Dewa Importal Kematian

Dewa Importal Kematian
Ikatan sosok seorang ayah


__ADS_3

Melihat lelaki itu mencoba membuat lambang pertahanan dari energi spiritual nya. Para pendekar lain nya, serta Chyou Chen dan Longfei di buat terkejut saat melihat apa yang sedang di lakukan lelaki itu. Energi spiritual Chyou Chen dan Longfei melayang dan menerjang perisai spiritual buatan pendekar itu. Akan tetapi, energi spiritual milik kedua lelaki itu sangat besar, hingga membuat ledakan besar terjadi di pusat hutan itu. Tanah di hutan itu berubah menjadi sepihan debu yang beterbangan di udara. Para pendekar serta tuan muda Chen sibuk mencari keberadaan lelaki tadi.


Serpihan debu dan angin tercampur menjadi hembusan angin di hutan itu. Di tengah kebutaan debu, terdengar suara teriak yang tak begitu asing. Ya suara itu adalah suara sang dewa kematian. Ia duduk di tanah yang berbentuk seperti cekungan ke bawah akibat terjangan energi spiritual. Longfei duduk dengan sekrang lelaki yang berada dalam pangkuan nya.


Menyadari bahwa sosok seorang yang sedang berada dalam pangkuan Longfei adalah lelaki tadi. Membuat para pendekar serta tuan muda Chen ini bergegas menghampiri nya. Di sana. Bola mata yang hanya memperhatikan luka yang membekas cukup parah di tubuh lelaki itu. Jurusan dalam terbentuk di antara alis para pendekar serta tuan muda Chen ini yang menyatu rapat.


Terjangan spiritual mengoyak bagian lengan nya. Bekas darah kering menyelimuti wajah dan pakaian pendekar nya. Satu hal yang membuat Chyou Chen tidak percaya adalah wajah pamiliar dengan ikat rambut yang tercampur dengan helaian surai yang menggerai. Dia adalah seorang yang sangat ia kenali untuk belakangan hari ini.


Xin Zhao!!


Wajah Chyou Chen memucat, tiada pembuluh darah yang mengalirkan darah segar. Situasi ini benar-benar di luar dugaan nya. Beberapa detik setelahnya ia terdiam. Kakinya mulai bergerak, ia berlari menghampiri kedua lelaki itu.


Disana, Chyou Chen dengan cepat mengangkat tubuh Xin Zhao (Bridel stayl). Wajah nya telah di lumuri darah segar yang mengalir keluar dari kepala nya. Pemandangan seperti ini pernah ia lihat sebelum nya. Dan rasanya benar-benar menyakitkan. Tangan yang menjadi alat untuk mengangkat tubuh Xin Zhao kini mulai gemetar pelan. Rasa kesal serta kekahwatiran nya kini tercampur menjadi satu. Ia menarik nafas pendek yang sebelum kaki nya melesat meninggalkan tempat itu. Begitu ia melewati hutan, panjangnya langsung di temukan dengan kebakaran hutan yang cukup besar. Ia tidak percaya bahwa pertarungan antara dirinya dengan sang dewa kematian bisa berdampak seperti ini. Hati nya menyesal, sekarang ia sadar bahwa lelaki yang di ceritakan Longfei saat itu adalah Xin Zhao.


Sesampainya di kediaman Chen. Ia segera membawa tubuh Xin Zhao yang terluka pergi ke kamar nya. Disana ia juga meminta para tabib di istana nya untuk mengobati Xin Zhao. Benak nya kini benar-benar kehabisan akal. Ia juga tidak mengerti, mengapa dirinya begitu khawatir sampai seperti ini. Padahal Xin Zhao hanyalah penduduk miskin yang tinggal di kawasan river of death. Akan tetapi mengapa dirinya terlihat begitu mengkhawatirkan lelaki itu. Seharusnya tidak seperti ini. Bahkan sampai dia mati pun, Chyou Chen juga tidak masalah jika itu orang lain. Ini sangat aneh.

__ADS_1


Sejak kapan kuil kediaman Chen menjadi penuh sesak seperti ini? Bahkan kaisar Huai Chen saja mampu berjalan seinci demi seinci. Para pelayan serta tabib di kerajaan nya. Mereka terus menerus keluar masuk kamar putra pertama nya. Yang tidak lain, yaitu bernama Chyou Chen. Saat ia tiba di kamar putra nya. Ia melihat putra nya sedang duduk di dekat ranjang. Seolah menunggu lelaki yang tengah terbaring di atas ranjang nya untuk terbangun.


