
Vira sekarang baru saja sampai didepan gerbang sekolah yang sekarang sudah tertutup, ia pun mengklakson mobilnya.
"Pak asep tolong bukain gerbangnya pak!" teriak vira sambil mengklakson mobilnya
"Maaf neng, saya tidak bisa membuka gerbang. Karna ini sudah lewat pukul 7 neng" kata pak asep membuat vira berdecak
"Pak bukain gerbangnya atau saya rubuhin gerbangnya nih pak!" ancam vira
Pak satpam yang mendengar perkataan vira pun tertawa terbahak bahak, mana bisa gerbang besi tinggi ini mudah sekali untuk dirubuhkan? Pikir pak asep.
"Neng vira suka banget ngelindur ih neng, masa gerbang sekolah mau dirubuhin. Emangnya bisa neng" ucap pak asep sedikit menyinggung perasaan vira
Vira pun melirik jam tanganya "Pak jangan salahin saya kalo gerbangnya saya rubuhin!" seru vira sambil menancapkan gasnya dan langsung menabrak gerbang sekolah sehingga membuatnya rubuh.
Pak asep yang melihat itu pun melongo karna terkejut. Ketika melihat gerbang yang tinggi yang terbuat dari besi ini mudah sekali dirobohkan oleh sebuah mobil. Namun yg membuatnya tak kalah terkejut adalah, mobil yg dikendarai vira tidak rusak ataupun tergores sama sekali.
Vira pun memakirkan mobilnya dan langsung berjalan menelusuri koridor sekolah sambil memainkan handphone miliknya yang sedari tadi bergetar.
-Grup Keceh Badai-
Stella:
Woi vir, lo dimana???
Viona:
Tuh anak paling kesiangan😴
Liana:
Biasa lah paling tuh anak masih tidur
Stella
__ADS_1
Yaampun tuh bocah kagak pernah kapok ya, padahal sering keluar masuk ruang bk
Devira:
Ada apa nih?
Liana:
Lo dimana?
Viona:
Cepet lo kesini, pak tompel bentar lagi dateng. Gue harap lo gak lupa sekarang ada ulangan sejarah
Devira :
Astaga gue lupa
Devira :
Stella:
@Devira cepet lo kesini. Kalo telat masuk jangan nyontek ke gue ya
Read.
"Astaga kenapa gue bisa lupa sekarang ada ulangan sejarah? Mana gurunya pak tompel lagi. Gak pelajaran gak gurunya sama sama bikin gue kesel ajah!" gerutu vira sambil berjalan
Saking serius menggerutu, ia sampai sampai menabrak seseorang membuat dirinya meringis. Hampir saja dirinya jatuh mencium lantai dengan posisi yang tidak terkondisikan.
"Jalan itu pake mata, lo punya mata kan" ketus seseorang lelaki yang kini tengah berada dihadapan vira
"Sorry gue gak punya waktu untuk berdebat" ucap vira yang langsung pergi menghiraukan lelaki tersebut
__ADS_1
Lelaki itu pun mencekal tangan vira membuat langkahnya berhenti dan berbalik menabrak dada bidang lelaki tersebut.
"Ngeselin banget sih nih cowok, gak tau apa gue lagi buru buru" gerutu vira kesal
Sekarang kedua insan ini saling bertatapan dengan posisi tubuh mereka yang bisa terbilang sangat dekat.
"Kalo lo mau protes sekarang dan mau marah marah nanti ajah. Gue ada urusan penting" ucap vira yang langsung pergi dari hadapan lelaki tersebut
Lelaki itu pun menghalangi vira membuat nya menatap tajam lelaki tersebut "Ada apa sih, gue ada ulangan ya. Jadi udah deh lo jangan ngalangin gue. Gue tau gue cantik, makanya lo mau minta tanda tangan gue kan" ucap vira yang begitu percaya diri
Gila ini cewek percaya diri banget sih.
Lelaki itu pun menaik sebelah alisnya "Gue cuman mau bilang kalo kancing baju lo yang bawah ke buka" ucap lelaki tersebut yang langsung pergi dari hadapan vira
Sedangkan vira terdiam sejenak disana dan memikirkan kembali perkataan lekaki tersebut dan pandanganya pun tertuju pada kancingnya yang memang sudah terbuka.
"DASAR COWOK MESUMMM!!!" teriak vira yang menggelegar disepenjuru sekolah
Ia pun menghentakan kakinya sambil mengucapkan sumpah serapah kepada lelaki tersebut, ia pun masuk ke dalam kelas sambil melempar tasnya ke atas meja.
"Santai dong ibu negara santai, ada apa gerangan yang bikin ibu negara marah?" ucap liana penuh drama
"Vir,lo kenapa lagi deh dateng dateng langsung marah gak jelas?" tanya viona sambil berkutik dengan handphonenya
"Tau nih bocah udah dateng telat, marah marah lagi" kata viona
"Kalo gitu cerita, lo kenapa tuh muka pagi pagi ditekuk?" ucap liana sambil menatap vira
"Jadi tadi gue-
"Selamat pagi anak anak" ucap pak tompel sambil memasuki kelas
"Pagi pak" ucap seluruh murid
__ADS_1
"Apakah Devira Austrianda Lexander hari ini hadir?" tanya pak tompel kepada seluruh murid namun tidak ada yang berani menjawab ketika urusan yang menyangkut vira