dan segelas air putih.



tidak seperti cowok diluar sana, reza sama sekali tidak menyuapinya, dia hanya meletakan bubur dan air minum di samping ranjang Via.



"*ya allahhhh, bisa bisanya dia secuek inii, kayaknya dia kayak gini ke gua doang, pasti gara gara dia nggak terlalu perduli sama gua, dah lah!kan jadi ketularan dia bilang elu gua hadeehh jijik bangettt." omel via dalam hati*.



via pun memakan buburnya sendiri secara lahap, dan dia baru sadar ternyata Reza tertidur.


"*sumpah demi apa pun dia ganteng banget tapi sayang dingin nya ngelewatin kutub selatan*" ujar via dalam hati dan tidak memperhatikan Reza lagi.



karena kasian melihat Reza tertidur dengan keadaan duduk tegap dia pun membangunkan Reza dari tidurnya.



"Reza, Reza"


"hem"


"kalo mau tidur di kursi aja supaya bisa selonjoran" ujar via


"heem" jawab Reza sambil pergi tidur di kursi dan meluruskan tubuhnya.



Via pun ikut tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya yang masih terasa sakit dan pegal\-pegal.



Via terbagun dari tidurnya, dan melihat ada bubur air putih, dan sepucuk surat di samping ranjangnya, disitu tertulis.



"Via, jangan lupa makan, gua harus sekolah dulu, nanti adik lu datang dan nanti gua jemput setelah pulang sekolah" pesan singkat itu membuat Via tersenyum, via pun menidurkan tubuhnya kembali.

__ADS_1


__ADS_2