“Chyou..” sang kaisar berjalan menghampiri putra nya yang terus termenung.


“Ayah?” Chyou Chen menengadah kepala nya. Melihat ke arah sang ayah yang tengah berjalan memasuki kamar nya. “Kenapa kamu datang kemari?” tanya nya dengan ekspresi kebingungan.


“Aku melihat begitu banyak tabib keluar masuk dari kamar mu. Tidak biasa nya kamu memanggil tabib hanya untuk penduduk desa seperti nya” Sang kaisar berdiri tak jauh dari putra nya. Mereka saling berhadapan, namun di bedakan dengan posisi nya.


Chyou Chen hanya terdiam. Kepala nya sedikit terduduk. Kini pandangan nya tertuju pada hanfu panjang yang menutupi jemari di kedua kaki nya. “Jangan bertanya pada ku. Aku sendiri saja tidak tahu hal apa yang sedang ku lakukan saat ini”


“…Ayah. Aku baik-baik saja. Tidak perlu cemaskan aku” ia menurunkan tangan sang kaisar dari atas kepala nya yang kemudian ia genggam.


Sang kaisar menarik napas panjang nya yang kemudian berlutut di depan putra nya. “Chyou. Mau sampai kapan kamu tidak ingin terbuka dengan ayah? Jika ada hal yang membuat mu khawatir, cemas, ataupun gelisah sama seperti saat ini. Katakan! Ayah akan bantu. Ayah tahu saat ini kamu bukanlah anak kecil yang perlu bimbingan orang tua. Tapi, melihat mu bereaksi seperti ini membuat ku sangat khawatir” tukas nya.


“Kecemasan mu pada ku terlalu berlebihan ayah”

__ADS_1


“Tidak ada salah nya bukan? Kamu adalah satu-satu nya putra yang di lahirkan ibu mu sebelum ia pergi ke kehidupan selanjutnya” sang kaisar memalingkan pandangan nya. “Selagi aku masih berada di sisi mu, biarkan aku mengawasi, menjaga mu, dan mengkhawatirkan mu, Chyou”


Chyou Chen tidak, dengusan lembut terdengar setelah beberapa detik ia terdiam. “Baiklah aku mengerti, maafkan aku ayah” kepala nya bergerak ke bawah, ia sedikit menundukan kepala nya. “Ada banyak hal yang ingin ku tanyakan pada mu” lanjut nya.


“Katakan. Hal apa yang ingin kau ketahui, Chyou”


“Ayah. Apa leluhur Guan Li masih berada di kuil kediaman Li?”


“Hah?” sang kaisar menganggapi pertanyaan putra nya dengan raut yang sedikit kebingungan. Astering di ruangan itu benar-benar berganti dengan sangat cepat. Tidak di ragukan lagi, ferofom yang keluar dari tubuh Chyou Chen kini telah menguasai ruangan tersebut. Hingga menjadikan nya alat penyampaian sesuatu melalui aura perasaan yang keluar dari tubuh nya.  “leluhur Guan Li? Apa kamu ingin pergi menemui nya?” tanya nya.


“Mn..” Chyou Chen mengangguk pelan “Setelah pergi ke dupa, aku akan pergi menemui leluhur Guan Li. Ada banyak hal yang ingin ku tanyakan pada nya.”


“Apa hal itu ada hubungan nya dengan rumor 2 tahun yang lalu?”


“Kurasa tidak” Chyou Chen bangun dari duduk nya lalu berjalan melewati tubuh sang kaisar yang lebih rendah dari dirinya. “Hal yang sudah tiada, tidak akan bisa terlahir kembali. Seperti itulah yang ayah katakan pada ku. Bahkan jika prediksi ku salah, dan dia kembali ke dunia ini. Aku akan membunuh nya dengan tangan ku sendiri”

__ADS_1


Sang kaisar menoleh ke belakang. Manik mata nya tak lepas dari punggung putra nya yang menghilang setelah melewati pintu kamar nya. Aura asli tubuh nya mulai terasa kembali. Akan tetapi ucapan nya barusan, benar-benar membuat kening sang kaisar berkerut. Sorot mata nya gelap. Hal yang tidak asing untuk putra nya kini telah terlihat kembali.


__ADS_2