Dewa dan Vira

Dewa dan Vira
Empat Puluh Dua : Kecelakaan


__ADS_3

Dewa kini pergi dengan langkah yg menggeram kesal,dengan hati yg sangat sakit dan sesak. Kini dewa pergi dari sekolah menggunakan mobil miliknya dengan kecepatan yg diatas rata rata..


'Kenapa! Kenapa lo khianatin gue vir?! Kenapa?! Apa kurangnya gue dimata lo?!' Pikir dewa sambil menatap foto yg ia pegang sendu..


Tiba tiba ada sorotan lampu yg sungguh menerangkan wajahnya disebelah kanan, membuat dirinya langsung memukul stir kanan ketika melihat sebuah truk yg hendak menabraknya..


Dewa pun langsung memukul stir kanan,membuat alhasil mobil yg ia gunakan bertabrakan dengan truk tersebut..


Darah pun kini mengucur deras ketika pecahan kaca yg mengenai tubuhnya,terutama dibagian wajahnya yg dipenuhi darah yg terus mengalir..


Pandangan dewa pun kini semakin tidak jelas,pandanganya jatuh pada foto yg ia genggam bersama vira. Dewa tersenyum melihat vira yg tengah tersenyum difoto tersebut..


'Mungkin ini adalah hari terakhir gue ketemu sama lo,dan mungkin ini adalah hari terakhir gue berada diduniaย  ini lagi' Batin dewa


Kini mata dewa sudah mulai terpejam sambil menyebut nyebut nama vira dengan lirih..


"Viraaa.." lirih dewa


"Viraa" lirih dewa lagi


Para warga pun kini sudah berdatangan untuk membantu dewa keluar dari mobilnya, dan kini para ambulans dan mobil kepolisian sudah mulai berdatangan..


Dewa sekarang dibawa kerumah sakit terdekat,sedangkan pihak kepolisian segera menghubungi nomor yg terdapat pada handphone dewa satu persatu..


"Ya dewa? Tumben telpon,kenapa kamu telpon mamah?" Tanya nya


"Maaf,ini kami pihak kepolisian. Ingin memberitahukan pada anda bahwa anak anda kini sekarang berada dirumah sakit"

__ADS_1


"Ru..rumah sa..kit? Maksud anda apa? Saya sungguh tak mengerti!" Ucap nya parau


"Mohon maaf sebelumnya, Namun anak anda sekarang mengalami kecelakaan, Dan sekarang anak anda sudah kami bawa ke rumah sakit.Jadi kami sarankan untuk anda segera datang ke rumah sakit S*****"


"Ba..ik,sa..ya akan segera kesana segera!" Ucap nya


Tuttt!


Kini kedua bilah pihak pun mematikan teleponnya..


Flashback!..


Daniar dan Anthon kini sedang menonton acara televisi di ruang tamu, tiba tiba terdengar deringan handphonenya membuatnya segera mengangkatnya..


"Ya dewa? Tumben telpon mamah,Kenapa kamu telpon mamah?" Tanya daniar


"Maaf,ini kami pihak kepolisian. Ingin memberitahukan pada anda bahwa anak anda kini sekarang berada dirumah sakit"


"Mohon maaf sebelumnya, Namun anak anda sekarang mengalami kecelakaan, Dan sekarang anak anda sudah kami bawa ke rumah sakit.Jadi kami sarankan untuk anda segera datang ke rumah sakit S*****"


Kini kedua mata daniar terbelalak sambil menutup mulutnya tidak percaya,kini air matanya mulai jatuh. Dan kini daniar mulai terisak..


"Ba..ik sa..ya akan segera kesana segera!" Ucap daniar sambil mematikan telponya sepihak


Kini daniar menangis hingga wajahnya memucat,tanganya bergetar dingin..


Anthon kini menangkup wajah daniar "Sayang,ada apa? Kenapa kamu nangis? Why?" Tanya anthon lembut

__ADS_1


Kini bibir daniar bergetar hebat "Ki..ta harus ke ru..mah sa..kit anthon!" Ucap daniar


Anthon pun mengerutkan keningnya "Siapa yg sakit sayang?" Tanya anthon


"De..dewa a..nak ki..ta dia kecelakaan!" Ucap daniar sambil menangis kembali


Anthon pun kini memeluk tubuh daniar erat "Jangan menangis! Dewa pasti baik baik saja, percayalah dia anak yg kuat" ucap anthon sambil mencium kening daniar


"Kalo begitu ayo kita kerumah sakit!" Ucap anthon sambil menggegam jari jari tangan daniar


๐Ÿ‘‘๐Ÿ‘‘๐Ÿ‘‘


Sekarang Daniar dan Anthon dan para sahabat dewa maupun vira sudah datang 1 jam yg lalu dan sekarang mereka tengah menunggu didepan ruang IGD..


Dokter pun kini keluar sambil membuka master yg ia kenakan..


"Dok,bagaimana keadaan anak saya dok? Dia masih bisa diselamatkan,kan dok?" Tanya daniar


Anthon kini mengelus bahu daniar lembut "Dia gpp,percaya sama aku!" Bisik anthon


"Dok,bagaimana keadaan pacar saya dok?!" Tanya vira sambil berlinang air mata


"Kondisi pasien kini sedang kritis akibat darah yg terus mengalir membuatnya kekurangan darah dan..." ucap dokter tersebut dengan raut wajah yg masam


Daniar dan Vira kini mengguncangkan guncangan tubuh sang dokter "Dan apa dok?! Jawab!" Ucap vira geram


"Dan kini mata pasien buta akibat pecahan kaca yg masuk kedalam mata pasien!" Ucapnya membuat vira terkejut tak percaya

__ADS_1


__ADS_2