Dewa dan Vira

Dewa dan Vira
Lima Puluh : EKSTRA PART 2


__ADS_3

Dewa kini tengah berada di taman. Dimana itu adalah tempat yg sering ia kunjungi dengan vira. Lelaki itu kini menatap lurus kedepan seraya memejamkan matanya untuk menikmati desiran angin yg menerpa wajahnya.


Dewa pun tersenyum tipis dengan mata yg masih terpejam "Seandainya vira ada disini, pasti gue bakal peluk dia erat" gumamnya


"Serius?"


Sedetik kemudian tubuh dewa pun menegang ketika terdengar suara yg tak asing untuknya. Lebih tepatnya suara itulah yg ia rindukan 5 tahun ini.


Dewa pun mengerjapkan matanya beberapa kali selagi mengumpulkan kesadaran "Ta-tadi gu-gue denger suara...vira? Serius? Gue gk lagi mimpi kan ini?" Tanya nya seraya menepuk pipinya sesekali


"Gue gk mimpi tapi nya" ucapnya


"Emang kamu lagi gak mimpi sayang"


Deg!


Dewa pun seketika diam. Lidahnya sudah terasa kelu. Ia pun menoleh kesamping, seketika matanya membulat tak percaya apa yg telah ia lihat sekarang!


Ia pun kini mengerjap ngerjapkan matanya "Mimpi pasti gue" ucapnya


"Kamu gk mimpi karna ini nyata" suara milik seorang wanita yg selama ini ia rindukan yg tak lain adalah vira!


Vira pun kini tersenyum lebar dan manis pada dewa. Terlihat jelas bagaimana wajah vira yg sudah merah padam. Hidung yg sudah memerah dengan mata yg sudah berkaca kaca.


"I-ini be-bener bener..." ucap dewa tak percaya


Grep!

__ADS_1


Vira pun langsung memeluk dewa erat. Tidak tidak sangat erat. Dengan air mata yg sudah membasahi baju yg dikenakan dewa. Ya vira kini tengah menangis.


"A-aku kangen kamu..Dewa" ucapnya seraya melepaskan pelukanya sedangkan dewa? Lelaki itu diam.


"Kenapa? Kamu kok diam? Kamu marah sama aku? Kamu kesal sama aku? Kamu ben--.."


Cup!


Dewa pun dengan cepat mencium bibirnya sekilas. Membuat vira bungkam tak menjawab sedangkan dewa? Lelaki itu kini tersenyum lebar.


"Jangan pernah bilang itu lagi! Aku gak pernah benci sama kamu. Karna sampai kapan pun aku gak akan pernah bisa benci kamu" ucap dewa lembut


"Ka-kamu gak benci aku?" Tanya vira. Dewa pun menggelengkan kepalanya lalu memeluk nya dengan sangat erat


Dewa pun memejamkan matanya dengan posisi yg masih senantiasa memeluk vira "Aku gak akan pernah benci kamu sayang" ucapnya membuat jantung vira berdegup cepat


Dewa pun melepaskan pelukanya lalu ia pun mencubit pipi vira gemas membuat vira meringis "5 tahun kemana ajah? Kenapa kamu buat aku menunggu Hah? Kamu emangnya gak tau seberapa aku khawatir sama kamu" ujar dewa membuat vira tersenyum tipis


"Iya aku kangen sama kamu emangnya. Lagian siapa sih yg gak kangen sama pacarnya yg udah gak ketemu selama 5 tahun?!" ucap dewa seraya menaruh kepalanya diatas paha vira seraya menatap nya


Vira pun kini mengelus rambut dewa "Maafin aku ya yang gak ngabarin kamu. Kamu tau kan sekeras kepalanya bang dava? Dia itu selalu bersikeras ngelarang aku untuk kabarin kamu. Jadi maafin aku ya" lirih vira dengan raut wajah yg terlihat sedih


Dewa pun kini hanya terkekeh kecil "Gapapa kok sayang. Aku ngerti kok, lagian ini bukan salah kamu sepenuhnya kok."


"Btw mana tuh si dava kampret, pengen aku gampar dia. Bisa bisa nya dia ngelarang kamu buat ngasih kabar ke aku" cetus dewa seraya berdecak kesal


Vira pun terkekeh kecil "Dia gak ikut ikut aku kesini. Tpi mungkin sekarang dia lagi dipesawat,soalnya aku nyuruh dia kesini" ucapnya

__ADS_1


Dewa mengangguk setelah itu ia pun mengubah posisinya menjadi posisi duduk seraya menatap kedua iris mata vira dalam dengan senyum yg mengembang.


Dewa pun menggegam tangan vira setelah itu menciumnya membuat vira sedikit terkejut .


"Vira?"


"Ya?"


"Will you marry me?" ucap dewa membuat vira lagi lagi dibuat terkejut


"Are you seriously?" Tanya vira seraya menatap kedua iris mata coklat milik dewa


"Yes, I am seriously" jawab dewa


"So?"


"I want to marry you" ucap vira seraya tersenyum tulus lalu memeluk dewa sedangkan dewa pun membalas nya


"I love you vira" ucap dewa berbisik


"I love you too dewa" balas vira


"I Promise to make you happy" tukas dewa seraya mencium kening vira lembut


 


-END-

__ADS_1


Sebagian part telah dihapus, silahkan baca di *******. Judul tetap sama, nama penulis: @putriana120


 


__ADS_2