Dewa dan Vira

Dewa dan Vira
Empat Puluh Tiga : Rahasia


__ADS_3

Daniar kini memeluk tubuh vira erat dan membiarkan vira menangis sejadi jadinya, daniar mengelus rambut vira lembut..


"Jangan nangis ya, Dewa pasti baik baik ajah. Percaya sm bunda" ucap daniar lembut seraya mengusap air mata vira


Vira berusaha tersenyum "Iya bun, Vira percaya kok" ucap vira


"Pliss dewa lo jangan bikin gue khawatir, gue gk mau kehilangan orang yg gue sayang untuk kesekian kalinya" Batin vira


"Dok, apakah ada kemungkinan dewa untuk sembuh?" Tanya daniel


"Ada,kemungkinan 70% dia untuk sembuh. Dan untuk oprasi matanya akan segera kami lakukan hari ini, jadi orang tua pasien bisa ikut saya ke ruang saya" ucap dokter tersebut


Vira kini tersenyum senang mendengar itu walaupun ada hal yg mengganjal dihatinya..


Dava pun mengelus pipi vira "Muka lo kaya orang kecapean,mending lo pulang ya" ucap dava


Vira sontak menolak cepat "Gak mau! Gue gk mau pulang sampai dewa sadar" ucap vira


Dava menghembuskan nafasnya gusar "Devira Austrianda Lexander kembaran gue paling cantik, lo itu mending istirahat. Takutnya nanti lo sakit gimana? Kan gue juga yg repot" ucap dava membuat vira memanyunkan bibirnya


"Jadi selama ini gue ngerepotin dia? Tega banget sih segala jujur" batin vira


Vira berdecak kesal ia tetap menggelengkan kepalanya "Gak mau" ucapnya


Daniar pun mengelus bahu vira "Kamu pulang ajah ya sayang, muka kamu pucat. Lagian bunda kan masih ada disini" ucap daniar


"Tapi bun...vira mau nungguin dewa" ucap vira parau


Daniar menggelengkan kepalanya, daniar pun menangkup kedua pipi vira "Nanti kalo dewa udah sadar, bunda kabarin vira" ucap daniar lembut


Vira pun menggangguk pelan "Yaudah vira pulang, bunda disini baik baik ajah ya" ucap vira lngsung diangguki daniar

__ADS_1


Dava pun mengantar vira pulang kerumah,Vira memainkan handphone nya sambil membuka chatanya dengan dewa yg sudah berlalu..


Ia seraya tersenyum membaca chatanya itu bersama dewa,ia pun melihat foto fotonya bersama dewa ..


"Seandainya waktu bisa diulang,pengen rasanya gue peluk lo" ucap vira sambil meneteskan air mata nya


Jujur di lubuk hati vira yg paling dalam terdapat ada penyesalan, ia menyesal ia pergi dari taman pada saat itu..


Dava pun menoleh ia tampak sedikit sedih melihat vira yg melamun sambil menatap fotonya dengan dewa..


"Vir, udah jangan nangis. Mending lo doain dewa deh" ucap dava


Vira menghapus air mata nya, ia menoleh "Bang dewa kaya gini gara gara gue, seandainya gue tadi gk pergi pasti dia gk kaya gini" ucap vira membuat dava mengerutkan keningnya


"Maksudnya? Pergi apaan?" Tanya dava


"Dewa sempet ngajak gue buat ketemuan ditaman belakang sekolah, tapi pas gue kesana justru..."


"Justru gue liat keyra meluk dewa ditaman dari belakang bang" ucap vira lirih


Mata dava membulat tak percaya,kini rahangnya sudah mengeras. Tangan sudah mengepal kesal..


"Lagi lagi cewek gila itu lagi, udah gila emang tuh cewek!" Ucap dava


Dava pun menoleh "Vir, yg lo liat salah" ucap dava


Sedetik kemudian vira mengerutkan keningnya "Salah liat? Maksud lo?" Tanya vira


"Gue yakin keyra sengaja meluk dewa biar hubungan lo sama dewa itu hancur" ucap dava


Vira kini mencerna ucapan dava, ia tidak berpikir kesana. Benar benar ia sudah bodoh sekarang..

__ADS_1


"Kenapa gue gak kepikiran kesitu ya? Ahhhh" ucap vira frustasi sambil mengacak acak rambutnya kesal


Mereka pun telah sampai didepan rumah yang mewah dan luas namun tak seindah apa yg dipikirkan orang lain..


Dava dan Vira pun masuk kedalam rumahnya itu..


Baru saja mereka berdua melangkahkan kakinya kedalam rumah, mereka sudah disuguhkan pemandangan yg tak seharusnya terjadi..


Mereka melihat Alex dan Clara sedang beradu mulut, entah apa yang ia bicarakan namun ada sangkut pautnya dengan alm. Bundanya..


"Mas! Sebaiknya kita beritahu Dava dan Vira saja" Ucap clara


"Clara cukup! Aku gk mau denger ini lagi, aku mau kita rahasian ini dari dava dan vira sampai situasi nya tepat" ucap alex


"Rahasia apa yg kalian bicarakan?" Tanya vira membuat alex maupun clara menoleh


"Rahasia apa? Mengapa harus dirahasiakan oleh kami berdua?" Tanya dava sambil berjalan mendekat


"Rahasia-- ucap clara terpotong


"Tidak ada" ucap alex


"Anda tidak dapat berbohong dengan kami berdua lagi! Cepat katakan rahasia apa yg kalian sembunyikan? Mengapa membawa nama Alm. Bunda saya?!" Ucap vira dengan suara meninggi


Alex kini memijat pelipisnya "Kalau kalian berdua ingin tau, baiklah kalau begitu. Clara kasih mereka surat itu" ucap alex lalu pergi


Kini vira menatap clara "Surat apa?" Tanya vira


"Ikut mamah" ucap clara, dava dan vira pun mengikuti clara ke kamarnya


Dikamar clara mengambil sebuah kotak berwarna hitam, clara pun membukanya. Dan isinya adalah foto vira dan dava sewaktu mereka kecil dan seorang wanita separuh baya yg tengah memeluk mereka berdua..

__ADS_1


Satu persatu air mata vira jatuh ketika melihat foto tersebut yg membuatnya mengingat kembali memori memori dirinya bersama bundanya..


__ADS_2