Dewa dan Vira

Dewa dan Vira
Tiga : Tabrakan 2


__ADS_3

"Saya sendiri pak,Ada apa?" tanya vira dengan logat yang santai sambil melipat tangan kefua tanganya


"Apakah benar kamulah yang telah merubuhkan gerbang sekolah? Apakah benar?!" tanya pak tompel sambil berjalan menghampiri gadis tersebut


"Benar pak memang saya, memang kenapa pak?!" tanya vira


Pak tompel menghela nafasnya "Kamu mari ikut saya keruang bk untuk meminta penjelasan apa yang telah kamu perbuat" kata pak tompel


Vira pun beranjak dari kursinya dan melangkahkan kakinya pergi menuju ruang bk dengan santainya.


"Mengapa kamu merubuhkan gerbang sekolah vira? Apakah kamu tau konsekuensi yang akan kamu dapatkan?!" tanya pak tompel dengan raut wajah kesal


"Saya sangat tau kok pak, tapi saya tidak bersalah akan hal itu pak" ucap vira membela dirinya


Pak tompel mengerutkan keningnya "Bagaimana bisa kamu bilang diri kamu tidak bersalah, setelah kamu merubuhkan gerbang sekolah!" ketus pak tompel


Vira pun menghelangkan nafasnya berat "Saya merubuhkan gerbang sekolah ada sebabnya pak" ucap vira


"Apa penyebabnya?! Coba jelaskan!" Tegas pak tompel


"Penyebabnya karna gerbang sekolahnya tidak dibukakan pada saat saya memintanya. Jadi ini bukan salah saya kan pak" ucap vira


Pak tompel menggelengkan kepalanya tak habis pikir "Tapi kamu itu telat vira, jadi wajar saja jika gerbang sekolah tidak dibukakan!" omel pak tompel


Vira pun memutar kedua bola matanya malas "Daripada dilanjutin gak selesai, mending bapak kasih saya hukuman atau sanksi ajah deh" ucap vira


Pak tompel pun menaik turunkan alisnya "Kenapa kamu meminta saya untuk menghukum dan memberi sanksi kepada kamu?" tanya pak tompel

__ADS_1


Ya biar gue gak ikut ulangan sejarah lah.


"Kan memang itu konsekuensinya pak" ucap vira


"Baik kamu saya hukum untuk membersihkan aula sekolah sampai bersih dan kamu saya kenakan sanksi Rp.5.000.000 untuk mengganti biaya gerbang yang telah kamu rubuhkan!" ucap pak tompel


Vira pun memainkan handphonenya "Sudah saya transfer uangnya, karna tidak ada urusan lagi saya pergi" ucap vira beranjak pergi


Vira pun memberhentikan langkahnya dan memutar balikan badanya "Oh iya satu lagi, lain kali kalo ngasih sanksi ke saya jangan segitu doang pak" ucap vira sambil tersenyum miring dan langsung pergi ke ruangan bk


"Daripada gue harus ngebersihin aula sekolah yang segede lapangan bola, mending gue bolos ajah ke atap sekolah. Kan asik bisa santai" seru vira pun langsung pergi menuju atap sekolah dimana tempat yang menurutnya sangat strategis untuk membolos


Pada saat vira melangkahkan kakinya sambil berkutik dengan handphonenya lagi lagi ia menabrak seseorang, membuat dirinya tersungkur jatuh mencium lantai. Begitu pun dengan handphone miliknya yang terjatuh.


"Aaaaaa gila hp gue, gimana sih lo! Gak punya mata ya, kalo jalan pake mata dong. Liat nih hp gue jadi kaya gini!" omel vira sambil menunjuk handphonenya


"Lo..bukannya, lo orang yang tadi pagi itu. Pokoknya gue gak mau tau lo harus ganti hp gue!" ketus vira sambil melipatkan kedua tangan nya


"Sorry, itu bukan salah gue" ucapnya sambil pergi melewati vira begitu saja


"Nyari mati nih cowok, udah bikin hp gue rusak bukanya gantiin malah pergi gitu ajah" kesal vira


Vira pun mencengkal tangan lelaki itu dan menatapnya sangat tajam "Lo gak boleh pergi sebelum ganti Hp Gue"


Vira pun melirik name tag lelaki tersebut yang tertulis "Dewa Anthonio Luismith"


"Oh ternyata dia anak dari keluarga luis sekaligus pemilik sekolah, boleh juga gue kerjain" gerutu vira

__ADS_1


"Gue gak mau!" Ucapnya sambil pergi begitu saja membuat vira naik pitam saja


"Ngeselin banget sih itu cowok. Jangan sampe gue ketemu sama dia lagi" kata vira


Kring kring..


"Mending gue ngantin" ucap vira langsung pergi menuju kantin


👑👑👑


"Vir,lo tadi di panggil ke bk gara gara apalagi?" Tanya viona sambil mengunyah makananya seraya memainkan handphone nya


"Paling bikin ulah lagi" timpal liana


"Gue denger denger dari murid murid tukang gosip lo ngerubuhin gerbang sekolah" ucap stella membuat viona dan liana dibuat tersedak


"Uhukk uhukk uhukkk"


"Gila lo vir, gak nyangka gue lo senekat itu dari biasanya" ucap liana


"Keren. Gue tambah bangga jadi sahabat lo vir" ucap viona membuat nya mendapat toyoran dari stella dan liana


"Eh, lo kok malah bangga. Emang bego ya lo" ucap stella


"Biasalah stel, otaknya udah sariawan" ucap liana yang diangguki oleh stella


Viona pun mengelus keningnya yang ditoyor oleh kedua sahabatnya,sedangkan vira ia masih jengkel dengan lelaki itu.

__ADS_1


__ADS_2